Artikel Terkait

Tidak Terbukti, Polres Morotai Hentikan Penyelidikan Dugaan Beras Palsu

i-malut.com, Morotai – Dugaan beras pelastik yang ramai diperbincangkan karena beredar dan di konsumsi masyarakat desa Daeo Majiko, Kecamatan Morotai Selatan dan disita tim gabungan, terdiri dari DisPerindagkop, Reskrim Polres dan Koramil Daruba pada pekan silam, kini   hasil uji laboratorium oleh Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BOM) Pulau Morotai dan hasilnya membuktikan bahwa beras tersebut benar-benar asli bukan beras pelastik seperti yang diduga masyarakat Desa Daeo Majiko.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Pulau Morotai, AKBP Mikhail Sitanggang SIK, didampingi Kadis Perindagkop Ir Welhelmus Sahuleka, saat melakukan jumpa pers diruang pertemuan Polres Morotai. Selasa sore, 15 Oktober 2019

Kapolres Pulau Morotai menjelaskan, dari hasil uji laboratorium, beras merek Super 09 yang menghebohkan masyarakat di desa Daeo Majiko karena dicurigai mengandung bahan dasar plastik itu ternyata tidak terbukti.

“Hasil uji dari BPOM sudah keluar, ternyata positif beras asli bukan palastik. Hasilnya ini juga sudah disampaikan ke Diperindagkop (selaku pihak yang membuat pengaduan) dan BPOM melakukan uji sampelnya diambil dari dua tempat yang berbeda, yakni keluarga Kasim dan toko,” katanya

Tim gabungan yang turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan beberapa waktu lalu.

Sementara kepala BPOM Pulau Morotai, Safri Ahmad, menjelaskan bahwa Badan POM sendiri belum bisa menjelaskan secara detail terkait beberapa kejanggalan dari beras tersebut seperti yang dikeluhkan warga. Namun, hasil ujinya positif beras asli.

“Yang BPOM uji hanya memastikan berasnya asli atau palsu. Tetapi kalau mau menguji ada unsur kimia atau tidak harus dalam bentuk barang jadi, kalau beras yang kita uji palsu atau tidak hanya dari beras itu,” paparnya

Dia katakan, sementara soal keluhan warga itu harus diuji bukan hanya dari berasnya saja, tapi juga harus dari lauk-pauk yang dimakan saat itu, sehingga menimbulkan gangguan pencernaan.

“Jadi kita belum bisa katakan sakit perut yang dialami warga itu sebagai kejadian luar biasa (KLB). Karena harus di identifikasi, dalam satu keluarga itu jumlah berapa orang, dan berapa orang yang sakit perut saat makan nasi yang dimasak dari beras itu, kalau cuma sendiri yang sakit maka, tidak bisa langsung di tetapkan KLB,” ungkapnya

Lanjutnya, bilamana satu keluarga mengkonsumsi nasi dari beras itu kemudian semuanya tiba-tiba sakit perut, mual-mual dan pusing maka, yang diuji bukan hanya beras tapi semua makanan yang dimakan saat itu diuji untuk diketahui penyebabnya

Disebutkan, bahwa kasus dugaan masyarakat soal beras plastik bukan baru pertama kali terjadi di Morotai, di Jawa dan Kota Ternate juga pernah terjadi kasus seperti ini. Tapi, tidak pernah ada yang terbukti.

“BPOM selalu menghimbau kepada masyarakat agar saat membeli prodak apa saja harus cek nama produk, masa kadaluarsa dan komposisinya. Kalau ragu silahkan adukan atau bawa produknya ke Badan POM untuk di uji,” ujarnya

BERITA LAINNYA

Masyarakat Onemai Minta DPRD dan Inspektorat Pultab Audit Pembangunan Mesjid Nurul Yakin

Taliabu -- Keterwakilan masyarakat Desa Onemai kecamatan Taliabu Barat Laut meminta DPRD dan Inspektorat Pultab...

Pengurus Gempa Selatan Kecewa atas Penundaan Pembentukan Pansus oleh DPRD Pultab

Taliabu - Gerakan mahasiwa dan pemuda selatan (GEMPA) merasa kecewa dengan sikap DPRD Kabupaten Pulau...

2 Orang Positif Covid-19 dari Cluster yang sama, Total kasus Covid di Sula menjadi 20 Kasus

Sanana - Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Kab. Kepulauan Sula (Kepsul) tadi malam (01/07) sekitar...

POPULER

IKA PMII Sula Tuding Sahril Soamole Lakukan Pembohongan Publik

Sanana - Penolakan terhadap Informasi yang belum tentu kebenarannya kemudian dibuat seolah-olah benar adanya atau hoax kembali mendapat sorotan....

2 Orang Positif Covid-19 dari...

Sanana - Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Kab. Kepulauan Sula (Kepsul) tadi malam (01/07) sekitar pukul 23:00 WIT mengumumkan...

Ketua MPC PP Sula, Heru...

Sanana - Dugaan perbuatan asusila yang terjadi di Sekretariat Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC-PP) Kabupaten Kepulauan Sula pada...

Dua Hari Lagi Dispen Kota...

Ternate - Dinas Pendidikan (Dispen) Kota Ternate, mulai membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), baik secara Online maupun Ofline...

Lekuk Jalan Perjumpaan Rezeki Sumarno...

Sumarno Efendy (33 Tahun) tidak pernah menyangka kalau dia akan menetap sebagai warga Kelurahan Jambula dengan mengambil profesi sebagai...

Hari ini DPUPRPKP Sula maping...

Sanana - - Bencana Banjir Bandang di Desa Mangoli-Kec. Mangoli Tengah dan Desa Waitina-Kec. Mangoli Timur yang diduga meluapnya...

Tidak Terbukti, Polres Morotai Hentikan Penyelidikan Dugaan Beras Palsu

|

i-malut.com, Morotai – Dugaan beras pelastik yang ramai diperbincangkan karena beredar dan di konsumsi masyarakat desa Daeo Majiko, Kecamatan Morotai Selatan dan disita tim gabungan, terdiri dari DisPerindagkop, Reskrim Polres dan Koramil Daruba pada pekan silam, kini   hasil uji laboratorium oleh Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BOM) Pulau Morotai dan hasilnya membuktikan bahwa beras tersebut benar-benar asli bukan beras pelastik seperti yang diduga masyarakat Desa Daeo Majiko.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Pulau Morotai, AKBP Mikhail Sitanggang SIK, didampingi Kadis Perindagkop Ir Welhelmus Sahuleka, saat melakukan jumpa pers diruang pertemuan Polres Morotai. Selasa sore, 15 Oktober 2019

Kapolres Pulau Morotai menjelaskan, dari hasil uji laboratorium, beras merek Super 09 yang menghebohkan masyarakat di desa Daeo Majiko karena dicurigai mengandung bahan dasar plastik itu ternyata tidak terbukti.

“Hasil uji dari BPOM sudah keluar, ternyata positif beras asli bukan palastik. Hasilnya ini juga sudah disampaikan ke Diperindagkop (selaku pihak yang membuat pengaduan) dan BPOM melakukan uji sampelnya diambil dari dua tempat yang berbeda, yakni keluarga Kasim dan toko,” katanya

Tim gabungan yang turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan beberapa waktu lalu.

Sementara kepala BPOM Pulau Morotai, Safri Ahmad, menjelaskan bahwa Badan POM sendiri belum bisa menjelaskan secara detail terkait beberapa kejanggalan dari beras tersebut seperti yang dikeluhkan warga. Namun, hasil ujinya positif beras asli.

“Yang BPOM uji hanya memastikan berasnya asli atau palsu. Tetapi kalau mau menguji ada unsur kimia atau tidak harus dalam bentuk barang jadi, kalau beras yang kita uji palsu atau tidak hanya dari beras itu,” paparnya

Dia katakan, sementara soal keluhan warga itu harus diuji bukan hanya dari berasnya saja, tapi juga harus dari lauk-pauk yang dimakan saat itu, sehingga menimbulkan gangguan pencernaan.

“Jadi kita belum bisa katakan sakit perut yang dialami warga itu sebagai kejadian luar biasa (KLB). Karena harus di identifikasi, dalam satu keluarga itu jumlah berapa orang, dan berapa orang yang sakit perut saat makan nasi yang dimasak dari beras itu, kalau cuma sendiri yang sakit maka, tidak bisa langsung di tetapkan KLB,” ungkapnya

Lanjutnya, bilamana satu keluarga mengkonsumsi nasi dari beras itu kemudian semuanya tiba-tiba sakit perut, mual-mual dan pusing maka, yang diuji bukan hanya beras tapi semua makanan yang dimakan saat itu diuji untuk diketahui penyebabnya

Disebutkan, bahwa kasus dugaan masyarakat soal beras plastik bukan baru pertama kali terjadi di Morotai, di Jawa dan Kota Ternate juga pernah terjadi kasus seperti ini. Tapi, tidak pernah ada yang terbukti.

“BPOM selalu menghimbau kepada masyarakat agar saat membeli prodak apa saja harus cek nama produk, masa kadaluarsa dan komposisinya. Kalau ragu silahkan adukan atau bawa produknya ke Badan POM untuk di uji,” ujarnya

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Polres Kepulauan Sula Bantu Korban Bencana Alam di...

Sanana -- Duka yang dialami oleh korban bencana alam yakni banjir bandang di Desa Waitina Kecamatan Mangoli Timur Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) menimbulkan rasa simpati datang dari berbagai elemen...

Dispen Kota Ternate Rekomendasikan 111 Calon Peserta Pra...

Ternate - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) khusus Pra Pendaftaran yang dibuka selama dua hari yaitu 6 s/d 7 Juli 2020, tercatat sebanyak 111 Calon Peserta yang mendaftar. PPDB...

Penyebab Sampah belum diangkut di Ibu Kota Bobong,...

Bobong -- Petugas kebersihan Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab) beberapa hari ini sudah tidak mengagkut sampah dikarenakan akses jalan menuju tempat pembuangan sampah (TPA) belum dapat dilewati mobil sampah. Selama kurang...

Setiap Musim Hujan, Jalan Kilometer 40 Kota Sofifi...

Sofifi - Diduga penggalian material timbunan untuk Mesjid Raya Kota Sofifi mengakibatkan rusaknya selokan diruas jalan kilometer empat puluh, akhirnya badan jalan tergenang air setiap kali datang hujan. Hasil pantauan...

Pemdes Gosale Sulap Tempat Nongkrong Anak Muda Jadi...

Sofifi - Pemerintah Desa Gosale Kec. Oba Utara Kota Tidore Kepulauan, membangun taman baca dilokasi yang sebelumnya menjadi tempat nongkrong anak muda. Saat ditemui awak media usai rapat koordinasi dengan...

Didemo HPMS, Gustu Kepsul sambut baik dan Nyatakan...

Sanana - Aksi turun kejalan yang dilakukan oleh Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Sula atau HPMS terkait 'Rapid Test Berbayar' mendapat sambutan baik dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kab....

Kesal dengan Penundaan Pembentukan Pansus, FPD Pultab Gelar...

Taliabu - Fron Peduli Desa (FPD) Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab) hari ini, Senin (06/07) melakukan aksi unjuk rasa menolak RUU-HIP dan persoalan penundaan pembentukan Pansus Pemeriksaan Penyalahgunaan DD dan...

Ketua MPC PP Sula, Heru : Yang Mesum...

Sanana - Dugaan perbuatan asusila yang terjadi di Sekretariat Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC-PP) Kabupaten Kepulauan Sula pada hari Minggu malam, mendapat tanggapan serius dari Ketua MPC-PP Kepulauan...

Kakanwil Kemenag Malut Lantik Pembimas Hindu

Sofifi - Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, atas nama Menteri Agama melantik dan mengambil sumpah jabatan, Eko Prasetyo yang sebelumnya menjabat...