TERPOPULER

Pemda Halsel Bakal Terapkan Sanksi Bagi Warga...

Labuha -- Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) bakal memberlakukan sanksi bagi siapa saja yang menolak Vaksin Sinovac sebagaimana ketentuan...

Senin Besok, Polda Malut bersama Tim Penanggulangan...

Ternate -- Tim gabungan penanggulangan pandemic Covid-19 Provinsi Maluku Utara akan melaksanakan penyemprotan masal di Kota Ternate, guna menangkal...

Terkait Aksi Protes dan Pemalangan Kantor BP2RD...

Ternate - Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Ternate, Ahmad Yani Abdurahman menanggapi aksi protes dan...

Ketum HPMWB Tegaskan PT. STS Jangan Main-main...

Maba -- Ketua Umum Himpunan Pelajar Mahasiswa Wilayah Buli (HPMWB) sebut perusahaan tambang PT. STS yang beroperasi di wilayah...

Bupati Halsel Tolak Diwawancarai Soal Vaksinasi Sinovac,...

Labuha -- Bupati Halmahera Selatan (Halsel), Bahrain Kasuba menolak saat diwawancarai wartawan terkait Imunisasi Vaksin sinovac, Rabu (13/01/20). Bahrain...

Pemda Halsel Yakin Semua Masyarakat Siap Menerima...

Labuha -- Jelang kegiatan Vaksinasi Sinovak Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meyakini bahwa semua masyarakat akan menerima (bersedia) untuk...

Pemda Halsel Bakal Terapkan Sanksi Bagi Warga...

Labuha -- Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) bakal memberlakukan sanksi bagi siapa saja yang menolak Vaksin Sinovac sebagaimana ketentuan...

Senin Besok, Polda Malut bersama Tim Penanggulangan...

Ternate -- Tim gabungan penanggulangan pandemic Covid-19 Provinsi Maluku Utara akan melaksanakan penyemprotan masal di Kota Ternate, guna menangkal...

Terkait Aksi Protes dan Pemalangan Kantor BP2RD...

Ternate - Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Ternate, Ahmad Yani Abdurahman menanggapi aksi protes dan...

Ketum HPMWB Tegaskan PT. STS Jangan Main-main...

Maba -- Ketua Umum Himpunan Pelajar Mahasiswa Wilayah Buli (HPMWB) sebut perusahaan tambang PT. STS yang beroperasi di wilayah...

Bupati Halsel Tolak Diwawancarai Soal Vaksinasi Sinovac,...

Labuha -- Bupati Halmahera Selatan (Halsel), Bahrain Kasuba menolak saat diwawancarai wartawan terkait Imunisasi Vaksin sinovac, Rabu (13/01/20). Bahrain...

ARTIKEL TERKAIT

Islam Digest: Asal Usul Sebutan untuk Bangsa Moro

|

i-malut.com — Bangsa Moro mendiami wilayah selatan Filipina, khususnya Pulau Mindanao, kepulauan Sulu, Palawan dan Basilan. Mereka umumnya memeluk Islam. Bangsa Moro terdiri atas 13 suku etno-religius yang disatukan kesamaan agama.

Sebutan Moro awalnya dipakai orang-orang Spanyol untuk merujuk pada kaum Muslimin yang menghuni wilayah selatan Filipina. Moro diambil dari kata Moor yang berarti ‘orang buta huruf, jahat, tidak bertuhan dan pembunuh.’ Dengan demikian, ada perspektif orientalisme di balik penamaan itu. Bangsa Spanyol memandang orang-orang Islam di Filipina sebagai “orang lain” yang berbahaya.

Dilansir dari Republika, Kamis (7/3), Alasan orang-orang dari Eropa itu tidak lepas dari sejarah Spanyol yang sempat di bawah pemerintahan raja-raja Muslim. Saat itu, wilayah tersebut dinamakan sebagai al-Andalus atau Andalusia. Orang-orang Islam yang berasal dari Andalusia disebut Moor pada abad pertengahan.

Semasa diperintah para sultan Muslim, kaum Kristen setempat menanti-nanti runtuhnya kedaulatan Islam di Andalusia. Bahkan, kaum Muslim dianggapnya sebagai musuh bebuyutan. Hingga akhir abad ke-15, kekuatan umat Islam kian melemah. Satu-satunya kedaulatan Muslim yang tersisa di Andalusia hanya Granada.

Keadaannya berbalik: kini raja-raja Kristen berkuasa. Orang Kristen Spanyol pun menamakan pemeluk Islam dengan sebutan sinis: moor. Kebiasaan itu juga diterapkan pada kaum Muslimin di negeri-negeri luar, termasuk Filipina. Siapa saja yang menolak kolonialisme Spanyol, dijulukinya bangsa Moor atau Moro. Periode penjajahan Spanyol atas Filipina berlangsung terutama antara tahun 1521 dan 1898.

Sebelum lebih jauh membahas bangsa Moro, perlu dipaparkan tentang asal mula dakwah Islam di Filipina. Kehadiran agama ini di Filipina berkaitan dengan konteks Nusantara pada umumnya.

Sejarah mencatat, Islam masuk ke Nusantara secara masif pada abad ke-13. Adapun di Filipina, para pendakwah agama ini menyebar menjadi kekuatan politik, sehingga terbentuklah kesultanan-kesultanan Islam.

Syarif Abu Bakar merupakan raja pertama di Kesultanan Islam Sulu. Sementara itu, Syarif Kabungsuwan menjadi penguasa Muslim di Mindanao. Sejak saat itu, Islam terus diterima secara luas oleh masyarakat Filipina Selatan. Dengan kata lain, Islam berkembang di Filipina tidak lama setelah menyebar di dunia Melayu.

Iklan Video

KOMENTAR

BERITA LAINNYA

Pasar Rakyat Jiko Mobon Kota Maba Mulai Beroperasi Akhir Bulan Januari 2021

Maba -- Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) berencana, pada akhir...

1.324 Warga Penerima BST, Kadinsos Haltim : Sudah Mulai di Salurkan

Maba -- Dinas Sosial Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) telah menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) pada...

Senin Besok, Polda Malut bersama Tim Penanggulangan Covid-19 Lakukan Penyemprotan Disinfektan Massal

Ternate -- Tim gabungan penanggulangan pandemic Covid-19 Provinsi Maluku Utara akan melaksanakan penyemprotan masal di...

Islam Digest: Asal Usul Sebutan untuk Bangsa Moro

i-malut.com — Bangsa Moro mendiami wilayah selatan Filipina, khususnya Pulau Mindanao, kepulauan Sulu, Palawan dan Basilan. Mereka umumnya memeluk Islam. Bangsa Moro terdiri atas 13 suku etno-religius yang disatukan kesamaan agama.

Sebutan Moro awalnya dipakai orang-orang Spanyol untuk merujuk pada kaum Muslimin yang menghuni wilayah selatan Filipina. Moro diambil dari kata Moor yang berarti ‘orang buta huruf, jahat, tidak bertuhan dan pembunuh.’ Dengan demikian, ada perspektif orientalisme di balik penamaan itu. Bangsa Spanyol memandang orang-orang Islam di Filipina sebagai “orang lain” yang berbahaya.

Dilansir dari Republika, Kamis (7/3), Alasan orang-orang dari Eropa itu tidak lepas dari sejarah Spanyol yang sempat di bawah pemerintahan raja-raja Muslim. Saat itu, wilayah tersebut dinamakan sebagai al-Andalus atau Andalusia. Orang-orang Islam yang berasal dari Andalusia disebut Moor pada abad pertengahan.

Semasa diperintah para sultan Muslim, kaum Kristen setempat menanti-nanti runtuhnya kedaulatan Islam di Andalusia. Bahkan, kaum Muslim dianggapnya sebagai musuh bebuyutan. Hingga akhir abad ke-15, kekuatan umat Islam kian melemah. Satu-satunya kedaulatan Muslim yang tersisa di Andalusia hanya Granada.

Keadaannya berbalik: kini raja-raja Kristen berkuasa. Orang Kristen Spanyol pun menamakan pemeluk Islam dengan sebutan sinis: moor. Kebiasaan itu juga diterapkan pada kaum Muslimin di negeri-negeri luar, termasuk Filipina. Siapa saja yang menolak kolonialisme Spanyol, dijulukinya bangsa Moor atau Moro. Periode penjajahan Spanyol atas Filipina berlangsung terutama antara tahun 1521 dan 1898.

Sebelum lebih jauh membahas bangsa Moro, perlu dipaparkan tentang asal mula dakwah Islam di Filipina. Kehadiran agama ini di Filipina berkaitan dengan konteks Nusantara pada umumnya.

Sejarah mencatat, Islam masuk ke Nusantara secara masif pada abad ke-13. Adapun di Filipina, para pendakwah agama ini menyebar menjadi kekuatan politik, sehingga terbentuklah kesultanan-kesultanan Islam.

Syarif Abu Bakar merupakan raja pertama di Kesultanan Islam Sulu. Sementara itu, Syarif Kabungsuwan menjadi penguasa Muslim di Mindanao. Sejak saat itu, Islam terus diterima secara luas oleh masyarakat Filipina Selatan. Dengan kata lain, Islam berkembang di Filipina tidak lama setelah menyebar di dunia Melayu.

VIDEO

IKLAN

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

BACA JUGA

Jum’at Pekan Depan, Mahasiswa Patani Timur Gelar LDK

Weda -- Mahasiswa Patani Timur (MPT) dari tiga organisasi, yakni Himpunan Pelajar Mahasiswa Peniti Damuli (HPMPD), Ikatan Pelajar Mahasiswa Masure (IPMM), dan Himpunan Pelajar Mahasiswa Sakam Nursifa (HPMS-N) akan...

Mamat Jalil : Besok KPU Haltim Buka Kotak...

Maba -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) Provinsi Maluku Utara (Malut) merencanakan, pada hari selasa (19/01) besok, akan membuka kotak suara hasil Pemilihan Bupati dan Wakil...

Usulan PAW Anggota DPRD Kota Ternate dari Partai Berkarya...

Ternate -- Pengajuan Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap dua orang anggota DPRD Kota Ternate dari partai Berkarya, telah dibahas oleh Badan Musyawarah (BANMUS) DPRD Kota Ternate. Ketua BANMUS DPRD Kota...

Inovasi, Adaptasi, dan Kolaborasi, Program Unggulan Dispar Kota...

Ternate -- Dinas Pariwisata Kota Ternate canangkan 3 program unggulan pada tahun 2021 ini, yakni program Inovasi, Adaptasi, dan Kolaborasi, yang bertujuan untuk menggerakkan pelaku UMKM ditengah Covid-19. Hal...

DKC Gerakan Pramuka Halteng dan 6 Gugus Depan,...

Weda -- Dewan Kerja Cabang (DKC) Gerakan Pramuka Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) bersama enam Gugus Depan, pada Senin (18/01) sore tadi mengelar galang dana sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat...

Tahun 2021, ATR/BPN Target Daftarkan 500 Bidang Tanah

Ternate -- Kementerian Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kota Ternate, melalui Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) pada tahun 2020 kemarin berhasil mendaftarkan 550 bidang tanah....

Dua Pejabat Polres Haltim Berganti

Maba -- Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Provinsi Maluku Utara (Malut) melakukan mutasi dua pejabat Polres Kabupaten Halmahera Timur (Haltim). Mutasi jabatan berdasarkan Surat Telegram Kapolda Malut Nomor: ST/653/XII/2020/Ro Sdm...

DPRD Haltim di Minta Sahkan Perda Pariwisata

Maba -- Kepala Dinas Parwisata dan Kebudayaan Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) Provinsi Maluku Utara (Malut) Hardi Musa, mendesak Dewan Perwakilan Rakya Daerah (DPRD) Haltim untuk mengesahkan Peraturan Daerah (Perda)...

Senin Besok, Polda Malut bersama Tim Penanggulangan Covid-19...

Ternate -- Tim gabungan penanggulangan pandemic Covid-19 Provinsi Maluku Utara akan melaksanakan penyemprotan masal di Kota Ternate, guna menangkal dan meminimalisir penyebaran virus Covid-19 di wilayah Maluku Utara, Kegiatan penyemprotan...
error: