TERPOPULER

Dr. Muh. Nasir S. Tamalene : IKA...

Ternate -- Universitas Nahdatul Ulama Maluku Utara (UNUTARA) bakal segera hadir di Provinsi Maluku Utara. Kampus tersebut akan hadir...

HMI Cabang Ternate Minta PT. NHM Hentikan...

Ternate -- Covid-19 saat ini menjadi momok yang sangat menakutkan bagi masyarakat. Hal itulah yang membuat Pemerintah hadir dengan...

MAN I Halsel Buka Pendaftaran Guru Honorer,...

Halsel -- Madrasah Aliyah Negeri I Halmahera Selatan (MAN I HAL-SEL) membuka lowongan bagi tenaga pendidik baru (Guru Honorer)...

Bupati Halsel Dianggap Remehkan Surat Edaran Mendagri

Labuha — Bupati Halmahera Selatan (Halsel), Bahrain Kasuba dianggap telah meremehkan edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Jenderal Polisi (Purn.)...

Ketua DPD Partai Beringin Karya Kota Ternate...

Ternate -- Pengajuan Pergantian Antar Waktu (PAW) dua orang anggota DPRD Kota Ternate dari Partai Berkarya, berbuntut pengembalian kewenangan...

Amar Manaf : 2021 Sebagai Tahun Penguatan...

Sofifi -- Sebanyak 68 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara menerima SK PCPNS di Aula...

Dr. Muh. Nasir S. Tamalene : IKA...

Ternate -- Universitas Nahdatul Ulama Maluku Utara (UNUTARA) bakal segera hadir di Provinsi Maluku Utara. Kampus tersebut akan hadir...

HMI Cabang Ternate Minta PT. NHM Hentikan...

Ternate -- Covid-19 saat ini menjadi momok yang sangat menakutkan bagi masyarakat. Hal itulah yang membuat Pemerintah hadir dengan...

MAN I Halsel Buka Pendaftaran Guru Honorer,...

Halsel -- Madrasah Aliyah Negeri I Halmahera Selatan (MAN I HAL-SEL) membuka lowongan bagi tenaga pendidik baru (Guru Honorer)...

Bupati Halsel Dianggap Remehkan Surat Edaran Mendagri

Labuha — Bupati Halmahera Selatan (Halsel), Bahrain Kasuba dianggap telah meremehkan edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Jenderal Polisi (Purn.)...

Ketua DPD Partai Beringin Karya Kota Ternate...

Ternate -- Pengajuan Pergantian Antar Waktu (PAW) dua orang anggota DPRD Kota Ternate dari Partai Berkarya, berbuntut pengembalian kewenangan...

ARTIKEL TERKAIT

Prospek Menjanjikan, Publik Diajak Berinvestasi di Morotai

|

i-malut.com, Morotai – Pengembangan kawasan wisata Morotai mulai intensif dilakukan. Kawasan ini dinilai memiliki prospek yang sangat menjanjikan. Untuk itu, publik diajak berinvestasi di Morotai. Khususnya investasi properti. Untuk mendukung pengembangan Morotai, program Bisnis Terbaik Properti (BTP) Abad 21 diluncurkan.

Salah satu pihak yang sedang berinvestasi di Morotai adalah PT Jababeka Morotai. Perusahaan ini sedang membangun D’Aloha Loft hotel. Lokasinya strategis, di depan StreetMall. D’Aloha Loft ditargetkan beroperasi 1 Januari 2020.

Presiden Direktur PT Jababeka Morotai Basuri Tjahaja Purnama mengatakan, publik bisa berpartisipasi aktif melalui program BTP Abad 21.

“Kami memberikan kesempatan pada publik untuk berinvestasi properti. Investasi ini sangat aman dan berpihak kepada investor. Sebab, ada banyak keuntungan yang bisa didapatkan mereka. Morotai punya masa depan cerah sebagai destinasi wisata. Apalagi, destinasi ini masuk kawasan ekonomi khusus,” kata Basuri di Jakarta, Kamis malam, 17 Oktober 2019

Program BTP Abad 21 membuka penawaran nilai investasi Rp180 Juta. Durasi masa kontrak kerjasamanya selama 10 tahun. Konsep bagi hasil keuntungannya, 85% jadi milik member. Sedangkan 15% menjadi hak pengembang atau Jababeka Morotai. Basuri menambahkan, program BTP Abad 21 sangat berpihak kepada investor.

“Investor perorangan sangat terbuka. Kami ingin membangun pariwisata khususnya di Morotai bersama masyarakat. Harga yang ditawarkan hanya Rp180 Juta. Nanti akan ada surat perjanjian kerjasama, lalu sertifikat dipegang oleh investor atau member. Yang jelas ada banyak value yang kami tawarkan,” lanjutnya

D’aloha Resort di Morotai

Sebagai gambaran, investor sudah mendapat value kompetitif dari cash investasi Rp180 Juta. Bila nilai tersebut dibayarkan cash, investor mendapatkan garansi 10%. Artinya, nilai investasi yang disetorkan hanya Rp162 Juta. Ada juga tambahan keuntungan 10% lagi. Nilai investasi yang dialirkannya pun hanya Rp152 Juta saja. Meski demikian, pajak harga jual tetap diperhitungkan.

Setelah terikat kontrak kerjasama, investor juga mendapatkan voucher 24 malam selama setahun. Kuota tersebut bisa dijual investor atau member ke pasar. Nilai psikologis dari voucher tersebut sekitar Rp12 Juta. Dengan kerjasama selama 10 tahun, artinya member total punya voucher menginap 240 malam. Pada akhir kerjasama, pegembang akan mengembalikan investasi Rp180 Juta penuh kepada member.

“Ada banyak keuntungan, apalagi setiap tahun ada undian mobil. Voucher akan diakumulasikan atau tidak hangus. Pada akhir kerjasama, nilai investasi awal akan dikembalikan semuanya. Selama masa kontrak kerjasama, investor juga bisa menjual kepada orang lain termasuk pihak asing. Pasti nanti ada hitungannya, termasuk pengembalian Rp180 Juta dan lainnya,” tegas Basuri.

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Morotai.

Selain lokal, investor asing perorangan juga bisa bergabung di sini. Adapun persyaratan tambahannya seperti, Kitas atau Kitap untuk sekeluarga. Dan, income maksimal hingga Rp1 Miliar berpotensi diraih bagi member aktif. Yaitu, investor yang aktif memasarkan properti miliknya. Bagi member pasif, potensi income-nya sekitar 14% hingga 15% dari nilai investasi. Asumsinya, okupansi hotel hanya 40%.

“Menjadi member pasif pun masih kompetitif aliran income-nya. Bagaimana kalau hotel ini rugi? Kami bebaskan investor dari berbagai beban terkait kerugian hotel. Sebab, kami yang akan tanggung semua bentuk kerugiannya. Tapi, kalau untung akan dibagi sesuai dengan skema yang berlaku. Yang jelas, Ini skema Profit Sharing, bukan Loss Sharing,” ungkap Basuri.

Lokasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Morotai saat dikunjungi Menteri BUMN RI Rini Soemarno.

Sementara Staff Ahli Menteri Pariwisata untuk Morotai Ari Surhendro mengatakan, Morotai didukung dengan banyak hal. Dari sejarah hingga keindahan alamnya.

“Morotai pernah menggetarkan dunia dengan Perang Dunia II-nya. Morotai juga memiliki underwater yang indah. Semua terjaga. Wreck, shark dan karang yang hidup dan tidak rusak. Morotai yang berada di bibir Laut Pasifik, punya potensi menjadi pusat kegiatan Indonesia di wilayah Asia Pasifik. Dan strategis, dapat dijangkau dari luar negeri hanya dalam 1-5 jam, baik dari Utara, Barat, Selatan, dan Timur. Bandara juga sedang ditingkatkan menjadi Bandara Internasional. Ini akan mendorong peningkatan jumlah kunjungan ke Morotai, meningkatkan jumlah hunian, bisnis properti akan marak,” papar Ari Surhendro.

Dalam beberapa tahun terakhir, pergerakan pariwisata Indonesia melonjak sangat signifikan. Pada 2018, pergerakan wisman mencapai 15,81 Juta orang. Pergerakan itu naik karena pada 2017 arus wisman hanya mencapai 14,04 Juta orang. Secara keseluruhan, arus wisman naik 67,6% pada 2014/2018. Padahal, pada periode 2009/2013 pergerakan wisman hanya naik 39,2%.

Impact secara ekonomi, aliran devisa dari pariwisata sudah berada pada angka USD19,29 Miliar. Angka ini mendekati target devisa USD20 Miliar pada 2019. Lonjakan devisa besar juga diikuti oleh tingginya rata-rata spending wisman di level USD1.220. Padahal, rata-rata kemampuan spending wisman naik USD39,2 dari tahun 2016.

Lebih luas, pariwisata mampu menampung tenaga kerja hingga 12,8 Juta orang pada 2018. Untuk 2014, daya tampungnya 10,1 Juta orang tenaga kerja.

“Sektor pariwisata menjadi tempat berinvestasi paling kompetitif. Sektor ini terus tumbuh dan memberikan banyak value positif secara ekonomi. Lebih lanjut, posisi Morotai sangat menjanjikan. Potensi alam dan budayanya luar biasa. Dukungan infrastrukturnya sangat bagus. Morotai akan terus jadi destinasi utama wisatawan,” tutup Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya.

Iklan Video

KOMENTAR

BERITA LAINNYA

Ketua DPD Partai Beringin Karya Kota Ternate Minta BANMUS Tindak Lanjuti Usulan PAW

Ternate -- Pengajuan Pergantian Antar Waktu (PAW) dua orang anggota DPRD Kota Ternate dari Partai...

Peduli Korban Bencana Alam, Guru dan Siswa SMP 25 Halteng Serahkan Bantuan ke Posko Relawan

Weda -- Guru dan siswa SMP 25 Kabupaten Halmahera Tengah Halteng, Sabtu (23/01) siang tadi...

Soal Imunisasi Vaksin C-19, Pemda Halbar Masih Dalam Tahap Persiapan

Halbar -- Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) Provinsi Maluku Utara (Malut), masih dalam tahapan...

Prospek Menjanjikan, Publik Diajak Berinvestasi di Morotai

i-malut.com, Morotai – Pengembangan kawasan wisata Morotai mulai intensif dilakukan. Kawasan ini dinilai memiliki prospek yang sangat menjanjikan. Untuk itu, publik diajak berinvestasi di Morotai. Khususnya investasi properti. Untuk mendukung pengembangan Morotai, program Bisnis Terbaik Properti (BTP) Abad 21 diluncurkan.

Salah satu pihak yang sedang berinvestasi di Morotai adalah PT Jababeka Morotai. Perusahaan ini sedang membangun D’Aloha Loft hotel. Lokasinya strategis, di depan StreetMall. D’Aloha Loft ditargetkan beroperasi 1 Januari 2020.

Presiden Direktur PT Jababeka Morotai Basuri Tjahaja Purnama mengatakan, publik bisa berpartisipasi aktif melalui program BTP Abad 21.

“Kami memberikan kesempatan pada publik untuk berinvestasi properti. Investasi ini sangat aman dan berpihak kepada investor. Sebab, ada banyak keuntungan yang bisa didapatkan mereka. Morotai punya masa depan cerah sebagai destinasi wisata. Apalagi, destinasi ini masuk kawasan ekonomi khusus,” kata Basuri di Jakarta, Kamis malam, 17 Oktober 2019

Program BTP Abad 21 membuka penawaran nilai investasi Rp180 Juta. Durasi masa kontrak kerjasamanya selama 10 tahun. Konsep bagi hasil keuntungannya, 85% jadi milik member. Sedangkan 15% menjadi hak pengembang atau Jababeka Morotai. Basuri menambahkan, program BTP Abad 21 sangat berpihak kepada investor.

“Investor perorangan sangat terbuka. Kami ingin membangun pariwisata khususnya di Morotai bersama masyarakat. Harga yang ditawarkan hanya Rp180 Juta. Nanti akan ada surat perjanjian kerjasama, lalu sertifikat dipegang oleh investor atau member. Yang jelas ada banyak value yang kami tawarkan,” lanjutnya

D’aloha Resort di Morotai

Sebagai gambaran, investor sudah mendapat value kompetitif dari cash investasi Rp180 Juta. Bila nilai tersebut dibayarkan cash, investor mendapatkan garansi 10%. Artinya, nilai investasi yang disetorkan hanya Rp162 Juta. Ada juga tambahan keuntungan 10% lagi. Nilai investasi yang dialirkannya pun hanya Rp152 Juta saja. Meski demikian, pajak harga jual tetap diperhitungkan.

Setelah terikat kontrak kerjasama, investor juga mendapatkan voucher 24 malam selama setahun. Kuota tersebut bisa dijual investor atau member ke pasar. Nilai psikologis dari voucher tersebut sekitar Rp12 Juta. Dengan kerjasama selama 10 tahun, artinya member total punya voucher menginap 240 malam. Pada akhir kerjasama, pegembang akan mengembalikan investasi Rp180 Juta penuh kepada member.

“Ada banyak keuntungan, apalagi setiap tahun ada undian mobil. Voucher akan diakumulasikan atau tidak hangus. Pada akhir kerjasama, nilai investasi awal akan dikembalikan semuanya. Selama masa kontrak kerjasama, investor juga bisa menjual kepada orang lain termasuk pihak asing. Pasti nanti ada hitungannya, termasuk pengembalian Rp180 Juta dan lainnya,” tegas Basuri.

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Morotai.

Selain lokal, investor asing perorangan juga bisa bergabung di sini. Adapun persyaratan tambahannya seperti, Kitas atau Kitap untuk sekeluarga. Dan, income maksimal hingga Rp1 Miliar berpotensi diraih bagi member aktif. Yaitu, investor yang aktif memasarkan properti miliknya. Bagi member pasif, potensi income-nya sekitar 14% hingga 15% dari nilai investasi. Asumsinya, okupansi hotel hanya 40%.

“Menjadi member pasif pun masih kompetitif aliran income-nya. Bagaimana kalau hotel ini rugi? Kami bebaskan investor dari berbagai beban terkait kerugian hotel. Sebab, kami yang akan tanggung semua bentuk kerugiannya. Tapi, kalau untung akan dibagi sesuai dengan skema yang berlaku. Yang jelas, Ini skema Profit Sharing, bukan Loss Sharing,” ungkap Basuri.

Lokasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Morotai saat dikunjungi Menteri BUMN RI Rini Soemarno.

Sementara Staff Ahli Menteri Pariwisata untuk Morotai Ari Surhendro mengatakan, Morotai didukung dengan banyak hal. Dari sejarah hingga keindahan alamnya.

“Morotai pernah menggetarkan dunia dengan Perang Dunia II-nya. Morotai juga memiliki underwater yang indah. Semua terjaga. Wreck, shark dan karang yang hidup dan tidak rusak. Morotai yang berada di bibir Laut Pasifik, punya potensi menjadi pusat kegiatan Indonesia di wilayah Asia Pasifik. Dan strategis, dapat dijangkau dari luar negeri hanya dalam 1-5 jam, baik dari Utara, Barat, Selatan, dan Timur. Bandara juga sedang ditingkatkan menjadi Bandara Internasional. Ini akan mendorong peningkatan jumlah kunjungan ke Morotai, meningkatkan jumlah hunian, bisnis properti akan marak,” papar Ari Surhendro.

Dalam beberapa tahun terakhir, pergerakan pariwisata Indonesia melonjak sangat signifikan. Pada 2018, pergerakan wisman mencapai 15,81 Juta orang. Pergerakan itu naik karena pada 2017 arus wisman hanya mencapai 14,04 Juta orang. Secara keseluruhan, arus wisman naik 67,6% pada 2014/2018. Padahal, pada periode 2009/2013 pergerakan wisman hanya naik 39,2%.

Impact secara ekonomi, aliran devisa dari pariwisata sudah berada pada angka USD19,29 Miliar. Angka ini mendekati target devisa USD20 Miliar pada 2019. Lonjakan devisa besar juga diikuti oleh tingginya rata-rata spending wisman di level USD1.220. Padahal, rata-rata kemampuan spending wisman naik USD39,2 dari tahun 2016.

Lebih luas, pariwisata mampu menampung tenaga kerja hingga 12,8 Juta orang pada 2018. Untuk 2014, daya tampungnya 10,1 Juta orang tenaga kerja.

“Sektor pariwisata menjadi tempat berinvestasi paling kompetitif. Sektor ini terus tumbuh dan memberikan banyak value positif secara ekonomi. Lebih lanjut, posisi Morotai sangat menjanjikan. Potensi alam dan budayanya luar biasa. Dukungan infrastrukturnya sangat bagus. Morotai akan terus jadi destinasi utama wisatawan,” tutup Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya.

VIDEO

IKLAN

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

BACA JUGA

DPMD Halteng Gelar Kegiatan Program Singkronisasi APBDes

Weda -- Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Rabu (27/01) Siang tadi mengelar kegiatan Program Sinnkronisasi Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes). Kegiatan tersebut bertempat di kantor DPMD kabupaten Halmahera...

Februari, Vaksinasi Tenaga Kesehatan Kota Ternate Selesai, Lanjut...

Ternate - Imunisasi vaksin C-19 di Kota Ternate khususnya bagi tenaga kesehatan (medis) akan berakhir pada febuari 2021 mendatang. Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Ternate Nurbaiti Rajabessy, ketika dikonfirmasi awak...

Soal Imunisasi Vaksin C-19, Pemda Halbar Masih Dalam...

Halbar -- Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) Provinsi Maluku Utara (Malut), masih dalam tahapan proses persiapan untuk penyuntikan Vaksin Sinovak tahap pertama. Kepala Dinas Kesehatan Kab. Halmahera Barat (Halbar)...

PC IKA PMII Halsel Gelar Rapat Kerja Perdana...

Ternate -- Pengurus Cabang Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Halmahera Selatan (PC IKA PMII Halsel) periode 2020-2025, gelar Rapat Kerja (Raker) perdana, dengan tema, "Membangun Sinergitas IKA PMII...

Delapan Desa se-Kecamatan Weda Selatan Halteng Gelar Musrembang

Weda -- Delapan desa se-Kecamatan Weda Selatan Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Selasa (26/01) siang tadi menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat desa. Delapan desa tersebut yakni Desa Loleo, Aer...

Etihad FC Kemenag Malut Taklukkan Dispora Provinsi FC...

Sofifi -- Friendly Match antara Tim Etihad FC-Kanwil Kemenag Malut vs Dispora Malut FC, Selasa (26/01) sore tadi di Stadion Bukit Durian Sofifi, berakhir dengan skor 4 : 2...

Dinas P2A Kota Ternate Bakal Kawal Kasus Pemerkosaan...

Ternate -- Kasus pemorkasan yang terjadi terhadap 3 korban yang diketahui adalah pelajar salah satu SMU di kota Tidore Kepulauan mendapat perhatian serius dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak...

Menunggak Anggsuran Listrik, Lampu di Pasar Ikan Higienis...

Ternate -- Pihak PLN Kota Ternate, Selasa (26/01) pagi tadi melakukan pemutusan aliran Listrik di Pasar Ikan Higienis, Kelurahan Gamalama, Kota Ternate Tengah. Pasalnya, Pasar Ikan Higienis tersebut menunggak...

PT. IHB gelar Rapat Evaluasi Program PPM Libatkan...

Halut -- Kebijakan PT. NHM beberapa tahun terakhir ini banyak memunculkan polimik dikalangan masyarakat, khususnya masyarakat lingkat tambang, yakni Kec. Kao dan Kec. Malifut Kab. Halmahera Utara. Pasalnya, setiap kebijakan...