TERPOPULER

Dr. Muh. Nasir S. Tamalene : IKA...

Ternate -- Universitas Nahdatul Ulama Maluku Utara (UNUTARA) bakal segera hadir di Provinsi Maluku Utara. Kampus tersebut akan hadir...

HMI Cabang Ternate Minta PT. NHM Hentikan...

Ternate -- Covid-19 saat ini menjadi momok yang sangat menakutkan bagi masyarakat. Hal itulah yang membuat Pemerintah hadir dengan...

MAN I Halsel Buka Pendaftaran Guru Honorer,...

Halsel -- Madrasah Aliyah Negeri I Halmahera Selatan (MAN I HAL-SEL) membuka lowongan bagi tenaga pendidik baru (Guru Honorer)...

Bupati Halsel Dianggap Remehkan Surat Edaran Mendagri

Labuha — Bupati Halmahera Selatan (Halsel), Bahrain Kasuba dianggap telah meremehkan edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Jenderal Polisi (Purn.)...

Ketua DPD Partai Beringin Karya Kota Ternate...

Ternate -- Pengajuan Pergantian Antar Waktu (PAW) dua orang anggota DPRD Kota Ternate dari Partai Berkarya, berbuntut pengembalian kewenangan...

Amar Manaf : 2021 Sebagai Tahun Penguatan...

Sofifi -- Sebanyak 68 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara menerima SK PCPNS di Aula...

Dr. Muh. Nasir S. Tamalene : IKA...

Ternate -- Universitas Nahdatul Ulama Maluku Utara (UNUTARA) bakal segera hadir di Provinsi Maluku Utara. Kampus tersebut akan hadir...

HMI Cabang Ternate Minta PT. NHM Hentikan...

Ternate -- Covid-19 saat ini menjadi momok yang sangat menakutkan bagi masyarakat. Hal itulah yang membuat Pemerintah hadir dengan...

MAN I Halsel Buka Pendaftaran Guru Honorer,...

Halsel -- Madrasah Aliyah Negeri I Halmahera Selatan (MAN I HAL-SEL) membuka lowongan bagi tenaga pendidik baru (Guru Honorer)...

Bupati Halsel Dianggap Remehkan Surat Edaran Mendagri

Labuha — Bupati Halmahera Selatan (Halsel), Bahrain Kasuba dianggap telah meremehkan edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Jenderal Polisi (Purn.)...

Ketua DPD Partai Beringin Karya Kota Ternate...

Ternate -- Pengajuan Pergantian Antar Waktu (PAW) dua orang anggota DPRD Kota Ternate dari Partai Berkarya, berbuntut pengembalian kewenangan...

ARTIKEL TERKAIT

Ragam Mitos Kanker Serviks

|

i-malut.com — Kanker serviks merupakan penyakit kanker yang menyerang wanita. Sebanyak 500 ribu kasus baru kanker yang menyerang rahim wanita ini ditemukan setiap tahunnya.

Sayangnya, kanker serviks kerap disalahpahami oleh sebagian besar wanita. Mitos-mitos yang tersebar itu pada akhirnya membuat kematian akibat kanker serviks terbilang tinggi. Ada satu orang wanita meninggal setiap dua menitnya akibat penyakit ini.

Dikutip dari CNN Indonesia via Health24, Kamis (21/2), beberapa mitos yang berbicara seputar kanker serviks.

Mitos #1 Tak bisa disembuhkan
Memiliki kanker serviks tak berarti hidup Anda akan segera berakhir. Meski agak sulit diatasi, namun bukan berarti kanker tak bisa disembuhkan.

Semakin dini deteksi kanker dilakukan, semakin tinggi peluang Anda untuk bertahan hidup.

Mitos #2 Semakin sering melakukan skrining, semakin baik
Banyak wanita berkesan bahwa semakin sering ia mengikuti proses skrining, maka kondisi tubuh akan lebih baik. Faktanya, tes tambahan dapat menimbulkan masalah anyar seperti efek samping dan komplikasi kesehatan.

Mitos #3 Positif HPV berarti sudah pasti terserang kanker serviks
Human papilomavirus (HPV) adalah virus yang menyebabkan kanker serviks. Virus ini umum ditemui pada pria dan wanita, serta mudah ditularkan melalui hubungan seksual.

Namun, mendapati virus HPV di dalam tubuh tak selalu berarti pasti terkena kanker serviks. HPV umumnya mampu hilang dengan sendirinya lantaran sistem kekebalan tubuh yang melawan infeksi secara alami.

Yang perlu dicatat adalah tertular virus HPV meningkatkan risiko pengembangan sel kanker di leher rahim.

Mitos #4 Tak ada gejala berarti tak ada kanker
Memang, tak ada gejala yang terkait dengan tahap awal kanker serviks. Namun, begitu kanker menjadi invasif, Anda mungkin mengalami beberapa gejala.

Beberapa gejala itu di antaranya nyeri pada panggul, keputihan, dan pendarahan dalam vagina. Ketika kanker menjadi lebih invasif, Anda juga mungkin akan mengalami sakit kaki dan punggung, pembengkakan kaki, dan darah dalam urin.

Mitos #5 Hanya menyerang wanita berusia lanjut
Ini adalah mitos paling umum yang terdengar seputar kanker serviks. Namun, yang benar adalah bahwa kanker jenis ini dapat menyerang wanita dari segala usia.

Diagnosis prekanker serviks atau displasia rata-rata terjadi pada usia 29 tahun. Sementara kanker serviks invasif biasanya terjadi pada usia 47 tahun.

Meski wanita yang terserang kanker serviks di usia 20-an terbilang jarang, tapi bukan berarti Anda bisa mengenyampingkan pencegahan. Inilah sebabnya mengapa Anda disarankan untuk melakukan skrining secara teratur sejak usia 21 tahun.

Mitos #6 Tak dapat dicegah
Dalam kebanyakan kasus, kanker serviks dapat dicegah dengan pemeriksaan rutin.

Secara total, ada sekitar 40 jenis HPV genital. Beberapa di antaranya menyebabkan kutil kelamin, dan sisanya menyebabkan kanker serviks.

Anda bisa mencegah kanker serviks dengan membuat pilihan gaya hidup sehat seperti menghindari rokok dan mempraktikkan seks yang lebih aman.

Mitos #7 Menular
HPV yang menyebabkan kanker serviks ditularkan melalui kontak seksual. Infeksi ini sangat menular. Namun, sel kanker itu tak dapat disebarkan dari satu orang ke orang lain. (asr)

Iklan Video

KOMENTAR

BERITA LAINNYA

Peduli Kemanusiaan, EW-LMND Malut Distribusikan Bantuan di Halut

Ternate -- Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EW-LMND) Maluku Utara, distribusikan bantuan terhadap...

Keraguan Masyarakat Soal Kemanan Vaksin C-19, Ini Tanggapan Anggota DPRD Malut

Sofifi — Vaksin sinovak seakan menjadi momok yang menakutkan bagi warga, meskipun secara resmi pemerintah...

Amar Manaf : 2021 Sebagai Tahun Penguatan Kinerja ASN

Sofifi -- Sebanyak 68 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara menerima...

Ragam Mitos Kanker Serviks

i-malut.com — Kanker serviks merupakan penyakit kanker yang menyerang wanita. Sebanyak 500 ribu kasus baru kanker yang menyerang rahim wanita ini ditemukan setiap tahunnya.

Sayangnya, kanker serviks kerap disalahpahami oleh sebagian besar wanita. Mitos-mitos yang tersebar itu pada akhirnya membuat kematian akibat kanker serviks terbilang tinggi. Ada satu orang wanita meninggal setiap dua menitnya akibat penyakit ini.

Dikutip dari CNN Indonesia via Health24, Kamis (21/2), beberapa mitos yang berbicara seputar kanker serviks.

Mitos #1 Tak bisa disembuhkan
Memiliki kanker serviks tak berarti hidup Anda akan segera berakhir. Meski agak sulit diatasi, namun bukan berarti kanker tak bisa disembuhkan.

Semakin dini deteksi kanker dilakukan, semakin tinggi peluang Anda untuk bertahan hidup.

Mitos #2 Semakin sering melakukan skrining, semakin baik
Banyak wanita berkesan bahwa semakin sering ia mengikuti proses skrining, maka kondisi tubuh akan lebih baik. Faktanya, tes tambahan dapat menimbulkan masalah anyar seperti efek samping dan komplikasi kesehatan.

Mitos #3 Positif HPV berarti sudah pasti terserang kanker serviks
Human papilomavirus (HPV) adalah virus yang menyebabkan kanker serviks. Virus ini umum ditemui pada pria dan wanita, serta mudah ditularkan melalui hubungan seksual.

Namun, mendapati virus HPV di dalam tubuh tak selalu berarti pasti terkena kanker serviks. HPV umumnya mampu hilang dengan sendirinya lantaran sistem kekebalan tubuh yang melawan infeksi secara alami.

Yang perlu dicatat adalah tertular virus HPV meningkatkan risiko pengembangan sel kanker di leher rahim.

Mitos #4 Tak ada gejala berarti tak ada kanker
Memang, tak ada gejala yang terkait dengan tahap awal kanker serviks. Namun, begitu kanker menjadi invasif, Anda mungkin mengalami beberapa gejala.

Beberapa gejala itu di antaranya nyeri pada panggul, keputihan, dan pendarahan dalam vagina. Ketika kanker menjadi lebih invasif, Anda juga mungkin akan mengalami sakit kaki dan punggung, pembengkakan kaki, dan darah dalam urin.

Mitos #5 Hanya menyerang wanita berusia lanjut
Ini adalah mitos paling umum yang terdengar seputar kanker serviks. Namun, yang benar adalah bahwa kanker jenis ini dapat menyerang wanita dari segala usia.

Diagnosis prekanker serviks atau displasia rata-rata terjadi pada usia 29 tahun. Sementara kanker serviks invasif biasanya terjadi pada usia 47 tahun.

Meski wanita yang terserang kanker serviks di usia 20-an terbilang jarang, tapi bukan berarti Anda bisa mengenyampingkan pencegahan. Inilah sebabnya mengapa Anda disarankan untuk melakukan skrining secara teratur sejak usia 21 tahun.

Mitos #6 Tak dapat dicegah
Dalam kebanyakan kasus, kanker serviks dapat dicegah dengan pemeriksaan rutin.

Secara total, ada sekitar 40 jenis HPV genital. Beberapa di antaranya menyebabkan kutil kelamin, dan sisanya menyebabkan kanker serviks.

Anda bisa mencegah kanker serviks dengan membuat pilihan gaya hidup sehat seperti menghindari rokok dan mempraktikkan seks yang lebih aman.

Mitos #7 Menular
HPV yang menyebabkan kanker serviks ditularkan melalui kontak seksual. Infeksi ini sangat menular. Namun, sel kanker itu tak dapat disebarkan dari satu orang ke orang lain. (asr)

VIDEO

IKLAN

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

BACA JUGA

DPMD Halteng Gelar Kegiatan Program Singkronisasi APBDes

Weda -- Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Rabu (27/01) Siang tadi mengelar kegiatan Program Sinnkronisasi Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes). Kegiatan tersebut bertempat di kantor DPMD kabupaten Halmahera...

Februari, Vaksinasi Tenaga Kesehatan Kota Ternate Selesai, Lanjut...

Ternate - Imunisasi vaksin C-19 di Kota Ternate khususnya bagi tenaga kesehatan (medis) akan berakhir pada febuari 2021 mendatang. Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Ternate Nurbaiti Rajabessy, ketika dikonfirmasi awak...

Soal Imunisasi Vaksin C-19, Pemda Halbar Masih Dalam...

Halbar -- Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) Provinsi Maluku Utara (Malut), masih dalam tahapan proses persiapan untuk penyuntikan Vaksin Sinovak tahap pertama. Kepala Dinas Kesehatan Kab. Halmahera Barat (Halbar)...

PC IKA PMII Halsel Gelar Rapat Kerja Perdana...

Ternate -- Pengurus Cabang Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Halmahera Selatan (PC IKA PMII Halsel) periode 2020-2025, gelar Rapat Kerja (Raker) perdana, dengan tema, "Membangun Sinergitas IKA PMII...

Delapan Desa se-Kecamatan Weda Selatan Halteng Gelar Musrembang

Weda -- Delapan desa se-Kecamatan Weda Selatan Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Selasa (26/01) siang tadi menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat desa. Delapan desa tersebut yakni Desa Loleo, Aer...

Etihad FC Kemenag Malut Taklukkan Dispora Provinsi FC...

Sofifi -- Friendly Match antara Tim Etihad FC-Kanwil Kemenag Malut vs Dispora Malut FC, Selasa (26/01) sore tadi di Stadion Bukit Durian Sofifi, berakhir dengan skor 4 : 2...

Dinas P2A Kota Ternate Bakal Kawal Kasus Pemerkosaan...

Ternate -- Kasus pemorkasan yang terjadi terhadap 3 korban yang diketahui adalah pelajar salah satu SMU di kota Tidore Kepulauan mendapat perhatian serius dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak...

Menunggak Anggsuran Listrik, Lampu di Pasar Ikan Higienis...

Ternate -- Pihak PLN Kota Ternate, Selasa (26/01) pagi tadi melakukan pemutusan aliran Listrik di Pasar Ikan Higienis, Kelurahan Gamalama, Kota Ternate Tengah. Pasalnya, Pasar Ikan Higienis tersebut menunggak...

PT. IHB gelar Rapat Evaluasi Program PPM Libatkan...

Halut -- Kebijakan PT. NHM beberapa tahun terakhir ini banyak memunculkan polimik dikalangan masyarakat, khususnya masyarakat lingkat tambang, yakni Kec. Kao dan Kec. Malifut Kab. Halmahera Utara. Pasalnya, setiap kebijakan...
error: