TERPOPULER

Dr. Muh. Nasir S. Tamalene : IKA...

Ternate -- Universitas Nahdatul Ulama Maluku Utara (UNUTARA) bakal segera hadir di Provinsi Maluku Utara. Kampus tersebut akan hadir...

HMI Cabang Ternate Minta PT. NHM Hentikan...

Ternate -- Covid-19 saat ini menjadi momok yang sangat menakutkan bagi masyarakat. Hal itulah yang membuat Pemerintah hadir dengan...

MAN I Halsel Buka Pendaftaran Guru Honorer,...

Halsel -- Madrasah Aliyah Negeri I Halmahera Selatan (MAN I HAL-SEL) membuka lowongan bagi tenaga pendidik baru (Guru Honorer)...

Bupati Halsel Dianggap Remehkan Surat Edaran Mendagri

Labuha — Bupati Halmahera Selatan (Halsel), Bahrain Kasuba dianggap telah meremehkan edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Jenderal Polisi (Purn.)...

Ketua DPD Partai Beringin Karya Kota Ternate...

Ternate -- Pengajuan Pergantian Antar Waktu (PAW) dua orang anggota DPRD Kota Ternate dari Partai Berkarya, berbuntut pengembalian kewenangan...

Amar Manaf : 2021 Sebagai Tahun Penguatan...

Sofifi -- Sebanyak 68 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara menerima SK PCPNS di Aula...

Dr. Muh. Nasir S. Tamalene : IKA...

Ternate -- Universitas Nahdatul Ulama Maluku Utara (UNUTARA) bakal segera hadir di Provinsi Maluku Utara. Kampus tersebut akan hadir...

HMI Cabang Ternate Minta PT. NHM Hentikan...

Ternate -- Covid-19 saat ini menjadi momok yang sangat menakutkan bagi masyarakat. Hal itulah yang membuat Pemerintah hadir dengan...

MAN I Halsel Buka Pendaftaran Guru Honorer,...

Halsel -- Madrasah Aliyah Negeri I Halmahera Selatan (MAN I HAL-SEL) membuka lowongan bagi tenaga pendidik baru (Guru Honorer)...

Bupati Halsel Dianggap Remehkan Surat Edaran Mendagri

Labuha — Bupati Halmahera Selatan (Halsel), Bahrain Kasuba dianggap telah meremehkan edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Jenderal Polisi (Purn.)...

Ketua DPD Partai Beringin Karya Kota Ternate...

Ternate -- Pengajuan Pergantian Antar Waktu (PAW) dua orang anggota DPRD Kota Ternate dari Partai Berkarya, berbuntut pengembalian kewenangan...

ARTIKEL TERKAIT

Tiap Tahun, Kanker Serviks Tewaskan 18 Ribu Orang di Indonesia

|

i-malut.com — Kanker serviks atau kanker leher rahim kini tidak hanya diidap oleh orang-orang yang sudah lanjut usia, tetapi juga bisa diidap oleh semua perempuan yang masih dalam usia produktif.

Data terbaru dari GLOBOCAN 2018 menunjukkan, kasus baru kanker serviks di Indonesia mencapai 32.469 kasus atau 17,2% dari presentase kanker perempuan di Indonesia. Bahkan, kematian akibat kanker serviks mencapai 18.279 per tahun atau sebanyak 50 perempuan Indonesia meninggal setiap harinya karena kanker yang sebenarnya dapat dicegah dengan vaksinasi HPV.

Angka tersebut ternyata juga meningkat drastis dibandingkan data yang dirilis oleh GLOBOCAN sebelumnya di tahun 2012, yaitu 26 perempuan meninggal setiap harinya karena kanker serviks. Tingginya angka kematian ini menunjukkan bahwa kesadaran perempuan Indonesia dalam upaya pencegahan kanker serviks masih sangat minim.

Skrining dan pemberian vaksin dini pun menjadi cara terampuh untuk mencegahnya. Apalagi jika bercermin dari fakta-fakta yang berhasil ditemukan para ahli. Disebutkan bahwa kanker serviks cenderung bisa dicegah karena faktor penyebebanya sendiri lebih mudah dideteksi dibanding jenis kanker lainnya.

“Kanker lain multifaktor, kanker serviks itu sudah fix dan bisa dicegah sengan vaksin HPV. Jadi dari umur 9 tahun, anak-anak sudah bisa divaksin. Hanya ibu hamil yang tidak boleh diberi vaksin ini,” tegas dr. Venita, MSc, selaku perwakilan dari Yayasan Kanker Indonesia DKI Jakarta dan bagian dari Koalisi Indonesia Cegah Kanker Serviks (KICKS), di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat dilansir dari Okezone, Jumat (8/3/2019).

Pernyataan tersebut tentu menimbulkan sebuah tanda tanya besar, “Apakah pemberian vaksin HPV ini memang harus dilakukan saat anak-anak baru menginjak usia remaja?”

Venny mengatakan, sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa respons imun pada perempuan berusia antara 9-13 tahun jauh lebih baik dibanding usia di atasnya. Pemberian vaksin HPV juga diklaim lebih efektif jika diberikan pada perempuan yang belum menikah.

“Bayi yang baru lahir saja langsung divaksin, tugasnya memang untuk mencegah virus penyakit, dan prinsipnya sama dengan kanker serviks. Lebih baik dilakukan sebelum menikah, tapi setelah menikah juga tidak apa-apa. Bedanya, saat masih remaja, hanya membutuhkan 2 kali suntik vaksin. Sementara di atas usia 13 tahun pemberian vaksin harus dilakukan 3 kali,” tukas Venita. (tam)

Iklan Video

KOMENTAR

BERITA LAINNYA

PT. IHB gelar Rapat Evaluasi Program PPM Libatkan Masyarakat Lingkar Tambang 

Halut -- Kebijakan PT. NHM beberapa tahun terakhir ini banyak memunculkan polimik dikalangan masyarakat, khususnya...

Dinas P2A Kota Ternate Bakal Kawal Kasus Pemerkosaan Tiga Pelajar Hingga Tuntas

Ternate -- Kasus pemorkasan yang terjadi terhadap 3 korban yang diketahui adalah pelajar salah satu...

Tahun 2021 ini, PKBM Mario Laha Miliki 81 Peserta Didik

Ternate -- Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Mario Laha Kota Ternate, pada tahun 2021 ini...

Tiap Tahun, Kanker Serviks Tewaskan 18 Ribu Orang di Indonesia

i-malut.com — Kanker serviks atau kanker leher rahim kini tidak hanya diidap oleh orang-orang yang sudah lanjut usia, tetapi juga bisa diidap oleh semua perempuan yang masih dalam usia produktif.

Data terbaru dari GLOBOCAN 2018 menunjukkan, kasus baru kanker serviks di Indonesia mencapai 32.469 kasus atau 17,2% dari presentase kanker perempuan di Indonesia. Bahkan, kematian akibat kanker serviks mencapai 18.279 per tahun atau sebanyak 50 perempuan Indonesia meninggal setiap harinya karena kanker yang sebenarnya dapat dicegah dengan vaksinasi HPV.

Angka tersebut ternyata juga meningkat drastis dibandingkan data yang dirilis oleh GLOBOCAN sebelumnya di tahun 2012, yaitu 26 perempuan meninggal setiap harinya karena kanker serviks. Tingginya angka kematian ini menunjukkan bahwa kesadaran perempuan Indonesia dalam upaya pencegahan kanker serviks masih sangat minim.

Skrining dan pemberian vaksin dini pun menjadi cara terampuh untuk mencegahnya. Apalagi jika bercermin dari fakta-fakta yang berhasil ditemukan para ahli. Disebutkan bahwa kanker serviks cenderung bisa dicegah karena faktor penyebebanya sendiri lebih mudah dideteksi dibanding jenis kanker lainnya.

“Kanker lain multifaktor, kanker serviks itu sudah fix dan bisa dicegah sengan vaksin HPV. Jadi dari umur 9 tahun, anak-anak sudah bisa divaksin. Hanya ibu hamil yang tidak boleh diberi vaksin ini,” tegas dr. Venita, MSc, selaku perwakilan dari Yayasan Kanker Indonesia DKI Jakarta dan bagian dari Koalisi Indonesia Cegah Kanker Serviks (KICKS), di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat dilansir dari Okezone, Jumat (8/3/2019).

Pernyataan tersebut tentu menimbulkan sebuah tanda tanya besar, “Apakah pemberian vaksin HPV ini memang harus dilakukan saat anak-anak baru menginjak usia remaja?”

Venny mengatakan, sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa respons imun pada perempuan berusia antara 9-13 tahun jauh lebih baik dibanding usia di atasnya. Pemberian vaksin HPV juga diklaim lebih efektif jika diberikan pada perempuan yang belum menikah.

“Bayi yang baru lahir saja langsung divaksin, tugasnya memang untuk mencegah virus penyakit, dan prinsipnya sama dengan kanker serviks. Lebih baik dilakukan sebelum menikah, tapi setelah menikah juga tidak apa-apa. Bedanya, saat masih remaja, hanya membutuhkan 2 kali suntik vaksin. Sementara di atas usia 13 tahun pemberian vaksin harus dilakukan 3 kali,” tukas Venita. (tam)

VIDEO

IKLAN

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

BACA JUGA

DPMD Halteng Gelar Kegiatan Program Singkronisasi APBDes

Weda -- Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Rabu (27/01) Siang tadi mengelar kegiatan Program Sinnkronisasi Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes). Kegiatan tersebut bertempat di kantor DPMD kabupaten Halmahera...

Februari, Vaksinasi Tenaga Kesehatan Kota Ternate Selesai, Lanjut...

Ternate - Imunisasi vaksin C-19 di Kota Ternate khususnya bagi tenaga kesehatan (medis) akan berakhir pada febuari 2021 mendatang. Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Ternate Nurbaiti Rajabessy, ketika dikonfirmasi awak...

Soal Imunisasi Vaksin C-19, Pemda Halbar Masih Dalam...

Halbar -- Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) Provinsi Maluku Utara (Malut), masih dalam tahapan proses persiapan untuk penyuntikan Vaksin Sinovak tahap pertama. Kepala Dinas Kesehatan Kab. Halmahera Barat (Halbar)...

PC IKA PMII Halsel Gelar Rapat Kerja Perdana...

Ternate -- Pengurus Cabang Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Halmahera Selatan (PC IKA PMII Halsel) periode 2020-2025, gelar Rapat Kerja (Raker) perdana, dengan tema, "Membangun Sinergitas IKA PMII...

Delapan Desa se-Kecamatan Weda Selatan Halteng Gelar Musrembang

Weda -- Delapan desa se-Kecamatan Weda Selatan Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Selasa (26/01) siang tadi menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat desa. Delapan desa tersebut yakni Desa Loleo, Aer...

Etihad FC Kemenag Malut Taklukkan Dispora Provinsi FC...

Sofifi -- Friendly Match antara Tim Etihad FC-Kanwil Kemenag Malut vs Dispora Malut FC, Selasa (26/01) sore tadi di Stadion Bukit Durian Sofifi, berakhir dengan skor 4 : 2...

Dinas P2A Kota Ternate Bakal Kawal Kasus Pemerkosaan...

Ternate -- Kasus pemorkasan yang terjadi terhadap 3 korban yang diketahui adalah pelajar salah satu SMU di kota Tidore Kepulauan mendapat perhatian serius dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak...

Menunggak Anggsuran Listrik, Lampu di Pasar Ikan Higienis...

Ternate -- Pihak PLN Kota Ternate, Selasa (26/01) pagi tadi melakukan pemutusan aliran Listrik di Pasar Ikan Higienis, Kelurahan Gamalama, Kota Ternate Tengah. Pasalnya, Pasar Ikan Higienis tersebut menunggak...

PT. IHB gelar Rapat Evaluasi Program PPM Libatkan...

Halut -- Kebijakan PT. NHM beberapa tahun terakhir ini banyak memunculkan polimik dikalangan masyarakat, khususnya masyarakat lingkat tambang, yakni Kec. Kao dan Kec. Malifut Kab. Halmahera Utara. Pasalnya, setiap kebijakan...
error: