TERPOPULER

Paslon Ubaid-Anjas kuasai Forum Debat Kandidat Tahap...

Maba -- Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Drs. Hi Ubaid Yakub, MPA bersama Anjas Taher, SE.M.Si tampak...

Soal Qit Hotel adalah Politik character assassination

Sanana -- Polemik persoalan Pengusaha Hotel (baca Qit Hotel-red) dengan diduga salah satu Paslon Bupati dan Wakil Bupati Pilkada...

Kritik Pedas untuk Kinerja Bawaslu Kepulauan Sula

Sanana -- Kritikan Pedas dialamatkan ke Bawaslu Kab. Kepulauan Sula (Kepsul). Kritik ini disampaikan oleh Tim Hukum dan Advokasi...

Elang-Rahim penuhi janji hadirkan Jaringan Telkomsel di...

Weda -- Elang-Rahim dalam acara tatap muka didesa Loleo dan Aer Salobar kecamatan Weda Selatan kabupaten Halmahera Tengah (Halteng)...

Ampera Haltim Desak PLN Operasikan Listrik 24...

i-malut.com, Haltim - Mulai beroperasinya listrik 24 jam sehari di tiga Kecamatan, yakni Kecamatan Maba, Maba Tengah dan Wasile sejak diresmikan Selasa, 19...

Belum seminggu Pjs. Bupati Sula Komitmen soal...

Sanana -- Belum seminggu Pjs. Bupati Sula Idham Umasangadji menyatakan sikap terkait pencegahan Covid-19, tepatnya Rabu 18-11-2020 ketika menggelar...

Paslon Ubaid-Anjas kuasai Forum Debat Kandidat Tahap...

Maba -- Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Drs. Hi Ubaid Yakub, MPA bersama Anjas Taher, SE.M.Si tampak...

Soal Qit Hotel adalah Politik character assassination

Sanana -- Polemik persoalan Pengusaha Hotel (baca Qit Hotel-red) dengan diduga salah satu Paslon Bupati dan Wakil Bupati Pilkada...

Kritik Pedas untuk Kinerja Bawaslu Kepulauan Sula

Sanana -- Kritikan Pedas dialamatkan ke Bawaslu Kab. Kepulauan Sula (Kepsul). Kritik ini disampaikan oleh Tim Hukum dan Advokasi...

Elang-Rahim penuhi janji hadirkan Jaringan Telkomsel di...

Weda -- Elang-Rahim dalam acara tatap muka didesa Loleo dan Aer Salobar kecamatan Weda Selatan kabupaten Halmahera Tengah (Halteng)...

Ampera Haltim Desak PLN Operasikan Listrik 24...

i-malut.com, Haltim - Mulai beroperasinya listrik 24 jam sehari di tiga Kecamatan, yakni Kecamatan Maba, Maba Tengah dan Wasile sejak diresmikan Selasa, 19...

ARTIKEL TERKAIT

Hamba-Hamba yang ‘Kaya’

|

i-malut.com — Di dalam Alquran, Allah SWT berfirman mengenai fitrah manusia ini. “Wahai manusia, kamulah yang butuh kepada Allah dan Allah, Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.” (QS Fathir: 15).

Dilansir dari Republika, Selasa (19/3), Ibnu Qayyim Al Jauziy menjelaskan, ayat ini menerangkan, kefakiran (kebutuhan) para hamba kepada Nya adalah sesuatu yang bersifat esensi dan intrinsik bagi mereka. Status fakir menjadi bagian inti dari diri mereka yang sama sekali tidak bisa terlepas dari diri mereka. Sebagaimana Allah SWT Maha Kaya dan Maha Terpuji juga hal yang bersifat intrinsik bagi Dzat-Nya. Sifat Maha Allah yang kaya dan terpuji adalah sebuah keniscayaan yang tertetapkan untuk-Nya. Sudah menjadi sifat intrinsik Dzat-Nya bukan sesuatu yang bersifat ekstrinsik karena adanya faktor eksternal.

Kefakiran kepada Allah SWT tidak lain adalah kekayaan dan kecukupan atas apa yang diberikan-Nya. Karena itu, orang yang paling fakir kepada Allah SWT sejatinya orang paling kaya dan cukup dengan-Nya. Orang paling merendahkan diri kepada-Nya sejatinya orang paling mulia. Orang paling lemah di hadapan-Nya, sejatinya orang paling kuat. Orang merasa paling bodoh sejatinya orang yang paling mengetahui diri-Nya. Kekayaan dan kecukupan berbanding lurus dengan kefakiran kepada Nya. Ini dua hal yang inheren dan tidak bisa dipisahkan satu dengan lain. Keduanya bersifat simetris.

Ibnu Qayyim menyebut kekayaan sebagai al Ghina. Ulama besar ini mengartikan Al Ghina merupakan kekayaan dalam arti hakiki. Kekayaan ini tidak lain adalah kepunyaan Allah SWT. Rabb Yang Maha Kaya dan tidak ada sedikit pun butuh kepada segala sesuatu selain-Nya. Segala sesuatu selain Allah pasti tersemat label fakir, sebagaimana memiliki predikat makhluk ciptaan.

Kekayaan pun bisa dinikmati makhluk. Orang kaya disebut sebagai orang yang bisa memiliki apa pun kebutuhan dan hajatnya. Di dalam diri manusia, ada perasaan butuh akan sesuatu yang sangat besar. Hasrat ini tidak bisa ditutupi. Seorang hamba yang berhasil mendapatkan Dzat Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji akan mendapatkan segalanya. Jika tidak, dia bisa jadi akan mendapatkan segalanya, tetapi kehilangan-Nya. Seperti apa yang dialami Profesor Paul Ehrenfest.

Shaikh Ibnu Qayyim pun membagi Al Ghina untuk makhluk menjadi dua. Al Ghina yang remeh dan Al Ghina yang tinggi. Al Ghina yang rendah disebut sebagai Al Ghina as-Safil. Al Ghina ini diartikan sebagai bentuk kaya dengan hal-hal pinjaman. Semua itu pun harus dikembalikan kepada Sang Pemilik. Orang dengan Al Ghina As-Safil dipinjami istri atau suami, perempuan, harta yang banyak dengan berbagai jenisnya, kendaraan, dan sebagainya.

Al Ghina yang mulia dan tinggi disebut dengan Al Ghina Ali. Mengutip pendapat Ibnu Taimiyyah dalam kitab Manazli As Sa’irin, Ibnu Qayyim menjelaskan, Al Ghina Ali memiliki tiga jenis tingkatan. Pertama, kekayaan hati, yakni hati bersih dari sebab, menerima dan pasrah kepada ketentuan serta terbebas dari perseteruan. Kedua, kekayaan jiwa. Artinya, keistiqamahan jiwa di atas al Marghub (sesuatu yang disenangi Allah), keselamatan jiwa dari al Maskhuth (sesuatu yang dibenci Allah) dan keterbebasan jiwa dari riya.

Tingkatan terakhir adalah al Ghina atau kekayaan dan kecukupan dengan al-Haqq. Al Haqq pun dibagi kembali menjadi tiga tingkatan. Pertama, menyadari bahwa Allah SWT mengingat kamu. Kedua, memandang keawalan-Nya sehingga mampu menyadari bahwa segala sesuatu selain Allah tidak lain ada karena-Nya. Ketiga, keberuntungan menggapai wujud-Nya. Ibnu Qayyim menyebut tingkatan ini merupakan peringkat tertinggi kekayaan manusia ketimbang derajat pertama dan kedua.

Pada Al Ghina Ali sebelumnya, derajat kekayaannya masih berupa bekas dan efek dari zikir mengingat Allah SWT dan konsentrasi menghadap kepada Nya. Dari situ, hati mendapat limpahan nur atau cahaya sifat-sifat suci. Hati pun menjadi kaya dan berkecukupan dengannya. Ini adalah bentuk kefakiran sekaligus kekayaan hakiki. Saat Allah SWT menjadi ambisi terbesar seorang hamba.

Hamba-hamba yang ‘kaya’ mendapat qiyas istimewa di dalam Alquran. “Seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya.” (QS Ibrahim: 24-25).

Ibnu Qayyim menganalogikan pohon ini sebagai pohon keimanan. Akarnya menancap kokoh ke dalam hati sedangkan cabang-cabangnya, yaitu perkataan yang baik dan amal shaleh menjulang tinggi ke langit. Pohon ini akan terus mengeluarkan buahnya setiap saat dengan izin Tuhannya. Buah keimanan akan menyenangkan mata dan hati pemiliknya, para perawatnya, keluarganya, teman-temannya, dan orang-orang yang dekat kepadanya. Wallahu’alam

Video Pesan Layanan Masyarakat

KOMENTAR

BERITA LAINNYA

Mudahkan akses Jalan Desa, Babinsa Koramil 1508-01/Tobelo bersama warga bangun Jalan Setapak

Tobelo -- Begitu dekatnya hubungan Babinsa dan masyarakat diwilayah teroterialnya. Seperti halnya Babinsa Koramil 1508-01/Tobelo...

Soal Sampah, Pemda Taliabu terkendala akses menuju TPA

Taliabu -- Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab) melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) saat...

64 Peserta LK-1 HMI Komisariat Ekonomi Unkhair Ternate dinyatakan lulus oleh Panitia Penyelenggara

Ternate -- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Ekonomi Unkhair Ternate, gelar LK-1 (Basic Training) bertempat...
- Iklan KPU Haltim -

Hamba-Hamba yang ‘Kaya’

|

i-malut.com — Di dalam Alquran, Allah SWT berfirman mengenai fitrah manusia ini. “Wahai manusia, kamulah yang butuh kepada Allah dan Allah, Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.” (QS Fathir: 15).

Dilansir dari Republika, Selasa (19/3), Ibnu Qayyim Al Jauziy menjelaskan, ayat ini menerangkan, kefakiran (kebutuhan) para hamba kepada Nya adalah sesuatu yang bersifat esensi dan intrinsik bagi mereka. Status fakir menjadi bagian inti dari diri mereka yang sama sekali tidak bisa terlepas dari diri mereka. Sebagaimana Allah SWT Maha Kaya dan Maha Terpuji juga hal yang bersifat intrinsik bagi Dzat-Nya. Sifat Maha Allah yang kaya dan terpuji adalah sebuah keniscayaan yang tertetapkan untuk-Nya. Sudah menjadi sifat intrinsik Dzat-Nya bukan sesuatu yang bersifat ekstrinsik karena adanya faktor eksternal.

Kefakiran kepada Allah SWT tidak lain adalah kekayaan dan kecukupan atas apa yang diberikan-Nya. Karena itu, orang yang paling fakir kepada Allah SWT sejatinya orang paling kaya dan cukup dengan-Nya. Orang paling merendahkan diri kepada-Nya sejatinya orang paling mulia. Orang paling lemah di hadapan-Nya, sejatinya orang paling kuat. Orang merasa paling bodoh sejatinya orang yang paling mengetahui diri-Nya. Kekayaan dan kecukupan berbanding lurus dengan kefakiran kepada Nya. Ini dua hal yang inheren dan tidak bisa dipisahkan satu dengan lain. Keduanya bersifat simetris.

Ibnu Qayyim menyebut kekayaan sebagai al Ghina. Ulama besar ini mengartikan Al Ghina merupakan kekayaan dalam arti hakiki. Kekayaan ini tidak lain adalah kepunyaan Allah SWT. Rabb Yang Maha Kaya dan tidak ada sedikit pun butuh kepada segala sesuatu selain-Nya. Segala sesuatu selain Allah pasti tersemat label fakir, sebagaimana memiliki predikat makhluk ciptaan.

Kekayaan pun bisa dinikmati makhluk. Orang kaya disebut sebagai orang yang bisa memiliki apa pun kebutuhan dan hajatnya. Di dalam diri manusia, ada perasaan butuh akan sesuatu yang sangat besar. Hasrat ini tidak bisa ditutupi. Seorang hamba yang berhasil mendapatkan Dzat Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji akan mendapatkan segalanya. Jika tidak, dia bisa jadi akan mendapatkan segalanya, tetapi kehilangan-Nya. Seperti apa yang dialami Profesor Paul Ehrenfest.

Shaikh Ibnu Qayyim pun membagi Al Ghina untuk makhluk menjadi dua. Al Ghina yang remeh dan Al Ghina yang tinggi. Al Ghina yang rendah disebut sebagai Al Ghina as-Safil. Al Ghina ini diartikan sebagai bentuk kaya dengan hal-hal pinjaman. Semua itu pun harus dikembalikan kepada Sang Pemilik. Orang dengan Al Ghina As-Safil dipinjami istri atau suami, perempuan, harta yang banyak dengan berbagai jenisnya, kendaraan, dan sebagainya.

Al Ghina yang mulia dan tinggi disebut dengan Al Ghina Ali. Mengutip pendapat Ibnu Taimiyyah dalam kitab Manazli As Sa’irin, Ibnu Qayyim menjelaskan, Al Ghina Ali memiliki tiga jenis tingkatan. Pertama, kekayaan hati, yakni hati bersih dari sebab, menerima dan pasrah kepada ketentuan serta terbebas dari perseteruan. Kedua, kekayaan jiwa. Artinya, keistiqamahan jiwa di atas al Marghub (sesuatu yang disenangi Allah), keselamatan jiwa dari al Maskhuth (sesuatu yang dibenci Allah) dan keterbebasan jiwa dari riya.

Tingkatan terakhir adalah al Ghina atau kekayaan dan kecukupan dengan al-Haqq. Al Haqq pun dibagi kembali menjadi tiga tingkatan. Pertama, menyadari bahwa Allah SWT mengingat kamu. Kedua, memandang keawalan-Nya sehingga mampu menyadari bahwa segala sesuatu selain Allah tidak lain ada karena-Nya. Ketiga, keberuntungan menggapai wujud-Nya. Ibnu Qayyim menyebut tingkatan ini merupakan peringkat tertinggi kekayaan manusia ketimbang derajat pertama dan kedua.

Pada Al Ghina Ali sebelumnya, derajat kekayaannya masih berupa bekas dan efek dari zikir mengingat Allah SWT dan konsentrasi menghadap kepada Nya. Dari situ, hati mendapat limpahan nur atau cahaya sifat-sifat suci. Hati pun menjadi kaya dan berkecukupan dengannya. Ini adalah bentuk kefakiran sekaligus kekayaan hakiki. Saat Allah SWT menjadi ambisi terbesar seorang hamba.

Hamba-hamba yang ‘kaya’ mendapat qiyas istimewa di dalam Alquran. “Seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya.” (QS Ibrahim: 24-25).

Ibnu Qayyim menganalogikan pohon ini sebagai pohon keimanan. Akarnya menancap kokoh ke dalam hati sedangkan cabang-cabangnya, yaitu perkataan yang baik dan amal shaleh menjulang tinggi ke langit. Pohon ini akan terus mengeluarkan buahnya setiap saat dengan izin Tuhannya. Buah keimanan akan menyenangkan mata dan hati pemiliknya, para perawatnya, keluarganya, teman-temannya, dan orang-orang yang dekat kepadanya. Wallahu’alam

Video Pesan Layanan Masyarakat

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

- Iklan KPU Haltim -

ARTIKEL TERKAIT

Bawaslu Sula dinilai beri kelonggaran untuk Keluarga Mus

Sanana -- Perumpamaan gelar 'Karpet Merah' sepertinya tepat untuk menganalogikan kinerja Bawaslu Sula terhadap Paslon Bupati dan Wakil Bupati tertentu, bagaimana tidak untuk kesekian kalinya Bawaslu Sula selalu memberi...

64 Peserta LK-1 HMI Komisariat Ekonomi Unkhair Ternate...

Ternate -- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Ekonomi Unkhair Ternate, gelar LK-1 (Basic Training) bertempat di Aula Asrama Haji Kel. Ngade Kec. Ternate Selatan Kota Ternate, Jum'at (27/11). Kegiatan LK-1...

Paslon Nomor Urut 04 YAMIN-ADA Gelar Pembekalan Saksi

Ternate -- Paslon Yamin-ADA bersama tim koalisinya, hari ini Jum'at 27 November 2020 melaksanakan pembekalan saksi, bertempat di Gedung Duafa Center Kel. Gamalama Kec. Ternate Tengah Kota Ternate. Sesuai hasil...

Operasi Yustisi, Polda Malut tindak 86.175 pelanggar Protokol...

Ternate -- Polda Maluku Utara beserta jajaran melaksanakan Operasi Yustisi guna menekan angka penyebaran Covid-19 di Provinsi Maluku Utara. Operasi yustisi yang dilakukan sejak 14 September 2020 itu melibatkan...

Pemerintah serius mendorong Industri Hilirisasi Nikel, khususnya Baterai...

Ternate -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan bahwa pemerintah terus mendorong industri baterai lithium sebagai bagian dari keseriusan terhadap program hilirisasi mineral. Hal ini...

Gelar aksi jilid dua, MAKLUMAT desak Menko Maritim...

Ternate -- Puluhan massa aksi yang tergabung dalam aliansi Mahasiswa Maluku Utara Muda (MAKLUMAT), hari ini kembali gelar aksi jilid II di depan kantor Kementrian Koordinator Kemaritiman dan Investasi...

Bawaslu minta Penyelengara ditingkat Kecamatan dan Desa maksimalkan...

Taliabu -- Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pulau Taliabu minta Penyelenggara di tingkat kecamatan dan desa agar memaksimalkan pengawasan sehingga dapat menghindari dugaan pelangaran Pemilu di Pultab. Ketua Bawaslu...

Tahun ini Bakti Kominfo bangun enam Tower Mini...

Maba -- Badan Aksebilitas Teknologi dan Informasi (BAKTI) Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tahun ini bakal membangunan enam tower mini di Kabupaten Halmahera Timur (Haltim). Hal ini disampaikan Kabid Informatika...

Lakalantas Tunggal di Subaim, Pengendara Tewas di Tempat

Maba -- Alami Lakalantas tunggal, seorang pengendara tewas di Subaim tepatnya di jalan umum Desa Cemara Jaya Kecamatan Wasile Halmahera Timur (Haltim). Melalui Kasubag Humas Polres Haltim Iptu Jufri Adam,...
error: