Demonstran Hipmamoro Minta Pemkab Morotai Selesaikan Sejumlah Persoalan Sosial

|

Bagikan :

i-malut.com, Morotai — Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Pulau Morotai (HIPPMAMORO) di depan kantor Bupati desa Darame dan Kantor DPRD melakukan aksi demonstrasi mendesak Pemda Kabupaten Pulau Morotai untuk menuntaskan beberapa persoalan yang terjadi di Kabupaten Pulau Morotai pada Rabu, (12/06).

Orator Rizki yang juga sebagai korlap dalam orasinya menyampaikan, Morotai termasuk daerah yang memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah.

“Akan tetapi, Morotai juga memiliki ribuan masalah mulai dari masalah kerakyatan hingga masalah elit korporasi,” katanya.

Persoalan mendasar dalam orasinya, yang di resahkan masyarakat perlu disampaikan adalah terutama soal penyediaan air bersih yang tidak sesuai di lima kecamatan yang ada di Pulau Morotai.

“Ada beberapa desa yang kemudian terindikasi tidak menikmati air bersih di antaranya desa Juanga, Pandanga, Wawama, Momojiu, Muhajirin Baru, Sangowo dan Wayabula.” ungkapnya

Terlepas dari persoalan Air bersih, orator berikutnya Haikal, Aljair, serta Dodi, dalam orasinya menjelaskan, ada juga masalah yang berdampak buruk terhadap ekosistem yang ada di Kabupaten Pulau Morotai yakni keberadaan PT. KAK yang berada di Kecamatan Morotai utara dan Jaya. Dalam pandangan Mahasiswa bahwa kehadiran Tambang Pasir Besi adalah bagian dari malah petaka sosiologis dan ekologis.

Di mana berdampak semacam abrasi pantai, rusaknya ekosistem laut, sumber penyakit bagi masyarakat setempat dan lainya. Mereka juga mendesak Pemda segera mencabut izin PT. KAK karena di anggap tidak menguntungkan bagi masyarakat dan Pemerintah Daerah.

Selain itu, kata Mereka, segudang masalah yang di keluhkan tenaga buruh terutama di perusahan PT. MMC semenjak di tahun 2005 masih di bawah kendali Halmahera Utara sedangkan di tahun 2008 sudah di bawah kendali Pemda Morotai sehingga sudah menjadi tanggug jawab pemerintah. Ada tiga persoalan yang disoroti, yakni 1. soal jam kerja 2. upah minimum kerja 3. jaminan kerja ini yang menjadi perhatian Pemda.

Sementara dengan tenaga buruh yang dianggap oleh demonstran di diskriminasi dengan regulasi yang di buat oleh PT.MMC. Hal ini secara tidak langsung menyalahi aturan oleh pemerintah yang di atur dalam UUD No. 13 tahun 2003 tentang ketenaga kerjaan dan peraturan presiden No. 78 tahun 2015 tentang pengupahan olehnya itu perlu perhatian khusus bagi pemda dalam menyelesaikan berbagai persoalan ini.

Begitu juga dengan lahan yang status awalnya hanya sewa kontrak sementara sekarang  perkembangan mulai di kuasai kepemilikan oleh pihak MMC sehingga para demonstran ini menggangap kedepan Pulau Ngele-ngele akan beralih ke pihak investor dan melantarkan masyarakat.

Ada pun beberapa tuntutan yang di sampaikan ke Pemda oleh demonstran Hipmamoro di antaranya :

  1. Pemkab Pulau Morotai menyelesaikan persoalan air bersih
  2. Pemkab Pulau Morotai Mendesak PT.MMC agar mensejahaterakan Buruh, dalam hal ini :
    a. Sesuaikan Jam Kerja Buruh
    b. Upah Layak untuk Buruh
    c. Jaminan Asuransi Untuk Daerah
  3. Menolak Tambang Pasir Besi di Kabupaten Pulau Morotai
  4. Fungsikan tong laut yang ada di Kec, Morotai selatan Barat
  5. Perdakan Komoditi unggulan yang ada di daerah
  6. Tunaskan masalah BBM
  7. Stop kriminaisasi gerakan rakyat
  8. Tolak pembangunan reklamasi pantai
  9. Berdayakan kelompok tani dan Nelayan di Kec, Morotai Selatan Barat

Visit Today: 792  |  Visitor Today: 349  |

Apa Komentar Anda?

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

POPULER

Morotai dan Fountain Jejaki Kerja Sama

i-malut.com, Xiamen (China) -- Pada hari Senin, 9 September 2019, bertempat di Tsinghua Cross-Strait Research Institute (TCRI) ditandatangani “Letter...

Anak Milenial Kota Ternate Ingin Tumbuhkan Investor Pasar Modal di Maluku Utara

i-malut.com, Ternate - Anak milenial Kota Ternate, pada Minggu (15/09) tadi, menggelar Seminar Pasar Modal, dengan mengusung tema, "Mengenal...

Pimpin TAGANA Malut, Achmad Baligi : Selalu Tanggap Menghadapi Bencana

i-malut.com, Sofifi -- Taruna Siaga Bencana (TAGANA) merupakan relawan penanggulangan bencana yang telah berdiri sejak 24 Maret 2004 di...

Aksi 909 “Koalisi Masyarakat Untuk Keadilan Kiki Kumala” Tuntut Pelaku di Hukum Mati

i-malut.com, Ternate -- Sejumlah OKP Cipayung, ORMAS, dan BEM se-Maluku Utara, yang tergabung dalam "Koalisi Masyarakat Untuk Keadilan Kiki...

Gerakan Pramuka Babullah IAIN Ternate Gelar Perkemahan Tamu Racana Gelombang Pertama

i-malut.com, Ternate -- Gerakan Pramuka Gugus Depan 01-025. 01-026 Babullah pangkalan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate, Rabu (11/09),...

Terkait Vedio Panas, Polisi Menunggu Pelapor

i-malut.com, Wasile -- Kepolisian Sektor Wasile akan segera melakukan penyelidikan dalam kasus vedio panas yang diduga melibatkan oknum PNS...

Morotai dan Fountain Jejaki Kerja Sama

i-malut.com, Xiamen (China) -- Pada hari Senin, 9 September 2019, bertempat di Tsinghua Cross-Strait Research Institute (TCRI) ditandatangani “Letter...

Anak Milenial Kota Ternate Ingin Tumbuhkan Investor Pasar Modal di Maluku Utara

i-malut.com, Ternate - Anak milenial Kota Ternate, pada Minggu (15/09) tadi, menggelar Seminar Pasar Modal, dengan mengusung tema, "Mengenal...

Pimpin TAGANA Malut, Achmad Baligi : Selalu Tanggap Menghadapi Bencana

i-malut.com, Sofifi -- Taruna Siaga Bencana (TAGANA) merupakan relawan penanggulangan bencana yang telah berdiri sejak 24 Maret 2004 di...

Aksi 909 “Koalisi Masyarakat Untuk Keadilan Kiki Kumala” Tuntut Pelaku di Hukum Mati

i-malut.com, Ternate -- Sejumlah OKP Cipayung, ORMAS, dan BEM se-Maluku Utara, yang tergabung dalam "Koalisi Masyarakat Untuk Keadilan Kiki...

Gerakan Pramuka Babullah IAIN Ternate Gelar Perkemahan Tamu Racana Gelombang Pertama

i-malut.com, Ternate -- Gerakan Pramuka Gugus Depan 01-025. 01-026 Babullah pangkalan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate, Rabu (11/09),...
error: