POPULER

Merasa dicemarkan, Ketua Milineal HT Polisikan Akun...

Sanana -- Iksan Umasugi, Ketua Pemuda Milineal HT melaporkan Akun FB Sulabesi Biahifa kerena merasa dicemarkan namanya melalui Media...

Diduga Unprosedural, Rekomendasi SPBU Kompak CV. Sumayyah...

Sanana -- Buntut dibatalkannya Rekomendasi SPBU Kompak yang terletak di Desa Wainib-Kec. Sulabesi Selatan, dikarenakan Owner CV. Sumayyah Nur...

Sekda Syafrudin Sapsuha hadiri peninjauan lokasi Pembangunan...

Sanana -- Sekretaris Daerah (Sekda) Kab. Kepulauan Sula (Kepsul), Syafrudin Sapsuha menghadiri acara peninjauan lokasi Pembangunan Lembaga Pendidikan Ma'arif-NU...

Artikel Terkait

Waspada, Kenali Gejala TBC pada Anak

|

i-malut.com — Tuberkulosis alias TB merupakan penyakit infeksi yang paling banyak menyebabkan kematian. WHO memperkirakan kematian akibat TB lebih banyak daripada kematian akibat malaria dan AIDS.

Seperti dikutip dari Hellosehat via Okezone, Minggu (24/3), tidak hanya menyerang orang dewasa, TB juga dapat menyerang anak-anak. Diperkirakan 10-15% kasus TB di Indonesia menyerang anak berusia 0-14 tahun.

Perbedaan tuberkulosis orang dewasa dan tuberkulosis pada anak

Tuberkulosis pada anak merupakan kasus unik dan mempunyai permasalahan yang berbeda dengan TB orang dewasa. Laporan tuberkulosis anak di Indonesia pada tahun 2012 menyatakan jumlah kasus TB anak adalah sebanyak 8,2% dengan angka bervariasi antara 1,7-15,6% dari tiap provinsi. Perbedaan mencolok ini menunjukkan bahwa tidak mudah mengenali tuberkulosis pada anak karena gejalanya yang tidak khas seperti pada TB orang dewasa.

Kadang kala orangtua melarikan anaknya ke rumah sakit karena gejala lain, yang sekilas seperti tidak ada hubungan dengan penyebab kematian anak terbesar di negara- negara berkembang ini. Oleh sebab itu, yuk kita belajar cara mengenali infeksi TB pada anak agar putra-putri Anda dapat tertangani lebih segera.

Dua cara deteksi awal tuberkulosis pada anak

Kasus TB pada anak layaknya bongkahan gunung es di lautan. Jumlahnya banyak, namun sering kali orangtua terlambat mengenali. Sebenarnya ada dua pendekatan yang cukup mudah yang dapat kita lakukan sebagai deteksi awal, yaitu investigasi terhadap anak yang kontak erat dengan pasien TB dewasa aktif dan menular, serta anak yang datang ke pelayanan kesehatan dengan gejala dan tanda klinis yang mengarah ke TB.

Anak yang kontak erat dengan pasien TB menular

Kontak erat yang dimaksud adalah anak yang tinggal serumah atau sering bertemu dengan pasien TB menular, misalnya anggota keluarga, tetangga, atau kerabat yang sehari-hari berinteraksi dengan anak. Laporkan segera bila di rumah Anda ada yang menderita TB menular, baik TB paru atau TB lainnya. Biasanya TB menular diderita oleh pasien dewasa yang hasil pemeriksaan dahaknya menunjukkan adanya kuman (biasanya disebut BTA positif). Walaupun anak tidak menunjukkan gejala sakit, Anda wajib memeriksakan anak pada dokter untuk dilakukan skrining TB dan upaya pencegahan

Anak yang menunjukkan tanda dan gejala klinis

TB anak merupakan penyakit infeksi sistemik, dan organ yang paling sering terkena adalah paru, walaupun organ lain juga dapat terserang kuman ini. Gejala klinis penyakit TB pada anak dapat berupa gejala sistemik/umum atau sesuai organ terkait.

6 gejala umum tuberkulosis pada anak

Nafsu makan berkurang atau tidak ada sama sekali (anoreksia), disertai gagal tumbuh. Berbeda dengan orang dewasa yang gejala utamanya batuk lama, pada TB anak gejala pertama yang dikenali orangtua adalah pertumbuhan anak yang lebih kecil dari seusianya. Anak terlihat kurus.

Permasalahan berat badan

– Berat badan turun selama 2-3 bulan berturut-turut tanpa sebab yang jelas ATAU
– Berat badan tidak naik dengan cukup, ATAU
– Berat badan tidak naik dalam 1 bulan setelah upaya perbaikan gizi yang baik.

Lesu atau malaise: Anak terlihat malas dan tidak bertenaga melakukan kegiatan. Anak pun terlihat kurang aktif jika diajak bermain.

Batuk lama 3 minggu atau lebih: Batuk bersifat non-remitting yaitu batuk yang tidak pernah reda dan semakin lama semakin parah.

Demam lama (2 minggu atau lebih) dan/atau berulang tanpa sebab yang jelas: Demam umumnya tidak tinggi (badan hangat saja) dan berlangsung lama. Dapat pula disertai keringat malam. Demam yang dialami tidak disebabkan oleh demam tifoid (tipes), infeksi saluran kemih, atau malaria.

Keringat malam: Gejala ini tidak khas pada anak, namun dapat terjadi. Tapi kita harus perhatikan pula, bila hanya keringat malam saja tanpa disertai dengan gejala-gejala umum lain, ini mungkin bukan merupakan gejala spesifik TB pada anak.

Foto: Istimewa

Gejala pada anak jika kuman TB menyerang organ tubuh lain

Infeksi kuman TB tidak terbatas pada paru. Seluruh organ di tubuh dapat diserang oleh kuman ini. Oleh karena itu, gejala khusus juga akan timbul tergantung pada organ yang terkena. Di bawah ini adalah organ yang sering diserang kuman TB pada anak-anak.

1. Tuberkulosis kelenjar

TB jenis ini menyerang terbanyak di daerah leher, dengan gejala pembesaran kelenjar getah bening yang banyak dengan diameter ≥ 1 cm. Biasanya benjolan itu saling melekat sehingga berbentuk seperti kelereng yang berderet dengan konsistensi kenyal. Benjolan ini tidak nyeri.

2. Tuberkulosis otak dan selaput otak (meningitis TB)

Kuman TB juga gampang tersebar ke otak. Bila selaput otak yang terkena, anak akan menunjukkan gejala rewel, sakit kepala, kaku, sampai kejang. Hal ini terjadi akibat keterlibatan saraf-saraf otak yang terkena. Hati-hati bila anak cenderung diam dan mengantuk. Itu adalah tanda anak mengalami penurunan kesadaran

3. Tuberkulosis tulang

Tergantung dari bagian tulang yang terkena, seperti:
– TB tulang belakang (spondilitis): penonjolan tulang belakang (gibbus).
– TB tulang panggul (koksitis): pincang, gangguan berjalan, atau tanda peradangan di daerah panggul.
– TB tulang lutut (gonitis): pincang dan/atau bengkak pada lutut tanpa sebab yang jelas.
– TB tulang kaki dan tangan (spina ventosa/daktilitis): bengkak pada persendian tangan atau kaki

4. Skrofuloderma
Disebut juga tuberkulosis kulit. Gejalanya ditandai dengan adanya luka atau borok yang disertai dengan adanya fistula/jembatan kulit antar tepi luka (skin bridge). Biasanya juga anak disertai dengan demam karena proses infeksi yang berlangsung.

5. Tuberkulosis usus
Adanya gejala-gejala pencernaan, seperti kembung, diare, nyeri perut. Biasanya anak sangat rewel. Komplikasi TB usus adalah radang selaput perut yang biasa disebut peritonitis TB.

6. Tuberkulosis ginjal
Dicurigai bila ditemukan gejala gangguan pada organ ginjal yaitu gangguan buang air kecil, urin yang terlalu pekat, dan nyeri pinggang tanpa sebab yang jelas dan disertai kecurigaan adanya infeksi TB.

(hel)

Video Pesan Layanan Masyarakat

BERITA LAINNYA

Kapolsek Sulbar saksikan penyerahan Hewan Qurban Pemda Kepsul melalui DLHKP ke Masyarakat Kabau Pantai

Sanana -- Penyembelihan hewan qurban menjadi bagian yang tak terlepaskan dari perayaan Hari Raya Idul...

Aktivis IMM Malut ingatkan Kades dan BPD terkait Regulasi Desa No. 6 Tahun 2014

Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus...

Merasa dicemarkan, Ketua Milineal HT Polisikan Akun FB Sulabesi Biahifa

Sanana -- Iksan Umasugi, Ketua Pemuda Milineal HT melaporkan Akun FB Sulabesi Biahifa kerena merasa...

Waspada, Kenali Gejala TBC pada Anak

|

i-malut.com — Tuberkulosis alias TB merupakan penyakit infeksi yang paling banyak menyebabkan kematian. WHO memperkirakan kematian akibat TB lebih banyak daripada kematian akibat malaria dan AIDS.

Seperti dikutip dari Hellosehat via Okezone, Minggu (24/3), tidak hanya menyerang orang dewasa, TB juga dapat menyerang anak-anak. Diperkirakan 10-15% kasus TB di Indonesia menyerang anak berusia 0-14 tahun.

Perbedaan tuberkulosis orang dewasa dan tuberkulosis pada anak

Tuberkulosis pada anak merupakan kasus unik dan mempunyai permasalahan yang berbeda dengan TB orang dewasa. Laporan tuberkulosis anak di Indonesia pada tahun 2012 menyatakan jumlah kasus TB anak adalah sebanyak 8,2% dengan angka bervariasi antara 1,7-15,6% dari tiap provinsi. Perbedaan mencolok ini menunjukkan bahwa tidak mudah mengenali tuberkulosis pada anak karena gejalanya yang tidak khas seperti pada TB orang dewasa.

Kadang kala orangtua melarikan anaknya ke rumah sakit karena gejala lain, yang sekilas seperti tidak ada hubungan dengan penyebab kematian anak terbesar di negara- negara berkembang ini. Oleh sebab itu, yuk kita belajar cara mengenali infeksi TB pada anak agar putra-putri Anda dapat tertangani lebih segera.

Dua cara deteksi awal tuberkulosis pada anak

Kasus TB pada anak layaknya bongkahan gunung es di lautan. Jumlahnya banyak, namun sering kali orangtua terlambat mengenali. Sebenarnya ada dua pendekatan yang cukup mudah yang dapat kita lakukan sebagai deteksi awal, yaitu investigasi terhadap anak yang kontak erat dengan pasien TB dewasa aktif dan menular, serta anak yang datang ke pelayanan kesehatan dengan gejala dan tanda klinis yang mengarah ke TB.

Anak yang kontak erat dengan pasien TB menular

Kontak erat yang dimaksud adalah anak yang tinggal serumah atau sering bertemu dengan pasien TB menular, misalnya anggota keluarga, tetangga, atau kerabat yang sehari-hari berinteraksi dengan anak. Laporkan segera bila di rumah Anda ada yang menderita TB menular, baik TB paru atau TB lainnya. Biasanya TB menular diderita oleh pasien dewasa yang hasil pemeriksaan dahaknya menunjukkan adanya kuman (biasanya disebut BTA positif). Walaupun anak tidak menunjukkan gejala sakit, Anda wajib memeriksakan anak pada dokter untuk dilakukan skrining TB dan upaya pencegahan

Anak yang menunjukkan tanda dan gejala klinis

TB anak merupakan penyakit infeksi sistemik, dan organ yang paling sering terkena adalah paru, walaupun organ lain juga dapat terserang kuman ini. Gejala klinis penyakit TB pada anak dapat berupa gejala sistemik/umum atau sesuai organ terkait.

6 gejala umum tuberkulosis pada anak

Nafsu makan berkurang atau tidak ada sama sekali (anoreksia), disertai gagal tumbuh. Berbeda dengan orang dewasa yang gejala utamanya batuk lama, pada TB anak gejala pertama yang dikenali orangtua adalah pertumbuhan anak yang lebih kecil dari seusianya. Anak terlihat kurus.

Permasalahan berat badan

– Berat badan turun selama 2-3 bulan berturut-turut tanpa sebab yang jelas ATAU
– Berat badan tidak naik dengan cukup, ATAU
– Berat badan tidak naik dalam 1 bulan setelah upaya perbaikan gizi yang baik.

Lesu atau malaise: Anak terlihat malas dan tidak bertenaga melakukan kegiatan. Anak pun terlihat kurang aktif jika diajak bermain.

Batuk lama 3 minggu atau lebih: Batuk bersifat non-remitting yaitu batuk yang tidak pernah reda dan semakin lama semakin parah.

Demam lama (2 minggu atau lebih) dan/atau berulang tanpa sebab yang jelas: Demam umumnya tidak tinggi (badan hangat saja) dan berlangsung lama. Dapat pula disertai keringat malam. Demam yang dialami tidak disebabkan oleh demam tifoid (tipes), infeksi saluran kemih, atau malaria.

Keringat malam: Gejala ini tidak khas pada anak, namun dapat terjadi. Tapi kita harus perhatikan pula, bila hanya keringat malam saja tanpa disertai dengan gejala-gejala umum lain, ini mungkin bukan merupakan gejala spesifik TB pada anak.

Foto: Istimewa

Gejala pada anak jika kuman TB menyerang organ tubuh lain

Infeksi kuman TB tidak terbatas pada paru. Seluruh organ di tubuh dapat diserang oleh kuman ini. Oleh karena itu, gejala khusus juga akan timbul tergantung pada organ yang terkena. Di bawah ini adalah organ yang sering diserang kuman TB pada anak-anak.

1. Tuberkulosis kelenjar

TB jenis ini menyerang terbanyak di daerah leher, dengan gejala pembesaran kelenjar getah bening yang banyak dengan diameter ≥ 1 cm. Biasanya benjolan itu saling melekat sehingga berbentuk seperti kelereng yang berderet dengan konsistensi kenyal. Benjolan ini tidak nyeri.

2. Tuberkulosis otak dan selaput otak (meningitis TB)

Kuman TB juga gampang tersebar ke otak. Bila selaput otak yang terkena, anak akan menunjukkan gejala rewel, sakit kepala, kaku, sampai kejang. Hal ini terjadi akibat keterlibatan saraf-saraf otak yang terkena. Hati-hati bila anak cenderung diam dan mengantuk. Itu adalah tanda anak mengalami penurunan kesadaran

3. Tuberkulosis tulang

Tergantung dari bagian tulang yang terkena, seperti:
– TB tulang belakang (spondilitis): penonjolan tulang belakang (gibbus).
– TB tulang panggul (koksitis): pincang, gangguan berjalan, atau tanda peradangan di daerah panggul.
– TB tulang lutut (gonitis): pincang dan/atau bengkak pada lutut tanpa sebab yang jelas.
– TB tulang kaki dan tangan (spina ventosa/daktilitis): bengkak pada persendian tangan atau kaki

4. Skrofuloderma
Disebut juga tuberkulosis kulit. Gejalanya ditandai dengan adanya luka atau borok yang disertai dengan adanya fistula/jembatan kulit antar tepi luka (skin bridge). Biasanya juga anak disertai dengan demam karena proses infeksi yang berlangsung.

5. Tuberkulosis usus
Adanya gejala-gejala pencernaan, seperti kembung, diare, nyeri perut. Biasanya anak sangat rewel. Komplikasi TB usus adalah radang selaput perut yang biasa disebut peritonitis TB.

6. Tuberkulosis ginjal
Dicurigai bila ditemukan gejala gangguan pada organ ginjal yaitu gangguan buang air kecil, urin yang terlalu pekat, dan nyeri pinggang tanpa sebab yang jelas dan disertai kecurigaan adanya infeksi TB.

(hel)

Video Pesan Layanan Masyarakat

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Aktivis IMM Malut ingatkan Kades dan BPD terkait...

Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan Tertinggi ditingkat Desa. Sekaligus sebagai Pusat Administrasi ditingkat Desa, dan Desa salah...

3 Fraksi Menerima dan Menyetujui serta Mengapresiasi Capaian...

Sanana -- Lagi-lagi F-Golkar memilih Abstain pada Sidang Paripurna Penyampaian pendapat Akhir Fraksi-Fraksi DPRD Kepsul atas Ranperda Pertanggungjawaban dan Pelaksanaan APBD Th. 2019 dan Ranperda Tentang BUMD Inovasi Sula....

Dir Pamobvit Polda Malut dan Tiga Kapolres Berganti

Ternate -- Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengeluarkan Surat Telegram (ST) tentang pemberhentian dan pengangkatan jabatan dilingkungan Polri sesuai ST tertanggal 03 Agustus 2020 yang ditanda tangani As SDM Kapolri...

Cuaca Laut Masih Kondusif, Kapos Sahabandar : Tidak...

Ternate -- Petugas Sahabandar Pelabuhan Bastiong tidak melakukan perubahan jadwal keberangkatan kapal pada semua rute, meski BMKG Kota Ternate telah menyampaikan hasil ramalan cuaca terkini. Kepala Pos Sahabandar Pelabuhan Bastiong...

Akibat Covid-19, Pegadaian Syariah Ternate Batasi Penyaluran Kredit...

Ternate -- Pegadaian Syariah Cabang Kota Ternate di tahun 2020 ini membatasi penyaluran khususnya pada produk kredit berbasis Fidusia. Pasalnya dampak dari Pandemi Covid-19 mempengaruhi kemampuan masyarakat dalam hal...

Diduga Unprosedural, Rekomendasi SPBU Kompak CV. Sumayyah Nur...

Sanana -- Buntut dibatalkannya Rekomendasi SPBU Kompak yang terletak di Desa Wainib-Kec. Sulabesi Selatan, dikarenakan Owner CV. Sumayyah Nur Meccah Sdr. Rahmat melakukan Unprosedural Administrasi atau melakukan pemberkasan yang...

Cuaca Buruk, Dua Nelayan Tenggelam, Basarnas Kota Ternate...

Ternate -- Tim Rescue Basarnas Kota Ternate Pagi tadi sekitar pukul 08.55 WIT, mengevakuasi dua nelayan yang tenggelam akibat dihantam gelombang. Proses evakusi itu dilakukan setelah Basarnas Kota Ternate...

DK Tahap I Cair, Kelurahan Gamalama dahulukan Program...

Ternate -- Dana Kelurahan (DK) Tahap I tahun 2020 Kelurahan Gamalama, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara telah dicairkan. DK tersebut bakal dipergunakan untuk melaksanakan program pemberdayaan bidang...

Sekda Syafrudin Sapsuha hadiri peninjauan lokasi Pembangunan LP....

Sanana -- Sekretaris Daerah (Sekda) Kab. Kepulauan Sula (Kepsul), Syafrudin Sapsuha menghadiri acara peninjauan lokasi Pembangunan Lembaga Pendidikan Ma'arif-NU Kepsul di Desa Wailau-Kec. Sanana. Acara yang digelar oleh Keluarga...