IMAHU DIY mengecam Sikap Tak Beretika Bupati Halut dan Stafnya

|

WIT

WIT

Bagikan

i-malut.com, Ternate – Ikatan Mahasiswa Halmahera Utara (IMAHU) Daerah Istimewa Yokyakarta (DIY) mengecam tindakan yang dianggap tidak beretika oleh Bupati Kabupaten Halmahera Utara (Halut) Frans Manery dan Kadis Nakertras Halut Jefri Rudy Hoata, selaku pejabat publik yang mengomentari akun Media Sosial (medsos) Facebook milik salah satu Mahasiswa,  terkait dengan pengadaan sekretariat. Dalam komentar tersebut Frans Manery menuliskan “tanyakan pada rumput yang bergoyang”.

Tak terima dengan komentar tersebut, IMAHU DIY kemudian melakukan aksi protes pada tgl 11 November 2017. Dalam aksi tersebut, IMAHU DIY meminta kepada DPRD HALUT agar dapat menyelesaikan persoalan antara IMAHU-DIY dan Bupati Halut serta Kepala Disnakertrans. IMAHU DIY juga meminta Bupati dan Kepala Disnakertrans, agar meminta maaf kepada IMAHU DIY secara terbuka, dan Bupati harus mencopot Jefri Rudy Hoata dari Jabatan Sebagai Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi.

Kepada DPRD Kab Halmahera Utara,  juga diminta bersikap Tegas agar dapat penyelesaikan persoalan antara Pemda Kab. Halut Dengan IMAHU DIY dan Bupati Kab Halmahera Utara Harus Transparan Mengenai Kebijakan Pengadaan Sekretariat Mahasiswa HALUT Diseluruh Indonesia.

Terahir IMAHU DIY memberi catatan, Apabila persoalan ini tidak dapat diselesaikan maka kami secara Organisasi Ikatan Mahasiswa Halmahera-Utara (IMAHU-DIY), menyatakan mosi ketidak percayaan kepada Pemerintah Kabupaten Halmahera-Utara dan DPRD Kabupaten Halmahera-Utara

Terhadap Aksi yang dilakukan, menurut IMAHU DIY, Bupati Frans Manery merespon dengan tidak beretika, dengan berkomentar seperti berikut ini “mereka yang melakukan orasi/demo itu adalah orang yang OTAKNYA TIDAK WARAS jadi pas jikala tanyakan pada rumput yang bergoyang (seperti pada syair lagu)”. Sementara komentar Kadis Nakertrans Jefri Rudy Hoata, “mintalah uang kepada orang tua kalian untuk membayar kontrakan/kosan, jangan terlalu mengharapkan PEMDA, karena pekerjaan PEMDA masih banyak, bukan hanya mengurus kalian”

Dalam release yang dikirim melalui WhatsApp sabtu 25 november 2017 Kepada i-malut.com, IMAHU DIY menyesalkan sikap kedua pejabat publik tersebut. Bagi IMAHU DIY, ini merupakan penghinaan, yang bertentangan dengan fungsi dan kewajiban seorang pemimpin dalam melayani masyarakat yang telah di atur dalam Undang-undang No 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah pasal 58 huruf (F), pasal 65 huruf (B) dan TAP MPR NO VI tahun 2001 Tentang Etika Berbangsa dan Bernegara. Dari dua landasan tersebut merupakan panutan bagi Bupati agar dapat menjaga iklim masyarakat dalam berbangsa dan bernegara.

Kadis Nakertrans Jefri Rudy Hoata, juga mengamcam Mahasiswa yang melakukan demonstrasi, dengan menyuruh sesorang yang bernama JJ Nanere untuk melakukan perencanaan/ancaman tindak pidana kekerasan terhadap mahasiswa yang saat itu melakukan aksi. Percakapan dalam sebuah komentar antara Jefri Rudy Hoata dan JJ Nanere yang ingin melakukan perencanaan tindak pidana kekerasan terhadap mahasiswa di antaranya : Novet Charlles Akollo, Saiful Salim, Farianto Masuru, Ryan Lobiua, Noval Djumoko, Arfan Karibo dan Djanuwais Dawile.

Ancaman tersebut, Menurut IMAHU DIY, merupan upaya perencanaan kekerasan sebagaimana termuat dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) pasal 335 ayat (1) yang menyatakan “barang siapa secara melawan hukum memaksa orang lain supaya melakukan, tidak melakukan atau membiarkan sesuatu, dengan memakai kekerasan, atau dengan memakai ancaman kekerasan, baik terhadap orang itu sendiri maupun orang lain. Adapun di atur dalam Undang-Undang No.19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Pasal 45B yang menyatakan “Setiap   Orang   yang dengan   sengaja   dan   tanpa   hak mengirimkan  Informasi  Elektronik  dan/atau  Dokumen Elektronik    yang    berisi    ancaman    kekerasan    atau menakut-nakuti     yang     ditujukan     secara     pribadi sebagaimana  dimaksud  dalam  Pasal  29  dipidana  dengan pidana  penjara  palinglama 4 (empat)  tahun  dan/atau denda paling banyak Rp750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh jutarupiah)”.

Rep/Red : (Shd)

Visit Today: 465  |  Visitor Today: 344  |

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

POPULER

Toko dan Kios Dilarang Naikkan Harga Sembako, Bila Kedapatan Izin Usahanya Dicabut

Hal itu berdasarkan regulasi nasional yaitu Undang - undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen...

Bersama Dinsos, Bupati Sula Salurkan Bansos di 6 Desa Kec. Sulbar

i-malut.com, Sanana - Bupati Kepulauan Sula (Kepsul) Hendrata Thes dan Sekda Syafrudin Sapsuha bersama-sama dengan Kepala Dinas Sosial Rivai...

Bupati Sula Bersama Pejabat Kesehatan yang baru, Langsung ‘Tancap Gas’ Kunker ke Mangoli

i-malut.com, Sanana - Bupati Kepulauan Sula (Kepsul) Hendrata Thes, didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Syafrudin Sapsuha yang juga Plt. Kepala...

Paksakan Gabalil Hai Sua, Ratusan Siswa SMA Sanana diamankan Polres Sula

i-malut.com, Sanana - Sebanyak 130 siswa SMA sederajat Sanana diamankan pihak keamanan Polres Kabupaten Sula saat melakukan kegiatan Gabalil...

Ketua DPRD Sula: Jangan Terlalu Persoalkan Mundurnya Pejabat Pemda

i-malut.com, Sanana - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Sinaryo Thes memberikan komentar singkat...

Ampera Haltim Desak PLN Operasikan Listrik 24 Jam di Maba Selatan

i-malut.com, Haltim - Mulai beroperasinya listrik 24 jam sehari di tiga Kecamatan, yakni Kecamatan Maba, Maba Tengah dan Wasile sejak diresmikan Selasa, 19...

Viral, Accu Lampu Hias Kota Sanana Diduga ‘di Begal’ OTK

i-malut.com, Sanana - Masyarakat Kepulauan Sula (Kepsul) Kota Sanana belakangan ini merasa resah dengan adanya Pencurian Accu Lampu Hias...

Ketua DPRD Sula: Jangan Terlalu Persoalkan Mundurnya Pejabat Pemda

i-malut.com, Sanana - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Sinaryo Thes memberikan komentar singkat...

Bersama Dinsos, Bupati Sula Salurkan Bansos di 6 Desa Kec. Sulbar

i-malut.com, Sanana - Bupati Kepulauan Sula (Kepsul) Hendrata Thes dan Sekda Syafrudin Sapsuha bersama-sama dengan Kepala Dinas Sosial Rivai...

Seng Ada Rotan Akar Pun Jadi, Masker Habis Menjahit Pun Jadi

i-malut.com, Sanana - Hal itu yang dilakukan oleh Bupati kepulauan Sula (Kepsul) Hendrata Thes saat membagikan secara gratis masker...

Dua Pejabat Kesehatan di Sula Mundur, Ada Apa?

i-malut.com, Sanana - Ditengah ancaman wabah virus corona atau covid melanda Bangsa Idonesia khususnya di Kabupaten Kepuluan Sula (Kepsul)...

Forkopimda Kepsul Gelar Rakoord Bersama Elemen Masyarakat Sula

Point penting yang dibahas adalah menyangkut Instruksi Bupati terkait situasi pencegahan Covid-19...

Diduga Sakit Mirip Covid-19, Seorang Pasien di Jemput

i-malut.com, Morotai - Seorang pasien berinisial AM berasal dari salah satu Desa di Kecamatan Morotai Barat di Jemput Karteker...

Masuk Morotai, Puluhan Penumpang KM Ratu Maria di Karantina

Walaupun ada penumpang kapal yang mengajukan protes, tetapi tidak di hiraukan satgas pencegahan...

Puluhan Orang Yang Baru Tiba di Morotai Menggunakan Pesawat dan Kapal Laut Dikarantina

Penginapan Dodola adalah salah satu penginapan yang di gunakan Pemda untuk karantina ODP...