Artikel Terkait

Gubernur Dorong FRT Masuk Dalam Event Nasional

i-malut.com, Jailolo — Mewakili Gubernur Maluku Utara, Staf Ahli Kemasyarakatan dan SDM, Darwis Sibuk, membuka dengan resmi Festival Rera Tumding yang diselenggrakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Halmahera Barat. Kegiatan tersebut berlangsung di Lokasi FTJ Desa Gufasa Kecamatan Jailolo.

Pembukaan Festival Rera Tumding ini dimeriahkan dengan Kirab Budaya yang ditampilkan 7 Suku Asli Kabupaten Halmahera Barat dan 12 Suku Pendatang, serta berbagai macam tarian yang ditampilkan.

Staf Ahli Kemasyarakatan dan SDM Provinsi Malut Darwis Sibua dalam Confrensi Pers mengatakan, Pemerinta Provinsi (Pemprov) Malut selalu siap mendukung sepenuhnya untuk bagaimana memajukan budaya-budaya yang ada di Maluku Utara dan HALBAR Khususnya.

“Mari kita jaga kebersamaan yang kita pupuk selama ini, dan mudah-mudahan FTR yang di selenggarakan di Halbar ini masuk dalam event nasional,” harapnya.

Sementara itu Bupati Danny Missy menjelaskan, FTR merupakan festival kebudayan 7 suku asli Halbar, di antaranya suku Sahu, suku Wayoli, suku Gamkonora, suku Tobaru, suku Loloda, suku Gorab, dan suku Gagu. Selain suku asli Halbar ada juga 12 suku pendatang yang turut meramaikan Festival ini. yakni, suku Makian, Kayoa, Ambon, Papua, Sanger, Sula, Gorontalo, Bugis, Jawa, ternate, Buton, dan suku Tidore.

“Dengan keberagaman suku di Halbar yang kita angkat menjadi satu wadah dan selalu harmoni untuk Kabupaten Halbar dalam rangka memperkenalkan kepada generasi muda, agar adat istiadat ini jangan sampai hilang dan membuka wawasan untuk generasi muda agar bisa memperkenalkan kebudayaan itu sendiri,” harapnya

Kirab Budaya pada festival Festival Rera Tumding Pemda Halbar.

Selain itu juga Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Sumber Sejarah Direktorat dan Direktorat Jendral Kebudayaan Agus widiatmoko, mengatakan festival Rera Tumbing ini bukan sekedar festival atau menyelenggarkann ivent, tapi lebih menekankan titik peran bagaimana proses festival.

“Tujan dari plafon indonesiana adalah penguatan kapasitas tata kelola selaku budaya, pemilik budaya dalam menyelenggarakan dan mengepresikan budaya yang ada di halbar,” ucapnya.

Agus juga mengatakan, bahwa Dukumen Pokok Pikiran keBudaya Daerah (PPKB–D) sudah dikirim kepusat. dan ini menjadi rutmet dalam memberikan asistensi dukungan kepada Halmahera Barat dalam pengembangan keragamaan dan kebudayaan.

”Ini luar biasa karna tidak semua Kabupaten punya rutmet dalam pengembangan kebudayaan,” pungkasnya.

BERITA LAINNYA

Danrem 152/Babullah Tinjau Langsung Pelaksanaan Edukasi, Pendisiplinan Protokol Kesehatan di Kota Ternate

Ternate -- Danrem 152/Babullah Brigadir Jenderal TNI Imam Sampurno Setiawan meninjau secara langsung pelaksanaan kegiatan...

Pemdes Gosale Sulap Tempat Nongkrong Anak Muda Jadi Taman Baca

Sofifi - Pemerintah Desa Gosale Kec. Oba Utara Kota Tidore Kepulauan, membangun taman baca dilokasi...

Pengurus Gempa Selatan Kecewa atas Penundaan Pembentukan Pansus oleh DPRD Pultab

Taliabu - Gerakan mahasiwa dan pemuda selatan (GEMPA) merasa kecewa dengan sikap DPRD Kabupaten Pulau...

POPULER

IKA PMII Sula Tuding Sahril Soamole Lakukan Pembohongan Publik

Sanana - Penolakan terhadap Informasi yang belum tentu kebenarannya kemudian dibuat seolah-olah benar adanya atau hoax kembali mendapat sorotan....

2 Orang Positif Covid-19 dari...

Sanana - Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Kab. Kepulauan Sula (Kepsul) tadi malam (01/07) sekitar pukul 23:00 WIT mengumumkan...

Ketua MPC PP Sula, Heru...

Sanana - Dugaan perbuatan asusila yang terjadi di Sekretariat Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC-PP) Kabupaten Kepulauan Sula pada...

Dua Hari Lagi Dispen Kota...

Ternate - Dinas Pendidikan (Dispen) Kota Ternate, mulai membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), baik secara Online maupun Ofline...

Lekuk Jalan Perjumpaan Rezeki Sumarno...

Sumarno Efendy (33 Tahun) tidak pernah menyangka kalau dia akan menetap sebagai warga Kelurahan Jambula dengan mengambil profesi sebagai...

Hari ini DPUPRPKP Sula maping...

Sanana - - Bencana Banjir Bandang di Desa Mangoli-Kec. Mangoli Tengah dan Desa Waitina-Kec. Mangoli Timur yang diduga meluapnya...

Gubernur Dorong FRT Masuk Dalam Event Nasional

|

i-malut.com, Jailolo — Mewakili Gubernur Maluku Utara, Staf Ahli Kemasyarakatan dan SDM, Darwis Sibuk, membuka dengan resmi Festival Rera Tumding yang diselenggrakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Halmahera Barat. Kegiatan tersebut berlangsung di Lokasi FTJ Desa Gufasa Kecamatan Jailolo.

Pembukaan Festival Rera Tumding ini dimeriahkan dengan Kirab Budaya yang ditampilkan 7 Suku Asli Kabupaten Halmahera Barat dan 12 Suku Pendatang, serta berbagai macam tarian yang ditampilkan.

Staf Ahli Kemasyarakatan dan SDM Provinsi Malut Darwis Sibua dalam Confrensi Pers mengatakan, Pemerinta Provinsi (Pemprov) Malut selalu siap mendukung sepenuhnya untuk bagaimana memajukan budaya-budaya yang ada di Maluku Utara dan HALBAR Khususnya.

“Mari kita jaga kebersamaan yang kita pupuk selama ini, dan mudah-mudahan FTR yang di selenggarakan di Halbar ini masuk dalam event nasional,” harapnya.

Sementara itu Bupati Danny Missy menjelaskan, FTR merupakan festival kebudayan 7 suku asli Halbar, di antaranya suku Sahu, suku Wayoli, suku Gamkonora, suku Tobaru, suku Loloda, suku Gorab, dan suku Gagu. Selain suku asli Halbar ada juga 12 suku pendatang yang turut meramaikan Festival ini. yakni, suku Makian, Kayoa, Ambon, Papua, Sanger, Sula, Gorontalo, Bugis, Jawa, ternate, Buton, dan suku Tidore.

“Dengan keberagaman suku di Halbar yang kita angkat menjadi satu wadah dan selalu harmoni untuk Kabupaten Halbar dalam rangka memperkenalkan kepada generasi muda, agar adat istiadat ini jangan sampai hilang dan membuka wawasan untuk generasi muda agar bisa memperkenalkan kebudayaan itu sendiri,” harapnya

Kirab Budaya pada festival Festival Rera Tumding Pemda Halbar.

Selain itu juga Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Sumber Sejarah Direktorat dan Direktorat Jendral Kebudayaan Agus widiatmoko, mengatakan festival Rera Tumbing ini bukan sekedar festival atau menyelenggarkann ivent, tapi lebih menekankan titik peran bagaimana proses festival.

“Tujan dari plafon indonesiana adalah penguatan kapasitas tata kelola selaku budaya, pemilik budaya dalam menyelenggarakan dan mengepresikan budaya yang ada di halbar,” ucapnya.

Agus juga mengatakan, bahwa Dukumen Pokok Pikiran keBudaya Daerah (PPKB–D) sudah dikirim kepusat. dan ini menjadi rutmet dalam memberikan asistensi dukungan kepada Halmahera Barat dalam pengembangan keragamaan dan kebudayaan.

”Ini luar biasa karna tidak semua Kabupaten punya rutmet dalam pengembangan kebudayaan,” pungkasnya.

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

PPDB Hari Pertama, Pendaftar di SMP Islam I...

Ternate - Rabu (08/07) hari ini, SMP Islam I Kota Ternate resmi membuka pendaftaran PPDB secara umum melalui Jalur Online dan Ofline. "Sebelumnya juga dibuka pra pendaftaran sesuai dengan arahan...

Polres Kepulauan Sula Bantu Korban Bencana Alam di...

Sanana -- Duka yang dialami oleh korban bencana alam yakni banjir bandang di Desa Waitina Kecamatan Mangoli Timur Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) menimbulkan rasa simpati datang dari berbagai elemen...

Dispen Kota Ternate Rekomendasikan 111 Calon Peserta Pra...

Ternate - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) khusus Pra Pendaftaran yang dibuka selama dua hari yaitu 6 s/d 7 Juli 2020, tercatat sebanyak 111 Calon Peserta yang mendaftar. PPDB...

Penyebab Sampah belum diangkut di Ibu Kota Bobong,...

Bobong -- Petugas kebersihan Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab) beberapa hari ini sudah tidak mengagkut sampah dikarenakan akses jalan menuju tempat pembuangan sampah (TPA) belum dapat dilewati mobil sampah. Selama kurang...

Setiap Musim Hujan, Jalan Kilometer 40 Kota Sofifi...

Sofifi - Diduga penggalian material timbunan untuk Mesjid Raya Kota Sofifi mengakibatkan rusaknya selokan diruas jalan kilometer empat puluh, akhirnya badan jalan tergenang air setiap kali datang hujan. Hasil pantauan...

Pemdes Gosale Sulap Tempat Nongkrong Anak Muda Jadi...

Sofifi - Pemerintah Desa Gosale Kec. Oba Utara Kota Tidore Kepulauan, membangun taman baca dilokasi yang sebelumnya menjadi tempat nongkrong anak muda. Saat ditemui awak media usai rapat koordinasi dengan...

Didemo HPMS, Gustu Kepsul sambut baik dan Nyatakan...

Sanana - Aksi turun kejalan yang dilakukan oleh Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Sula atau HPMS terkait 'Rapid Test Berbayar' mendapat sambutan baik dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kab....

Kesal dengan Penundaan Pembentukan Pansus, FPD Pultab Gelar...

Taliabu - Fron Peduli Desa (FPD) Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab) hari ini, Senin (06/07) melakukan aksi unjuk rasa menolak RUU-HIP dan persoalan penundaan pembentukan Pansus Pemeriksaan Penyalahgunaan DD dan...

Ketua MPC PP Sula, Heru : Yang Mesum...

Sanana - Dugaan perbuatan asusila yang terjadi di Sekretariat Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC-PP) Kabupaten Kepulauan Sula pada hari Minggu malam, mendapat tanggapan serius dari Ketua MPC-PP Kepulauan...