TERPOPULER

Paslon Ubaid-Anjas kuasai Forum Debat Kandidat Tahap...

Maba -- Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Drs. Hi Ubaid Yakub, MPA bersama Anjas Taher, SE.M.Si tampak...

Blusukan Aliong dan Ningsih diduga rugikan Pedagang...

Sanana -- Blusukan yang dilakukan Bupati non aktif Kab. Pulau Taliabu, Aliong Mus, beserta Adiknya yang juga Calon Bupati...

Kritik Pedas untuk Kinerja Bawaslu Kepulauan Sula

Sanana -- Kritikan Pedas dialamatkan ke Bawaslu Kab. Kepulauan Sula (Kepsul). Kritik ini disampaikan oleh Tim Hukum dan Advokasi...

Bawaslu Sula dinilai beri kelonggaran untuk Keluarga...

Sanana -- Perumpamaan gelar 'Karpet Merah' sepertinya tepat untuk menganalogikan kinerja Bawaslu Sula terhadap Paslon Bupati dan Wakil Bupati...

Elang-Rahim penuhi janji hadirkan Jaringan Telkomsel di...

Weda -- Elang-Rahim dalam acara tatap muka didesa Loleo dan Aer Salobar kecamatan Weda Selatan kabupaten Halmahera Tengah (Halteng)...

Belum seminggu Pjs. Bupati Sula Komitmen soal...

Sanana -- Belum seminggu Pjs. Bupati Sula Idham Umasangadji menyatakan sikap terkait pencegahan Covid-19, tepatnya Rabu 18-11-2020 ketika menggelar...

Paslon Ubaid-Anjas kuasai Forum Debat Kandidat Tahap...

Maba -- Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Drs. Hi Ubaid Yakub, MPA bersama Anjas Taher, SE.M.Si tampak...

Blusukan Aliong dan Ningsih diduga rugikan Pedagang...

Sanana -- Blusukan yang dilakukan Bupati non aktif Kab. Pulau Taliabu, Aliong Mus, beserta Adiknya yang juga Calon Bupati...

Kritik Pedas untuk Kinerja Bawaslu Kepulauan Sula

Sanana -- Kritikan Pedas dialamatkan ke Bawaslu Kab. Kepulauan Sula (Kepsul). Kritik ini disampaikan oleh Tim Hukum dan Advokasi...

Bawaslu Sula dinilai beri kelonggaran untuk Keluarga...

Sanana -- Perumpamaan gelar 'Karpet Merah' sepertinya tepat untuk menganalogikan kinerja Bawaslu Sula terhadap Paslon Bupati dan Wakil Bupati...

Elang-Rahim penuhi janji hadirkan Jaringan Telkomsel di...

Weda -- Elang-Rahim dalam acara tatap muka didesa Loleo dan Aer Salobar kecamatan Weda Selatan kabupaten Halmahera Tengah (Halteng)...

ARTIKEL TERKAIT

Jadikan Istri PSK dan Perkosa Putri, Pria Singapura Dibui 25,5 Tahun

|

 

i-malut.com — Pria Singapura yang memaksa istrinya menjadi pekerja seks komersial (PSK) dijatuhi hukuman penjara 25,5 tahun serta 24 kali cambukan, dalam sidang, Selasa (19/2).

Pria pengangguran berusia 27 tahun itu memaksa istrinya menjadi perempuan penghibur agar mendapat uang untuk membiayai susu dan popok anak mereka.

Tak hanya itu, dia juga memerkosa anak perempuannya berusia 6 tahun. Keponakannya, berusia 13 tahun, juga menjadi korban pelecehan seksual.

“Anda monster,” kata hakim Pengadilan Tinggi, Chan Seng Onn, saat sidang, seperti dikutip dari The Straits Times via iNews, Rabu (20/2).

“Perilaku seksual yang kejam, pelanggaran yang belum pernah terjadi sebelumnya serta keterlibatannya secara seksual dalam mengeksploitasi tiga perempuan paling rentan, yang seharusnya menjadi tanggung jawabnya untuk melindungi mereka,” kata hakim.

Sementara itu jaksa menyebut kasus menjadikan istri sebagai PSK ini sebagai kejahatan perdagangan manusia paling parah di Singapura.

Menurut jaksa, pelaku, tidak disebutkan identitasnya untuk melindungi jati diri para korban, melakukan kekerasan kepada istrinya (28) secara terus menerus.

Selama 3 bulan, yakni Juni hingga Agustus 2016, sang istri melayani 138 pria lalu penghasilan yang didapat yakni 11.000 dolar Singapura diserahkan kepada pelaku. Pelaku menjual istrinya secara online serta mengajarinya bagaimana cara mencari pria hidung belang.

Setiap 1 jam kencan, dia dibayar antara 80 dan 100 dolar dan 120 dolar Singapura untuk 2 jam.

Kasus ini terungkap setelah ibu pelaku melaporkan anaknya ke polisi pada 20 Agustus 2016 karena perilaku seks menyimpang terhadap cucunya. Setelah menelusuri, ternyata menantunya juga menjadi korban kebrutalan seksual pelaku.

Pengadilan juga menyebut, pelaku memiliki sejarah panjang melakukan kekerasan kepada istrinya, bahkan sebelum mereka menikah pada 2012.

Dia mulai memukuli korban pada 2009, setahun setelah mereka memulai hubungan. Kekerasan semakin parah bahkan saat korban tengah hamil. Sejak Juni 2015, pelaku memukulinya setidaknya sepekan sekali.

Sementara itu korban tidak berani mengadu ke keluarga maupun polisi karena diancam akan dibunuh.

Sebuah penilaian psikiatris menyebut, pelaku memiliki kepribadian antisosial dan berisiko bagi putrinya. Laporan juga mencatat dia merasa sombong dengan melakukan eksploitasi seksual terhadap korban.

Video Pesan Layanan Masyarakat

KOMENTAR

BERITA LAINNYA

Paslon Ubaid-Anjas kuasai Forum Debat Kandidat Tahap II

Maba -- Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Drs. Hi Ubaid Yakub, MPA bersama...

Masyarakat Dorolamo siap menangkan Ubaid-Anjas

Maba -- Masyarakat Desa Dorolamo Kecamatan Maba Tengah Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) siap menangkan Pasangan...

Pemerintah Kelurahan Kasturian Prioritaskan DK Tahap II untuk Program Fisik

Ternate -- Pemerintah Kelurahan Kasturian, Kecamatan Kota Ternate Utara telah menerima Dana Kelurahan (DK) Tahap...

Jadikan Istri PSK dan Perkosa Putri, Pria Singapura Dibui 25,5 Tahun

|

 

i-malut.com — Pria Singapura yang memaksa istrinya menjadi pekerja seks komersial (PSK) dijatuhi hukuman penjara 25,5 tahun serta 24 kali cambukan, dalam sidang, Selasa (19/2).

Pria pengangguran berusia 27 tahun itu memaksa istrinya menjadi perempuan penghibur agar mendapat uang untuk membiayai susu dan popok anak mereka.

Tak hanya itu, dia juga memerkosa anak perempuannya berusia 6 tahun. Keponakannya, berusia 13 tahun, juga menjadi korban pelecehan seksual.

“Anda monster,” kata hakim Pengadilan Tinggi, Chan Seng Onn, saat sidang, seperti dikutip dari The Straits Times via iNews, Rabu (20/2).

“Perilaku seksual yang kejam, pelanggaran yang belum pernah terjadi sebelumnya serta keterlibatannya secara seksual dalam mengeksploitasi tiga perempuan paling rentan, yang seharusnya menjadi tanggung jawabnya untuk melindungi mereka,” kata hakim.

Sementara itu jaksa menyebut kasus menjadikan istri sebagai PSK ini sebagai kejahatan perdagangan manusia paling parah di Singapura.

Menurut jaksa, pelaku, tidak disebutkan identitasnya untuk melindungi jati diri para korban, melakukan kekerasan kepada istrinya (28) secara terus menerus.

Selama 3 bulan, yakni Juni hingga Agustus 2016, sang istri melayani 138 pria lalu penghasilan yang didapat yakni 11.000 dolar Singapura diserahkan kepada pelaku. Pelaku menjual istrinya secara online serta mengajarinya bagaimana cara mencari pria hidung belang.

Setiap 1 jam kencan, dia dibayar antara 80 dan 100 dolar dan 120 dolar Singapura untuk 2 jam.

Kasus ini terungkap setelah ibu pelaku melaporkan anaknya ke polisi pada 20 Agustus 2016 karena perilaku seks menyimpang terhadap cucunya. Setelah menelusuri, ternyata menantunya juga menjadi korban kebrutalan seksual pelaku.

Pengadilan juga menyebut, pelaku memiliki sejarah panjang melakukan kekerasan kepada istrinya, bahkan sebelum mereka menikah pada 2012.

Dia mulai memukuli korban pada 2009, setahun setelah mereka memulai hubungan. Kekerasan semakin parah bahkan saat korban tengah hamil. Sejak Juni 2015, pelaku memukulinya setidaknya sepekan sekali.

Sementara itu korban tidak berani mengadu ke keluarga maupun polisi karena diancam akan dibunuh.

Sebuah penilaian psikiatris menyebut, pelaku memiliki kepribadian antisosial dan berisiko bagi putrinya. Laporan juga mencatat dia merasa sombong dengan melakukan eksploitasi seksual terhadap korban.

Video Pesan Layanan Masyarakat

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Alien Mus ajak warga Binagara dan Inojaya menangkan...

Haltim -- Ketua DPW Partai Golongan Karya (Golkar) yang juga anggota DPR-RI Daerah Pemilihan (Dapil) Provinsi Maluku Utara (Malut) Alien Mus, memberikan mendukung kepada Pasangan Calon (Paslon) Ubaid-Anjas di...

Warga Ngele dan One May bersumpah tidak lagi...

Taliabu -- Masyarakat Desa Ngele dan One May Kecamatan Taliabu Barat Laut Kabupaten Pulau Taliabu bersumpah tidak lagi memilih pemimpin yang oleh mereka dianggap gagal. Mewakili masyarakat Desa Ngele dan...

Enos Loha siap menangkan Paslon Ubaid-Anjas

Haltim -- Enos Loha, salah satu pengusaha sukses dan juga orang berpengaruh yang memiliki basis riel menegaskan bakal siap menangkan Pasangan Calon (Paslon) Ubaid-Anjas. Hal ini disampaikan Enos pada saat...

Blusukan Aliong dan Ningsih diduga rugikan Pedagang Pasar

Sanana -- Blusukan yang dilakukan Bupati non aktif Kab. Pulau Taliabu, Aliong Mus, beserta Adiknya yang juga Calon Bupati Kab. Kepulauan Sula (Kepsul), Fifian Adeningsih Mus, diduga bukan saja...

Pj. Bupati : Jalankan Politik Damai di Pulau...

Bobong -- Suasana Pilkada Taliabu jelang hari H pencoblosan mulai memanas. Terpantau di media sosial baik Facebook maupun WhatsApp, para pendukung Paslon kerap saling serang. Para pendukung Paslon baik...

Peringati 1 Muharram, IPP Losbar gelar berbagai perlombaan

Weda -- Dalam Rangka memperingati 1 Muharram, Ikatan Pemuda pemudi (IPP) desa Loleo dan Desa Aer Salobar (Losbar) kecamatan Weda Selatan kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) akan menggelar berbagai perlombaan. Ketua...

Soal Gaji Petugas Covid 19 Pulau Taliabu, ini...

Taliabu -- Petugas gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pulau Taliabu dikabarkan belum menerima insentif kerja selama 3 bulan, ditambah dengan gaji pokok...

Bawaslu Sula dinilai beri kelonggaran untuk Keluarga Mus

Sanana -- Perumpamaan gelar 'Karpet Merah' sepertinya tepat untuk menganalogikan kinerja Bawaslu Sula terhadap Paslon Bupati dan Wakil Bupati tertentu, bagaimana tidak untuk kesekian kalinya Bawaslu Sula selalu memberi...

64 Peserta LK-1 HMI Komisariat Ekonomi Unkhair Ternate...

Ternate -- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Ekonomi Unkhair Ternate, gelar LK-1 (Basic Training) bertempat di Aula Asrama Haji Kel. Ngade Kec. Ternate Selatan Kota Ternate, Jum'at (27/11). Kegiatan LK-1...
error: