Reorientasi Pendidikan Menuju Madrasah-Sekolah Hebat Bermartabat

|

WIT

WIT

Bagikan

Tujuan utama pendidikan adalah transformasi ilmu, kecakapan, dan nilai. Salah satu pengertian pendidikan yang dijelaskan oleh para pakar bahwa pendidikan adalah proses transfromasi – dialogis antara peserta didik dengan pendidik dalam semua potensi kemanusiaannya sehingga menumbuhkan kesadaran, sikap dan tindakan kritisnya. Lepas dari semua pengertian pendidikan yang bertebaran diberbagai literatur, makna pendidikan adalah proses humanisasi.

Berangkat dari tujuan dan makna pendidikan tersebut, indikator keberhasilan pendidikan sejatinya lebih dominan ke arah tersebut. Bahwa keberhasilan pendidikan diukur dengan moralitas atau ahlak para lulusannya, disamping tidak mengabaikan intelektual dan kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik.

Secara normatif, dalam Islam sendiri disebutkan bahwa keberhasilan manusia diukur dari ahlak dan kualitas amalnya. Alasannya sangat sederhana karena ahlak adalah simbol utama kemanusiaan. Ini pula yang menjadi modal utama manusia dalam menjalin komunikasi sosial dan alat kontrol atas capaian intelektual seseorang sehingga pengetahuannya tidak tidak disalahgunakan.

Sejauh ini, moralitas dan karakter gagal kita bentuk melalui proses pendidikan yang telah berangusng begitu lama, itu artinya pendidikan gagal total. Sebab keselarasan dan harmoni sosial serta dinamika pembangunan tidak akan berjalan baik, bahkan berpotensi gagal karena dikendalikan oleh individu-individu cerdas tetapi egois dan hedonis-materialis. Inilah yang sedang menimpa Indonesia saat ini dan menjadi dalih kementerian pendidikan untuk mengembangkan pendidikan karakter di sekolah.

Namun demikian, ada fakta yang kurang menyenangkan dalam dunia pendidikan kita dewasa ini, hakikat pendidikan yang sejatinya membentuk manusia yang berkarakter tampaknya belum berhasil. Proses pendidikan kita masih menempatkan misi yang paling rendah dalam pendidikan, yakni transformasi ilmu dalam upaya pengembangan intelektual (IQ), Kemampuan Intelektual seakan menjadi “Rukun Iman” dalam praksis pendidikan, sementara misi moral masih menjadi “anak tiri”, ditempatkan pada posisi “sunnah”, tidak buming, serta tidak terkelola dengan baik dalam proses pendidikan kita di Indonesia.

Deretan peristiwa hidup dengan polosnya telah memperlihatkan kepada kita, bagaimana perilaku korupsi kaum terdidik, produk ijazah palsu, birokrasi uang pulsa, dan perilaku lain yang hampa dari muatan moral, dan pola hidup materialisme-hedonistis yang semakin menguat, maraknya tawuran anak-anak sekolah, munculnya generasi gadget yang tidak terkontrol, interaksi sosial media yang mengancam moral, dan masih banyak lagi, adalah deretan fakta yang tidak bisa dipungkiri, dan itu semua adalah tantangan sekaligus ancaman bagi duni pendidikan kita.

Kondisi tersebut merupakan akibat dari praktik pendidikan keseharian kita di lembaga-lembaga pendidikan masih teralalu asyik dengan janji manis pengembangan inteletual (kecerdasan intelektual) dan melupakan aspek terpenting bagi manusia yakni moralitas untuk membentuk karakter generasi bangsa ini, dan pada sisi lain, pendidikan kita disibukkan dengan hal-hal yang bersifat administratif dan serba formalitas, segala sesuatu diukur dengan angka dan data di atas kertas, tanpa mau melihat kondisi sebenarnya.

Pelaskanaan Ujian di Sekolah-Madrasah misalnya, saat ini bukan hanya satu kali ujian ahir, akan tetapi ujian berlapis dengan segala tetekbengeknya, semua adalah tentang angka dan angka yang tak jarang kita manipulasi sedemikian rupa. Soal Ujian dijaga polisi, Pelaksanaan Ujian dijaga polisi, Naskah Ujian CPNS harus dibakar, adalah potret kekuatiran terhadap ketidakjujuran.

Harapan Publik

Secara umum, harapan publik terhadap pendidikan Indonesia ke depan adalah mampu melahirkan generasi hebat bermartabat, generasi yang mememiliki Kecerdasaran Intelektual, Kecerdasaran Emosional dan Kecerdasaran Spiritual (Intelektual Question, Emotional Question and Spiritual Question), dalam hemat penulis, penguasan secara seimbang terhadap ke-tiga kecerdasan inilah yang akan membantu generasi muda kita surfive dan tetap berkarakter di era digital saat ini dan kedepan. Untuk menuju generasi masa depan yang demikian ini maka sejatinya sistem dan tata kelola pendidikan patut untuk menjadi perhatian serius.

Kita boleh berdalih bahwa kebijakan penerapan pendidikan karakter karena alasan adanya fenomena krisis dan dekadensi moral yang sedang melanda dunia, akan tetapi perlu kita ketahui bersama bahwa penyakitnya terdapat pada pengelola pendidikan itu sendiri.

Deteksi terhadap perkembangan zaman mestinya menjadi rujukan konkrit bagi pemerintah untuk me-redesain tata kelola pendidikan sebagaimana konsep link and match yang pernah buming beberapa waktu silam, bedanya, praktik pendidikan dengan konsep link and match diorientasi pada upaya menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan pasar kerja, padahal fakta perkembangan zaman itu tidak melulu soal tuntutan pasar kerja yang serba mekanis, tetapi ada masalah lain yang jauh lebih kompleks yakni krisis dan dekadensi moral dalam konteks luas, yang hampir setiap waktu menjadi pemandangan memprihatinkan dewasa ini.

Sistem dan Proses pendidikan yang berorientasi pada penguatan pembangunan IQ, EQ dan SQ secara seimbang, akan menjadikan pendidikan Indonesia ke depan menjadi lebih baik, generasi kita tidak saja hebat tetapi juga bermartabat. Dengan demikian, keberhasilan pendidikan tidak lagi kita ukur dengan tingkat kelulusan siswa di Ujian Sekolah dan Ujian Nasional dan tau apapun istilahnya yang mendewakan angka-angka, akan tetapi melihat aksi keseharian anak-anak bangsa dalam realitas dunia, sejauh mana para lulusan lembaga-lembaga pendidikan mampu mereflesikan nilai-nilai moral dalam interaksi sosial, tidak berpikir individualis, dan selalu berorientasi kepada asas manfaat dalam setiap kerja dan karyanya.

Akhirnya, kita berharap, dalam perumusan kebijakan dan implementasinya, pemerintah diharapkan lebih mengedepankan aspek moral dan berkomitmen menjadikannya sebagai indikator utama keberhasilan pendidikan.
Semoga….

Visit Today: 1235  |  Visitor Today: 369  |

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

POPULER

Kinerja ASN Tak Maksimal, Bupati Beri Sinyal Bakal Berkantor di Setiap OPD

i-malut.com, Morotai - Bupati Kabupaten Pulau Morotai, Benny Laos, setelah meminta para Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkup Pemkab Morotai...

Tersangka Buron Penipu Putri Arab Tertangkap

Evie Marindo Christina (57) ditangkap polisi di Desilva Bandara Guest House, Sukarami, Palembang, Sumatera Selatan pada Minggu (23/2).

Batik Wansosa Sula Menjadi Juara Umum Fashion Show Batik Nusantara

Kontingen Sula memborong semua juara di empat kategori, sehingga Kepulauan Sula ditetapkan sebagi Juara Umum Fashion Show di tingkat Provinsi Maluku Utara.

Diduga “Sulap” APBDesa 2019, Ketua BPD Bere-Bere Kecil Minta Inspektorat Periksa Mantan Kades

i-malut.com, Morotai - Mantan Kepala Desa Bere-Bere Kecil (BBK), RM, diduga telah "menyulap" ratusan juta rupiah anggaran Desa yang...

IMAHU DIY mengecam Sikap Tak Beretika Bupati Halut dan Stafnya

i-malut.com, Ternate - Ikatan Mahasiswa Halmahera Utara (IMAHU) Daerah Istimewa Yokyakarta (DIY) mengecam tindakan yang dianggap tidak beretika oleh...

Ampera Haltim Desak PLN Operasikan Listrik 24 Jam di Maba Selatan

i-malut.com, Haltim - Mulai beroperasinya listrik 24 jam sehari di tiga Kecamatan, yakni Kecamatan Maba, Maba Tengah dan Wasile sejak diresmikan Selasa, 19...

Sukses Gelar Harlah, Malam Nanti Kelvin Fordatkassu & Ezra Djiko Tampil Pada Puncak HUT Halbar & Lounching FTJ 2020

i-malut.com, Jailolo - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Barat (Halbar) sukses memperingati HUT Kabupaten Halbar ke-17 tahun. Perayaan HUT yang...

Batik Wansosa Sula Menjadi Juara Umum Fashion Show Batik Nusantara

Kontingen Sula memborong semua juara di empat kategori, sehingga Kepulauan Sula ditetapkan sebagi Juara Umum Fashion Show di tingkat Provinsi Maluku Utara.

Pengguna Jasa Keluhkan Kondisi Terminal Sidangoli, Gelap Gulita Pada Malam Hari

i-malut.com, Jailolo - Pengalihan rute Bastiong-Sofifi ke Bastiong-Sidangoli Halmahera Barat yang sudah berjalan sepekan ini dikeluhkan oleh pengguna jasa...

Membangun Dari Pulau Terluar, Morotai Kini Semulus Jalan Ibukota

i-malut.com, Jakarta – Pemerintah Pusat melalui Kementrian PUPR RI telah menetapkan 10 destinasi wisata yang termasuk di dalam Kawasan...

Hearing DPRD, SatPol PP, Hipmamoro dan Pemilik Hewan Ternak Berujung Ricuh

i-malut.com, Morotai - Himpunan Pelajar Mahasiswa Morotai (Hipmamoro) setelah melakukan aksi unjuk rasa kurang lebih satu jam di halaman...

Askab Morotai Dilantik, Ketua Asprov Malut : Morotai Resmi Menjadi Anggota PSSI dan Masuk Liga III Indonesia

i-malut.com, Morotai - Setelah dikukuhkan dan dilantik Asosiasi Sepak Bola Kabupaten (Askab) PSSI Morotai oleh Ketua Asosiasi Sepak Bola...

BACA JUGA

error: