TERPOPULER

Pemda Halsel Bakal Terapkan Sanksi Bagi Warga...

Labuha -- Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) bakal memberlakukan sanksi bagi siapa saja yang menolak Vaksin Sinovac sebagaimana ketentuan...

Senin Besok, Polda Malut bersama Tim Penanggulangan...

Ternate -- Tim gabungan penanggulangan pandemic Covid-19 Provinsi Maluku Utara akan melaksanakan penyemprotan masal di Kota Ternate, guna menangkal...

Terkait Aksi Protes dan Pemalangan Kantor BP2RD...

Ternate - Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Ternate, Ahmad Yani Abdurahman menanggapi aksi protes dan...

Ketum HPMWB Tegaskan PT. STS Jangan Main-main...

Maba -- Ketua Umum Himpunan Pelajar Mahasiswa Wilayah Buli (HPMWB) sebut perusahaan tambang PT. STS yang beroperasi di wilayah...

Bupati Halsel Tolak Diwawancarai Soal Vaksinasi Sinovac,...

Labuha -- Bupati Halmahera Selatan (Halsel), Bahrain Kasuba menolak saat diwawancarai wartawan terkait Imunisasi Vaksin sinovac, Rabu (13/01/20). Bahrain...

Pemda Halsel Yakin Semua Masyarakat Siap Menerima...

Labuha -- Jelang kegiatan Vaksinasi Sinovak Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meyakini bahwa semua masyarakat akan menerima (bersedia) untuk...

Pemda Halsel Bakal Terapkan Sanksi Bagi Warga...

Labuha -- Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) bakal memberlakukan sanksi bagi siapa saja yang menolak Vaksin Sinovac sebagaimana ketentuan...

Senin Besok, Polda Malut bersama Tim Penanggulangan...

Ternate -- Tim gabungan penanggulangan pandemic Covid-19 Provinsi Maluku Utara akan melaksanakan penyemprotan masal di Kota Ternate, guna menangkal...

Terkait Aksi Protes dan Pemalangan Kantor BP2RD...

Ternate - Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Ternate, Ahmad Yani Abdurahman menanggapi aksi protes dan...

Ketum HPMWB Tegaskan PT. STS Jangan Main-main...

Maba -- Ketua Umum Himpunan Pelajar Mahasiswa Wilayah Buli (HPMWB) sebut perusahaan tambang PT. STS yang beroperasi di wilayah...

Bupati Halsel Tolak Diwawancarai Soal Vaksinasi Sinovac,...

Labuha -- Bupati Halmahera Selatan (Halsel), Bahrain Kasuba menolak saat diwawancarai wartawan terkait Imunisasi Vaksin sinovac, Rabu (13/01/20). Bahrain...

ARTIKEL TERKAIT

Penjelasan Zakir Naik Soal Makna Kafir

|

i-malut.com — Kata kafir adalah kata yang sudah tidak asing lagi di kalangan Muslim. Istilah kafir banyak ditemukan dalam Alquran. Istilah ini merujuk kepada orang yang menutup atau mengingkari akan adanya Allah sebagai Tuhan yang wajib disembah dan mengingkari syariat yang dibawa oleh Nabi Muhammad.

Namun akhir–akhir ini, istilah kafir dinilai mengandung konotasi yang negatif, yang merendahkan dan menyinggung golongan lain di luar agama Islam. Tidak jarang, beberapa pihak yang mengkrtik penyebutan kafir kepada golongan selain Islam. Mereka berpendapat sebaiknya penyebutan kata kafir diganti dengan istilah non-Muslim.

Lalu bagaiaman seharusnya umat Islam menyebut golongan lain di luar Islam? Apakah istilah kafir diperuntukan untuk mendeskriminasi golongan selain Islam? Penceramah asal India, Zakir Naik menjelaskan pihak-pihak lain perlu memahami secara benar istilah kafir menurut terminologi Islam. Pasalnya, jika piha-pihak lain memahami dengan benar istilah kafir, maka mereka tidak akan merasa tersinggung dengan istilah kafir.

“Kata kafir berasal dair kata kufur yang atinya menyembunyikan atau menentang. Allah berfirman dalam Quran surat Hadid ayat 20. Dalam ayat tersebut berisi petani yang menyembunyikan bibit dalam tanah. Itupun bisa disebut kafir. Namun, dalam konteks Islam kafir adalah oarang yang menyembunyikan atau menolak kebenaran Islam. Kata kafir bermakna menolak Islam, sehingga kata kafir dalam bahasa Arab berarti non-Muslim,” jelas Zakir Naik.

Dilansir dari Republika, Minggu (3/3), Pria kelahiran Mumbai ini menambahkan, istilah kafir mempunyai arti yang sama dengan istilah non-Muslim. Yang artinya orang yang menolak Islam. Istilah ini berlaku untuk semua golongan selain Islam. Apabila mereka memahami secara benar istilah ini, mereka tidak akan menilai penyebutan kata kafir sebagai bentuk dari diskrimatif kepada golongan lain.

“Kafir itu artinya non-Muslim. Istilah ini tidak diperuntukkan kepada satu golongan saja misalnya, Kristen. Namun, semua golongan,termasuk di antaranya, Hindu, Budha, Yahudi dan yang lainnya. Anda tidak sedih dipanggil non-Muslim. Lalu kenapa sedih dipanggil kafir? Karena itu sama saja artinya. Jika seseorang atau suatu pihak merasa sedih dipanggil kafir maka perlu memahami lagi secara benar Islam dan terminologi Islam,” ujarnya.

Oleh karena itu, istilah kafir tidak diperuntukkan untuk menghina atau mendeskriminasi pihak lain. Zakir Naik mengatakan, kata kafir adalah kata bagi umat Muslim untuk mereka yang mengingkari atau menutupi kebenaran akan adanya Allah sebagai Tuhan yang wajib disembah dan mengingkari syari’at yang di bawa oleh oleh Nabi Muhammad SAW.

Iklan Video

KOMENTAR

BERITA LAINNYA

Mamat Jalil : Besok KPU Haltim Buka Kotak Suara

Maba -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) Provinsi Maluku Utara (Malut) merencanakan,...

Perdana Penyuntikan Vaksin C-19, Petinggi Pemprov Malut didahulukan

Sofifi -- Pemerintah Provinsi Maluku Utara memulai penyuntikan perdana vaksin covid-19, bertempat di Rumah Sakit...

Pemda Halsel Yakin Semua Masyarakat Siap Menerima Vaksin Sinovak

Labuha -- Jelang kegiatan Vaksinasi Sinovak Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meyakini bahwa semua masyarakat...

Penjelasan Zakir Naik Soal Makna Kafir

i-malut.com — Kata kafir adalah kata yang sudah tidak asing lagi di kalangan Muslim. Istilah kafir banyak ditemukan dalam Alquran. Istilah ini merujuk kepada orang yang menutup atau mengingkari akan adanya Allah sebagai Tuhan yang wajib disembah dan mengingkari syariat yang dibawa oleh Nabi Muhammad.

Namun akhir–akhir ini, istilah kafir dinilai mengandung konotasi yang negatif, yang merendahkan dan menyinggung golongan lain di luar agama Islam. Tidak jarang, beberapa pihak yang mengkrtik penyebutan kafir kepada golongan selain Islam. Mereka berpendapat sebaiknya penyebutan kata kafir diganti dengan istilah non-Muslim.

Lalu bagaiaman seharusnya umat Islam menyebut golongan lain di luar Islam? Apakah istilah kafir diperuntukan untuk mendeskriminasi golongan selain Islam? Penceramah asal India, Zakir Naik menjelaskan pihak-pihak lain perlu memahami secara benar istilah kafir menurut terminologi Islam. Pasalnya, jika piha-pihak lain memahami dengan benar istilah kafir, maka mereka tidak akan merasa tersinggung dengan istilah kafir.

“Kata kafir berasal dair kata kufur yang atinya menyembunyikan atau menentang. Allah berfirman dalam Quran surat Hadid ayat 20. Dalam ayat tersebut berisi petani yang menyembunyikan bibit dalam tanah. Itupun bisa disebut kafir. Namun, dalam konteks Islam kafir adalah oarang yang menyembunyikan atau menolak kebenaran Islam. Kata kafir bermakna menolak Islam, sehingga kata kafir dalam bahasa Arab berarti non-Muslim,” jelas Zakir Naik.

Dilansir dari Republika, Minggu (3/3), Pria kelahiran Mumbai ini menambahkan, istilah kafir mempunyai arti yang sama dengan istilah non-Muslim. Yang artinya orang yang menolak Islam. Istilah ini berlaku untuk semua golongan selain Islam. Apabila mereka memahami secara benar istilah ini, mereka tidak akan menilai penyebutan kata kafir sebagai bentuk dari diskrimatif kepada golongan lain.

“Kafir itu artinya non-Muslim. Istilah ini tidak diperuntukkan kepada satu golongan saja misalnya, Kristen. Namun, semua golongan,termasuk di antaranya, Hindu, Budha, Yahudi dan yang lainnya. Anda tidak sedih dipanggil non-Muslim. Lalu kenapa sedih dipanggil kafir? Karena itu sama saja artinya. Jika seseorang atau suatu pihak merasa sedih dipanggil kafir maka perlu memahami lagi secara benar Islam dan terminologi Islam,” ujarnya.

Oleh karena itu, istilah kafir tidak diperuntukkan untuk menghina atau mendeskriminasi pihak lain. Zakir Naik mengatakan, kata kafir adalah kata bagi umat Muslim untuk mereka yang mengingkari atau menutupi kebenaran akan adanya Allah sebagai Tuhan yang wajib disembah dan mengingkari syari’at yang di bawa oleh oleh Nabi Muhammad SAW.

VIDEO

IKLAN

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

BACA JUGA

Jum’at Pekan Depan, Mahasiswa Patani Timur Gelar LDK

Weda -- Mahasiswa Patani Timur (MPT) dari tiga organisasi, yakni Himpunan Pelajar Mahasiswa Peniti Damuli (HPMPD), Ikatan Pelajar Mahasiswa Masure (IPMM), dan Himpunan Pelajar Mahasiswa Sakam Nursifa (HPMS-N) akan...

Mamat Jalil : Besok KPU Haltim Buka Kotak...

Maba -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) Provinsi Maluku Utara (Malut) merencanakan, pada hari selasa (19/01) besok, akan membuka kotak suara hasil Pemilihan Bupati dan Wakil...

Usulan PAW Anggota DPRD Kota Ternate dari Partai Berkarya...

Ternate -- Pengajuan Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap dua orang anggota DPRD Kota Ternate dari partai Berkarya, telah dibahas oleh Badan Musyawarah (BANMUS) DPRD Kota Ternate. Ketua BANMUS DPRD Kota...

Inovasi, Adaptasi, dan Kolaborasi, Program Unggulan Dispar Kota...

Ternate -- Dinas Pariwisata Kota Ternate canangkan 3 program unggulan pada tahun 2021 ini, yakni program Inovasi, Adaptasi, dan Kolaborasi, yang bertujuan untuk menggerakkan pelaku UMKM ditengah Covid-19. Hal...

DKC Gerakan Pramuka Halteng dan 6 Gugus Depan,...

Weda -- Dewan Kerja Cabang (DKC) Gerakan Pramuka Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) bersama enam Gugus Depan, pada Senin (18/01) sore tadi mengelar galang dana sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat...

Tahun 2021, ATR/BPN Target Daftarkan 500 Bidang Tanah

Ternate -- Kementerian Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kota Ternate, melalui Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) pada tahun 2020 kemarin berhasil mendaftarkan 550 bidang tanah....

Dua Pejabat Polres Haltim Berganti

Maba -- Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Provinsi Maluku Utara (Malut) melakukan mutasi dua pejabat Polres Kabupaten Halmahera Timur (Haltim). Mutasi jabatan berdasarkan Surat Telegram Kapolda Malut Nomor: ST/653/XII/2020/Ro Sdm...

DPRD Haltim di Minta Sahkan Perda Pariwisata

Maba -- Kepala Dinas Parwisata dan Kebudayaan Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) Provinsi Maluku Utara (Malut) Hardi Musa, mendesak Dewan Perwakilan Rakya Daerah (DPRD) Haltim untuk mengesahkan Peraturan Daerah (Perda)...

Senin Besok, Polda Malut bersama Tim Penanggulangan Covid-19...

Ternate -- Tim gabungan penanggulangan pandemic Covid-19 Provinsi Maluku Utara akan melaksanakan penyemprotan masal di Kota Ternate, guna menangkal dan meminimalisir penyebaran virus Covid-19 di wilayah Maluku Utara, Kegiatan penyemprotan...
error: