TERPOPULER

Dr. Muh. Nasir S. Tamalene : IKA...

Ternate -- Universitas Nahdatul Ulama Maluku Utara (UNUTARA) bakal segera hadir di Provinsi Maluku Utara. Kampus tersebut akan hadir...

HMI Cabang Ternate Minta PT. NHM Hentikan...

Ternate -- Covid-19 saat ini menjadi momok yang sangat menakutkan bagi masyarakat. Hal itulah yang membuat Pemerintah hadir dengan...

MAN I Halsel Buka Pendaftaran Guru Honorer,...

Halsel -- Madrasah Aliyah Negeri I Halmahera Selatan (MAN I HAL-SEL) membuka lowongan bagi tenaga pendidik baru (Guru Honorer)...

Bupati Halsel Dianggap Remehkan Surat Edaran Mendagri

Labuha — Bupati Halmahera Selatan (Halsel), Bahrain Kasuba dianggap telah meremehkan edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Jenderal Polisi (Purn.)...

Ketua DPD Partai Beringin Karya Kota Ternate...

Ternate -- Pengajuan Pergantian Antar Waktu (PAW) dua orang anggota DPRD Kota Ternate dari Partai Berkarya, berbuntut pengembalian kewenangan...

Amar Manaf : 2021 Sebagai Tahun Penguatan...

Sofifi -- Sebanyak 68 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara menerima SK PCPNS di Aula...

Dr. Muh. Nasir S. Tamalene : IKA...

Ternate -- Universitas Nahdatul Ulama Maluku Utara (UNUTARA) bakal segera hadir di Provinsi Maluku Utara. Kampus tersebut akan hadir...

HMI Cabang Ternate Minta PT. NHM Hentikan...

Ternate -- Covid-19 saat ini menjadi momok yang sangat menakutkan bagi masyarakat. Hal itulah yang membuat Pemerintah hadir dengan...

MAN I Halsel Buka Pendaftaran Guru Honorer,...

Halsel -- Madrasah Aliyah Negeri I Halmahera Selatan (MAN I HAL-SEL) membuka lowongan bagi tenaga pendidik baru (Guru Honorer)...

Bupati Halsel Dianggap Remehkan Surat Edaran Mendagri

Labuha — Bupati Halmahera Selatan (Halsel), Bahrain Kasuba dianggap telah meremehkan edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Jenderal Polisi (Purn.)...

Ketua DPD Partai Beringin Karya Kota Ternate...

Ternate -- Pengajuan Pergantian Antar Waktu (PAW) dua orang anggota DPRD Kota Ternate dari Partai Berkarya, berbuntut pengembalian kewenangan...

ARTIKEL TERKAIT

Kasus Petrus, Murni Dugaan Tindak Pidana Kekerasan Seksual

|

i-malut.com, Sanana – Petrus Beda Lama Paha (43) diduga memperkosa Krisdayanti Palaka (18) Gadis Yatim Piatu asal Desa Auponhia, Kecamatan Mangoli Selatan, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) sebanyak 7 (Tujuh kali) hingga saat ini korban sedang mengandung tiga bulan, ungkap Krisdayanti, Jumat (24/1/2020) malam lalu.

Saat ditemuai awak media, Krisdayanti yang beragama Kristen Protestan itu menyatakan dirinya di perkosa sebanyak tujuh kali dan diancam akan dibunuh bila dirinya menceritakan kepada keluarga atau orang lain. Bahkan ketika sudah mengandung pelaku mengancam dan menyuruh korban untuk tidur dengan seorang lelaki bernama Felix agar keluarga korban mengetahui bahwa korban hamil dengan Felix. Padahal Felix tidak tau apa-apa, Akhirnya karena takut, Felix kemudian pergi amankan dirinya di Desa Leko Kadai, Ungkap Krisdayanti dengan air mata berlinang.

Gadis yang tak pernah mengenal bangku pendidikan ini menjelaskan kronologis kejadian bahwa, kejadian pertama itu di Kebun, Korban di paksa oleh pelaku, Celananya dibuka secara paksa dan dirinya lansung diperkosa oleh Petrus, kejadian kedua di Para-para (Tempat pengasapan kelapa), kejadian ketiga di Kebun milik pelaku, dan yang ke empat di rumah pelaku hingga maaf (Alat vitalnya berdarah dan sangat sakit), ia menceritakan kisahnya dengan penuh air mata.

Ketika ditanyakan soal hari, tanggal dan bulan kejadian pelaku dengan polos mengatakan saya so lupa, tapi tempat kejadian saya ingat hingga hari ini.

Selain itu, Petrus Beda Lama Paha, juga membenarkan bahwa dirinya melakukan sebanyak tujuh kali bersama Gadis Protestan tersebut, namun yang pertama bukan di kebun seperti yang diceritakan, Pertama di tengah jalan menuju lokasi jaringan telekomunikasi sekitar Pukul 21.00 WIT.

Lebih lanjut kata Petrus, dirinya bukan perkosa tapi berpacaran dengan korban. Petrus menagku memang benar awalnya korban tidak terima saat diajak pacaran oleh petrus, tapi ketika pergi ke tempat jaringan korban merasa takut dan memeluk petrus dan disitulah kejadian pertama dan petrus menganggap bahwa mereka berdua sudah memiliki status pacaran.

“Untuk masalah ini sudah selesai di Polres Kepsul dan istri saya juga sudah berikan izin untuk menikah dengan Krisdayanti secara Adat Kristen Katolik dan Adat Kristen Protestan”, Ungkap Petrus di perumahan Pastor Sanana, Desa Fagudu Kec. Sanana, Minggu (26/01/20) Siang.

Secara terpisah, Warga Desa Auponhia dibuat Geger saat melihat Surat Pernyataan dari Polres kepsul yang didalamnya tertera agama Petrus Bada Lama Paha dan Istrinya Maria ode Piran, yang saat ini statusnya beragama Kristen Katolik, Padahal menurut Lutfi salah satu warga Desa Auponhia yang saat itu menikahkan Petrus bada dengan Maria ode piran dengan membuat surat pernyataan yang di tanda tangan di atas materai 6000 bahwa dirinya akan menganut Agama Islam, karena istrinya Maria Ode beragama Islam.

Petrus ketika di wawancarai awak media.

Ilham ode juga mengaku kaget ketika melihat Maria Ode memimpin jemaat di Gereja Katolik padahal sebelumnya masih sholat di Mesjid. ilham mencurigai Kedua suami istri ini Kembali memeluk Agama Katolik saat keduanya berangkat ke Flores, pasca kembali dari Flores keduanya menjalani Ibadah di Gereja Katolik, ilham bahkan mencurigai samapi saat ini keduanya masih menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih Beragama Islam.

Iklan Video

KOMENTAR

BERITA LAINNYA

MAN I Halsel Buka Pendaftaran Guru Honorer, Ini Jadwal Pendaftarannya

Halsel -- Madrasah Aliyah Negeri I Halmahera Selatan (MAN I HAL-SEL) membuka lowongan bagi tenaga...

Soal Imunisasi Vaksin C-19, Pemda Halbar Masih Dalam Tahap Persiapan

Halbar -- Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) Provinsi Maluku Utara (Malut), masih dalam tahapan...

Peduli Kemanusiaan, EW-LMND Malut Distribusikan Bantuan di Halut

Ternate -- Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EW-LMND) Maluku Utara, distribusikan bantuan terhadap...

Kasus Petrus, Murni Dugaan Tindak Pidana Kekerasan Seksual

i-malut.com, Sanana – Petrus Beda Lama Paha (43) diduga memperkosa Krisdayanti Palaka (18) Gadis Yatim Piatu asal Desa Auponhia, Kecamatan Mangoli Selatan, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) sebanyak 7 (Tujuh kali) hingga saat ini korban sedang mengandung tiga bulan, ungkap Krisdayanti, Jumat (24/1/2020) malam lalu.

Saat ditemuai awak media, Krisdayanti yang beragama Kristen Protestan itu menyatakan dirinya di perkosa sebanyak tujuh kali dan diancam akan dibunuh bila dirinya menceritakan kepada keluarga atau orang lain. Bahkan ketika sudah mengandung pelaku mengancam dan menyuruh korban untuk tidur dengan seorang lelaki bernama Felix agar keluarga korban mengetahui bahwa korban hamil dengan Felix. Padahal Felix tidak tau apa-apa, Akhirnya karena takut, Felix kemudian pergi amankan dirinya di Desa Leko Kadai, Ungkap Krisdayanti dengan air mata berlinang.

Gadis yang tak pernah mengenal bangku pendidikan ini menjelaskan kronologis kejadian bahwa, kejadian pertama itu di Kebun, Korban di paksa oleh pelaku, Celananya dibuka secara paksa dan dirinya lansung diperkosa oleh Petrus, kejadian kedua di Para-para (Tempat pengasapan kelapa), kejadian ketiga di Kebun milik pelaku, dan yang ke empat di rumah pelaku hingga maaf (Alat vitalnya berdarah dan sangat sakit), ia menceritakan kisahnya dengan penuh air mata.

Ketika ditanyakan soal hari, tanggal dan bulan kejadian pelaku dengan polos mengatakan saya so lupa, tapi tempat kejadian saya ingat hingga hari ini.

Selain itu, Petrus Beda Lama Paha, juga membenarkan bahwa dirinya melakukan sebanyak tujuh kali bersama Gadis Protestan tersebut, namun yang pertama bukan di kebun seperti yang diceritakan, Pertama di tengah jalan menuju lokasi jaringan telekomunikasi sekitar Pukul 21.00 WIT.

Lebih lanjut kata Petrus, dirinya bukan perkosa tapi berpacaran dengan korban. Petrus menagku memang benar awalnya korban tidak terima saat diajak pacaran oleh petrus, tapi ketika pergi ke tempat jaringan korban merasa takut dan memeluk petrus dan disitulah kejadian pertama dan petrus menganggap bahwa mereka berdua sudah memiliki status pacaran.

“Untuk masalah ini sudah selesai di Polres Kepsul dan istri saya juga sudah berikan izin untuk menikah dengan Krisdayanti secara Adat Kristen Katolik dan Adat Kristen Protestan”, Ungkap Petrus di perumahan Pastor Sanana, Desa Fagudu Kec. Sanana, Minggu (26/01/20) Siang.

Secara terpisah, Warga Desa Auponhia dibuat Geger saat melihat Surat Pernyataan dari Polres kepsul yang didalamnya tertera agama Petrus Bada Lama Paha dan Istrinya Maria ode Piran, yang saat ini statusnya beragama Kristen Katolik, Padahal menurut Lutfi salah satu warga Desa Auponhia yang saat itu menikahkan Petrus bada dengan Maria ode piran dengan membuat surat pernyataan yang di tanda tangan di atas materai 6000 bahwa dirinya akan menganut Agama Islam, karena istrinya Maria Ode beragama Islam.

Petrus ketika di wawancarai awak media.

Ilham ode juga mengaku kaget ketika melihat Maria Ode memimpin jemaat di Gereja Katolik padahal sebelumnya masih sholat di Mesjid. ilham mencurigai Kedua suami istri ini Kembali memeluk Agama Katolik saat keduanya berangkat ke Flores, pasca kembali dari Flores keduanya menjalani Ibadah di Gereja Katolik, ilham bahkan mencurigai samapi saat ini keduanya masih menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih Beragama Islam.

VIDEO

IKLAN

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

BACA JUGA

DPMD Halteng Gelar Kegiatan Program Singkronisasi APBDes

Weda -- Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Rabu (27/01) Siang tadi mengelar kegiatan Program Sinnkronisasi Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes). Kegiatan tersebut bertempat di kantor DPMD kabupaten Halmahera...

Februari, Vaksinasi Tenaga Kesehatan Kota Ternate Selesai, Lanjut...

Ternate - Imunisasi vaksin C-19 di Kota Ternate khususnya bagi tenaga kesehatan (medis) akan berakhir pada febuari 2021 mendatang. Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Ternate Nurbaiti Rajabessy, ketika dikonfirmasi awak...

Soal Imunisasi Vaksin C-19, Pemda Halbar Masih Dalam...

Halbar -- Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) Provinsi Maluku Utara (Malut), masih dalam tahapan proses persiapan untuk penyuntikan Vaksin Sinovak tahap pertama. Kepala Dinas Kesehatan Kab. Halmahera Barat (Halbar)...

PC IKA PMII Halsel Gelar Rapat Kerja Perdana...

Ternate -- Pengurus Cabang Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Halmahera Selatan (PC IKA PMII Halsel) periode 2020-2025, gelar Rapat Kerja (Raker) perdana, dengan tema, "Membangun Sinergitas IKA PMII...

Delapan Desa se-Kecamatan Weda Selatan Halteng Gelar Musrembang

Weda -- Delapan desa se-Kecamatan Weda Selatan Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Selasa (26/01) siang tadi menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat desa. Delapan desa tersebut yakni Desa Loleo, Aer...

Etihad FC Kemenag Malut Taklukkan Dispora Provinsi FC...

Sofifi -- Friendly Match antara Tim Etihad FC-Kanwil Kemenag Malut vs Dispora Malut FC, Selasa (26/01) sore tadi di Stadion Bukit Durian Sofifi, berakhir dengan skor 4 : 2...

Dinas P2A Kota Ternate Bakal Kawal Kasus Pemerkosaan...

Ternate -- Kasus pemorkasan yang terjadi terhadap 3 korban yang diketahui adalah pelajar salah satu SMU di kota Tidore Kepulauan mendapat perhatian serius dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak...

Menunggak Anggsuran Listrik, Lampu di Pasar Ikan Higienis...

Ternate -- Pihak PLN Kota Ternate, Selasa (26/01) pagi tadi melakukan pemutusan aliran Listrik di Pasar Ikan Higienis, Kelurahan Gamalama, Kota Ternate Tengah. Pasalnya, Pasar Ikan Higienis tersebut menunggak...

PT. IHB gelar Rapat Evaluasi Program PPM Libatkan...

Halut -- Kebijakan PT. NHM beberapa tahun terakhir ini banyak memunculkan polimik dikalangan masyarakat, khususnya masyarakat lingkat tambang, yakni Kec. Kao dan Kec. Malifut Kab. Halmahera Utara. Pasalnya, setiap kebijakan...
error: