TERPOPULER

Pemda Halsel Bakal Terapkan Sanksi Bagi Warga...

Labuha -- Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) bakal memberlakukan sanksi bagi siapa saja yang menolak Vaksin Sinovac sebagaimana ketentuan...

Senin Besok, Polda Malut bersama Tim Penanggulangan...

Ternate -- Tim gabungan penanggulangan pandemic Covid-19 Provinsi Maluku Utara akan melaksanakan penyemprotan masal di Kota Ternate, guna menangkal...

Terkait Aksi Protes dan Pemalangan Kantor BP2RD...

Ternate - Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Ternate, Ahmad Yani Abdurahman menanggapi aksi protes dan...

Ketum HPMWB Tegaskan PT. STS Jangan Main-main...

Maba -- Ketua Umum Himpunan Pelajar Mahasiswa Wilayah Buli (HPMWB) sebut perusahaan tambang PT. STS yang beroperasi di wilayah...

Bupati Halsel Tolak Diwawancarai Soal Vaksinasi Sinovac,...

Labuha -- Bupati Halmahera Selatan (Halsel), Bahrain Kasuba menolak saat diwawancarai wartawan terkait Imunisasi Vaksin sinovac, Rabu (13/01/20). Bahrain...

Pemda Halsel Yakin Semua Masyarakat Siap Menerima...

Labuha -- Jelang kegiatan Vaksinasi Sinovak Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meyakini bahwa semua masyarakat akan menerima (bersedia) untuk...

Pemda Halsel Bakal Terapkan Sanksi Bagi Warga...

Labuha -- Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) bakal memberlakukan sanksi bagi siapa saja yang menolak Vaksin Sinovac sebagaimana ketentuan...

Senin Besok, Polda Malut bersama Tim Penanggulangan...

Ternate -- Tim gabungan penanggulangan pandemic Covid-19 Provinsi Maluku Utara akan melaksanakan penyemprotan masal di Kota Ternate, guna menangkal...

Terkait Aksi Protes dan Pemalangan Kantor BP2RD...

Ternate - Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Ternate, Ahmad Yani Abdurahman menanggapi aksi protes dan...

Ketum HPMWB Tegaskan PT. STS Jangan Main-main...

Maba -- Ketua Umum Himpunan Pelajar Mahasiswa Wilayah Buli (HPMWB) sebut perusahaan tambang PT. STS yang beroperasi di wilayah...

Bupati Halsel Tolak Diwawancarai Soal Vaksinasi Sinovac,...

Labuha -- Bupati Halmahera Selatan (Halsel), Bahrain Kasuba menolak saat diwawancarai wartawan terkait Imunisasi Vaksin sinovac, Rabu (13/01/20). Bahrain...

ARTIKEL TERKAIT

Perang Korut-AS Kemungkinan Pecah, Inggris Diminta Turun Tangan

|

i-malut.com, London – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Korea Utara saat ini begitu tinggi sehingga pecahnya perang adalah “kemungkinan nyata” yang harus dipersiapkan oleh Inggris. Demikian peringatan yang dilontarkan oleh sebuah lembaga think tank pertahanan.

Konflik yang meletus antara Washington dan Pyongyang diperkirakan akan mengakibatkan ratusan ribu korban tewas, berdampak signifikan pada ekonomi global dan memiliki implikasi mendalam terhadap lanskap politik dan diplomatik Asia Timur. Hal tersebut diungkap dalam laporan Royal United Services Institute.

“Laporan ini tidak menyebutkan bahwa perang akan terjadi. Namun, probabilitas perang adalah prospek yang tidak menyenangkan,” terang Profesor Malcolm Chalmers yang menulis laporan tersebut seperti dikutip dari Telegraph.co.uk pada Jumat (29/9/2017).

Dunia menyaksikan bagaimana konflik antara Korut dan AS telah meningkat selama satu tahun terakhir seiring dengan ambisi tiada henti Pyongyang atas program nuklir dan rudal yang dimaksudkan untuk mencapai “keseimbangan kekuasaan”.

Serangkaian uji coba nuklir dan rudal Korut sepanjang tahun ini membuat pejabat AS khawatir bahwa Pyongyang telah lebih dekat dengan pengembangan rudal balistik antar benua yang mampu menghantam wilayah Negeri Paman Sam.

Donald Trump, selaku Presiden AS, sudah menegaskan bahwa opsi militer atas Korut berada di atas meja, meski di lain sisi tekanan dan upaya diplomatik terus digenjot.

Teranyar, pada hari Kamis waktu setempat, China memerintahkan agar seluruh perusahaan Korut yang beroperasi di wilayahya tutup per Januari 2018. Langkah ini dinilai akan memukul keras Pyongyang, mengingat Beijing merupakan sekutu dan mitra dagang utama mereka.

Adam Smith, mantan staf Dewan Keamanan Nasional di masa pemerintahan Barack Obama memperingatkan bahwa AS telah mencapai akhir upaya diplomatiknya dan sanksi terbaru bisa jadi yang terakhir.

“Kita hanya bisa berharap, bahwa konsekuensi ekonomi bagi Korut atas sejumlah sanksi akan cukup memadai untuk membantu menghindari konflik yang tidak menstabilkan dunia,” tulis Smith di Daily Telegraph.

Inggris Diminta Turun Tangan

Profesor Malcolm Chalmers dalam laporannya mengingatkan bahwa perang antara Korut dan AS dapat meletus akibat dua hal. Pertama, serangan pre-emptive AS yang bertujuan menganggu program senjata nuklir Korut. Kedua, serangan Korut ke Korea Selatan, Jepang atau bahkan wilayah AS.

Salah satu skenario dalam konflik bersenjata AS-Korut adalah kemungkinan itu akan meningkat menjadi perang skala penuh yang berujung pada invasi AS ke Korut, disertai dengan kampanye siber dan udara untuk menghancurkan serta menganggu komunikasi, komando, dan kontrol.

Korut kemungkinan akan meluncurkan serangan rudal artileri dan taktis ke Seoul yang akan memicu jatuhnya korban sipil dalam jumlah yang tinggi.

Laporan tersebut juga mengungkap bahwa pasukan AS dan Korsel yang berteknologi tinggi kemungkinan akan mengalahkan jutaan tentara Korut dalam sebuah pertempuran yang sulit. Sementara, jenderal-jenderal Korut diperkirakan akan menggunakan taktik perang asimetris dengan penggunaan senjata nuklir demi melawan ketidakseimbangan kekuatan.

Profesor Chalmers pun meminta pemerintah Inggris untuk mendesak AS agar tidak mempertimbangkan untuk melakukan serangan lebih dulu terhadap Korut serta berkonsultasi dengan sekutu regional seperti Korsel, Jepang, dan Australia.

Sumber : Liputam6.com

Iklan Video

KOMENTAR

BERITA LAINNYA

Bawaslu Taliabu Dinilai Acuh Soal Proses Pelanggaran Administrasi Hibah Lahan Desa Sahu

Taliabu - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pulau Taliabu hingga saat ini belum meneruskan...

Inovasi, Adaptasi, dan Kolaborasi, Program Unggulan Dispar Kota Ternate Tahun 2021

Ternate -- Dinas Pariwisata Kota Ternate canangkan 3 program unggulan pada tahun 2021 ini, yakni...

Ketua Komisi III DPRD Halteng, Aswar Salim : Saya Siap Divaksin

Weda -- Aswar Salim S.IP yang merupakan ketua komisi III Dewan Perwakilan Rakyat daerah (DPRD)...

Perang Korut-AS Kemungkinan Pecah, Inggris Diminta Turun Tangan

i-malut.com, London – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Korea Utara saat ini begitu tinggi sehingga pecahnya perang adalah “kemungkinan nyata” yang harus dipersiapkan oleh Inggris. Demikian peringatan yang dilontarkan oleh sebuah lembaga think tank pertahanan.

Konflik yang meletus antara Washington dan Pyongyang diperkirakan akan mengakibatkan ratusan ribu korban tewas, berdampak signifikan pada ekonomi global dan memiliki implikasi mendalam terhadap lanskap politik dan diplomatik Asia Timur. Hal tersebut diungkap dalam laporan Royal United Services Institute.

“Laporan ini tidak menyebutkan bahwa perang akan terjadi. Namun, probabilitas perang adalah prospek yang tidak menyenangkan,” terang Profesor Malcolm Chalmers yang menulis laporan tersebut seperti dikutip dari Telegraph.co.uk pada Jumat (29/9/2017).

Dunia menyaksikan bagaimana konflik antara Korut dan AS telah meningkat selama satu tahun terakhir seiring dengan ambisi tiada henti Pyongyang atas program nuklir dan rudal yang dimaksudkan untuk mencapai “keseimbangan kekuasaan”.

Serangkaian uji coba nuklir dan rudal Korut sepanjang tahun ini membuat pejabat AS khawatir bahwa Pyongyang telah lebih dekat dengan pengembangan rudal balistik antar benua yang mampu menghantam wilayah Negeri Paman Sam.

Donald Trump, selaku Presiden AS, sudah menegaskan bahwa opsi militer atas Korut berada di atas meja, meski di lain sisi tekanan dan upaya diplomatik terus digenjot.

Teranyar, pada hari Kamis waktu setempat, China memerintahkan agar seluruh perusahaan Korut yang beroperasi di wilayahya tutup per Januari 2018. Langkah ini dinilai akan memukul keras Pyongyang, mengingat Beijing merupakan sekutu dan mitra dagang utama mereka.

Adam Smith, mantan staf Dewan Keamanan Nasional di masa pemerintahan Barack Obama memperingatkan bahwa AS telah mencapai akhir upaya diplomatiknya dan sanksi terbaru bisa jadi yang terakhir.

“Kita hanya bisa berharap, bahwa konsekuensi ekonomi bagi Korut atas sejumlah sanksi akan cukup memadai untuk membantu menghindari konflik yang tidak menstabilkan dunia,” tulis Smith di Daily Telegraph.

Inggris Diminta Turun Tangan

Profesor Malcolm Chalmers dalam laporannya mengingatkan bahwa perang antara Korut dan AS dapat meletus akibat dua hal. Pertama, serangan pre-emptive AS yang bertujuan menganggu program senjata nuklir Korut. Kedua, serangan Korut ke Korea Selatan, Jepang atau bahkan wilayah AS.

Salah satu skenario dalam konflik bersenjata AS-Korut adalah kemungkinan itu akan meningkat menjadi perang skala penuh yang berujung pada invasi AS ke Korut, disertai dengan kampanye siber dan udara untuk menghancurkan serta menganggu komunikasi, komando, dan kontrol.

Korut kemungkinan akan meluncurkan serangan rudal artileri dan taktis ke Seoul yang akan memicu jatuhnya korban sipil dalam jumlah yang tinggi.

Laporan tersebut juga mengungkap bahwa pasukan AS dan Korsel yang berteknologi tinggi kemungkinan akan mengalahkan jutaan tentara Korut dalam sebuah pertempuran yang sulit. Sementara, jenderal-jenderal Korut diperkirakan akan menggunakan taktik perang asimetris dengan penggunaan senjata nuklir demi melawan ketidakseimbangan kekuatan.

Profesor Chalmers pun meminta pemerintah Inggris untuk mendesak AS agar tidak mempertimbangkan untuk melakukan serangan lebih dulu terhadap Korut serta berkonsultasi dengan sekutu regional seperti Korsel, Jepang, dan Australia.

Sumber : Liputam6.com

VIDEO

IKLAN

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

BACA JUGA

Jum’at Pekan Depan, Mahasiswa Patani Timur Gelar LDK

Weda -- Mahasiswa Patani Timur (MPT) dari tiga organisasi, yakni Himpunan Pelajar Mahasiswa Peniti Damuli (HPMPD), Ikatan Pelajar Mahasiswa Masure (IPMM), dan Himpunan Pelajar Mahasiswa Sakam Nursifa (HPMS-N) akan...

Mamat Jalil : Besok KPU Haltim Buka Kotak...

Maba -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) Provinsi Maluku Utara (Malut) merencanakan, pada hari selasa (19/01) besok, akan membuka kotak suara hasil Pemilihan Bupati dan Wakil...

Usulan PAW Anggota DPRD Kota Ternate dari Partai Berkarya...

Ternate -- Pengajuan Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap dua orang anggota DPRD Kota Ternate dari partai Berkarya, telah dibahas oleh Badan Musyawarah (BANMUS) DPRD Kota Ternate. Ketua BANMUS DPRD Kota...

Inovasi, Adaptasi, dan Kolaborasi, Program Unggulan Dispar Kota...

Ternate -- Dinas Pariwisata Kota Ternate canangkan 3 program unggulan pada tahun 2021 ini, yakni program Inovasi, Adaptasi, dan Kolaborasi, yang bertujuan untuk menggerakkan pelaku UMKM ditengah Covid-19. Hal...

DKC Gerakan Pramuka Halteng dan 6 Gugus Depan,...

Weda -- Dewan Kerja Cabang (DKC) Gerakan Pramuka Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) bersama enam Gugus Depan, pada Senin (18/01) sore tadi mengelar galang dana sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat...

Tahun 2021, ATR/BPN Target Daftarkan 500 Bidang Tanah

Ternate -- Kementerian Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kota Ternate, melalui Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) pada tahun 2020 kemarin berhasil mendaftarkan 550 bidang tanah....

Dua Pejabat Polres Haltim Berganti

Maba -- Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Provinsi Maluku Utara (Malut) melakukan mutasi dua pejabat Polres Kabupaten Halmahera Timur (Haltim). Mutasi jabatan berdasarkan Surat Telegram Kapolda Malut Nomor: ST/653/XII/2020/Ro Sdm...

DPRD Haltim di Minta Sahkan Perda Pariwisata

Maba -- Kepala Dinas Parwisata dan Kebudayaan Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) Provinsi Maluku Utara (Malut) Hardi Musa, mendesak Dewan Perwakilan Rakya Daerah (DPRD) Haltim untuk mengesahkan Peraturan Daerah (Perda)...

Senin Besok, Polda Malut bersama Tim Penanggulangan Covid-19...

Ternate -- Tim gabungan penanggulangan pandemic Covid-19 Provinsi Maluku Utara akan melaksanakan penyemprotan masal di Kota Ternate, guna menangkal dan meminimalisir penyebaran virus Covid-19 di wilayah Maluku Utara, Kegiatan penyemprotan...