Artikel Terkait

Aksi GAMHAS Soroti Morotai Darurat Air Bersih

i-malut.com, Morotai – Gerakan Mahasiswa Pemerhati Sosial (GAMHAS) melakukan demonstrasi, bertempat di depan Kantor DPRD Pulau Morotai, Desa. Yayasan, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara. Senin 14 Oktober 2019, Pukul 10.00 WIT.

Peserta aksi menggunakan alat peraga, 1 buah Bendera Merah Putih, 1 Buah Bendera Organisasi yang bertuliskan GAMHAS, 1 alat pengeras suara Mengafon, dan Spanduk yang bertuliskan “Morotai Darurat Air Bersih”.

Unjuk rasa itu dibawah koordinator lapangan (korlap) Khan dan Wakorlap Ismith, dengan jumlah masa aksi sekitar 15 orang.

Ada dua isi paparan GAMHAS terkait darurat air bersih di Kabupaten Pulau Morotai yang dianggap pelayanannya bobrok juga kualitas airnya buruk sehingga tidak dapat di konsumsi.

Pertama; Air merupakan kebutuhan sangat mendasar bagi setiap manusia, yang dipakai minum dan juga untuk keperluan sawah bagi petani, mencuci dan lainnya. Air bersih, layak dikonsumsi jika kualitasnya airnya baik, yang secara rasio dialirkan untuk menjawab peningkatan mutu pelayanan publik.

Kedua; sarana dan prasarana yang disiapkan dalam rangka untuk menjawab tugas fungsional perangkat Penda Morotai tentulah harus diuji dan dievaluasi kembali. Persoalan air bersih di Kecamatan Morotai Selatan Barat di beberapa Desa, erat kaitannya dengan tanggung jawab Pemerintah Daerah dan itupun yang menjadi hal yang wajib.

Sementara penyampaian orasi oleh Khan sebagai korlap aksi mengatakan,
berdasarkan temuan pihaknya di lapangan tentang air bersih yang terkesan dibiarkan yang seperti terjadi di Desa Tiley dan Desa Usbar dapat memicu persoalan yang berdampak pada berbagai aspek sosial ekonomi dan culture.

Lanjutnya, krisis air mengakibatkan waktu kerja yang berubah, terkesan lebih lama, ibu-ibu (kaum perempuan) mendapatkan tugas ganda yang lebih berat karena harus mencari sumber mata air tuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Belum lagi dengan ketidak layaknya air sumur dan sungai saat di konsumsi, walaupun dipanaskan tapi tanpa filterisasi dapat berakibat buruk,” teriaknya

Demikian juga orator lainnya, Ismith mengatakan bagaimana kita bicara tentang pembangunan kualitas manusia sementara kita masih diperhadapkan dengan kualitas air yang tak kunjung selesai.

Menurutnya, Keberhasilan pembangunan di suatu daerah bukannya pembangunan yang berkonsentrasi pada pusat ibu kota kecamatan dan kabupaten, melainkan juga pemerataan pembangunan seluruh desa yang ada didalamnya memiliki kedudukan yang setara dalam menerima perihal air bersih sebagai kebutuhan yang sama seperti layaknya di desa lain.

Untuk itu, pihaknya yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pemerhati Sosial (GAMHAS) menegaskan agar :

  • Jalankan fungsi distribusi PDAM untuk perbaikan kerusakan pipa di Desa. Tilei dan Usbar.
  • Perlu peningkatan fungsi control Pemda terhadap persoalan air bersih.
  • Tuntaskan masalah air bersih di beberapa kecamatan

BERITA LAINNYA

Dua Hari Lagi Dispen Kota Ternate Buka Pendaftaran PPDB

Ternate - Dinas Pendidikan (Dispen) Kota Ternate, mulai membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), baik...

Dispen Kota Ternate Rekomendasikan 111 Calon Peserta Pra Pendaftaran PPDB

Ternate - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) khusus Pra Pendaftaran yang dibuka selama dua hari...

Kakanwil Kemenag Malut, Lakukan Peletakan Batu Pertama Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji Tikep

Tikep - Menandai dimulainya proses pembangunan Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Kecamatan Tidore,...

POPULER

IKA PMII Sula Tuding Sahril Soamole Lakukan Pembohongan Publik

Sanana - Penolakan terhadap Informasi yang belum tentu kebenarannya kemudian dibuat seolah-olah benar adanya atau hoax kembali mendapat sorotan....

2 Orang Positif Covid-19 dari...

Sanana - Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Kab. Kepulauan Sula (Kepsul) tadi malam (01/07) sekitar pukul 23:00 WIT mengumumkan...

Ketua MPC PP Sula, Heru...

Sanana - Dugaan perbuatan asusila yang terjadi di Sekretariat Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC-PP) Kabupaten Kepulauan Sula pada...

Dua Hari Lagi Dispen Kota...

Ternate - Dinas Pendidikan (Dispen) Kota Ternate, mulai membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), baik secara Online maupun Ofline...

Lekuk Jalan Perjumpaan Rezeki Sumarno...

Sumarno Efendy (33 Tahun) tidak pernah menyangka kalau dia akan menetap sebagai warga Kelurahan Jambula dengan mengambil profesi sebagai...

Hari ini DPUPRPKP Sula maping...

Sanana - - Bencana Banjir Bandang di Desa Mangoli-Kec. Mangoli Tengah dan Desa Waitina-Kec. Mangoli Timur yang diduga meluapnya...

Aksi GAMHAS Soroti Morotai Darurat Air Bersih

|

i-malut.com, Morotai – Gerakan Mahasiswa Pemerhati Sosial (GAMHAS) melakukan demonstrasi, bertempat di depan Kantor DPRD Pulau Morotai, Desa. Yayasan, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara. Senin 14 Oktober 2019, Pukul 10.00 WIT.

Peserta aksi menggunakan alat peraga, 1 buah Bendera Merah Putih, 1 Buah Bendera Organisasi yang bertuliskan GAMHAS, 1 alat pengeras suara Mengafon, dan Spanduk yang bertuliskan “Morotai Darurat Air Bersih”.

Unjuk rasa itu dibawah koordinator lapangan (korlap) Khan dan Wakorlap Ismith, dengan jumlah masa aksi sekitar 15 orang.

Ada dua isi paparan GAMHAS terkait darurat air bersih di Kabupaten Pulau Morotai yang dianggap pelayanannya bobrok juga kualitas airnya buruk sehingga tidak dapat di konsumsi.

Pertama; Air merupakan kebutuhan sangat mendasar bagi setiap manusia, yang dipakai minum dan juga untuk keperluan sawah bagi petani, mencuci dan lainnya. Air bersih, layak dikonsumsi jika kualitasnya airnya baik, yang secara rasio dialirkan untuk menjawab peningkatan mutu pelayanan publik.

Kedua; sarana dan prasarana yang disiapkan dalam rangka untuk menjawab tugas fungsional perangkat Penda Morotai tentulah harus diuji dan dievaluasi kembali. Persoalan air bersih di Kecamatan Morotai Selatan Barat di beberapa Desa, erat kaitannya dengan tanggung jawab Pemerintah Daerah dan itupun yang menjadi hal yang wajib.

Sementara penyampaian orasi oleh Khan sebagai korlap aksi mengatakan,
berdasarkan temuan pihaknya di lapangan tentang air bersih yang terkesan dibiarkan yang seperti terjadi di Desa Tiley dan Desa Usbar dapat memicu persoalan yang berdampak pada berbagai aspek sosial ekonomi dan culture.

Lanjutnya, krisis air mengakibatkan waktu kerja yang berubah, terkesan lebih lama, ibu-ibu (kaum perempuan) mendapatkan tugas ganda yang lebih berat karena harus mencari sumber mata air tuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Belum lagi dengan ketidak layaknya air sumur dan sungai saat di konsumsi, walaupun dipanaskan tapi tanpa filterisasi dapat berakibat buruk,” teriaknya

Demikian juga orator lainnya, Ismith mengatakan bagaimana kita bicara tentang pembangunan kualitas manusia sementara kita masih diperhadapkan dengan kualitas air yang tak kunjung selesai.

Menurutnya, Keberhasilan pembangunan di suatu daerah bukannya pembangunan yang berkonsentrasi pada pusat ibu kota kecamatan dan kabupaten, melainkan juga pemerataan pembangunan seluruh desa yang ada didalamnya memiliki kedudukan yang setara dalam menerima perihal air bersih sebagai kebutuhan yang sama seperti layaknya di desa lain.

Untuk itu, pihaknya yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pemerhati Sosial (GAMHAS) menegaskan agar :

  • Jalankan fungsi distribusi PDAM untuk perbaikan kerusakan pipa di Desa. Tilei dan Usbar.
  • Perlu peningkatan fungsi control Pemda terhadap persoalan air bersih.
  • Tuntaskan masalah air bersih di beberapa kecamatan

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Polres Kepulauan Sula Bantu Korban Bencana Alam di...

Sanana -- Duka yang dialami oleh korban bencana alam yakni banjir bandang di Desa Waitina Kecamatan Mangoli Timur Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) menimbulkan rasa simpati datang dari berbagai elemen...

Dispen Kota Ternate Rekomendasikan 111 Calon Peserta Pra...

Ternate - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) khusus Pra Pendaftaran yang dibuka selama dua hari yaitu 6 s/d 7 Juli 2020, tercatat sebanyak 111 Calon Peserta yang mendaftar. PPDB...

Penyebab Sampah belum diangkut di Ibu Kota Bobong,...

Bobong -- Petugas kebersihan Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab) beberapa hari ini sudah tidak mengagkut sampah dikarenakan akses jalan menuju tempat pembuangan sampah (TPA) belum dapat dilewati mobil sampah. Selama kurang...

Setiap Musim Hujan, Jalan Kilometer 40 Kota Sofifi...

Sofifi - Diduga penggalian material timbunan untuk Mesjid Raya Kota Sofifi mengakibatkan rusaknya selokan diruas jalan kilometer empat puluh, akhirnya badan jalan tergenang air setiap kali datang hujan. Hasil pantauan...

Pemdes Gosale Sulap Tempat Nongkrong Anak Muda Jadi...

Sofifi - Pemerintah Desa Gosale Kec. Oba Utara Kota Tidore Kepulauan, membangun taman baca dilokasi yang sebelumnya menjadi tempat nongkrong anak muda. Saat ditemui awak media usai rapat koordinasi dengan...

Didemo HPMS, Gustu Kepsul sambut baik dan Nyatakan...

Sanana - Aksi turun kejalan yang dilakukan oleh Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Sula atau HPMS terkait 'Rapid Test Berbayar' mendapat sambutan baik dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kab....

Kesal dengan Penundaan Pembentukan Pansus, FPD Pultab Gelar...

Taliabu - Fron Peduli Desa (FPD) Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab) hari ini, Senin (06/07) melakukan aksi unjuk rasa menolak RUU-HIP dan persoalan penundaan pembentukan Pansus Pemeriksaan Penyalahgunaan DD dan...

Ketua MPC PP Sula, Heru : Yang Mesum...

Sanana - Dugaan perbuatan asusila yang terjadi di Sekretariat Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC-PP) Kabupaten Kepulauan Sula pada hari Minggu malam, mendapat tanggapan serius dari Ketua MPC-PP Kepulauan...

Kakanwil Kemenag Malut Lantik Pembimas Hindu

Sofifi - Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, atas nama Menteri Agama melantik dan mengambil sumpah jabatan, Eko Prasetyo yang sebelumnya menjabat...