Artikel Terkait

Akhirnya, Halbar Keluar dari Status Daerah Tertinggal di Indonesia

i-malut.com, Jailolo — Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) bukan lagi Daerah Tertinggal karna Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes-PDT) akhirnya menetapkan Kabupaten Halbar keluar dari Zona daerah tertinggal.

Hal itu berdasarkan Surat Keputusan (SK) nomor 79 tahun 2019, tentang penetapan kabupaten daerah tertinggal yang terentaskan tahun 2015-2019. Penetasan daerah tertinggal itu, berdasarkan Peraturan Presiden (PP) nomor 2 tahun 2015 tentang rencana pembangunan jangka menengah nasional 2015-2019, ditargetkan 80 Kabupaten entas dari ketertinggalan.

”Jadi dari SK Menteri KPDT dan sesuai dengan hasil evaluasi yang telah dilakukan oleh tim koordinasi evaluasi pusat dan tim pelaksana daerah terdapat 62 Kabupaten dengan potensi entas salah satunya Kabupaten Halbar,” ungkap Kepala Dinas Kominfo, Kehumasan Statistik dan Persandian (Diskominfo) Chuzaemah Djauhar, ketika dikonfirmasi, Senin (9/09) tadi.

Emma sapaan akrab Chuzaemah menambahkan, sebanyak 62 kabupaten yang terentaskan termasuk Halbar ini masih dilakukan pembinaan oleh Kementerian atau Lembaga dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) selama tiga tahun sejak ditetapkan sebagai daerah yang sudah terentaskan.

”Alhamdulilah, atas kerja keras pak bupati, halbar bisa keluar dari zona daerah tertinggal,” katanya.

Mantan Sekwan DPRD Halbar ini mengaku, setelah menerima SK dari menteri PDTT tentang penentasan daerah tertinggal, maka kedepan terus dilakukan perubahan dari sisi program pemberdayaan dan peningkatan ekonomi, sehingga dalam tahapan evaluasi selama kurun waktu tiga tahun ini, Halbar benar-benar keluar dari zona daerah tertinggal.

”Intinya Halbar sudah keluar dari zona daerah tertinggal dan itu patut disyukuri, karena dengan begitu peningkatan ekonomi di Halbar mulai tumbuh secara maksimal,” pungkasnya.

BERITA LAINNYA

Dua Hari Lagi Dispen Kota Ternate Buka Pendaftaran PPDB

Ternate - Dinas Pendidikan (Dispen) Kota Ternate, mulai membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), baik...

Danrem 152/Babullah Tinjau Langsung Pelaksanaan Edukasi, Pendisiplinan Protokol Kesehatan di Kota Ternate

Ternate -- Danrem 152/Babullah Brigadir Jenderal TNI Imam Sampurno Setiawan meninjau secara langsung pelaksanaan kegiatan...

Tim Gustu Pultab Sambut Baik Kedatangan Tim Dinkes Malut

Taliabu -- Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab) menyambut baik kedatangan...

POPULER

IKA PMII Sula Tuding Sahril Soamole Lakukan Pembohongan Publik

Sanana - Penolakan terhadap Informasi yang belum tentu kebenarannya kemudian dibuat seolah-olah benar adanya atau hoax kembali mendapat sorotan....

2 Orang Positif Covid-19 dari...

Sanana - Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Kab. Kepulauan Sula (Kepsul) tadi malam (01/07) sekitar pukul 23:00 WIT mengumumkan...

Ketua MPC PP Sula, Heru...

Sanana - Dugaan perbuatan asusila yang terjadi di Sekretariat Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC-PP) Kabupaten Kepulauan Sula pada...

Dua Hari Lagi Dispen Kota...

Ternate - Dinas Pendidikan (Dispen) Kota Ternate, mulai membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), baik secara Online maupun Ofline...

Lekuk Jalan Perjumpaan Rezeki Sumarno...

Sumarno Efendy (33 Tahun) tidak pernah menyangka kalau dia akan menetap sebagai warga Kelurahan Jambula dengan mengambil profesi sebagai...

Hari ini DPUPRPKP Sula maping...

Sanana - - Bencana Banjir Bandang di Desa Mangoli-Kec. Mangoli Tengah dan Desa Waitina-Kec. Mangoli Timur yang diduga meluapnya...

Akhirnya, Halbar Keluar dari Status Daerah Tertinggal di Indonesia

|

i-malut.com, Jailolo — Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) bukan lagi Daerah Tertinggal karna Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes-PDT) akhirnya menetapkan Kabupaten Halbar keluar dari Zona daerah tertinggal.

Hal itu berdasarkan Surat Keputusan (SK) nomor 79 tahun 2019, tentang penetapan kabupaten daerah tertinggal yang terentaskan tahun 2015-2019. Penetasan daerah tertinggal itu, berdasarkan Peraturan Presiden (PP) nomor 2 tahun 2015 tentang rencana pembangunan jangka menengah nasional 2015-2019, ditargetkan 80 Kabupaten entas dari ketertinggalan.

”Jadi dari SK Menteri KPDT dan sesuai dengan hasil evaluasi yang telah dilakukan oleh tim koordinasi evaluasi pusat dan tim pelaksana daerah terdapat 62 Kabupaten dengan potensi entas salah satunya Kabupaten Halbar,” ungkap Kepala Dinas Kominfo, Kehumasan Statistik dan Persandian (Diskominfo) Chuzaemah Djauhar, ketika dikonfirmasi, Senin (9/09) tadi.

Emma sapaan akrab Chuzaemah menambahkan, sebanyak 62 kabupaten yang terentaskan termasuk Halbar ini masih dilakukan pembinaan oleh Kementerian atau Lembaga dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) selama tiga tahun sejak ditetapkan sebagai daerah yang sudah terentaskan.

”Alhamdulilah, atas kerja keras pak bupati, halbar bisa keluar dari zona daerah tertinggal,” katanya.

Mantan Sekwan DPRD Halbar ini mengaku, setelah menerima SK dari menteri PDTT tentang penentasan daerah tertinggal, maka kedepan terus dilakukan perubahan dari sisi program pemberdayaan dan peningkatan ekonomi, sehingga dalam tahapan evaluasi selama kurun waktu tiga tahun ini, Halbar benar-benar keluar dari zona daerah tertinggal.

”Intinya Halbar sudah keluar dari zona daerah tertinggal dan itu patut disyukuri, karena dengan begitu peningkatan ekonomi di Halbar mulai tumbuh secara maksimal,” pungkasnya.

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Polres Kepulauan Sula Bantu Korban Bencana Alam di...

Sanana -- Duka yang dialami oleh korban bencana alam yakni banjir bandang di Desa Waitina Kecamatan Mangoli Timur Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) menimbulkan rasa simpati datang dari berbagai elemen...

Dispen Kota Ternate Rekomendasikan 111 Calon Peserta Pra...

Ternate - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) khusus Pra Pendaftaran yang dibuka selama dua hari yaitu 6 s/d 7 Juli 2020, tercatat sebanyak 111 Calon Peserta yang mendaftar. PPDB...

Penyebab Sampah belum diangkut di Ibu Kota Bobong,...

Bobong -- Petugas kebersihan Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab) beberapa hari ini sudah tidak mengagkut sampah dikarenakan akses jalan menuju tempat pembuangan sampah (TPA) belum dapat dilewati mobil sampah. Selama kurang...

Setiap Musim Hujan, Jalan Kilometer 40 Kota Sofifi...

Sofifi - Diduga penggalian material timbunan untuk Mesjid Raya Kota Sofifi mengakibatkan rusaknya selokan diruas jalan kilometer empat puluh, akhirnya badan jalan tergenang air setiap kali datang hujan. Hasil pantauan...

Pemdes Gosale Sulap Tempat Nongkrong Anak Muda Jadi...

Sofifi - Pemerintah Desa Gosale Kec. Oba Utara Kota Tidore Kepulauan, membangun taman baca dilokasi yang sebelumnya menjadi tempat nongkrong anak muda. Saat ditemui awak media usai rapat koordinasi dengan...

Didemo HPMS, Gustu Kepsul sambut baik dan Nyatakan...

Sanana - Aksi turun kejalan yang dilakukan oleh Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Sula atau HPMS terkait 'Rapid Test Berbayar' mendapat sambutan baik dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kab....

Kesal dengan Penundaan Pembentukan Pansus, FPD Pultab Gelar...

Taliabu - Fron Peduli Desa (FPD) Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab) hari ini, Senin (06/07) melakukan aksi unjuk rasa menolak RUU-HIP dan persoalan penundaan pembentukan Pansus Pemeriksaan Penyalahgunaan DD dan...

Ketua MPC PP Sula, Heru : Yang Mesum...

Sanana - Dugaan perbuatan asusila yang terjadi di Sekretariat Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC-PP) Kabupaten Kepulauan Sula pada hari Minggu malam, mendapat tanggapan serius dari Ketua MPC-PP Kepulauan...

Kakanwil Kemenag Malut Lantik Pembimas Hindu

Sofifi - Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, atas nama Menteri Agama melantik dan mengambil sumpah jabatan, Eko Prasetyo yang sebelumnya menjabat...