Artikel Terkait

Update: Diselingkuhi Jadi Alasan Pelaku Sebar Video Syur Mantan

i-malut.com — Motif sesungguhnya Firman Ardiansyah (22), nekat menyerbarkan video syur dengan mantan kekasihnya, akhirnya terungkap. Pemuda asal Desa Temon, Trowulan, Mojokerto ini mengaku sakit hati setelah tahu kekasihnya selingkuh dengan pria lain.

Firman menjalin kasih dengan gadis asal Kecamatan Jatirejo sejak April 2018. Karena suka sama suka, dua sejoli ini nekat melakukan hubungan intim pada Minggu (15/7). Adegan intim di kamar rumah Firman itu mereka abadikan dengan kamera ponsel pintar.

Seiring berjalannya waktu, Firman berniat melamar gadis berusia 19 tahun tersebut. Orang tua kedua belah pihak sudah sering bertemu, salah satunya membahas rencana pertunangan mereka.

Namun seiring berjalannya waktu, hubungan Firman dengan kekasihnya mulai retak. Itu setelah dia mengetahui kekasihnya itu mempunyai hubungan dengan pria lain. Pemuda yang sehari-hari bekerja di bengkel las milik ayahnya itu akhirnya nekat menyebarkan video syur tersebut melaui WhatsApp ke teman-teman kekasihnya pada 5 Januari 2019.

“Motifnya sakit hati, pelaku tahu kalau pacarnya punya cowok lain. Si cewek ini diminta datang ke rumah pelaku tidak mau, lalu video disebar melalui pesan WA dan status WA,” kata Kapolres Mojokerto AKBP Setyo Koes Heriyatno saat jumpa pers di kantornya, Jalan Gajah Mada, Mojosari, dikutip dari detikcom, Rabu (6/2).

Akibat perbuatannya, kata Setyo, Firman dijerat dengan Pasal 45 ayat (1) juncto Pasal 27 ayat (1) UU RI No 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 29 ayat (1) UU RI No 44 tahun 2008 tentang Pornografi.

“Ancaman hukumannya 6 tahun penjara,” terangnya.

Tersangka Firman menjelaskan, hubungan intim itu dilakukan dengan kekasihnya atas dasar suka sama suka. Dia juga mengaku tak melakukan pemaksaan saat meminta kekasihnya ikut merekam adegan syur tersebut.

“Yang merekam berdua, bergantian,” ungkapnya.

Pemuda berwajah tirus ini mengaku sakit hati dengan kekasihnya sehingga nekat menyebarkan video syur tersebut. Pemicunya tak lain adanya pria lain yang hadir di tengah hubungan mereka.

“Saya sakit hati karena saya tahu ada inboks (pesan di Facebook) dari mantan dia yang mengatakan pernah berhubungan badan dengan dia,” tandasnya.

Ikut Merekam

Gadis dalam video syur yang disebarkan Firman Ardiansyah (22), diduga juga terlibat tindak pidana pornografi. Pasalnya, Firman menyebut mantan kekasihnya itu ikut merekam adegan intim yang disebarkan melalui pesan WhatsApp tersebut.

Dugaan keterlibatan gadis berusia 19 tahun itu terungkap dari pengakuan Firman. Kepada wartawan dia menyatakan video hubungan syur itu direkam secara bergantian dengan gadis asal Kecamatan Jatirejo, Mojokerto, tersebut menggunakan kamera ponsel pintar miliknya.

“Yang merekam berdua, bergantian,” kata Firman.

Kapolres Mojokerto AKBP Setyo Koes Heriyatno menuturkan, hingga kini status gadis di dalam video syur tersebut masih sebagai saksi pelapor sekaligus korban. Karena penyidik masih fokus pada kasus penyebaran video porno yang dilakukan Firman.

Namun, ke depan pihaknya akan mendalami indikasi keterlibatan si gadis dalam pembuatan video hubungan intim dengan Firman. Untuk menguak keterlibatan si gadis, pihaknya akan meminta bantuan pakar di bidang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Kami masih teliti, apakah dia dipaksa (merekam), kan bisa juga. Kami tak bisa memberikan pandangan yang subjektif. Kita tunggu hasil pemeriksaan. Kalau memang ada unsur pidananya ya kami teruskan. Penyidik itu hanya mengumpulkan alat bukti. Untuk membuat terang suatu perkara pidana butuh keterangan ahli. Khususnya untuk perbuatan delik khusus seperti ini,” terangnya.

Hal senada dikatakan Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Muhammad Solikhin Fery. “Yang perempuan masih kami dalami. Membuat berdua itu baru pengakuan tersangka, tapi kami kaji lagi bener ndak itu, cara pegangnya hanphone dan sebagainya. Kami juga harus didukung ahli ITE,” tandasnya.

Jika terbukti ikut merekam video syur tersebut, si gadis bisa dinilai melanggar UU RI No 44 tahun 2008 tentang Pornografi. Pasal 4 ayat (1) UU tersebut mengatur “Setiap orang dilarang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi yang secara eksplisit memuat persenggamaan, termasuk persenggamaan yang menyimpang, kekerasan seksual, masturbasi atau onani, ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan ketelanjangan, alat kelamin, atau pornografi anak”.

Ketentuan pidana akibat melanggar pasal tersebut diatur dalam Pasal 29 undang-undang yang sama. Yaitu Setiap orang yang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 6 bulan dan paling lama 12 tahun dan/atau pidana denda paling sedikit Rp 250 juta paling banyak Rp 6 miliar.

Firman dilaporkan ke Polres Mojokerto oleh mantan kekasihnya, Minggu (13/1). Pasalnya, dia telah menyebarkan video syur dengan mantannya itu melalui WhatsApp. Pelapor atau korban adalah gadis 19 tahun asal Kecamatan Jatirejo, Mojokerto.

Terdapat 2 video yang disebarkan Firman. Video pertama berdurasi 1 menit 21 detik menunjukkan si gadis sedang berhubungan intim dengan dia. Video itu mereka rekam sendiri di kamar rumah Firman. Keduanya saat itu sedang berpacaran.

Sementara video ke dua hanya berdurasi 15 detik. Dalam video ini hanya nampak si gadis sedang meremas-remas buah dadanya. Polisi memastikan gadis di kedua video tersebut adalah orang yang sama.

Firman diringkus di rumah neneknya, Desa Jimbe, Kecamatan Jenangan, Ponorogo, Kamis (31/1). Pelaku sempat berpindah-pindah tempat selama 17 hari pelariannya. (fat/fat)

BERITA LAINNYA

Reaktif, 3 Calon Penumpang KM. Permata Bunda rute Ambon-Sanana batal berangkat

Sanana — Terkait dengan 3 Orang Penumpang Kapal KM. Permata Bunda dari Ambon Tujuan Sanana,...

WHO Pantau Pultab, ini Komentar Sekretaris Gustu

Taliabu - Tim Gustu percepatan peneganan Covid-19 Kabupaten Pulau Taliabu saat ini menjadi perhatian Kementrian...

Akibat Covid-19, Sebagian Pelaku UKM Ternate Alih Profesi Jualan Masker

Ternate - Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro (Kabid PUM) Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah...

POPULER

Mantum HMI 2015-2016 Himbau, Unjuk Rasa di Sula agar berbasis Fakta dan Data

Sanana - Maraknya penyampaian pendapat di muka umum yang tidak dibarengi oleh Fakta dan Data mendapat perhatian serius dari...

IKA PMII Sula Tuding Sahril...

Sanana - Penolakan terhadap Informasi yang belum tentu kebenarannya kemudian dibuat seolah-olah benar adanya atau hoax kembali mendapat sorotan....

Usir Penyakit, Pemerintah Kelurahan Sulamadaha...

Ternate - Pemerintah Kelurahan Sulamadaha bekerja sama dengan Pihak Adat dan Masyarakat setempat, menggelar Ritual Uci Dowong, Senin (29/06),...

“HT Terus Kase Terang”, Kali...

Sanana - Hendrata Thes (HT) Bupati Kab. Kepulauan Sula (Kepsul) didampingi oleh pihak PT. PLN UP3-Ternate Junaidi Ishak, Sekretaris...

Reaktif, 3 Calon Penumpang KM....

Sanana — Terkait dengan 3 Orang Penumpang Kapal KM. Permata Bunda dari Ambon Tujuan Sanana, dengan Hasil Rapid Tes...

MPC PP Sula Mengecam Keras...

Sanana -- Pembahasan RUU HIP atau Haluan Ideologi Pancasila dalam masa pandemi atau Covid-19 hingga kemudian melahirkan polemik dan...

Update: Diselingkuhi Jadi Alasan Pelaku Sebar Video Syur Mantan

|

i-malut.com — Motif sesungguhnya Firman Ardiansyah (22), nekat menyerbarkan video syur dengan mantan kekasihnya, akhirnya terungkap. Pemuda asal Desa Temon, Trowulan, Mojokerto ini mengaku sakit hati setelah tahu kekasihnya selingkuh dengan pria lain.

Firman menjalin kasih dengan gadis asal Kecamatan Jatirejo sejak April 2018. Karena suka sama suka, dua sejoli ini nekat melakukan hubungan intim pada Minggu (15/7). Adegan intim di kamar rumah Firman itu mereka abadikan dengan kamera ponsel pintar.

Seiring berjalannya waktu, Firman berniat melamar gadis berusia 19 tahun tersebut. Orang tua kedua belah pihak sudah sering bertemu, salah satunya membahas rencana pertunangan mereka.

Namun seiring berjalannya waktu, hubungan Firman dengan kekasihnya mulai retak. Itu setelah dia mengetahui kekasihnya itu mempunyai hubungan dengan pria lain. Pemuda yang sehari-hari bekerja di bengkel las milik ayahnya itu akhirnya nekat menyebarkan video syur tersebut melaui WhatsApp ke teman-teman kekasihnya pada 5 Januari 2019.

“Motifnya sakit hati, pelaku tahu kalau pacarnya punya cowok lain. Si cewek ini diminta datang ke rumah pelaku tidak mau, lalu video disebar melalui pesan WA dan status WA,” kata Kapolres Mojokerto AKBP Setyo Koes Heriyatno saat jumpa pers di kantornya, Jalan Gajah Mada, Mojosari, dikutip dari detikcom, Rabu (6/2).

Akibat perbuatannya, kata Setyo, Firman dijerat dengan Pasal 45 ayat (1) juncto Pasal 27 ayat (1) UU RI No 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 29 ayat (1) UU RI No 44 tahun 2008 tentang Pornografi.

“Ancaman hukumannya 6 tahun penjara,” terangnya.

Tersangka Firman menjelaskan, hubungan intim itu dilakukan dengan kekasihnya atas dasar suka sama suka. Dia juga mengaku tak melakukan pemaksaan saat meminta kekasihnya ikut merekam adegan syur tersebut.

“Yang merekam berdua, bergantian,” ungkapnya.

Pemuda berwajah tirus ini mengaku sakit hati dengan kekasihnya sehingga nekat menyebarkan video syur tersebut. Pemicunya tak lain adanya pria lain yang hadir di tengah hubungan mereka.

“Saya sakit hati karena saya tahu ada inboks (pesan di Facebook) dari mantan dia yang mengatakan pernah berhubungan badan dengan dia,” tandasnya.

Ikut Merekam

Gadis dalam video syur yang disebarkan Firman Ardiansyah (22), diduga juga terlibat tindak pidana pornografi. Pasalnya, Firman menyebut mantan kekasihnya itu ikut merekam adegan intim yang disebarkan melalui pesan WhatsApp tersebut.

Dugaan keterlibatan gadis berusia 19 tahun itu terungkap dari pengakuan Firman. Kepada wartawan dia menyatakan video hubungan syur itu direkam secara bergantian dengan gadis asal Kecamatan Jatirejo, Mojokerto, tersebut menggunakan kamera ponsel pintar miliknya.

“Yang merekam berdua, bergantian,” kata Firman.

Kapolres Mojokerto AKBP Setyo Koes Heriyatno menuturkan, hingga kini status gadis di dalam video syur tersebut masih sebagai saksi pelapor sekaligus korban. Karena penyidik masih fokus pada kasus penyebaran video porno yang dilakukan Firman.

Namun, ke depan pihaknya akan mendalami indikasi keterlibatan si gadis dalam pembuatan video hubungan intim dengan Firman. Untuk menguak keterlibatan si gadis, pihaknya akan meminta bantuan pakar di bidang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Kami masih teliti, apakah dia dipaksa (merekam), kan bisa juga. Kami tak bisa memberikan pandangan yang subjektif. Kita tunggu hasil pemeriksaan. Kalau memang ada unsur pidananya ya kami teruskan. Penyidik itu hanya mengumpulkan alat bukti. Untuk membuat terang suatu perkara pidana butuh keterangan ahli. Khususnya untuk perbuatan delik khusus seperti ini,” terangnya.

Hal senada dikatakan Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Muhammad Solikhin Fery. “Yang perempuan masih kami dalami. Membuat berdua itu baru pengakuan tersangka, tapi kami kaji lagi bener ndak itu, cara pegangnya hanphone dan sebagainya. Kami juga harus didukung ahli ITE,” tandasnya.

Jika terbukti ikut merekam video syur tersebut, si gadis bisa dinilai melanggar UU RI No 44 tahun 2008 tentang Pornografi. Pasal 4 ayat (1) UU tersebut mengatur “Setiap orang dilarang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi yang secara eksplisit memuat persenggamaan, termasuk persenggamaan yang menyimpang, kekerasan seksual, masturbasi atau onani, ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan ketelanjangan, alat kelamin, atau pornografi anak”.

Ketentuan pidana akibat melanggar pasal tersebut diatur dalam Pasal 29 undang-undang yang sama. Yaitu Setiap orang yang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 6 bulan dan paling lama 12 tahun dan/atau pidana denda paling sedikit Rp 250 juta paling banyak Rp 6 miliar.

Firman dilaporkan ke Polres Mojokerto oleh mantan kekasihnya, Minggu (13/1). Pasalnya, dia telah menyebarkan video syur dengan mantannya itu melalui WhatsApp. Pelapor atau korban adalah gadis 19 tahun asal Kecamatan Jatirejo, Mojokerto.

Terdapat 2 video yang disebarkan Firman. Video pertama berdurasi 1 menit 21 detik menunjukkan si gadis sedang berhubungan intim dengan dia. Video itu mereka rekam sendiri di kamar rumah Firman. Keduanya saat itu sedang berpacaran.

Sementara video ke dua hanya berdurasi 15 detik. Dalam video ini hanya nampak si gadis sedang meremas-remas buah dadanya. Polisi memastikan gadis di kedua video tersebut adalah orang yang sama.

Firman diringkus di rumah neneknya, Desa Jimbe, Kecamatan Jenangan, Ponorogo, Kamis (31/1). Pelaku sempat berpindah-pindah tempat selama 17 hari pelariannya. (fat/fat)

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

[gs-fb-comments]

ARTIKEL TERKAIT

IKA PMII Sula Tuding Sahril Soamole Lakukan Pembohongan...

Sanana - Penolakan terhadap Informasi yang belum tentu kebenarannya kemudian dibuat seolah-olah benar adanya atau hoax kembali mendapat sorotan. Kali ini oleh Iksan Umasugi Wakil Ketua Ikatan Alumni Pergerakan...

2 Orang Positif Covid-19 dari Cluster yang sama,...

Sanana - Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Kab. Kepulauan Sula (Kepsul) tadi malam (01/07) sekitar pukul 23:00 WIT mengumumkan update terbaru Perkembangan situasi Penanganan Covid-19 di Kab. Kepsul, data...

Danrem 152/Babullah Pimpin Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19 di...

Ternate - Danrem 152/Babullah Brigadir Jenderal TNI Imam Sampurno Setiawan selaku wakil ketua I Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku Utara memimpin rapat evaluasi penanganan Covid-19 di Maluku...

Polda Malut Gelar Upacara dan Syukuran Hari Bhayangkara...

Ternate - Kepolisian Daerah Maluku Utara menggelar Upacara dan Syukuran Hari Bhayangkara Ke-74 dengan sederhana, dengan tetap memperhatikan Protokol kesehatan di masa Pandemi Covid-19. Hari Bhayangkara Ke-74 kali ini mengangkat...

Bosda Tingkat SD se-Kota Ternate terlambat Cair Akibat...

Ternate - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispend) Kota Ternate, melalui Kepala Sub Bagian (Kasubag) Keuangan, menyampaikan keterlambatan pencairan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) tingkat Sekolah Dasar (SD) se-Kota Ternate...

Bincang Santai dengan Kadis Pertanian Kepsul, Ahmad Idris...

Sanana - Kali ini pewarta i-malut.com Biro Sula melakukan wawancara eksklusif dengan Narasumber salah satu pejabat teras Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), yakni Idris Ahmad Baguna Kepala Dinas (Kadis)...

Akibat Covid-19, Sebagian Pelaku UKM Ternate Alih Profesi...

Ternate - Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro (Kabid PUM) Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) mengeluhkan program UKM yang mandek dimasa Pandemi Covid-19 semakin meningkat. "Program untuk UMKM tahun 2020...

Saatnya Yang Muda Menjadi Kreatif, Inovatif dan Aktif...

Di era digital seperti saat ini penyebaran informasi kian bertumbuh dan perkembangannya semakin tak terelakan lagi, keberadaan alat telekomunikasi seperti handphone, turut memancing bermunculannya media sosial dalam berbagai jenis...

Danrem 152/Babullah Pimpin Serah Terima Jabatan Dandim 15/01Ternate

Ternate - Danrem 152/Babullah Brigadir Jenderal TNI Imam Sampurno Setiawan memimpin serah terima jabatan Komandan Kodim 1501/Ternate dari Kolonel Czi Mahfud Ghozali kepada Letnan Kolonel Inf R. Moch Iskandarmanto,...