Artikel Terkait

Diduga “Sulap” APBDesa 2019, Ketua BPD Bere-Bere Kecil Minta Inspektorat Periksa Mantan Kades

i-malut.com, Morotai – Mantan Kepala Desa Bere-Bere Kecil (BBK), RM, diduga telah “menyulap” ratusan juta rupiah anggaran Desa yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) Tahun 2019. Selain itu, mantan kades diduga melakukan pungutan pajak dengan nilai berbeda pada proyek dan nilai yang sama.

Hal tersebut membuat Ketua BPD BBK Gustap Letsoin, meminta Inspektorat Morotai mengaudit sejumlah program dalam APBDesa tahun 2019 yang mana anggarannya tidak dibelanjakan alias entah raib kemana, membuat  masyarakat BBK keluhkan dan pertanyakan kemana anggaran tersebut digunakan.

Permintaan Letsoin sebagai mewakili masyarakat dituangkan dalam surat permohonan Ketua BPD Bere-Bere kecil Nomor.420/01/2020 tertanggal 5 Februari 2020 dengan lampiran APBDesa tahun 2019 yang ditujuhkan kepada Inspektorat Kabupaten Pulau Morotai.

Dalam isi surat Ketua BPD Bere-Bere Kecil, Gustap Letsoin menyampaikan aspirasi masyarakat lewat lembaga Desa. lihat Laporan BPD Bere Bere Kecil

“Sebagai pengawal aspirasi masyarakat saya menyampaikan laporan kepada bapak (Inspektorat) terkait dengan keluhan-keluhan warga masyarakat Bere-Bere Kecil, soal penggunaan ABPDesa tahun 2019,” ungkap Gustap dalam surat itu.

Dia menegaskan, adapun sejumlah keluhan masyarakat, diantaranya; biaya jaringan instalasi listrik ditetapkan dalam APBDesa tahun 2019 sebesar Rp. 97.500.000 belum terealisasi dan Pemeliharaan Air bersih total anggaran sebesar Rp. 16.208.000 tidak dilakukan pembelanjaan. Sehingga total anggaran yang tidak jelas penggunaannya Rp. 113.708.000 dari total anggaran APBDesa Rp. 1.325.966.000.

Selain itu kata Ketua BPD BBK, Kades RM melakukan pemotongan pajak terhadap bantuan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan pembangunan Dapur Sehat (DS) dengan jumlah nilai berbeda-beda, diantaranya: RTLH 4.000.000, Dapur Sehat 2.500.000 dan ada yang 4.000.000.

Atas dasar temuan fakta tersebut membuat dirinya membuat surat resmi kepada inspektorat Pemkab Morotai agar mengaudit APBDesa Bere-Bere Kecil tahun 2019 karena dinilai ada penyimpangan dalam penggunaan anggarannya.

“Dengan tidak mengurangi rasa hormat saya mohon kepada bapak (Inspektorat) kiranya laporan ini dapat ditanggapi dan di tindaklanjuti sesuai dengan aturan yang berlaku.” Pungkasnya.

Sementara mantan Kades BBK, Remon Mozes (RM) saat di konfirmasi melalui telpon seluler pada Rabu siang, 26 Februari 2020 membantah seluruh laporan ketua BPD Gustap Letsoin. Menurutnya ketua BPD menyampaikan laporan hanya mengada ngada dan ingin menjatuhkannya dari pencalonan kades.

“Laporan ketua BPD itu tidak benar dan syarat dengan kepentingan politik, karena dia Gustap juga mencalonkan diri sebagai kepala desa di Bere-Bere Kecil,” Tangkisnya.

Bahkan kata RM, jaringan air bersih ke rumah rumah warga sudah terpasang dan sudah dinikmati warga BBK. Demikian Juga jaringan listrik menurut mantan Kades semuanya sudah terpasang hanya ada kendala jadi belum menyala.

“Air bersih sudah dinikmati warga saat ini dan listrik semua sudah terpasang. Hanya, soal listrik belum menyala karena ada tiang listrik yang roboh sehingga masih tunggu perbaikan dari pihak PLN,” Tegasnya. Sembari mengatakan bila PLN telah siap maka listrik langsung menyala.

Selain itu, Remon mengaku bahwa pihak inspektorat sudah periksa semuanya dan sudah selesai.

“Saya sudah koordinasi dengan pihak inspektorat jadi laporan itu sudah selesai dan inspektorat sudah selesai priksa ke Bere-Bere Kecil.” Pungkasnya.

Namun pernyataan Mantan Kades BBK Bere Bere Kecil (BBK), RM, di Bantah ketua BBK, Gustap Letsoin, saat di konfirmasi balik media ini melalui telpon seluler, Rabu malam, 26 Februari 2020.

“Apa yang disampaikan mantan kades BBK bahwa soal air bersih dan jaringan listrik sudah selesai dipasang menggunakan ABPDesa itu tidak benar,” Jawab GL

Menurutnya, untuk pemasangan jaringan listrik ke rumah warga yang dipasang mantan kades hanya 50 rumah, sisanya 97 rumah sampai saat ini tidak terpasang.

“Sesuai anggaran yang ditetapkan dalam APBDesa untuk pemasangan jaringan listrik sebanyak 147 rumah warga. Tetapi, mantan kades Bere-Bere Kecil hanya pasang 50 rumah,” Terangnya.

Demikian juga dana air bersih milik desa hanya di belanjakan semen 8 sak dan pipa stengah inci 5 staf.

“Jadi jaringan air bersih yang terpasang ke rumah rumah yang di nikmati warga hari ini adalah program nasional Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), bukan dari anggaran desa yang ditetapkan dalam APBDesa tahun 2019.” Semburnya.

BERITA LAINNYA

Polres Kepulauan Sula Bantu Korban Bencana Alam di Desa Waitina

Sanana -- Duka yang dialami oleh korban bencana alam yakni banjir bandang di Desa Waitina...

Kesal dengan Penundaan Pembentukan Pansus, FPD Pultab Gelar Unjuk Rasa sampaikan beberapa Tuntutan

Taliabu - Fron Peduli Desa (FPD) Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab) hari ini, Senin (06/07) melakukan...

Alhamdulillah, Bencana di Desa Waitina tidak ada Korban Jiwa

Sanana -- Belum sampai 1x24 jam BPBD Kepulauan Sula (Kepsul) langsung dapat memetakan masalah akibat...

POPULER

IKA PMII Sula Tuding Sahril Soamole Lakukan Pembohongan Publik

Sanana - Penolakan terhadap Informasi yang belum tentu kebenarannya kemudian dibuat seolah-olah benar adanya atau hoax kembali mendapat sorotan....

2 Orang Positif Covid-19 dari...

Sanana - Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Kab. Kepulauan Sula (Kepsul) tadi malam (01/07) sekitar pukul 23:00 WIT mengumumkan...

Ketua MPC PP Sula, Heru...

Sanana - Dugaan perbuatan asusila yang terjadi di Sekretariat Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC-PP) Kabupaten Kepulauan Sula pada...

Dua Hari Lagi Dispen Kota...

Ternate - Dinas Pendidikan (Dispen) Kota Ternate, mulai membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), baik secara Online maupun Ofline...

Lekuk Jalan Perjumpaan Rezeki Sumarno...

Sumarno Efendy (33 Tahun) tidak pernah menyangka kalau dia akan menetap sebagai warga Kelurahan Jambula dengan mengambil profesi sebagai...

Hari ini DPUPRPKP Sula maping...

Sanana - - Bencana Banjir Bandang di Desa Mangoli-Kec. Mangoli Tengah dan Desa Waitina-Kec. Mangoli Timur yang diduga meluapnya...

Diduga “Sulap” APBDesa 2019, Ketua BPD Bere-Bere Kecil Minta Inspektorat Periksa Mantan Kades

|

i-malut.com, Morotai – Mantan Kepala Desa Bere-Bere Kecil (BBK), RM, diduga telah “menyulap” ratusan juta rupiah anggaran Desa yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) Tahun 2019. Selain itu, mantan kades diduga melakukan pungutan pajak dengan nilai berbeda pada proyek dan nilai yang sama.

Hal tersebut membuat Ketua BPD BBK Gustap Letsoin, meminta Inspektorat Morotai mengaudit sejumlah program dalam APBDesa tahun 2019 yang mana anggarannya tidak dibelanjakan alias entah raib kemana, membuat  masyarakat BBK keluhkan dan pertanyakan kemana anggaran tersebut digunakan.

Permintaan Letsoin sebagai mewakili masyarakat dituangkan dalam surat permohonan Ketua BPD Bere-Bere kecil Nomor.420/01/2020 tertanggal 5 Februari 2020 dengan lampiran APBDesa tahun 2019 yang ditujuhkan kepada Inspektorat Kabupaten Pulau Morotai.

Dalam isi surat Ketua BPD Bere-Bere Kecil, Gustap Letsoin menyampaikan aspirasi masyarakat lewat lembaga Desa. lihat Laporan BPD Bere Bere Kecil

“Sebagai pengawal aspirasi masyarakat saya menyampaikan laporan kepada bapak (Inspektorat) terkait dengan keluhan-keluhan warga masyarakat Bere-Bere Kecil, soal penggunaan ABPDesa tahun 2019,” ungkap Gustap dalam surat itu.

Dia menegaskan, adapun sejumlah keluhan masyarakat, diantaranya; biaya jaringan instalasi listrik ditetapkan dalam APBDesa tahun 2019 sebesar Rp. 97.500.000 belum terealisasi dan Pemeliharaan Air bersih total anggaran sebesar Rp. 16.208.000 tidak dilakukan pembelanjaan. Sehingga total anggaran yang tidak jelas penggunaannya Rp. 113.708.000 dari total anggaran APBDesa Rp. 1.325.966.000.

Selain itu kata Ketua BPD BBK, Kades RM melakukan pemotongan pajak terhadap bantuan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan pembangunan Dapur Sehat (DS) dengan jumlah nilai berbeda-beda, diantaranya: RTLH 4.000.000, Dapur Sehat 2.500.000 dan ada yang 4.000.000.

Atas dasar temuan fakta tersebut membuat dirinya membuat surat resmi kepada inspektorat Pemkab Morotai agar mengaudit APBDesa Bere-Bere Kecil tahun 2019 karena dinilai ada penyimpangan dalam penggunaan anggarannya.

“Dengan tidak mengurangi rasa hormat saya mohon kepada bapak (Inspektorat) kiranya laporan ini dapat ditanggapi dan di tindaklanjuti sesuai dengan aturan yang berlaku.” Pungkasnya.

Sementara mantan Kades BBK, Remon Mozes (RM) saat di konfirmasi melalui telpon seluler pada Rabu siang, 26 Februari 2020 membantah seluruh laporan ketua BPD Gustap Letsoin. Menurutnya ketua BPD menyampaikan laporan hanya mengada ngada dan ingin menjatuhkannya dari pencalonan kades.

“Laporan ketua BPD itu tidak benar dan syarat dengan kepentingan politik, karena dia Gustap juga mencalonkan diri sebagai kepala desa di Bere-Bere Kecil,” Tangkisnya.

Bahkan kata RM, jaringan air bersih ke rumah rumah warga sudah terpasang dan sudah dinikmati warga BBK. Demikian Juga jaringan listrik menurut mantan Kades semuanya sudah terpasang hanya ada kendala jadi belum menyala.

“Air bersih sudah dinikmati warga saat ini dan listrik semua sudah terpasang. Hanya, soal listrik belum menyala karena ada tiang listrik yang roboh sehingga masih tunggu perbaikan dari pihak PLN,” Tegasnya. Sembari mengatakan bila PLN telah siap maka listrik langsung menyala.

Selain itu, Remon mengaku bahwa pihak inspektorat sudah periksa semuanya dan sudah selesai.

“Saya sudah koordinasi dengan pihak inspektorat jadi laporan itu sudah selesai dan inspektorat sudah selesai priksa ke Bere-Bere Kecil.” Pungkasnya.

Namun pernyataan Mantan Kades BBK Bere Bere Kecil (BBK), RM, di Bantah ketua BBK, Gustap Letsoin, saat di konfirmasi balik media ini melalui telpon seluler, Rabu malam, 26 Februari 2020.

“Apa yang disampaikan mantan kades BBK bahwa soal air bersih dan jaringan listrik sudah selesai dipasang menggunakan ABPDesa itu tidak benar,” Jawab GL

Menurutnya, untuk pemasangan jaringan listrik ke rumah warga yang dipasang mantan kades hanya 50 rumah, sisanya 97 rumah sampai saat ini tidak terpasang.

“Sesuai anggaran yang ditetapkan dalam APBDesa untuk pemasangan jaringan listrik sebanyak 147 rumah warga. Tetapi, mantan kades Bere-Bere Kecil hanya pasang 50 rumah,” Terangnya.

Demikian juga dana air bersih milik desa hanya di belanjakan semen 8 sak dan pipa stengah inci 5 staf.

“Jadi jaringan air bersih yang terpasang ke rumah rumah yang di nikmati warga hari ini adalah program nasional Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), bukan dari anggaran desa yang ditetapkan dalam APBDesa tahun 2019.” Semburnya.

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Polres Kepulauan Sula Bantu Korban Bencana Alam di...

Sanana -- Duka yang dialami oleh korban bencana alam yakni banjir bandang di Desa Waitina Kecamatan Mangoli Timur Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) menimbulkan rasa simpati datang dari berbagai elemen...

Dispen Kota Ternate Rekomendasikan 111 Calon Peserta Pra...

Ternate - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) khusus Pra Pendaftaran yang dibuka selama dua hari yaitu 6 s/d 7 Juli 2020, tercatat sebanyak 111 Calon Peserta yang mendaftar. PPDB...

Penyebab Sampah belum diangkut di Ibu Kota Bobong,...

Bobong -- Petugas kebersihan Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab) beberapa hari ini sudah tidak mengagkut sampah dikarenakan akses jalan menuju tempat pembuangan sampah (TPA) belum dapat dilewati mobil sampah. Selama kurang...

Setiap Musim Hujan, Jalan Kilometer 40 Kota Sofifi...

Sofifi - Diduga penggalian material timbunan untuk Mesjid Raya Kota Sofifi mengakibatkan rusaknya selokan diruas jalan kilometer empat puluh, akhirnya badan jalan tergenang air setiap kali datang hujan. Hasil pantauan...

Pemdes Gosale Sulap Tempat Nongkrong Anak Muda Jadi...

Sofifi - Pemerintah Desa Gosale Kec. Oba Utara Kota Tidore Kepulauan, membangun taman baca dilokasi yang sebelumnya menjadi tempat nongkrong anak muda. Saat ditemui awak media usai rapat koordinasi dengan...

Didemo HPMS, Gustu Kepsul sambut baik dan Nyatakan...

Sanana - Aksi turun kejalan yang dilakukan oleh Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Sula atau HPMS terkait 'Rapid Test Berbayar' mendapat sambutan baik dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kab....

Kesal dengan Penundaan Pembentukan Pansus, FPD Pultab Gelar...

Taliabu - Fron Peduli Desa (FPD) Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab) hari ini, Senin (06/07) melakukan aksi unjuk rasa menolak RUU-HIP dan persoalan penundaan pembentukan Pansus Pemeriksaan Penyalahgunaan DD dan...

Ketua MPC PP Sula, Heru : Yang Mesum...

Sanana - Dugaan perbuatan asusila yang terjadi di Sekretariat Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC-PP) Kabupaten Kepulauan Sula pada hari Minggu malam, mendapat tanggapan serius dari Ketua MPC-PP Kepulauan...

Kakanwil Kemenag Malut Lantik Pembimas Hindu

Sofifi - Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, atas nama Menteri Agama melantik dan mengambil sumpah jabatan, Eko Prasetyo yang sebelumnya menjabat...