Artikel Terkait

Diduga, Kekerasan Seksual Terhadap Anak Kembali Terjadi di Morotai

i-malut.com, Morotai – Belum lama ini sejumlah kasus kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur terjadi di sejumlah kecamatan di Morotai. Sebutlah di Wayabula Morotai barat, di Juanga Morotai Selatan dan Sangowo Morotai Timur. Kini terendus lagi bahwa dugaan kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur terjadi di Darame Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai.

Sungguh miris, rentetan kasus kekerasan seksual bagi anak dibawah umur dapat memposisikan Pulau Morotai sebagai Kabupaten Darurat Kekerasan Seksual terhadap Anak di Bawah Umur.

Kembali terungkapnya kasus asusila tersebut, diawali dari keresahan ibu korban yang mendengar kabar dari mulut ke mulut oleh warga sekitar tempat tinggalnya.

Atas informasi tersebut, sebagai ibu dirinya penasaran dan ingin mendapat kepastian dan kebenaran informasi dari anaknya sendiri yang telah menjadi buah bibir warga sekitarnya.

“Karena banyak tetangga menceritakan hal tersebut maka saya penasaran dan menanyakan langsung ke anak saya. Ternyata, benar adanya informasi tersebut. Anak saya mengakui bahwa ayah tiri dan kedua paman tirinya (adik dari ayah tiri) sudah mencabulinya berulang kali baik dirumah, maupun di kebun dan perbuatan bejat itu dilakukan sejak anak saya duduk di bangku kelas V SD,” terangn Ibu Korban LB, kepada Korlip FJOM Roger Manawan, Kamis malam, 14 November 2019

Dikatakan, dirinya sangat shock ketika mendengar pengakuan anaknya sambil menangis di hadapannya.

“Napas saya terasa sesak karena menahan amarah ketika pengakuan itu keluar langsung dari mulut anak saya dan ternyata pelakunya adalah suami saya dan adik ipar saya, tetapi saya tidak berdaya,” ungkapnya

Disebutkan kembali, bahwa pengakuan anaknya, ayah tirinya (suami saya) yang lebih banyak mencabulinya. Juga dua adik suami saya turut melakukan perbuatan bejat itu.

“Iya betul, selain papa tiri, dua adik dari papa tiri juga mencabuli saya. Tapi, yang paling banyak melakukan papa di rumah dan di kebun,” ungkap korban, ditiru ibunya.

Ternyata sebelum diketahui, korban sudah terlebih dahulu menceritakan hal tersebut ke tetangga disekitarnya. Hal tersebut diungkapkan salah seorang ibu kepada Korlip FJOM dan tidak ingin namanya di publish.

“Sebelum ibunya tahu kasus itu, anaknya sudah menceritakan sama saya. Bahwa dirinya telah disetubuhi ayah tiri dan kedua paman tirinya. Tetapi, saya takut bicara karena tidak punya bukti,” ungkap ibu itu.

Dan, untuk menutupi kasus tersebut, belum lama ini anak tersebut telah dipulangkan ibunya ke sanger Sulawesi Utara.

Sementara pelaku berinisial KT (ayah tiri) saat dikonfirmasi Korlip FJOM melalui telepon seluler, tentang perbuatan bejat kepada anaknya, jumat malam, 15 Nopember 2019. KT mengakui perbuatannya. Tetapi, mengatakan bahwa persoalan ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan jadi masalah ini tidak sampai ke ranah hukum/kepolisian.

“Iya benar, tapi masalah ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan maka tidak dilapor ke polisi,” alasannya

Sementara Ketua harian, Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Pulau Morotai, Endang Putri Aris, berjanji akan menemui ibu korban untuk memintai klarifikasinya.

“Soal dugaan kekerasan seksual anak dibawah umur di darame sebentar atau besok baru kita datangi menemui ibu korban. Morotai Darurat kekerasan seksual terhadap anak,” ungkapnya, Sabtu sore, 16 Nopember 2019

Perlu diketahui, Kasus Pencabulan adalah kasus kekerasan terhadap anak dibawah umur. Sehingga, tidak semata-semata dilakukan perdamaian secara kekeluargaan dan masalah selesai. Tetapi, wajib pelakunya di tindak. Karena, Kasus Pecabulan Anak di Bawah Umur merupakan Kejahatan Asusila, sekalipun pihak keluarganya berdamai namun kasusnya tetap berlanjut ke ranah hukum.

BERITA LAINNYA

2 Orang Positif Covid-19 dari Cluster yang sama, Total kasus Covid di Sula menjadi 20 Kasus

Sanana - Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Kab. Kepulauan Sula (Kepsul) tadi malam (01/07) sekitar...

Pengurus Gempa Selatan Kecewa atas Penundaan Pembentukan Pansus oleh DPRD Pultab

Taliabu - Gerakan mahasiwa dan pemuda selatan (GEMPA) merasa kecewa dengan sikap DPRD Kabupaten Pulau...

Penyebab Sampah belum diangkut di Ibu Kota Bobong, ini Komentar Kepala DLH

Bobong -- Petugas kebersihan Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab) beberapa hari ini sudah tidak mengagkut sampah...

POPULER

IKA PMII Sula Tuding Sahril Soamole Lakukan Pembohongan Publik

Sanana - Penolakan terhadap Informasi yang belum tentu kebenarannya kemudian dibuat seolah-olah benar adanya atau hoax kembali mendapat sorotan....

2 Orang Positif Covid-19 dari...

Sanana - Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Kab. Kepulauan Sula (Kepsul) tadi malam (01/07) sekitar pukul 23:00 WIT mengumumkan...

Ketua MPC PP Sula, Heru...

Sanana - Dugaan perbuatan asusila yang terjadi di Sekretariat Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC-PP) Kabupaten Kepulauan Sula pada...

Dua Hari Lagi Dispen Kota...

Ternate - Dinas Pendidikan (Dispen) Kota Ternate, mulai membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), baik secara Online maupun Ofline...

Lekuk Jalan Perjumpaan Rezeki Sumarno...

Sumarno Efendy (33 Tahun) tidak pernah menyangka kalau dia akan menetap sebagai warga Kelurahan Jambula dengan mengambil profesi sebagai...

Hari ini DPUPRPKP Sula maping...

Sanana - - Bencana Banjir Bandang di Desa Mangoli-Kec. Mangoli Tengah dan Desa Waitina-Kec. Mangoli Timur yang diduga meluapnya...

Diduga, Kekerasan Seksual Terhadap Anak Kembali Terjadi di Morotai

|

i-malut.com, Morotai – Belum lama ini sejumlah kasus kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur terjadi di sejumlah kecamatan di Morotai. Sebutlah di Wayabula Morotai barat, di Juanga Morotai Selatan dan Sangowo Morotai Timur. Kini terendus lagi bahwa dugaan kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur terjadi di Darame Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai.

Sungguh miris, rentetan kasus kekerasan seksual bagi anak dibawah umur dapat memposisikan Pulau Morotai sebagai Kabupaten Darurat Kekerasan Seksual terhadap Anak di Bawah Umur.

Kembali terungkapnya kasus asusila tersebut, diawali dari keresahan ibu korban yang mendengar kabar dari mulut ke mulut oleh warga sekitar tempat tinggalnya.

Atas informasi tersebut, sebagai ibu dirinya penasaran dan ingin mendapat kepastian dan kebenaran informasi dari anaknya sendiri yang telah menjadi buah bibir warga sekitarnya.

“Karena banyak tetangga menceritakan hal tersebut maka saya penasaran dan menanyakan langsung ke anak saya. Ternyata, benar adanya informasi tersebut. Anak saya mengakui bahwa ayah tiri dan kedua paman tirinya (adik dari ayah tiri) sudah mencabulinya berulang kali baik dirumah, maupun di kebun dan perbuatan bejat itu dilakukan sejak anak saya duduk di bangku kelas V SD,” terangn Ibu Korban LB, kepada Korlip FJOM Roger Manawan, Kamis malam, 14 November 2019

Dikatakan, dirinya sangat shock ketika mendengar pengakuan anaknya sambil menangis di hadapannya.

“Napas saya terasa sesak karena menahan amarah ketika pengakuan itu keluar langsung dari mulut anak saya dan ternyata pelakunya adalah suami saya dan adik ipar saya, tetapi saya tidak berdaya,” ungkapnya

Disebutkan kembali, bahwa pengakuan anaknya, ayah tirinya (suami saya) yang lebih banyak mencabulinya. Juga dua adik suami saya turut melakukan perbuatan bejat itu.

“Iya betul, selain papa tiri, dua adik dari papa tiri juga mencabuli saya. Tapi, yang paling banyak melakukan papa di rumah dan di kebun,” ungkap korban, ditiru ibunya.

Ternyata sebelum diketahui, korban sudah terlebih dahulu menceritakan hal tersebut ke tetangga disekitarnya. Hal tersebut diungkapkan salah seorang ibu kepada Korlip FJOM dan tidak ingin namanya di publish.

“Sebelum ibunya tahu kasus itu, anaknya sudah menceritakan sama saya. Bahwa dirinya telah disetubuhi ayah tiri dan kedua paman tirinya. Tetapi, saya takut bicara karena tidak punya bukti,” ungkap ibu itu.

Dan, untuk menutupi kasus tersebut, belum lama ini anak tersebut telah dipulangkan ibunya ke sanger Sulawesi Utara.

Sementara pelaku berinisial KT (ayah tiri) saat dikonfirmasi Korlip FJOM melalui telepon seluler, tentang perbuatan bejat kepada anaknya, jumat malam, 15 Nopember 2019. KT mengakui perbuatannya. Tetapi, mengatakan bahwa persoalan ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan jadi masalah ini tidak sampai ke ranah hukum/kepolisian.

“Iya benar, tapi masalah ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan maka tidak dilapor ke polisi,” alasannya

Sementara Ketua harian, Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Pulau Morotai, Endang Putri Aris, berjanji akan menemui ibu korban untuk memintai klarifikasinya.

“Soal dugaan kekerasan seksual anak dibawah umur di darame sebentar atau besok baru kita datangi menemui ibu korban. Morotai Darurat kekerasan seksual terhadap anak,” ungkapnya, Sabtu sore, 16 Nopember 2019

Perlu diketahui, Kasus Pencabulan adalah kasus kekerasan terhadap anak dibawah umur. Sehingga, tidak semata-semata dilakukan perdamaian secara kekeluargaan dan masalah selesai. Tetapi, wajib pelakunya di tindak. Karena, Kasus Pecabulan Anak di Bawah Umur merupakan Kejahatan Asusila, sekalipun pihak keluarganya berdamai namun kasusnya tetap berlanjut ke ranah hukum.

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

PPDB Hari Pertama, Pendaftar di SMP Islam I...

Ternate - Rabu (08/07) hari ini, SMP Islam I Kota Ternate resmi membuka pendaftaran PPDB secara umum melalui Jalur Online dan Ofline. "Sebelumnya juga dibuka pra pendaftaran sesuai dengan arahan...

Polres Kepulauan Sula Bantu Korban Bencana Alam di...

Sanana -- Duka yang dialami oleh korban bencana alam yakni banjir bandang di Desa Waitina Kecamatan Mangoli Timur Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) menimbulkan rasa simpati datang dari berbagai elemen...

Dispen Kota Ternate Rekomendasikan 111 Calon Peserta Pra...

Ternate - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) khusus Pra Pendaftaran yang dibuka selama dua hari yaitu 6 s/d 7 Juli 2020, tercatat sebanyak 111 Calon Peserta yang mendaftar. PPDB...

Penyebab Sampah belum diangkut di Ibu Kota Bobong,...

Bobong -- Petugas kebersihan Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab) beberapa hari ini sudah tidak mengagkut sampah dikarenakan akses jalan menuju tempat pembuangan sampah (TPA) belum dapat dilewati mobil sampah. Selama kurang...

Setiap Musim Hujan, Jalan Kilometer 40 Kota Sofifi...

Sofifi - Diduga penggalian material timbunan untuk Mesjid Raya Kota Sofifi mengakibatkan rusaknya selokan diruas jalan kilometer empat puluh, akhirnya badan jalan tergenang air setiap kali datang hujan. Hasil pantauan...

Pemdes Gosale Sulap Tempat Nongkrong Anak Muda Jadi...

Sofifi - Pemerintah Desa Gosale Kec. Oba Utara Kota Tidore Kepulauan, membangun taman baca dilokasi yang sebelumnya menjadi tempat nongkrong anak muda. Saat ditemui awak media usai rapat koordinasi dengan...

Didemo HPMS, Gustu Kepsul sambut baik dan Nyatakan...

Sanana - Aksi turun kejalan yang dilakukan oleh Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Sula atau HPMS terkait 'Rapid Test Berbayar' mendapat sambutan baik dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kab....

Kesal dengan Penundaan Pembentukan Pansus, FPD Pultab Gelar...

Taliabu - Fron Peduli Desa (FPD) Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab) hari ini, Senin (06/07) melakukan aksi unjuk rasa menolak RUU-HIP dan persoalan penundaan pembentukan Pansus Pemeriksaan Penyalahgunaan DD dan...

Ketua MPC PP Sula, Heru : Yang Mesum...

Sanana - Dugaan perbuatan asusila yang terjadi di Sekretariat Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC-PP) Kabupaten Kepulauan Sula pada hari Minggu malam, mendapat tanggapan serius dari Ketua MPC-PP Kepulauan...