TERPOPULER

Bupati Halsel Dianggap Remehkan Surat Edaran Mendagri

Labuha — Bupati Halmahera Selatan (Halsel), Bahrain Kasuba dianggap telah meremehkan edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Jenderal Polisi (Purn.)...

Senin Besok, Polda Malut bersama Tim Penanggulangan...

Ternate -- Tim gabungan penanggulangan pandemic Covid-19 Provinsi Maluku Utara akan melaksanakan penyemprotan masal di Kota Ternate, guna menangkal...

Ketum HPMWB Tegaskan PT. STS Jangan Main-main...

Maba -- Ketua Umum Himpunan Pelajar Mahasiswa Wilayah Buli (HPMWB) sebut perusahaan tambang PT. STS yang beroperasi di wilayah...

Terkait Aksi Protes dan Pemalangan Kantor BP2RD...

Ternate - Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Ternate, Ahmad Yani Abdurahman menanggapi aksi protes dan...

Dalam Waktu Dekat, PD SPSI Akan Bentuk...

Ternate — Pengurus Pimpinan Daerah Federasi Serikat Kimia, Energi dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PD FSP KEP SPSI)...

Usulan PAW Anggota DPRD Kota Ternate dari Partai...

Ternate -- Pengajuan Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap dua orang anggota DPRD Kota Ternate dari partai Berkarya, telah dibahas...

Bupati Halsel Dianggap Remehkan Surat Edaran Mendagri

Labuha — Bupati Halmahera Selatan (Halsel), Bahrain Kasuba dianggap telah meremehkan edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Jenderal Polisi (Purn.)...

Senin Besok, Polda Malut bersama Tim Penanggulangan...

Ternate -- Tim gabungan penanggulangan pandemic Covid-19 Provinsi Maluku Utara akan melaksanakan penyemprotan masal di Kota Ternate, guna menangkal...

Ketum HPMWB Tegaskan PT. STS Jangan Main-main...

Maba -- Ketua Umum Himpunan Pelajar Mahasiswa Wilayah Buli (HPMWB) sebut perusahaan tambang PT. STS yang beroperasi di wilayah...

Terkait Aksi Protes dan Pemalangan Kantor BP2RD...

Ternate - Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Ternate, Ahmad Yani Abdurahman menanggapi aksi protes dan...

Dalam Waktu Dekat, PD SPSI Akan Bentuk...

Ternate — Pengurus Pimpinan Daerah Federasi Serikat Kimia, Energi dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PD FSP KEP SPSI)...

ARTIKEL TERKAIT

Duplikat Bahtera Nabi Nuh Resmi Menuju Israel

|

i-malut.com, AMSTERDAM — Pengusaha kaya raya kebangsaan Yahudi, Johan Huibers membangun kapal besar yang diklaim duplikat bahtera (perahu) Nabi Nuh AS. Kapal besar ini telah berlayar di Sungai Maas, Belanda menuju Israel.

Johan membangun perahu selama lima tahun lebih yang lalu dengan bahan-bahan sesuai yang tercantum dalam Alkitab , kapal setinggi 390 kaki, lebar 75 kaki berbahan dasar 12.000 pohon kayu.

Dan sekarang, kapal itu untuk membawanya ke tempat kelahiran Yesus Kristus setelah mengumumkan rencana untuk berlayar ke Israel.

“Tujuan yang saya untuk membawa kapal bahtera ini ke Israel. Ini adalah salinan dari kapal Tuhan. dan akan membawanya ke tanah Tuhan. Saya mencintai tanah Israel, saya mencintai negara ini, saya mencintai rakyat.” tutur Johan seperti dilansir Daily Star.

Dikutip dari SINDONews, Selasa (27/11/2018), Johan berbicara menunjuk ke salinan Alkitabnya dan berkata: “Mungkin terdengar menakutkan, tapi saya percaya semua yang tertulis di alkitab,”

Johan menyatakan bahwa dia membangun bahtera untuk menunjukkan bahwa Tuhan ada, mengungkapkan hanya tujuh orang yang membangunnya selama empat tahun, hal ini menunjukkan bahwa sangat mungkin Nabi Nuh dapat membangun perahu besar pada zaman Alkitab.

Dalam riwayatnya, Nabi Nuh diperintahkan Tuhan untuk membangun sebuah bahtera karena banjir akan melanda. Dia disuruh membawa setiap pasangan hewan—jantan dan betina—yang hidup di darat atau pun yang terbang, sehingga spesies mereka bisa bertahan dan bereproduksi setelah banjir reda.

Cerita “Bahtera Nuh” diduga terjadi 10.000 tahun yang lalu.

Kabar yang mengaitkan dengan Nabi Nuh bukan yang pertama, sebelumnya dosen Turki bernama Dr Yavuz Ornek mengklaim bahwa teknologi modern sudah ada pada saat itu.

Dosen Ilmu Kelautan di Istanbul University itu mengatakan, Nabi Nuh saat itu sudah memiliki ponsel atau telepon genggam.

“Nuh menggunakan teleponnya untuk menelpon anaknya saat dia berada sekian kilometer jauhnya dari dia,” kata Ornek. Namun, akademisi Turki itu tidak menyebutkan apakah ponsel Nabi Nuh berjenis smartphone atau ponsel flip.

”Ada gelombang setinggi 300 sampai 400 meter dan putra Nabi Nuh berada beberapa kilometer jauhnya. Alquran mengatakan bahwa Nuh berbicara dengan anaknya. Tapi bagaimana mereka bisa berkomunikasi? Apakah itu sebuah keajaiban? Bisa jadi. Tapi kami yakin dia berkomunikasi dengan anaknya melalui telepon genggam,” kata Ornek

Pendapat unik tentang kisah Nabi Nuh tidak sampai di situ. Dia juga mengklaim bahwa bahtera tersebut dibangun dengan menggunakan pelat baja, bukan kayu. Bahkan, kata dia, kapal tersebut menggunakan energi nuklir.

”Saya seorang ilmuwan, saya berbicara untuk sains,” kata Ornek menegaskan kapasitasnya untuk mendukung klaim unik itu.

Dalam kitab suci, banjir kala itu surut setelah 40 hari 40 malam. Menurut Ornek, Nabi Nuh tidak menggunakan burung merpati seperti yang dikatakan dalam Alkitab untuk mengecek kondisi banjir. Sebagai gantinya, dia menggunakan pesawat tak berawak.

”Begini, mengapa Anda mengirim seekor merpati saat ada teknologi canggih yang tersedia?,” ujar Ornek ketika penyiar TRT skeptis tentang klaimnya tanpa ada bukti ilmiah. (wbs)

Iklan Video

KOMENTAR

BERITA LAINNYA

DKC Gerakan Pramuka Halteng dan 6 Gugus Depan, Galang Dana Peduli Sulbar dan Kalsel

Weda -- Dewan Kerja Cabang (DKC) Gerakan Pramuka Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) bersama enam Gugus...

Ketua DPD Partai Beringin Karya Kota Ternate Minta BANMUS Tindak Lanjuti Usulan PAW

Ternate -- Pengajuan Pergantian Antar Waktu (PAW) dua orang anggota DPRD Kota Ternate dari Partai...

Antisipasi Bencana Alam, Kadis BPBD Halteng Himbau Masyarakat Waspada

Weda --  Mencermati terkait bencana alam yang menimpa dibeberapa Propinsi di indonesia beberapa waktu lalu telah,...

Duplikat Bahtera Nabi Nuh Resmi Menuju Israel

i-malut.com, AMSTERDAM — Pengusaha kaya raya kebangsaan Yahudi, Johan Huibers membangun kapal besar yang diklaim duplikat bahtera (perahu) Nabi Nuh AS. Kapal besar ini telah berlayar di Sungai Maas, Belanda menuju Israel.

Johan membangun perahu selama lima tahun lebih yang lalu dengan bahan-bahan sesuai yang tercantum dalam Alkitab , kapal setinggi 390 kaki, lebar 75 kaki berbahan dasar 12.000 pohon kayu.

Dan sekarang, kapal itu untuk membawanya ke tempat kelahiran Yesus Kristus setelah mengumumkan rencana untuk berlayar ke Israel.

“Tujuan yang saya untuk membawa kapal bahtera ini ke Israel. Ini adalah salinan dari kapal Tuhan. dan akan membawanya ke tanah Tuhan. Saya mencintai tanah Israel, saya mencintai negara ini, saya mencintai rakyat.” tutur Johan seperti dilansir Daily Star.

Dikutip dari SINDONews, Selasa (27/11/2018), Johan berbicara menunjuk ke salinan Alkitabnya dan berkata: “Mungkin terdengar menakutkan, tapi saya percaya semua yang tertulis di alkitab,”

Johan menyatakan bahwa dia membangun bahtera untuk menunjukkan bahwa Tuhan ada, mengungkapkan hanya tujuh orang yang membangunnya selama empat tahun, hal ini menunjukkan bahwa sangat mungkin Nabi Nuh dapat membangun perahu besar pada zaman Alkitab.

Dalam riwayatnya, Nabi Nuh diperintahkan Tuhan untuk membangun sebuah bahtera karena banjir akan melanda. Dia disuruh membawa setiap pasangan hewan—jantan dan betina—yang hidup di darat atau pun yang terbang, sehingga spesies mereka bisa bertahan dan bereproduksi setelah banjir reda.

Cerita “Bahtera Nuh” diduga terjadi 10.000 tahun yang lalu.

Kabar yang mengaitkan dengan Nabi Nuh bukan yang pertama, sebelumnya dosen Turki bernama Dr Yavuz Ornek mengklaim bahwa teknologi modern sudah ada pada saat itu.

Dosen Ilmu Kelautan di Istanbul University itu mengatakan, Nabi Nuh saat itu sudah memiliki ponsel atau telepon genggam.

“Nuh menggunakan teleponnya untuk menelpon anaknya saat dia berada sekian kilometer jauhnya dari dia,” kata Ornek. Namun, akademisi Turki itu tidak menyebutkan apakah ponsel Nabi Nuh berjenis smartphone atau ponsel flip.

”Ada gelombang setinggi 300 sampai 400 meter dan putra Nabi Nuh berada beberapa kilometer jauhnya. Alquran mengatakan bahwa Nuh berbicara dengan anaknya. Tapi bagaimana mereka bisa berkomunikasi? Apakah itu sebuah keajaiban? Bisa jadi. Tapi kami yakin dia berkomunikasi dengan anaknya melalui telepon genggam,” kata Ornek

Pendapat unik tentang kisah Nabi Nuh tidak sampai di situ. Dia juga mengklaim bahwa bahtera tersebut dibangun dengan menggunakan pelat baja, bukan kayu. Bahkan, kata dia, kapal tersebut menggunakan energi nuklir.

”Saya seorang ilmuwan, saya berbicara untuk sains,” kata Ornek menegaskan kapasitasnya untuk mendukung klaim unik itu.

Dalam kitab suci, banjir kala itu surut setelah 40 hari 40 malam. Menurut Ornek, Nabi Nuh tidak menggunakan burung merpati seperti yang dikatakan dalam Alkitab untuk mengecek kondisi banjir. Sebagai gantinya, dia menggunakan pesawat tak berawak.

”Begini, mengapa Anda mengirim seekor merpati saat ada teknologi canggih yang tersedia?,” ujar Ornek ketika penyiar TRT skeptis tentang klaimnya tanpa ada bukti ilmiah. (wbs)

VIDEO

IKLAN

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

BACA JUGA

FKPA-MU Gelar Aksi Peduli Kemanusiaan dan Kampanye Lingkungan

Ternate -- Forum Komunikasi Pecinta Alam Maluku Utara (FKPA-MU) gelar Aksi Galang Dana Peduli Kemanusiaan untuk masyarakat Halmahera Utara (Halut) yang tertimpa musibah banjir beberapa waktu lalu. Dalam waktu...

Ketua DPD Partai Beringin Karya Kota Ternate Minta...

Ternate -- Pengajuan Pergantian Antar Waktu (PAW) dua orang anggota DPRD Kota Ternate dari Partai Berkarya, berbuntut pengembalian kewenangan dari BANMUS DPRD Kota Ternate ke internal Partai. Ketua DPD Partai...

Dirut RSUD Chasan Boesoirie Sebut Banyak Masyarakat yang...

Ternate -- Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Boesoirie, dr. Syamsul Bahri menanggapi soal isu yang berkembang dan Asumsi negatif masyarakat terkait  Vaksinasi. Menurutnya, bicara soal vaksinasi itu sudah...

P2A Kota Ternate Mencatat Sebanyak 15 Kasus Sepanjang...

Ternate — Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2A) Kota Ternate mencatat sebanyak 15 Kasus sepanjang Tahun 2020, diantaranya Kasus Penelantaraan Anak, Kekerasan Terhadap Anak, Hak Asuh Anak, Pencabulan, dan...

Inspektorat Taliabu Belum Teruskan Hasil Audit ADD dan...

Taliabu - Penaganan Kasus Audit ADD dan DD Desa Loseng Kecamatan Taliabu Timur selatan kabupaten Pulau Taliabu hingga kini belum juga diserahkan oleh pihak inspektorat ke Polres Kepulauan Sula. Berdasarkan...

Kuasa Hukum Usman-Bassam Siap Hadapi Gugatan Helmi-Ode di...

Labuha — Kuasa Hukum Usman-Bassam bersama Kantor Hukum AWK dan Partners menyatakan siap menghadapi gugatan dari Paslon Helmi-Ode dalam sidang gugatan, di Mahkamah Konstitusi (MK) yang bakal mulai digelar,...

Antisipasi Bencana Alam, Kadis BPBD Halteng Himbau Masyarakat...

Weda --  Mencermati terkait bencana alam yang menimpa dibeberapa Propinsi di indonesia beberapa waktu lalu telah, Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) menghimbau kepada Masyarakat Agar...

Komisi III DPR Setujui Listyo Sigit Prabowo Sebagai...

Jakarta -- Ketua Komisi III DPR RI, Herman Herry menyampaikan bahwa setelah melakukan uji kelayakan atau fit and proper test, serta mendengarkan pendapat akhir dari semua fraksi-fraksi komisi bidang...

Pekan Depan Wiratama Mewisudakan Mahasiswa Dua Prodi

Ternate - Pekan depan pihak yayasan Wiratama Ternate, gelar wisuda untuk dua Prodi yang sempat tertunda beberapa kali jadwal wisudanya. Dua Prodi tersebut yakni Prodi Menejmen informatika dan Komputer...
error: