TERPOPULER

Bupati Halsel Dianggap Remehkan Surat Edaran Mendagri

Labuha — Bupati Halmahera Selatan (Halsel), Bahrain Kasuba dianggap telah meremehkan edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Jenderal Polisi (Purn.)...

Senin Besok, Polda Malut bersama Tim Penanggulangan...

Ternate -- Tim gabungan penanggulangan pandemic Covid-19 Provinsi Maluku Utara akan melaksanakan penyemprotan masal di Kota Ternate, guna menangkal...

Ketum HPMWB Tegaskan PT. STS Jangan Main-main...

Maba -- Ketua Umum Himpunan Pelajar Mahasiswa Wilayah Buli (HPMWB) sebut perusahaan tambang PT. STS yang beroperasi di wilayah...

Terkait Aksi Protes dan Pemalangan Kantor BP2RD...

Ternate - Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Ternate, Ahmad Yani Abdurahman menanggapi aksi protes dan...

Dalam Waktu Dekat, PD SPSI Akan Bentuk...

Ternate — Pengurus Pimpinan Daerah Federasi Serikat Kimia, Energi dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PD FSP KEP SPSI)...

Usulan PAW Anggota DPRD Kota Ternate dari Partai...

Ternate -- Pengajuan Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap dua orang anggota DPRD Kota Ternate dari partai Berkarya, telah dibahas...

Bupati Halsel Dianggap Remehkan Surat Edaran Mendagri

Labuha — Bupati Halmahera Selatan (Halsel), Bahrain Kasuba dianggap telah meremehkan edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Jenderal Polisi (Purn.)...

Senin Besok, Polda Malut bersama Tim Penanggulangan...

Ternate -- Tim gabungan penanggulangan pandemic Covid-19 Provinsi Maluku Utara akan melaksanakan penyemprotan masal di Kota Ternate, guna menangkal...

Ketum HPMWB Tegaskan PT. STS Jangan Main-main...

Maba -- Ketua Umum Himpunan Pelajar Mahasiswa Wilayah Buli (HPMWB) sebut perusahaan tambang PT. STS yang beroperasi di wilayah...

Terkait Aksi Protes dan Pemalangan Kantor BP2RD...

Ternate - Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Ternate, Ahmad Yani Abdurahman menanggapi aksi protes dan...

Dalam Waktu Dekat, PD SPSI Akan Bentuk...

Ternate — Pengurus Pimpinan Daerah Federasi Serikat Kimia, Energi dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PD FSP KEP SPSI)...

ARTIKEL TERKAIT

Mengerikan, Ini yang Terjadi Jika Korut Ledakkan Bom Hidrogen

|

i-malut.com, Pyongyang – Lautan akan hancur dan satelit yang mengorbit rendah akan berhenti berfungsi. Pesawat akan jatuh saat teknologi navigasinya rusak. Gelombang raksasa air laut yang mengandung radiasi akan menyapu daratan.

Kehidupan laut akan mati dan ribuan hewan dan manusia berada dalam risko tinggi dalam jangka waktu lama. Radiasi akan menyebar, mengalir ke saluran air.

Peritiwa mengerikan itu akan terjadi jika Korea Utara nekat mewujudkan ancamannya, yakni melakukan uji coba bom Hidrogen di Pasifik.

Dikutip dari News.com.au, Jumat (29/9/2017), rencana mengerikan itu disebutkan oleh Menteri Luar Negeri Korea Utara, Ri yong-ho. Kepada awak media di tengah Sidang Majelis Umum PBB, ia mengatakan bahwa negara memiliki opsi hal tersebut sebagai balasan atas sanksi PBB.

“Itu akan menjadi peledakan bom hidrogen paling dahsyat di Samudra Pasifik,” ujar Ri kepada Yonhap.

“Kami tidak tahu tindakan apa yang akan dilakukan dalam waktu dekat, karena hal itu diperintahkan langsung oleh Kim Jong-un,” imbuh dia.

Sejumlah analis menawarkan sejumlah pandangan mengenai dampak jika uji coba bom hidrogen benar-benar dilakukan.

Seorang profesor matematika terapan di New York University, Oliver Buhler, mengatakan keada Motherboard bahwa gelombang laut raksasa akan tercipta jika Korut menguji coba bom hidrogennya.

“Ledakan di bawah air atau di atas tanah jelas akan menciptakan gelombang, gelombang yang kuat,” ujar Buhler.

“Juga akan ada gelombang kejut yang akan memancar dan membawa lebih dari 140 kiloton energi,” imbuh dia.

Motherboard juga mengungkap, bagaimans bagian-bagian radioaktif yang terlepas di atmosfer setelah terjadi ledakan nuklir atau fallout bisa terjadi selama bertahun-tahun setelah uji coba dilakukan.

Dalam sebuah analisis untuk The Interpreter, analis dan penulis soal antariksa Dr Morris Jones menggambarkan kejadian mengerikan jika Korea Utara melancarkan uji coba nuklir di Samudra Pasifik.

Morris menulis bahwa ledakan dan efek elektromagnetik akan menjadi bencana besar. Hal itu diperparah jika ledakan terjadi tanpa adanya peringatan.

Perangkat elektronik pada pesawat akan rusak dan bisa membuatnya jatuh. Sementara itu satelit yang mengorbit rendah akan terkena dampaknya.

Hal itu bahkan tak termasuk dengan efek yang dirasakan oleh kehidupan makhluk laut.

Hancurkan Gunung

Sejauh ini Korea Utara telah melakukan enam uji coba nuklir. Semua uji coba itu dilakukan di situs Punggye-ri yang terletak di timur laut negara itu.

Uji coba nuklir yang terakhir Korut, yakni pada 3 September 2017, diyakini merupakan nuklir terkuat di negara tersebut.

Kelompok pengawasan memperkirakan bahwa uji coba itu memiliki menghasilkan kekuatan sebesar 259 kiloton. Kekuatan itu setara dengan 16 kali ukuran bom atom yang menghancurkan Hiroshima pada 1945.

Bom hidorgen adalah senjata termonuklir yang lebih kuat dibanding bom atom berbasis fisi biasa. Bom yang kerap disebut Bom-H itu menggunakan ledakan nuklir untuk menghasilkan suhu intensif agar fusi terjadi.

Ahli geofisika Wen Lianxing dan timnya di University of Science and Technology of China memperingatkan bahwa gunung di stus uji coba Punggye-ri bisa berada di ambang kehancuran.

Berdasarkan gambar satelit yang diungkap kelompok pemantau Korea Utara, 38 North, menunjukkan bahwa uji coba nuklir itu menyebabkan sejumlah tanah longsor di sekitar Punggye-ri.

Menurut kelompok itu, hal tersebut dapat dilihat di dekat Gunung Mantap, titik tertinggi di situs uji coba itu.

“Efek tersebut lebih parah dan luas dibanding lima uji coba yang dilakukan Korea Utara sebelumnya,” ujar 38 North dalam situsnya.

Sejumlah ahli meyakini bahwa uji coba bom nuklir itu menyebabkan runtuhnya terowongan bawah tanah di Punggye-ri, Korea Utara.

 

Sumber : Liputan6.com

Iklan Video

KOMENTAR

BERITA LAINNYA

Inovasi, Adaptasi, dan Kolaborasi, Program Unggulan Dispar Kota Ternate Tahun 2021

Ternate -- Dinas Pariwisata Kota Ternate canangkan 3 program unggulan pada tahun 2021 ini, yakni...

DKC Gerakan Pramuka Halteng dan 6 Gugus Depan, Galang Dana Peduli Sulbar dan Kalsel

Weda -- Dewan Kerja Cabang (DKC) Gerakan Pramuka Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) bersama enam Gugus...

Ketum HPMWB Tegaskan PT. STS Jangan Main-main Soal Amdal

Maba -- Ketua Umum Himpunan Pelajar Mahasiswa Wilayah Buli (HPMWB) sebut perusahaan tambang PT. STS...

Mengerikan, Ini yang Terjadi Jika Korut Ledakkan Bom Hidrogen

i-malut.com, Pyongyang – Lautan akan hancur dan satelit yang mengorbit rendah akan berhenti berfungsi. Pesawat akan jatuh saat teknologi navigasinya rusak. Gelombang raksasa air laut yang mengandung radiasi akan menyapu daratan.

Kehidupan laut akan mati dan ribuan hewan dan manusia berada dalam risko tinggi dalam jangka waktu lama. Radiasi akan menyebar, mengalir ke saluran air.

Peritiwa mengerikan itu akan terjadi jika Korea Utara nekat mewujudkan ancamannya, yakni melakukan uji coba bom Hidrogen di Pasifik.

Dikutip dari News.com.au, Jumat (29/9/2017), rencana mengerikan itu disebutkan oleh Menteri Luar Negeri Korea Utara, Ri yong-ho. Kepada awak media di tengah Sidang Majelis Umum PBB, ia mengatakan bahwa negara memiliki opsi hal tersebut sebagai balasan atas sanksi PBB.

“Itu akan menjadi peledakan bom hidrogen paling dahsyat di Samudra Pasifik,” ujar Ri kepada Yonhap.

“Kami tidak tahu tindakan apa yang akan dilakukan dalam waktu dekat, karena hal itu diperintahkan langsung oleh Kim Jong-un,” imbuh dia.

Sejumlah analis menawarkan sejumlah pandangan mengenai dampak jika uji coba bom hidrogen benar-benar dilakukan.

Seorang profesor matematika terapan di New York University, Oliver Buhler, mengatakan keada Motherboard bahwa gelombang laut raksasa akan tercipta jika Korut menguji coba bom hidrogennya.

“Ledakan di bawah air atau di atas tanah jelas akan menciptakan gelombang, gelombang yang kuat,” ujar Buhler.

“Juga akan ada gelombang kejut yang akan memancar dan membawa lebih dari 140 kiloton energi,” imbuh dia.

Motherboard juga mengungkap, bagaimans bagian-bagian radioaktif yang terlepas di atmosfer setelah terjadi ledakan nuklir atau fallout bisa terjadi selama bertahun-tahun setelah uji coba dilakukan.

Dalam sebuah analisis untuk The Interpreter, analis dan penulis soal antariksa Dr Morris Jones menggambarkan kejadian mengerikan jika Korea Utara melancarkan uji coba nuklir di Samudra Pasifik.

Morris menulis bahwa ledakan dan efek elektromagnetik akan menjadi bencana besar. Hal itu diperparah jika ledakan terjadi tanpa adanya peringatan.

Perangkat elektronik pada pesawat akan rusak dan bisa membuatnya jatuh. Sementara itu satelit yang mengorbit rendah akan terkena dampaknya.

Hal itu bahkan tak termasuk dengan efek yang dirasakan oleh kehidupan makhluk laut.

Hancurkan Gunung

Sejauh ini Korea Utara telah melakukan enam uji coba nuklir. Semua uji coba itu dilakukan di situs Punggye-ri yang terletak di timur laut negara itu.

Uji coba nuklir yang terakhir Korut, yakni pada 3 September 2017, diyakini merupakan nuklir terkuat di negara tersebut.

Kelompok pengawasan memperkirakan bahwa uji coba itu memiliki menghasilkan kekuatan sebesar 259 kiloton. Kekuatan itu setara dengan 16 kali ukuran bom atom yang menghancurkan Hiroshima pada 1945.

Bom hidorgen adalah senjata termonuklir yang lebih kuat dibanding bom atom berbasis fisi biasa. Bom yang kerap disebut Bom-H itu menggunakan ledakan nuklir untuk menghasilkan suhu intensif agar fusi terjadi.

Ahli geofisika Wen Lianxing dan timnya di University of Science and Technology of China memperingatkan bahwa gunung di stus uji coba Punggye-ri bisa berada di ambang kehancuran.

Berdasarkan gambar satelit yang diungkap kelompok pemantau Korea Utara, 38 North, menunjukkan bahwa uji coba nuklir itu menyebabkan sejumlah tanah longsor di sekitar Punggye-ri.

Menurut kelompok itu, hal tersebut dapat dilihat di dekat Gunung Mantap, titik tertinggi di situs uji coba itu.

“Efek tersebut lebih parah dan luas dibanding lima uji coba yang dilakukan Korea Utara sebelumnya,” ujar 38 North dalam situsnya.

Sejumlah ahli meyakini bahwa uji coba bom nuklir itu menyebabkan runtuhnya terowongan bawah tanah di Punggye-ri, Korea Utara.

 

Sumber : Liputan6.com

VIDEO

IKLAN

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

BACA JUGA

FKPA-MU Gelar Aksi Peduli Kemanusiaan dan Kampanye Lingkungan

Ternate -- Forum Komunikasi Pecinta Alam Maluku Utara (FKPA-MU) gelar Aksi Galang Dana Peduli Kemanusiaan untuk masyarakat Halmahera Utara (Halut) yang tertimpa musibah banjir beberapa waktu lalu. Dalam waktu...

Ketua DPD Partai Beringin Karya Kota Ternate Minta...

Ternate -- Pengajuan Pergantian Antar Waktu (PAW) dua orang anggota DPRD Kota Ternate dari Partai Berkarya, berbuntut pengembalian kewenangan dari BANMUS DPRD Kota Ternate ke internal Partai. Ketua DPD Partai...

Dirut RSUD Chasan Boesoirie Sebut Banyak Masyarakat yang...

Ternate -- Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Boesoirie, dr. Syamsul Bahri menanggapi soal isu yang berkembang dan Asumsi negatif masyarakat terkait  Vaksinasi. Menurutnya, bicara soal vaksinasi itu sudah...

P2A Kota Ternate Mencatat Sebanyak 15 Kasus Sepanjang...

Ternate — Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2A) Kota Ternate mencatat sebanyak 15 Kasus sepanjang Tahun 2020, diantaranya Kasus Penelantaraan Anak, Kekerasan Terhadap Anak, Hak Asuh Anak, Pencabulan, dan...

Inspektorat Taliabu Belum Teruskan Hasil Audit ADD dan...

Taliabu - Penaganan Kasus Audit ADD dan DD Desa Loseng Kecamatan Taliabu Timur selatan kabupaten Pulau Taliabu hingga kini belum juga diserahkan oleh pihak inspektorat ke Polres Kepulauan Sula. Berdasarkan...

Kuasa Hukum Usman-Bassam Siap Hadapi Gugatan Helmi-Ode di...

Labuha — Kuasa Hukum Usman-Bassam bersama Kantor Hukum AWK dan Partners menyatakan siap menghadapi gugatan dari Paslon Helmi-Ode dalam sidang gugatan, di Mahkamah Konstitusi (MK) yang bakal mulai digelar,...

Antisipasi Bencana Alam, Kadis BPBD Halteng Himbau Masyarakat...

Weda --  Mencermati terkait bencana alam yang menimpa dibeberapa Propinsi di indonesia beberapa waktu lalu telah, Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) menghimbau kepada Masyarakat Agar...

Komisi III DPR Setujui Listyo Sigit Prabowo Sebagai...

Jakarta -- Ketua Komisi III DPR RI, Herman Herry menyampaikan bahwa setelah melakukan uji kelayakan atau fit and proper test, serta mendengarkan pendapat akhir dari semua fraksi-fraksi komisi bidang...

Pekan Depan Wiratama Mewisudakan Mahasiswa Dua Prodi

Ternate - Pekan depan pihak yayasan Wiratama Ternate, gelar wisuda untuk dua Prodi yang sempat tertunda beberapa kali jadwal wisudanya. Dua Prodi tersebut yakni Prodi Menejmen informatika dan Komputer...
error: