Morotai Kabupaten 100 Desa Hanyalah Agenda Yang Tertunda dan Wajib di Wujudkan Oleh Pemda dan DPRD

|

WIT

WIT

Bagikan

i-malut.com, Morotai – Berbicara  pembentukan Kecamatan dan Desa baru di Kabupaten Pulau Morotai sebenarnya bukan hal baru, karena sudah ada sejak Tahun 2012, dimana rencana program pembentukan kecamatan  baru telah dituangkan dalam kesepakatan keputusan rapat BANMUS DPRD Pulau Morotai Priode 2009-2014. Hal tersebut disampaikan mantan anggota DPRD Pulau Morotai, Kasri Piga, Kepada media ini, Rabu 26 Februari 2020.

Lanjutnya, Paska Pengesahan dan peresmian Pembentukan Desa baru melalui PERDA Nomor 2  tahun 2012, Tentang Pembentukan Desa baru yang tersebar di 5 Kecamatan di Kabupaten Pulau Morotai.  dimana awalnya direncanakan jumlah desa di Morotai adalah 100 desa (desa induk plus desa pemekaran) atau dikenal dengan Morotai Kabupaten 100 desa. Namun, ada 12 calon desa pemekaran yang tidak memenuhi syarat sehingga disepakati 88 desa.. Dan Rencana Program pembentukan Kecamatan baru tersebut akan dilakukan pada tahun 2013-2014, sesuai hasil Jalin Asmara  atau Jaring Aspirasi Masyarakat disaat Aggota DPRD saat itu melakukan resses.

“Jad rencana program pembentukan desa dan Kecamatan baru dilakukan dua Tahap. pada tahap II yakni tahun 2013-2014, dengan Calon pembentukan kecamatan bru saat itu yakni; Kecamatn Pulau Rao ibu kotanya Desa Leo-Leo, Kecamatan Pasific,  ibu kotanya Desa Pangeo,  Kecamatan Selatan Timur, ibu kotanya Desa Daeo. Tapi kemudian tahap II terganjal dengan pemberlakuan Moratorium pemekaran oleh pemerintah pusat disaat  itu,  sehingga rencana  pembentukan calon Kecamatan baru ditunda,” jelasnya.

Tetapi lanjutnya, dapat diusulkan kembali setelah 5 tahun, dan saat ini sudah memungkan untuk diusulkan pembentukan kecamatn baru dan desa baru, apalagi menjadi kebutuhan daerah dalam rangka pembangunan dan pelayanan kesejahteraan rakyat maka dapat dipastikan bisa diakomodir. Karena itu, bila hari ini Pemerintah Pulau Morotai berencana melakukan pembentukan Kecamatan baru sekaligus memindahkn ibu kota kecamtnnya,  maka kami berharap  Anggota  DPRD pulau Morotai menindaklanjuti program DPRD seblumnya yang masih tersisa 2 Calon kecamatn baru, yakni desa Pangeo dan Desa Daeo,  karena Pulau Rao telah resmi menjadi Kecamatn baru.

Disebutkan, Memang UU No 6 tahun 2014, tentang Desa,, mengisyratkan untuk pembentukan desa baru wilayah Maluku Utara,  minimal 200 KK,, yang sebelumnya PP 72 tentang desa hanya 75 KK. Namun ini bukan menjadi sebuah hambatan memperjuangkan Hajat Hidup Orang banyak, Apalagi Konteks Pembentukanya adalah Kecematan baru, sehingga   untuk memenuhi syarat pembentukn Kecamatan baru diikutkan dengan pembentukan desa bru.

Saat ini kata Kasri, wilayah sekitar desa Pangeo sudah memiliki 7 desa definitif, Mulai dari desa Aru Pangeo sampai desa Korago,  sehingga desa baru yang harus dibentuk adalah Desa Loleo gunug,  Desa Towara dimekarkan jadi dua Desa, demikian juga desa Lusuo dan Korago dapat di mekar menjadi 2 Desa, karena sebelumnya telah diusulkan. Calon Desa Desa baru tersebut dapat memnuhi syarat UU No 6 tahun 2014.

“Karena jumlah KK nya memungkinkan membentuk desa baru. Menyikapi Perhatian Pemerintah Pusat terhadap Daerah terluar atau terdepan yang berbatasan Langsung dengan Negara-Negara tetangga maka Pola dan System Pertahanan Negara dari Pulau terluar benar benar harus dipersiapkan berbagai kebutuhan infrastruktur Pertahanan,” Ucapnya

Karena itu tambah Kasri, wilayah calon ibu Kota Kecamatan Pasific harus menyesuaikan Status dan Kedudukan wilayahnya guna mempermudah akses serta peruntukan pembangunan baik dalam pelayanan masyarakat maupun dari sisi Pengamanan, Pertahanan, Penjagaan  wilayah pesisir Pasific secara ter-integritas dari ujung wilayah Tanjung Sopi hingga selatan Timur,  dan desa Pangeo menjadi Pusat Pertemuan dan Pengendali Angkatan Laut. Ini sepadan dengan nama Calon Kecamatan baru Yakni Kecamatan Pasifik.

Karena itu dia tegaskan, Aksi para mahasiswa beberapa waktu lalu menolak pembebasan Lahan untuk kepentingan dan kebutuhan TNI AL adalah  sangat bertentangan dengan Tujuan Negara dalam melindungi dan menyelamatkan NKRI  dari  Ancaman Negara-Negara Lain,  sehingga menjadi wajib membentuk Pusat Pertahanan berbagai Angkatan Bersenjata di wilayah Kabupaten Pulau Morotai, Dan desa Pangeo tepatnya diwilayah Desa Towara sebagai pusat pelatihan, pendaratan peralatan TNI AL.

“Yang adik adik harus pahami bahwa ini adalah kebutuhan Negara tentang Pertahanan NKRI,  bukan itu kepentingan investor. Sebagai warga desa pangeo dan sekitarnya Mestinya bersyukur wilayah kita dijaga oleh alat pertahanan Negara sehingga kita akan jauh lebih legah dan nyaman,” terangnya

“Kalo para mahasiswa sedikit terlintas kekuwatiran ya silahkan bicara dengan pemerintah dengan cara yang santun dan bijak, sehingga melahirkan kesepakatan yang legal tertanggungjawab. Bila itu menyangkut harga tanah, maka silahkan mengadvokasi warga yang punya lahan dengan pihak pemerintah agar mencapai kesepakatan nilai yang pantas dan layak untuk kemaslahatan warga,” paparnya

Sementara soal Desa Daeo menjadi calon Ibu kota kecamatan Morotai selatan,, Saya pribadi mengusulkan pertama: untuk Memperpendek rentangkendali pelayanan masyarakat maka Calon ibu kota Kecamatan sebaiknya ditempatkan di desa Momijiu agar jangkauan masing masing Desa dapat berimbang apalagi kalau wilayahnya mulai dari desa wawama hingga ds daeo, maka sangat pas bila ditempatkan di desa Momijiu.

“Karena Daerah Momijiu juga masih memiliki areal yang Luas sehingga memungkinkan itu kebutuhan infrastruktur pembangunan. Yang kedua, Nama ibu kota Kecamtannya harus di ganti menjadi Selatan Timur. Sehingga menjadi meching dan berimbang namanya, karena di wilayah barat sih ada selatan barat. Sehingga kecamatan Morotai selatan masih tetap namanya hanya saja calon ibu kotanya terserah pemerintah daerah yakni Bupati dan DPRD.” pungkasnya.

Visit Today: 484  |  Visitor Today: 362  |

ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

POPULER

Toko dan Kios Dilarang Naikkan Harga Sembako, Bila Kedapatan Izin Usahanya Dicabut

Hal itu berdasarkan regulasi nasional yaitu Undang - undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen...

Bersama Dinsos, Bupati Sula Salurkan Bansos di 6 Desa Kec. Sulbar

i-malut.com, Sanana - Bupati Kepulauan Sula (Kepsul) Hendrata Thes dan Sekda Syafrudin Sapsuha bersama-sama dengan Kepala Dinas Sosial Rivai...

Bupati Sula Bersama Pejabat Kesehatan yang baru, Langsung ‘Tancap Gas’ Kunker ke Mangoli

i-malut.com, Sanana - Bupati Kepulauan Sula (Kepsul) Hendrata Thes, didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Syafrudin Sapsuha yang juga Plt. Kepala...

Paksakan Gabalil Hai Sua, Ratusan Siswa SMA Sanana diamankan Polres Sula

i-malut.com, Sanana - Sebanyak 130 siswa SMA sederajat Sanana diamankan pihak keamanan Polres Kabupaten Sula saat melakukan kegiatan Gabalil...

Ketua DPRD Sula: Jangan Terlalu Persoalkan Mundurnya Pejabat Pemda

i-malut.com, Sanana - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Sinaryo Thes memberikan komentar singkat...

Ampera Haltim Desak PLN Operasikan Listrik 24 Jam di Maba Selatan

i-malut.com, Haltim - Mulai beroperasinya listrik 24 jam sehari di tiga Kecamatan, yakni Kecamatan Maba, Maba Tengah dan Wasile sejak diresmikan Selasa, 19...

Viral, Accu Lampu Hias Kota Sanana Diduga ‘di Begal’ OTK

i-malut.com, Sanana - Masyarakat Kepulauan Sula (Kepsul) Kota Sanana belakangan ini merasa resah dengan adanya Pencurian Accu Lampu Hias...

Ketua DPRD Sula: Jangan Terlalu Persoalkan Mundurnya Pejabat Pemda

i-malut.com, Sanana - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Sinaryo Thes memberikan komentar singkat...

Bersama Dinsos, Bupati Sula Salurkan Bansos di 6 Desa Kec. Sulbar

i-malut.com, Sanana - Bupati Kepulauan Sula (Kepsul) Hendrata Thes dan Sekda Syafrudin Sapsuha bersama-sama dengan Kepala Dinas Sosial Rivai...

Seng Ada Rotan Akar Pun Jadi, Masker Habis Menjahit Pun Jadi

i-malut.com, Sanana - Hal itu yang dilakukan oleh Bupati kepulauan Sula (Kepsul) Hendrata Thes saat membagikan secara gratis masker...

Dua Pejabat Kesehatan di Sula Mundur, Ada Apa?

i-malut.com, Sanana - Ditengah ancaman wabah virus corona atau covid melanda Bangsa Idonesia khususnya di Kabupaten Kepuluan Sula (Kepsul)...

Forkopimda Kepsul Gelar Rakoord Bersama Elemen Masyarakat Sula

Point penting yang dibahas adalah menyangkut Instruksi Bupati terkait situasi pencegahan Covid-19...

Diduga Sakit Mirip Covid-19, Seorang Pasien di Jemput

i-malut.com, Morotai - Seorang pasien berinisial AM berasal dari salah satu Desa di Kecamatan Morotai Barat di Jemput Karteker...

Masuk Morotai, Puluhan Penumpang KM Ratu Maria di Karantina

Walaupun ada penumpang kapal yang mengajukan protes, tetapi tidak di hiraukan satgas pencegahan...

Puluhan Orang Yang Baru Tiba di Morotai Menggunakan Pesawat dan Kapal Laut Dikarantina

Penginapan Dodola adalah salah satu penginapan yang di gunakan Pemda untuk karantina ODP...