TERPOPULER

Paslon Ubaid-Anjas kuasai Forum Debat Kandidat Tahap...

Maba -- Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Drs. Hi Ubaid Yakub, MPA bersama Anjas Taher, SE.M.Si tampak...

Blusukan Aliong dan Ningsih diduga rugikan Pedagang...

Sanana -- Blusukan yang dilakukan Bupati non aktif Kab. Pulau Taliabu, Aliong Mus, beserta Adiknya yang juga Calon Bupati...

Kritik Pedas untuk Kinerja Bawaslu Kepulauan Sula

Sanana -- Kritikan Pedas dialamatkan ke Bawaslu Kab. Kepulauan Sula (Kepsul). Kritik ini disampaikan oleh Tim Hukum dan Advokasi...

Bawaslu Sula dinilai beri kelonggaran untuk Keluarga...

Sanana -- Perumpamaan gelar 'Karpet Merah' sepertinya tepat untuk menganalogikan kinerja Bawaslu Sula terhadap Paslon Bupati dan Wakil Bupati...

Elang-Rahim penuhi janji hadirkan Jaringan Telkomsel di...

Weda -- Elang-Rahim dalam acara tatap muka didesa Loleo dan Aer Salobar kecamatan Weda Selatan kabupaten Halmahera Tengah (Halteng)...

Belum seminggu Pjs. Bupati Sula Komitmen soal...

Sanana -- Belum seminggu Pjs. Bupati Sula Idham Umasangadji menyatakan sikap terkait pencegahan Covid-19, tepatnya Rabu 18-11-2020 ketika menggelar...

Paslon Ubaid-Anjas kuasai Forum Debat Kandidat Tahap...

Maba -- Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Drs. Hi Ubaid Yakub, MPA bersama Anjas Taher, SE.M.Si tampak...

Blusukan Aliong dan Ningsih diduga rugikan Pedagang...

Sanana -- Blusukan yang dilakukan Bupati non aktif Kab. Pulau Taliabu, Aliong Mus, beserta Adiknya yang juga Calon Bupati...

Kritik Pedas untuk Kinerja Bawaslu Kepulauan Sula

Sanana -- Kritikan Pedas dialamatkan ke Bawaslu Kab. Kepulauan Sula (Kepsul). Kritik ini disampaikan oleh Tim Hukum dan Advokasi...

Bawaslu Sula dinilai beri kelonggaran untuk Keluarga...

Sanana -- Perumpamaan gelar 'Karpet Merah' sepertinya tepat untuk menganalogikan kinerja Bawaslu Sula terhadap Paslon Bupati dan Wakil Bupati...

Elang-Rahim penuhi janji hadirkan Jaringan Telkomsel di...

Weda -- Elang-Rahim dalam acara tatap muka didesa Loleo dan Aer Salobar kecamatan Weda Selatan kabupaten Halmahera Tengah (Halteng)...

ARTIKEL TERKAIT

Menuju Swasembada Beras, Morotai Butuh Bendungan

|

i-malut.com, Morotai – Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai menargetkan swasembada pangan (beras) pada tahun 2022. Namun, kebutuhan itu masih terkendala tersedianya infrastruktur, sebutlah Bendungan untuk menampung air dan mengairi sawah ribuan hektar di Kabupaten Pulau Morotai.

Olehnya itu, Bupati Pulau Morotai, Benny Laos, pada Selasa sore, 26 Nopember 2019, dalam acara pengresmian Bendung Modular Tiley oleh Ditjen SDA Kementerian PUPR RI berkesempatan menyampaikan kebutuhan tersebut.

Dihadapan Ditjen SDA, Dr. Ir. Hari Suprayogi, M.Eng, Ia menyampaikan beberapa waktu lalu dalam Postingan Instagram Presiden RI bahwa Bendung Modular yang bagus ada di Kabupaten Pulau Morotai, hal ini menjadi suatu kebanggaan suatu kebanggaan bagi masyarakat Pulau Morotai.

Bupati Kabupaten Pulau Morotai Benny Laos saat menyampaikan sambutan.

Bupati berharap, ini bukan hanya merupakan sekedar menjadi contoh, melainkan dilakukan secara fungsional merata.

“Karena sejak saya selesai di lantik menjadi Bupati, pertemuan saya dengan Kabalitbang PUPR dan menceritakan konsep Pembangunan Pulau Morotai dari pertemuan itu tercipta 5 Pembangunan yaitu Bendung Tiley, Water Front City, Talut, Perumahan dan Air Bersih.” ungkapnya

Lanjut Bupati, pada Tahun 2018 dan 2019 alhamdulilah semua Pembangunan itu diwujudkan dan pada dua bulan yang lalu telah di resmikan Water Front City (WFC). 5 Pembangunan ini semua memakai Teknologi Litbang PUPR.

“Sehingga Morotai kemarin menjadi Peringkat 2 Inovasi Infrastruktur oleh Litbang PUPR dan diberikan bonus 20 milyar untuk program rumah khusus yang saat ini sementara di bangun,” ungkapnya

Namun, kata dia, sesuai dengan amanat Presiden RI bahwa Morotai harus swasembada pangan dan prinsipnya sebagai Pemerintah Daerah berkomitmen menjadikan Pulau Morotai Swasembada Pangan.

“Hal ini menjadi program prioritas kami sebagaimana RPJN, RPJD Provinsi dan RPJD Kabupaten Pulau Morotai yaitu Pertanian, Perikanan dan Pariwisata,” ucapnya

Ia juga menyebutkan, sastanable pangan menjadi prioritas Pemkab Morotai, karena sebagai daerah kepulauan apabila terjadi cuaca buruk kapal tidak masuk, gunung meletus pesawat terbang tidak masuk.

Perlu diketahui luas lahan potensial untuk Desa tiley dan Usbar seluas 1.297 hektar, lahan bakunya 340 hektar dan sudah di tanam 168 hektar. Untuk desa Cocomare lahan potensialnya 294 hektar, lahan bakunya 127 hektar, yang telah ditanam 88 hektar.

Sementara Desa Aha, lahan potensial untuk di kembangkan sebesar 1511 hektar, lahan bakunya 665 hektar dan yang sudah di tanam 406 hektar.

“Semua wilayah potensial untuk dikembangkan itu butuh air. Untuk itu bendungan menjadi solutif untuk ketersedian air dalam melayani sasah-sawah petani untuk menanam padi menuju Morotai swasembada pangan,” terangnya

Bupati Benny juga menyampaikan, bahwa Petani disini rajin-rajin, terutama di Desa Aha dan Desa Cucumare, oleh sebab itu pihaknya memohon kepada Pak Dirjen agar dapat membantu untuk mempercepat jaringan air baik di Desa Aha, Desa Cucumare dan Desa Tiley ini.

“Pada kesempatan ini, saya mohon kepada pak Dirjen dan semua jajarannya untuk membantu kami dalam menujuh Swasembada Pangan sehingga inflasi di Kabupaten Pulau Morotai bisa terkendali dari sisi Swasembada Pangan dan incam perkapita dari sisi petani bisa kita naikkan untuk itu yang kurang dari kami yakni Infrastrukturnya.” Pungkasnya

Rombongan Ditjen SDA, Gubernur Malut dan Bupati Morotai serta rombongan saat tiba di lokasi Bendung Modular.

Sementara Ditjen SDA Kementerian PUPR Dr. Ir. Hari Suprayogi, M.Eng., mengutarakan, untuk Permintaan Bupati Pulau Morotai, setelah balik ke Jakarta, dirinya akan tindak lanjuti dengan menyampaikan ke Menteri PUPR, Isyah Allah semunya akan dapat tercapai.

“Apa yang Bupati Morotai minta sudah di catat seluruhnya oleh staf saya dan akan ditindak lanjuti. Karena kami telah lihat langsung kondisinya,” paparnya

Sementara Gubernur Maluku Utara, Gani Kasuba, mengatakan, Bendung yang diresmikan ini merupakan peran Bupati Morotai, sehingga Kementrian PUPR melalui Dirjen Sumber Daya Air memberikan atensi membangun.

“Kepada Masyarakat saya berharap rawatlah Bendung ini, karena ini merupakan hasil jerih payah pemerintah Daerah dalam bidang Pertanian sehingga irigasi dapat mengalir ke sawah-sawah masyarakat.” tandasnya

Video Pesan Layanan Masyarakat

KOMENTAR

BERITA LAINNYA

Tahun ini Bakti Kominfo bangun enam Tower Mini di Haltim

Maba -- Badan Aksebilitas Teknologi dan Informasi (BAKTI) Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tahun ini...

Masyarakat Dorolamo siap menangkan Ubaid-Anjas

Maba -- Masyarakat Desa Dorolamo Kecamatan Maba Tengah Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) siap menangkan Pasangan...

Enos Loha siap menangkan Paslon Ubaid-Anjas

Haltim -- Enos Loha, salah satu pengusaha sukses dan juga orang berpengaruh yang memiliki basis...

Menuju Swasembada Beras, Morotai Butuh Bendungan

|

i-malut.com, Morotai – Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai menargetkan swasembada pangan (beras) pada tahun 2022. Namun, kebutuhan itu masih terkendala tersedianya infrastruktur, sebutlah Bendungan untuk menampung air dan mengairi sawah ribuan hektar di Kabupaten Pulau Morotai.

Olehnya itu, Bupati Pulau Morotai, Benny Laos, pada Selasa sore, 26 Nopember 2019, dalam acara pengresmian Bendung Modular Tiley oleh Ditjen SDA Kementerian PUPR RI berkesempatan menyampaikan kebutuhan tersebut.

Dihadapan Ditjen SDA, Dr. Ir. Hari Suprayogi, M.Eng, Ia menyampaikan beberapa waktu lalu dalam Postingan Instagram Presiden RI bahwa Bendung Modular yang bagus ada di Kabupaten Pulau Morotai, hal ini menjadi suatu kebanggaan suatu kebanggaan bagi masyarakat Pulau Morotai.

Bupati Kabupaten Pulau Morotai Benny Laos saat menyampaikan sambutan.

Bupati berharap, ini bukan hanya merupakan sekedar menjadi contoh, melainkan dilakukan secara fungsional merata.

“Karena sejak saya selesai di lantik menjadi Bupati, pertemuan saya dengan Kabalitbang PUPR dan menceritakan konsep Pembangunan Pulau Morotai dari pertemuan itu tercipta 5 Pembangunan yaitu Bendung Tiley, Water Front City, Talut, Perumahan dan Air Bersih.” ungkapnya

Lanjut Bupati, pada Tahun 2018 dan 2019 alhamdulilah semua Pembangunan itu diwujudkan dan pada dua bulan yang lalu telah di resmikan Water Front City (WFC). 5 Pembangunan ini semua memakai Teknologi Litbang PUPR.

“Sehingga Morotai kemarin menjadi Peringkat 2 Inovasi Infrastruktur oleh Litbang PUPR dan diberikan bonus 20 milyar untuk program rumah khusus yang saat ini sementara di bangun,” ungkapnya

Namun, kata dia, sesuai dengan amanat Presiden RI bahwa Morotai harus swasembada pangan dan prinsipnya sebagai Pemerintah Daerah berkomitmen menjadikan Pulau Morotai Swasembada Pangan.

“Hal ini menjadi program prioritas kami sebagaimana RPJN, RPJD Provinsi dan RPJD Kabupaten Pulau Morotai yaitu Pertanian, Perikanan dan Pariwisata,” ucapnya

Ia juga menyebutkan, sastanable pangan menjadi prioritas Pemkab Morotai, karena sebagai daerah kepulauan apabila terjadi cuaca buruk kapal tidak masuk, gunung meletus pesawat terbang tidak masuk.

Perlu diketahui luas lahan potensial untuk Desa tiley dan Usbar seluas 1.297 hektar, lahan bakunya 340 hektar dan sudah di tanam 168 hektar. Untuk desa Cocomare lahan potensialnya 294 hektar, lahan bakunya 127 hektar, yang telah ditanam 88 hektar.

Sementara Desa Aha, lahan potensial untuk di kembangkan sebesar 1511 hektar, lahan bakunya 665 hektar dan yang sudah di tanam 406 hektar.

“Semua wilayah potensial untuk dikembangkan itu butuh air. Untuk itu bendungan menjadi solutif untuk ketersedian air dalam melayani sasah-sawah petani untuk menanam padi menuju Morotai swasembada pangan,” terangnya

Bupati Benny juga menyampaikan, bahwa Petani disini rajin-rajin, terutama di Desa Aha dan Desa Cucumare, oleh sebab itu pihaknya memohon kepada Pak Dirjen agar dapat membantu untuk mempercepat jaringan air baik di Desa Aha, Desa Cucumare dan Desa Tiley ini.

“Pada kesempatan ini, saya mohon kepada pak Dirjen dan semua jajarannya untuk membantu kami dalam menujuh Swasembada Pangan sehingga inflasi di Kabupaten Pulau Morotai bisa terkendali dari sisi Swasembada Pangan dan incam perkapita dari sisi petani bisa kita naikkan untuk itu yang kurang dari kami yakni Infrastrukturnya.” Pungkasnya

Rombongan Ditjen SDA, Gubernur Malut dan Bupati Morotai serta rombongan saat tiba di lokasi Bendung Modular.

Sementara Ditjen SDA Kementerian PUPR Dr. Ir. Hari Suprayogi, M.Eng., mengutarakan, untuk Permintaan Bupati Pulau Morotai, setelah balik ke Jakarta, dirinya akan tindak lanjuti dengan menyampaikan ke Menteri PUPR, Isyah Allah semunya akan dapat tercapai.

“Apa yang Bupati Morotai minta sudah di catat seluruhnya oleh staf saya dan akan ditindak lanjuti. Karena kami telah lihat langsung kondisinya,” paparnya

Sementara Gubernur Maluku Utara, Gani Kasuba, mengatakan, Bendung yang diresmikan ini merupakan peran Bupati Morotai, sehingga Kementrian PUPR melalui Dirjen Sumber Daya Air memberikan atensi membangun.

“Kepada Masyarakat saya berharap rawatlah Bendung ini, karena ini merupakan hasil jerih payah pemerintah Daerah dalam bidang Pertanian sehingga irigasi dapat mengalir ke sawah-sawah masyarakat.” tandasnya

Video Pesan Layanan Masyarakat

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Alien Mus ajak warga Binagara dan Inojaya menangkan...

Haltim -- Ketua DPW Partai Golongan Karya (Golkar) yang juga anggota DPR-RI Daerah Pemilihan (Dapil) Provinsi Maluku Utara (Malut) Alien Mus, memberikan mendukung kepada Pasangan Calon (Paslon) Ubaid-Anjas di...

Warga Ngele dan One May bersumpah tidak lagi...

Taliabu -- Masyarakat Desa Ngele dan One May Kecamatan Taliabu Barat Laut Kabupaten Pulau Taliabu bersumpah tidak lagi memilih pemimpin yang oleh mereka dianggap gagal. Mewakili masyarakat Desa Ngele dan...

Enos Loha siap menangkan Paslon Ubaid-Anjas

Haltim -- Enos Loha, salah satu pengusaha sukses dan juga orang berpengaruh yang memiliki basis riel menegaskan bakal siap menangkan Pasangan Calon (Paslon) Ubaid-Anjas. Hal ini disampaikan Enos pada saat...

Blusukan Aliong dan Ningsih diduga rugikan Pedagang Pasar

Sanana -- Blusukan yang dilakukan Bupati non aktif Kab. Pulau Taliabu, Aliong Mus, beserta Adiknya yang juga Calon Bupati Kab. Kepulauan Sula (Kepsul), Fifian Adeningsih Mus, diduga bukan saja...

Pj. Bupati : Jalankan Politik Damai di Pulau...

Bobong -- Suasana Pilkada Taliabu jelang hari H pencoblosan mulai memanas. Terpantau di media sosial baik Facebook maupun WhatsApp, para pendukung Paslon kerap saling serang. Para pendukung Paslon baik...

Peringati 1 Muharram, IPP Losbar gelar berbagai perlombaan

Weda -- Dalam Rangka memperingati 1 Muharram, Ikatan Pemuda pemudi (IPP) desa Loleo dan Desa Aer Salobar (Losbar) kecamatan Weda Selatan kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) akan menggelar berbagai perlombaan. Ketua...

Soal Gaji Petugas Covid 19 Pulau Taliabu, ini...

Taliabu -- Petugas gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pulau Taliabu dikabarkan belum menerima insentif kerja selama 3 bulan, ditambah dengan gaji pokok...

Bawaslu Sula dinilai beri kelonggaran untuk Keluarga Mus

Sanana -- Perumpamaan gelar 'Karpet Merah' sepertinya tepat untuk menganalogikan kinerja Bawaslu Sula terhadap Paslon Bupati dan Wakil Bupati tertentu, bagaimana tidak untuk kesekian kalinya Bawaslu Sula selalu memberi...

64 Peserta LK-1 HMI Komisariat Ekonomi Unkhair Ternate...

Ternate -- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Ekonomi Unkhair Ternate, gelar LK-1 (Basic Training) bertempat di Aula Asrama Haji Kel. Ngade Kec. Ternate Selatan Kota Ternate, Jum'at (27/11). Kegiatan LK-1...
error: