TERPOPULER

Omset Dua Sekawan Supermarket anjlok, ini penjelasan...

Ternate -- Dua Sekawan Supermarket, adalah sebuah supermarket yang menyediakan berbagai produk dan kebutuhan masyarakat, antara lain produk fashion,...

Soal Qit Hotel adalah Politik character assassination

Sanana -- Polemik persoalan Pengusaha Hotel (baca Qit Hotel-red) dengan diduga salah satu Paslon Bupati dan Wakil Bupati Pilkada...

Ampera Haltim Desak PLN Operasikan Listrik 24...

i-malut.com, Haltim - Mulai beroperasinya listrik 24 jam sehari di tiga Kecamatan, yakni Kecamatan Maba, Maba Tengah dan Wasile sejak diresmikan Selasa, 19...

Acara tatap muka Elang-Rahim dengan Warga Loleo...

Weda -- Bupati Edi Langkara dan Wakil Bupati Rahim Ode Yani, Jum'at (20/11) sore tadi menggelar kunjungan kerja dan...

Oknum Ketua Partai di Waitina dinilai Gagal...

Sanana -- Munculnya wacana disalah satu media online bahwa Paslon HT-UMAR berkampanye menggunakan Fasilitas Negara (Desa) seketika dibantah oleh...

Mursid Amalan nilai, Program Ekonomi Produktif salah...

Maba -- Salah satu anggota DPRD Halmahera Timur (Haltim) menilai Program ekonomi produktif yang gencar ditawarkan salah satu pasangan...

Omset Dua Sekawan Supermarket anjlok, ini penjelasan...

Ternate -- Dua Sekawan Supermarket, adalah sebuah supermarket yang menyediakan berbagai produk dan kebutuhan masyarakat, antara lain produk fashion,...

Soal Qit Hotel adalah Politik character assassination

Sanana -- Polemik persoalan Pengusaha Hotel (baca Qit Hotel-red) dengan diduga salah satu Paslon Bupati dan Wakil Bupati Pilkada...

Ampera Haltim Desak PLN Operasikan Listrik 24...

i-malut.com, Haltim - Mulai beroperasinya listrik 24 jam sehari di tiga Kecamatan, yakni Kecamatan Maba, Maba Tengah dan Wasile sejak diresmikan Selasa, 19...

Acara tatap muka Elang-Rahim dengan Warga Loleo...

Weda -- Bupati Edi Langkara dan Wakil Bupati Rahim Ode Yani, Jum'at (20/11) sore tadi menggelar kunjungan kerja dan...

Oknum Ketua Partai di Waitina dinilai Gagal...

Sanana -- Munculnya wacana disalah satu media online bahwa Paslon HT-UMAR berkampanye menggunakan Fasilitas Negara (Desa) seketika dibantah oleh...

ARTIKEL TERKAIT

CCI, MCF dan FAF Gelar Seminar Edukasi, Prof. Aru : Autoimun Penyakit Mematikan Namun Bisa Dikendalikan

|

i-malut.com, Ternate – Tiga lembaga peduli perempuan dan anak, yakni Clerry Cleffy Institute (CCI), Marisza Cardoba Foundation (MCF), dan Firda Athira Foundation (FAF) mengadakan seminar edukasi tentang penyakit autoimun yang kini menjadi epidemi di berbagai belahan dunia.

Kegiatan yang dikemas dengan tajuk “Autoimun Berbagi Bahagia (ABB) Weekend Market” ini digelar di 10 kota besar dan dengan harapan dapat membangkitkan semangat masyarakat untuk mengenal dan menerapkan pola hidup sehat menyeluruh sekaligus memberikan dukungan kepada ODAI (orang dengan autoimun) agar dapat tetap aktif dan berdaya.

Ternate berkesempatan menjadi kota tuan rumah ke­‐4 untuk kegiatan tersebut pada hari Minggu 25 Agustus 2019 pukul 10.00­‐14.00 WIT di Grand Dafam Bela  Hotel Ternate.

Suasana berlangsungnya Seminar Edukasi tentang Penyakit Autoimun.

Menurut Prof. Dr. dr. Aru W. Sudoyo, Sp.PD, KHOM, selaku Ketua Dewan Pengawas Marisza Cardoba Foundation dan President of  ISIM (International Society of Internal Medicine), AUTOIMMUNE atau Autoimun, adalah sebuah kondisi kesehatan dimana sistem kekebalan tubuh kehilangan kemampuan untuk membedakan antara benda asing yang membahayakan tubuh dengan bagian tubuh penderitanya, sehingga menyebabkan keluhan kesehatan kronis bahkan kematian jika menyerang organ yang memiliki peran vital.

“Autoimun memang penyakit yang mematikan namun bisa dikendalikan. Penyebabnya akibat terpapar bahan-­bahan kimia atau yang dianggap tidak natural oleh tubuh,” kata Prof.Aru.

“Sumber bahan­‐bahan kimia itu antara lain makanan­‐makanan yang ada di sekitar kita, yang sangat logis menjadi perangsang rusaknya anti bodi dalam tubuh. Dua generasi lalu, penyakit autoimun sangat langka. Tapi sekarang, jumlahnya meningkat tajam. Dan kebanyakan generasi muda yang menderitanya,” jelas Prof. Aru.

Celakanya, pengetahuan masyarakat mengenai penyakit berbahaya ini masih dirasakan kurang. Padahal diduga kuat penderitanya di Indonesia bisa mencapai jutaan bahkan puluhan juta orang.

Di Amerika Serikat, jumlah penderita autoimun mencapai 50 juta jiwa, atau sekitar 15,5% dari total penduduknya.

Sekitar 80 persen penyintas autoimun adalah perempuan usia produktif, dengan gejala yang mirip dengan penyakit lainnya seperti nyeri sendi, mudah  lelah.

Hal ini dipengaruhi oleh faktor genetik, namun gaya hidup dan faktor lingkungan memegang peranan jauh lebih penting. Belum ada obat yang dapat memulihkan seseorang dari kondisi autoimun. Penyakit ini dapat dicegah atau dikontrol dengan penerapan pola hidup sehat menyeluruh.

Produk sabun mandi yang dipromosikan disela-sela kegiatan seminar.

Dua lembaga masyarakat, yakni Firda Athira Foundation (FAF) yang didirikan seorang anak muda generasi milenial yang amat peduli terhadap penyakit autoimun, Firdha Athira, dan Clerry Cleffy Institute (CCI) yang didirikan psikolog perdamaian Dwi Prihandini, menyatakan dukungannya dan berpartisipasi aktif dalam mewujudkan Program Nasional Senyum Indonesiaku. Program ini telah diresmikan Prof.DR.Yohana Susana Yembise Dipl.Apling selaku Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI beserta Marisza Cardoba Foundation pada tanggal 6 Agustus 2015 di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta.

Menurut Firdha Athira, generasi milenial punya peran penting untuk memberi dukungan kepada teman‐temannya yang menderita autoimun agar tetap memiliki semangat yang sama meraih masa depan.

“Dengan dukungan teman dan sahabat, penderita autoimun, khususnya sesama anak muda, akan punya daya juang lebih dan menganggap apa yang dideritanya,” ujar Firdha Athira.

Senada dengan Firdha, psikolog perdamaian yang juga inisiator kegiatan, Dwi Prihandini S.Psi, M.Si juga menyoroti pentingnya edukasi tentang autoimun dan melakukan inisiatif agar komunitas autoimun mendapat dukungan dan hak yang sama untuk lebih berdaya dalam kehidupan di masyarakat.

“Di Indonesia, Autoimun telah menjadi epidemi dengan lonjakan angka penderita yang tajam,” ujiar Dwi Prihandini.

Menurutnya, dibutuhkan edukasi massif agar masyarakat dapat mengenali keberadaan autoimun dan mewaspadainya melalui penerapan pola hidup sehat menyeluruh.

“Autoimun adalah ancaman nyata bagi masyarakat Indonesia. Orang dengan Autoimun atau ODAI produktivitasnya menurun, hanya mampu beraktivitas 5­‐6 jam sehari. Bayangkan bila fenomena ini terus meningkat di Indonesia, pemerintah akan semakin kewalahan menanggung anggaran kesehatan yang begitu besar, apalagi penyakit ini belum dapat disembuhkan. Penderita Autoimun di Amerika Serikat berjumlah 50 juta orang, namun jumlah penderita di Indonesia yang berhasil kami himpun dan berdayakan baru mencapai 5.000 orang, karena kendala data valid dari pemerintah yang belum tersedia. Hal ini bisa jadi disebabkan karena gejala autoimun mirip dengan penyakit lainnya, dan masyarakat juga enggan memeriksakan penyakitnya secara menyeluruh karena khawatir masalah pembiayaan yang tidak sepenuhnya ditanggung oleh BPJS. Oleh karena itu langkah terbijak adalah sejak dini masyarakat Indonesia sudah harus menerapkan Lima Dasar Hidup Sehat atau pola hidup sehat menyeluruh yang terbukti telah berhasil meningkatkan kualitas hidup para ODAI hingga dapat kembali beraktivitas normal, yang pastinya juga akan sangat bermanfaat untuk kualitas kesehatan masyarakat luas,” jelas Marisza Cardoba, pendiri Marisza Cardoba Foundation (lembaga masyarakat yang aktif mengedukasi masyarakat tentang autoimun dan Lima Dasar Hidup Sehat, serta pemberdayaan penyintas autoimun).

Foto bersama, Narasumber dengan peserta yang mendapatkan Sertifikat.

Video Pesan Layanan Masyarakat

KOMENTAR

BERITA LAINNYA

Kelompok Tani Ibu-ibu Desa Fayau Nana minta diperhatikan MS-SM ketika terpilih

Taliabu -- Masyarakat Desa Fayau Nana kecamatan Tabona minta Paslon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten...

MAKLUMAT Desak Pemerintah Pusat dan DPR RI Sahkan RUU Daerah Kepulauan

Ternate -- Mahasiswa Maluku Utara Muda Menggugat (MAKLUMAT), hari ini Jum'at 20 November 2020 gelar...

Menkopolhukam Kunjungi Malut; HMI Ternate desak usut tuntas pelanggaran HAM

Ternate -- Kedatangan Mentri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Republik Indonesia Prof. Dr....
- Iklan KPU Haltim -

CCI, MCF dan FAF Gelar Seminar Edukasi, Prof. Aru : Autoimun Penyakit Mematikan Namun Bisa Dikendalikan

|

i-malut.com, Ternate – Tiga lembaga peduli perempuan dan anak, yakni Clerry Cleffy Institute (CCI), Marisza Cardoba Foundation (MCF), dan Firda Athira Foundation (FAF) mengadakan seminar edukasi tentang penyakit autoimun yang kini menjadi epidemi di berbagai belahan dunia.

Kegiatan yang dikemas dengan tajuk “Autoimun Berbagi Bahagia (ABB) Weekend Market” ini digelar di 10 kota besar dan dengan harapan dapat membangkitkan semangat masyarakat untuk mengenal dan menerapkan pola hidup sehat menyeluruh sekaligus memberikan dukungan kepada ODAI (orang dengan autoimun) agar dapat tetap aktif dan berdaya.

Ternate berkesempatan menjadi kota tuan rumah ke­‐4 untuk kegiatan tersebut pada hari Minggu 25 Agustus 2019 pukul 10.00­‐14.00 WIT di Grand Dafam Bela  Hotel Ternate.

Suasana berlangsungnya Seminar Edukasi tentang Penyakit Autoimun.

Menurut Prof. Dr. dr. Aru W. Sudoyo, Sp.PD, KHOM, selaku Ketua Dewan Pengawas Marisza Cardoba Foundation dan President of  ISIM (International Society of Internal Medicine), AUTOIMMUNE atau Autoimun, adalah sebuah kondisi kesehatan dimana sistem kekebalan tubuh kehilangan kemampuan untuk membedakan antara benda asing yang membahayakan tubuh dengan bagian tubuh penderitanya, sehingga menyebabkan keluhan kesehatan kronis bahkan kematian jika menyerang organ yang memiliki peran vital.

“Autoimun memang penyakit yang mematikan namun bisa dikendalikan. Penyebabnya akibat terpapar bahan-­bahan kimia atau yang dianggap tidak natural oleh tubuh,” kata Prof.Aru.

“Sumber bahan­‐bahan kimia itu antara lain makanan­‐makanan yang ada di sekitar kita, yang sangat logis menjadi perangsang rusaknya anti bodi dalam tubuh. Dua generasi lalu, penyakit autoimun sangat langka. Tapi sekarang, jumlahnya meningkat tajam. Dan kebanyakan generasi muda yang menderitanya,” jelas Prof. Aru.

Celakanya, pengetahuan masyarakat mengenai penyakit berbahaya ini masih dirasakan kurang. Padahal diduga kuat penderitanya di Indonesia bisa mencapai jutaan bahkan puluhan juta orang.

Di Amerika Serikat, jumlah penderita autoimun mencapai 50 juta jiwa, atau sekitar 15,5% dari total penduduknya.

Sekitar 80 persen penyintas autoimun adalah perempuan usia produktif, dengan gejala yang mirip dengan penyakit lainnya seperti nyeri sendi, mudah  lelah.

Hal ini dipengaruhi oleh faktor genetik, namun gaya hidup dan faktor lingkungan memegang peranan jauh lebih penting. Belum ada obat yang dapat memulihkan seseorang dari kondisi autoimun. Penyakit ini dapat dicegah atau dikontrol dengan penerapan pola hidup sehat menyeluruh.

Produk sabun mandi yang dipromosikan disela-sela kegiatan seminar.

Dua lembaga masyarakat, yakni Firda Athira Foundation (FAF) yang didirikan seorang anak muda generasi milenial yang amat peduli terhadap penyakit autoimun, Firdha Athira, dan Clerry Cleffy Institute (CCI) yang didirikan psikolog perdamaian Dwi Prihandini, menyatakan dukungannya dan berpartisipasi aktif dalam mewujudkan Program Nasional Senyum Indonesiaku. Program ini telah diresmikan Prof.DR.Yohana Susana Yembise Dipl.Apling selaku Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI beserta Marisza Cardoba Foundation pada tanggal 6 Agustus 2015 di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta.

Menurut Firdha Athira, generasi milenial punya peran penting untuk memberi dukungan kepada teman‐temannya yang menderita autoimun agar tetap memiliki semangat yang sama meraih masa depan.

“Dengan dukungan teman dan sahabat, penderita autoimun, khususnya sesama anak muda, akan punya daya juang lebih dan menganggap apa yang dideritanya,” ujar Firdha Athira.

Senada dengan Firdha, psikolog perdamaian yang juga inisiator kegiatan, Dwi Prihandini S.Psi, M.Si juga menyoroti pentingnya edukasi tentang autoimun dan melakukan inisiatif agar komunitas autoimun mendapat dukungan dan hak yang sama untuk lebih berdaya dalam kehidupan di masyarakat.

“Di Indonesia, Autoimun telah menjadi epidemi dengan lonjakan angka penderita yang tajam,” ujiar Dwi Prihandini.

Menurutnya, dibutuhkan edukasi massif agar masyarakat dapat mengenali keberadaan autoimun dan mewaspadainya melalui penerapan pola hidup sehat menyeluruh.

“Autoimun adalah ancaman nyata bagi masyarakat Indonesia. Orang dengan Autoimun atau ODAI produktivitasnya menurun, hanya mampu beraktivitas 5­‐6 jam sehari. Bayangkan bila fenomena ini terus meningkat di Indonesia, pemerintah akan semakin kewalahan menanggung anggaran kesehatan yang begitu besar, apalagi penyakit ini belum dapat disembuhkan. Penderita Autoimun di Amerika Serikat berjumlah 50 juta orang, namun jumlah penderita di Indonesia yang berhasil kami himpun dan berdayakan baru mencapai 5.000 orang, karena kendala data valid dari pemerintah yang belum tersedia. Hal ini bisa jadi disebabkan karena gejala autoimun mirip dengan penyakit lainnya, dan masyarakat juga enggan memeriksakan penyakitnya secara menyeluruh karena khawatir masalah pembiayaan yang tidak sepenuhnya ditanggung oleh BPJS. Oleh karena itu langkah terbijak adalah sejak dini masyarakat Indonesia sudah harus menerapkan Lima Dasar Hidup Sehat atau pola hidup sehat menyeluruh yang terbukti telah berhasil meningkatkan kualitas hidup para ODAI hingga dapat kembali beraktivitas normal, yang pastinya juga akan sangat bermanfaat untuk kualitas kesehatan masyarakat luas,” jelas Marisza Cardoba, pendiri Marisza Cardoba Foundation (lembaga masyarakat yang aktif mengedukasi masyarakat tentang autoimun dan Lima Dasar Hidup Sehat, serta pemberdayaan penyintas autoimun).

Foto bersama, Narasumber dengan peserta yang mendapatkan Sertifikat.

Video Pesan Layanan Masyarakat

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

- Iklan KPU Haltim -

ARTIKEL TERKAIT

Elang-Rahim penuhi janji hadirkan Jaringan Telkomsel di Desa...

Weda -- Elang-Rahim dalam acara tatap muka didesa Loleo dan Aer Salobar kecamatan Weda Selatan kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) pada, Jum'at (20/11) kemarin berjanji akan memberikan pelayanan akses jaringan...

Soal Sampah, Pemda Taliabu terkendala akses menuju TPA

Taliabu -- Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab) melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) saat ini, mengalami kendala dengan alat berat untuk memperbaiki jalan menuju lokasi pembuangan sampah. Sementara, tampak...

Soal kader alih dukungan, Ketua Perindo angkat bicara

Taliabu - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Perindo Kabupaten Pulau Taliabu angkat bicara soal Kadernya yang beralih mendukung Paslon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pulau Taliabu Aliong Mus...

Gakumdu Serahkan Berkas Kades Tawa ke Kejari Halsel

Labuha -- Gakumdu Bawaslu Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), menyerahkan berkas kasus pelanggaran tindak pidana Pemilihan kepada Kejaksaan Negeri, Selasa (24/11) Pukul 14.30. WIT. Koordinator Gakumdu Bawaslu Halsel, Asman Jamel ketika...

Bangun Sinergitas, TNI-Polri dan Dinas Kesehatan Bagi-bagi Masker

Maba -- Dalam rangka membangun kerja sama antar instansi, Polres bersama Koramil dan Dinas Kesehatan Halmahera Timur (Haltim) gelar kegiatan bagi-bagi masker sejumlah 150 buah kepada masyarakat. Kegiatan tersebut bagian...

5 Mahasiswa UPBJJ-UT Ternate ikut Wisuda Virtual yang...

Ternate -- Universitas Terbuka (UT) hari ini menggelar wisuda secara virtual zoom. Wisuda kali ini diikuti oleh Unit Program Belajar Jarak Jauh Unviresitas Terbuka (UPBJJ-UT) diseluruh wilayah Indonesia termasuk...

Persatuan Mahasiswa Muamalah Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam...

Ternate -- Perogram Studi (Prodi) Muamalah merupakan salah satu program studi atau jurusan tertua dibawah naungan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam pada Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate. Prodi...

Pemdes Loleo Halteng Gelar Rapat Pembahasan Anggaran Tahun...

Halteng -- Pemerintah Desa (Pemdes) Loleo, Selasa (24/11) pagi tadi menggelar Rapat Pembahasan Anggaran Tahun 2021, bertempat dikantor desa Loleo kecamatan Weda Selatan kabupaten Halmahera Tengah (Halteng). Hadir dalam kegiatan...

Danpomdam XVI/Pattimura kunjungan kerja ke Denpom XVI/1 Ternate

Ternate -- Danpomdam XVI/Pattimura, Kolonel Cpm Johny Paul Johannes Palupessy beserta Ibu melaksanakan kunjungan kerja ke wilayah Denpom XVI/1 Ternate dengan tujuan melaksanakan Pengarahan kepada personel Denpom XVI/1 dan...
error: