POPULER

Merasa dicemarkan, Ketua Milineal HT Polisikan Akun...

Sanana -- Iksan Umasugi, Ketua Pemuda Milineal HT melaporkan Akun FB Sulabesi Biahifa kerena merasa dicemarkan namanya melalui Media...

Diduga Unprosedural, Rekomendasi SPBU Kompak CV. Sumayyah...

Sanana -- Buntut dibatalkannya Rekomendasi SPBU Kompak yang terletak di Desa Wainib-Kec. Sulabesi Selatan, dikarenakan Owner CV. Sumayyah Nur...

Sekda Syafrudin Sapsuha hadiri peninjauan lokasi Pembangunan...

Sanana -- Sekretaris Daerah (Sekda) Kab. Kepulauan Sula (Kepsul), Syafrudin Sapsuha menghadiri acara peninjauan lokasi Pembangunan Lembaga Pendidikan Ma'arif-NU...

Artikel Terkait

Islam Digest: Pertolongan Allah akan Datang Jika Ikhlas dan Sabar

|

i-malut.com — Kisah yang dikutip dari buku 101 Kisah Segar ini menjadi pelajaran penting bagaimana menata niat dalam hati. Andai saja sepasang suami istri konsisten menjaga iman dan ketakwaan, Allah SWT akan memenuhi kebutuhannya tanpa kehilangan karamah. Namun, setan telah lebih dulu menjerumuskannya sehingga pertolongan Allah SWT tidak mereka dapatkan dengan indah.

Dilansir dari Republika, Selasa (19/3), Ceritanya, ketika itu ada suami istri yang selama hidupnya dirundung kesulitan ekonomi. Dalam menjalani hari-harinya, saking miskinnya, pasangan tersebut kadang mendapati makanan dan terkadang juga tidak makan. Namun, meski hidupnya melarat, mereka sangat taat menjalani perintah Allah SWT dan menjauhi larangannya.

Karena kebutuhan hidup yang tidak bisa ditoleransi lagi, akhirnya sang suami memutuskan keluar dari kampung halamannya demi memenuhi kebutuhan asasi sehari-hari mereka. Sewaktu keluar dari rumah menuju kampung yang dituju, ia berpikir waktu pelaksanaan shalat masih panjang. Ia akhirnya pun menunda shalat.

Namun, tiba-tiba langkah semangatnya terhenti ketika di tengah perjalanan ia melihat ada sekumpulan orang yang terdiri dari pria dan perempuan yang tengah mengerubuti sebuah pohon besar. Merasa penasaran, akhirnya suami tersebut mendekati kerumunan yang terkonsentrasi di pohon itu. Dan, ternyata mereka menjadikan pohon sebagai tempat memuja dan mengajukan permohonan.

“Ini syirik. Masyarakat tidak boleh dibiarkan menyembah serta meminta selain Allah,” gumamnya dalam hati.

Tanpa pikir panjang, sang suami itu balik kanan menuju rumahnya. Niat yang telah ia camkan sejak berangkat dari rumah akhirnya terpaksa ia batalkan setelah melihat perbuatan warga kampung setempat.

Melihat kedatangan suami, sang istri sempat heran, apalagi begitu tiba di rumah sang suami malah menuju dapur dan mengambil sebilah golok. Istrinya sudah melayangkan pertanyaan, namun tidak mendapatkan jawaban. Malah, sang suami keluar begitu saja sembari menenteng golok senjata tajam.

Namun, di tengah perjalanan, sang suami bertemu dengan sesosok orang tinggi besar dan hitam. Ternyata dia adalah iblis yang menyerupai manusia. “Hai, mau ke mana kamu?” tanya iblis dengan sinis.

Sang suami yang alim itu menjawab, “Saya hendak menuju pohon yang disembah-sembah orang bagaikan menyembah Allah. Saya sudah berjanji kepada Allah akan menebang roboh pohon yang dijadikan perbuatan syirik itu,” katanya.

Mendengar semangat suami yang ahli ibadah itu iblis pun melarangnya. Menurut iblis, jika dia tidak ada hubungannya dengan pohon itu, mengapa harus ditebang karena yang penting, dia tidak ikut-ikutan syirik seperti mereka. “Untuk itu, lebih kamu pulang saja,” saran Iblis.

“Tidak mau, kemungkaran mesti diberantas,” katanya dengan mendorong iblis yang berdiri tegak di hadapannya. “Berhenti, jangan teruskan!” kata iblis mengancam.

Akibat sama-sama bersikeras dan bersitegang, terjadilah perkelahian antara sang suami dan iblis yang menjelma sebagai manusia. Dalam perkelahian itu, iblis kalah, padahal badannya lebih besar dua kali lipat dari suami yang alim itu. Sambil menahan rasa sakit, iblis meminta maaf dan berjanji kepada sang lelaki itu akan memberikan uang emas empat dinar di bawah sajadah setiap selesai shalat Subuh.

Tetapi, dengan syarat, yaitu si lelaki mesti mengurungkan niatnya menebang pohon. “Pulang saja berburu, jangan teruskan niat tuan itu dulu,” pinta iblis.

Mendengar apa yang dikatakan iblis, mulai lunturlah kekerasan tekad si alim tadi. Terlebih, ia teringat istrinya yang terus-terus mengeluh dengan keadaannya yang serbakesulitan.

Dengan menerima tawaran iblis yang menggiurkan itu, ia pikir bisa membantu meringankan beban hidup yang selama ini ia hadapi sekaligus ingin membahagiakan istri.

Akhirnya ia benar-benar batal menebang pohon dan pulang ke rumah lalu menceritakan kepada istrinya apa yang terjadi. Benar setelah itu ia mendapati tumpukan uang emas di bawah sajadahnya. Keadaan itu berlangsung hanya sampai hari ketiga. Sedangkan, pada hari keempat, nihil. Janji iblis tak terbukti.

Akhirnya orang alim dan istrinya kecewa lalu memutuskan akan menebang pohon itu. Namun, di tengah perjalanan, ia kembali bertemu dengan iblis dan berduel lagi karena silang pendapat tentang penebangan pohon.

Namun, kali ini orang alim itu yang kalah. Sembari menahan rasa sakit, orang alim itu berkata, “Dengan kekuatan apa engkau dapat mengalahkan saya, padahal dulu engkau tidak berdaya sama sekali,” kata orang alim itu sambil tersengal-sengal.

Iblis itu dengan angkuh menjawab, “Tentu saja engkau dahulu boleh menang karena waktu itu engkau keluar rumah untuk Allah, demi Allah,” ujar iblis.

Bahkan, iblis mengakui kepada orang alim yang miskin itu, ketika perkelahian pertamanya, meski seluruh teman iblis dikerahkan untuk membantu untuk melawannya, maka tetap tidak akan bisa mengalahkannya.

Akan tetapi, untuk hari ini, kata iblis, meski orang alim itu sudah mengeluarkan segala kemampuannya, tetap tidak akan bisa menang. “Karena itu, pulang saja. Kalau tidak, kupatahkan nanti batang lehermu,” kata iblis mengancam.

Mendengar perkataan iblis, orang alim tadi termangu-mangu. Ia merasa bersalah dan niatnya memang sudah tidak ikhlas kerena Allah lagi. Dengan penuh peluh, ia pulang ke rumah. Dibatalkan niat semula untuk menebang pohon itu. Ia sadar bahwa perjuangannya yang sekarang tanpa disertai keikhlasan dan jika dilanjutkan akan mengancam keselamatannya.

Video Pesan Layanan Masyarakat

BERITA LAINNYA

Cuaca Laut Masih Kondusif, Kapos Sahabandar : Tidak ada Perubahan Jadwal Keberangkatan Kapal Dipelabuhan Bastiong Ternate

Ternate -- Petugas Sahabandar Pelabuhan Bastiong tidak melakukan perubahan jadwal keberangkatan kapal pada semua rute,...

DK Tahap I Cair, Kelurahan Gamalama dahulukan Program Pemberdayaan

Ternate -- Dana Kelurahan (DK) Tahap I tahun 2020 Kelurahan Gamalama, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate,...

Cuaca Buruk, Dua Nelayan Tenggelam, Basarnas Kota Ternate Lakukan Evakuasi

Ternate -- Tim Rescue Basarnas Kota Ternate Pagi tadi sekitar pukul 08.55 WIT, mengevakuasi dua...

Islam Digest: Pertolongan Allah akan Datang Jika Ikhlas dan Sabar

|

i-malut.com — Kisah yang dikutip dari buku 101 Kisah Segar ini menjadi pelajaran penting bagaimana menata niat dalam hati. Andai saja sepasang suami istri konsisten menjaga iman dan ketakwaan, Allah SWT akan memenuhi kebutuhannya tanpa kehilangan karamah. Namun, setan telah lebih dulu menjerumuskannya sehingga pertolongan Allah SWT tidak mereka dapatkan dengan indah.

Dilansir dari Republika, Selasa (19/3), Ceritanya, ketika itu ada suami istri yang selama hidupnya dirundung kesulitan ekonomi. Dalam menjalani hari-harinya, saking miskinnya, pasangan tersebut kadang mendapati makanan dan terkadang juga tidak makan. Namun, meski hidupnya melarat, mereka sangat taat menjalani perintah Allah SWT dan menjauhi larangannya.

Karena kebutuhan hidup yang tidak bisa ditoleransi lagi, akhirnya sang suami memutuskan keluar dari kampung halamannya demi memenuhi kebutuhan asasi sehari-hari mereka. Sewaktu keluar dari rumah menuju kampung yang dituju, ia berpikir waktu pelaksanaan shalat masih panjang. Ia akhirnya pun menunda shalat.

Namun, tiba-tiba langkah semangatnya terhenti ketika di tengah perjalanan ia melihat ada sekumpulan orang yang terdiri dari pria dan perempuan yang tengah mengerubuti sebuah pohon besar. Merasa penasaran, akhirnya suami tersebut mendekati kerumunan yang terkonsentrasi di pohon itu. Dan, ternyata mereka menjadikan pohon sebagai tempat memuja dan mengajukan permohonan.

“Ini syirik. Masyarakat tidak boleh dibiarkan menyembah serta meminta selain Allah,” gumamnya dalam hati.

Tanpa pikir panjang, sang suami itu balik kanan menuju rumahnya. Niat yang telah ia camkan sejak berangkat dari rumah akhirnya terpaksa ia batalkan setelah melihat perbuatan warga kampung setempat.

Melihat kedatangan suami, sang istri sempat heran, apalagi begitu tiba di rumah sang suami malah menuju dapur dan mengambil sebilah golok. Istrinya sudah melayangkan pertanyaan, namun tidak mendapatkan jawaban. Malah, sang suami keluar begitu saja sembari menenteng golok senjata tajam.

Namun, di tengah perjalanan, sang suami bertemu dengan sesosok orang tinggi besar dan hitam. Ternyata dia adalah iblis yang menyerupai manusia. “Hai, mau ke mana kamu?” tanya iblis dengan sinis.

Sang suami yang alim itu menjawab, “Saya hendak menuju pohon yang disembah-sembah orang bagaikan menyembah Allah. Saya sudah berjanji kepada Allah akan menebang roboh pohon yang dijadikan perbuatan syirik itu,” katanya.

Mendengar semangat suami yang ahli ibadah itu iblis pun melarangnya. Menurut iblis, jika dia tidak ada hubungannya dengan pohon itu, mengapa harus ditebang karena yang penting, dia tidak ikut-ikutan syirik seperti mereka. “Untuk itu, lebih kamu pulang saja,” saran Iblis.

“Tidak mau, kemungkaran mesti diberantas,” katanya dengan mendorong iblis yang berdiri tegak di hadapannya. “Berhenti, jangan teruskan!” kata iblis mengancam.

Akibat sama-sama bersikeras dan bersitegang, terjadilah perkelahian antara sang suami dan iblis yang menjelma sebagai manusia. Dalam perkelahian itu, iblis kalah, padahal badannya lebih besar dua kali lipat dari suami yang alim itu. Sambil menahan rasa sakit, iblis meminta maaf dan berjanji kepada sang lelaki itu akan memberikan uang emas empat dinar di bawah sajadah setiap selesai shalat Subuh.

Tetapi, dengan syarat, yaitu si lelaki mesti mengurungkan niatnya menebang pohon. “Pulang saja berburu, jangan teruskan niat tuan itu dulu,” pinta iblis.

Mendengar apa yang dikatakan iblis, mulai lunturlah kekerasan tekad si alim tadi. Terlebih, ia teringat istrinya yang terus-terus mengeluh dengan keadaannya yang serbakesulitan.

Dengan menerima tawaran iblis yang menggiurkan itu, ia pikir bisa membantu meringankan beban hidup yang selama ini ia hadapi sekaligus ingin membahagiakan istri.

Akhirnya ia benar-benar batal menebang pohon dan pulang ke rumah lalu menceritakan kepada istrinya apa yang terjadi. Benar setelah itu ia mendapati tumpukan uang emas di bawah sajadahnya. Keadaan itu berlangsung hanya sampai hari ketiga. Sedangkan, pada hari keempat, nihil. Janji iblis tak terbukti.

Akhirnya orang alim dan istrinya kecewa lalu memutuskan akan menebang pohon itu. Namun, di tengah perjalanan, ia kembali bertemu dengan iblis dan berduel lagi karena silang pendapat tentang penebangan pohon.

Namun, kali ini orang alim itu yang kalah. Sembari menahan rasa sakit, orang alim itu berkata, “Dengan kekuatan apa engkau dapat mengalahkan saya, padahal dulu engkau tidak berdaya sama sekali,” kata orang alim itu sambil tersengal-sengal.

Iblis itu dengan angkuh menjawab, “Tentu saja engkau dahulu boleh menang karena waktu itu engkau keluar rumah untuk Allah, demi Allah,” ujar iblis.

Bahkan, iblis mengakui kepada orang alim yang miskin itu, ketika perkelahian pertamanya, meski seluruh teman iblis dikerahkan untuk membantu untuk melawannya, maka tetap tidak akan bisa mengalahkannya.

Akan tetapi, untuk hari ini, kata iblis, meski orang alim itu sudah mengeluarkan segala kemampuannya, tetap tidak akan bisa menang. “Karena itu, pulang saja. Kalau tidak, kupatahkan nanti batang lehermu,” kata iblis mengancam.

Mendengar perkataan iblis, orang alim tadi termangu-mangu. Ia merasa bersalah dan niatnya memang sudah tidak ikhlas kerena Allah lagi. Dengan penuh peluh, ia pulang ke rumah. Dibatalkan niat semula untuk menebang pohon itu. Ia sadar bahwa perjuangannya yang sekarang tanpa disertai keikhlasan dan jika dilanjutkan akan mengancam keselamatannya.

Video Pesan Layanan Masyarakat

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Aktivis IMM Malut ingatkan Kades dan BPD terkait...

Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan Tertinggi ditingkat Desa. Sekaligus sebagai Pusat Administrasi ditingkat Desa, dan Desa salah...

3 Fraksi Menerima dan Menyetujui serta Mengapresiasi Capaian...

Sanana -- Lagi-lagi F-Golkar memilih Abstain pada Sidang Paripurna Penyampaian pendapat Akhir Fraksi-Fraksi DPRD Kepsul atas Ranperda Pertanggungjawaban dan Pelaksanaan APBD Th. 2019 dan Ranperda Tentang BUMD Inovasi Sula....

Dir Pamobvit Polda Malut dan Tiga Kapolres Berganti

Ternate -- Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengeluarkan Surat Telegram (ST) tentang pemberhentian dan pengangkatan jabatan dilingkungan Polri sesuai ST tertanggal 03 Agustus 2020 yang ditanda tangani As SDM Kapolri...

Cuaca Laut Masih Kondusif, Kapos Sahabandar : Tidak...

Ternate -- Petugas Sahabandar Pelabuhan Bastiong tidak melakukan perubahan jadwal keberangkatan kapal pada semua rute, meski BMKG Kota Ternate telah menyampaikan hasil ramalan cuaca terkini. Kepala Pos Sahabandar Pelabuhan Bastiong...

Akibat Covid-19, Pegadaian Syariah Ternate Batasi Penyaluran Kredit...

Ternate -- Pegadaian Syariah Cabang Kota Ternate di tahun 2020 ini membatasi penyaluran khususnya pada produk kredit berbasis Fidusia. Pasalnya dampak dari Pandemi Covid-19 mempengaruhi kemampuan masyarakat dalam hal...

Diduga Unprosedural, Rekomendasi SPBU Kompak CV. Sumayyah Nur...

Sanana -- Buntut dibatalkannya Rekomendasi SPBU Kompak yang terletak di Desa Wainib-Kec. Sulabesi Selatan, dikarenakan Owner CV. Sumayyah Nur Meccah Sdr. Rahmat melakukan Unprosedural Administrasi atau melakukan pemberkasan yang...

Cuaca Buruk, Dua Nelayan Tenggelam, Basarnas Kota Ternate...

Ternate -- Tim Rescue Basarnas Kota Ternate Pagi tadi sekitar pukul 08.55 WIT, mengevakuasi dua nelayan yang tenggelam akibat dihantam gelombang. Proses evakusi itu dilakukan setelah Basarnas Kota Ternate...

DK Tahap I Cair, Kelurahan Gamalama dahulukan Program...

Ternate -- Dana Kelurahan (DK) Tahap I tahun 2020 Kelurahan Gamalama, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara telah dicairkan. DK tersebut bakal dipergunakan untuk melaksanakan program pemberdayaan bidang...

Sekda Syafrudin Sapsuha hadiri peninjauan lokasi Pembangunan LP....

Sanana -- Sekretaris Daerah (Sekda) Kab. Kepulauan Sula (Kepsul), Syafrudin Sapsuha menghadiri acara peninjauan lokasi Pembangunan Lembaga Pendidikan Ma'arif-NU Kepsul di Desa Wailau-Kec. Sanana. Acara yang digelar oleh Keluarga...