POPULER

Merasa dicemarkan, Ketua Milineal HT Polisikan Akun...

Sanana -- Iksan Umasugi, Ketua Pemuda Milineal HT melaporkan Akun FB Sulabesi Biahifa kerena merasa dicemarkan namanya melalui Media...

Diduga Unprosedural, Rekomendasi SPBU Kompak CV. Sumayyah...

Sanana -- Buntut dibatalkannya Rekomendasi SPBU Kompak yang terletak di Desa Wainib-Kec. Sulabesi Selatan, dikarenakan Owner CV. Sumayyah Nur...

Sekda Syafrudin Sapsuha hadiri peninjauan lokasi Pembangunan...

Sanana -- Sekretaris Daerah (Sekda) Kab. Kepulauan Sula (Kepsul), Syafrudin Sapsuha menghadiri acara peninjauan lokasi Pembangunan Lembaga Pendidikan Ma'arif-NU...

Artikel Terkait

Pengrajin Souvenir Fatparoma Desa Nahi Siap Pasarkan Produknya

|

i-malut.com, Sanana – Kelompok Pengrajin Souvenir Fatparoma asal Desa Nahi Kecamatan Sulabesi Barat dalam waktu dekat akan memamerkan dan memasarkan hasil produksinya.

Hal ini disampaikan Ketua Pemuda Desa Nahi Ardi Umafagur yang menjadi Pembina Fatparoma, saat ditemui awak media, Kamis, (09/04)

“Kelompok ini sebenarnya sudah lama terbentuk, sejak tahun 2018. Namun masih bersifat untuk konsumsi sendiri atau masyarakat lokal di Desa Nahi. Untuk itu sejak saya menjabat sebagai Ketua Pemuda, saya coba menggali potensi ini untuk bisa lebih berkembang serta menjadi ciri khas Desa Nahi serta Souvenir Kab. Kepulauan Sula”, ujar Ardi.

Anak muda Desa Nahi (kelompok pengrajin) yang memproduksi Souvenir.

Dijelaskan, saat ini Fatparoma masih bersifat Home Industri, dan produktivitasnya masih bersifat meluangkan waktu. Sedangkan untuk para pengrajin yang tergabung dalam Fatparoma adalah Kelompok Pemuda dan Pemudi Desa Nahi yang berjumlah sekitar 20 orang.

Produk andalan dari Kelompok ini adalah Gantungan Kunci (dengan bahan dasar Kayu Asam Jawa), Bunga Plastik (Hasil Daur ulang Sampah Plastik) serta Tas Plastik (Hasil Daur Ulang Bungkus Detergent dan Kopi).

Ardi mengatakan untuk bahan bakunya masih relatif mudah didapatkan, sehingga biaya produksi dengan nilai jual masih memperoleh keuntungan yang lumayan.

“Saat ini semua masih dikerjakan secara manual, namun saya berharap ada sentuhan dari Pemerintah Desa terkait beberapa alat yang Kami butuhkan”, ungkap Ketua Pemuda Ardy.

Ardy meyakini hasil produksi Fatparoma punya daya saing, untuk itu dirinya berencana memasarkan secara luas di Kabupaten Kepulauan Sula.

“Seperti Gantungan Kunci dan Bunga ini bisa menjadi sovenir perkawinan, dan cinderamata”, ujar Ardi mantap.

Dirinya mengaku, saat ini sedang mengusahakan sejumlah alat seperti Mesin Jahit, Mesin Amplas, Kompresor, Bor, Gerindra serta beberapa alat lainnya untuk mendukung Produksi Souvenir Kelompok Fatparoma.

Selain pasar tradisional dan pembeli lokal, Ardi bersama Fatparoma akan menawarkan prodak hasil olahannya bisa menjadi ‘icon’ tempat wisata yang ada di Kepulauan Sula.

Dalam keterangan penutupnya Ardi berharap Fatparoma bisa menjadi wadah positif bagi Pemuda dan Pemuda Nahi untuk menyalurkan kreatifitasnya.

Video Pesan Layanan Masyarakat

BERITA LAINNYA

Tahun ini Kejati Malut Sumbang 13 Ekor Hewan Qurban

Ternate -- Pada momentum hari raya Idul Adha tahun ini, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara...

3 Fraksi Menerima dan Menyetujui serta Mengapresiasi Capaian WTP Pemda Kepsul

Sanana -- Lagi-lagi F-Golkar memilih Abstain pada Sidang Paripurna Penyampaian pendapat Akhir Fraksi-Fraksi DPRD Kepsul...

Cuaca Buruk, Dua Nelayan Tenggelam, Basarnas Kota Ternate Lakukan Evakuasi

Ternate -- Tim Rescue Basarnas Kota Ternate Pagi tadi sekitar pukul 08.55 WIT, mengevakuasi dua...

Pengrajin Souvenir Fatparoma Desa Nahi Siap Pasarkan Produknya

|

i-malut.com, Sanana – Kelompok Pengrajin Souvenir Fatparoma asal Desa Nahi Kecamatan Sulabesi Barat dalam waktu dekat akan memamerkan dan memasarkan hasil produksinya.

Hal ini disampaikan Ketua Pemuda Desa Nahi Ardi Umafagur yang menjadi Pembina Fatparoma, saat ditemui awak media, Kamis, (09/04)

“Kelompok ini sebenarnya sudah lama terbentuk, sejak tahun 2018. Namun masih bersifat untuk konsumsi sendiri atau masyarakat lokal di Desa Nahi. Untuk itu sejak saya menjabat sebagai Ketua Pemuda, saya coba menggali potensi ini untuk bisa lebih berkembang serta menjadi ciri khas Desa Nahi serta Souvenir Kab. Kepulauan Sula”, ujar Ardi.

Anak muda Desa Nahi (kelompok pengrajin) yang memproduksi Souvenir.

Dijelaskan, saat ini Fatparoma masih bersifat Home Industri, dan produktivitasnya masih bersifat meluangkan waktu. Sedangkan untuk para pengrajin yang tergabung dalam Fatparoma adalah Kelompok Pemuda dan Pemudi Desa Nahi yang berjumlah sekitar 20 orang.

Produk andalan dari Kelompok ini adalah Gantungan Kunci (dengan bahan dasar Kayu Asam Jawa), Bunga Plastik (Hasil Daur ulang Sampah Plastik) serta Tas Plastik (Hasil Daur Ulang Bungkus Detergent dan Kopi).

Ardi mengatakan untuk bahan bakunya masih relatif mudah didapatkan, sehingga biaya produksi dengan nilai jual masih memperoleh keuntungan yang lumayan.

“Saat ini semua masih dikerjakan secara manual, namun saya berharap ada sentuhan dari Pemerintah Desa terkait beberapa alat yang Kami butuhkan”, ungkap Ketua Pemuda Ardy.

Ardy meyakini hasil produksi Fatparoma punya daya saing, untuk itu dirinya berencana memasarkan secara luas di Kabupaten Kepulauan Sula.

“Seperti Gantungan Kunci dan Bunga ini bisa menjadi sovenir perkawinan, dan cinderamata”, ujar Ardi mantap.

Dirinya mengaku, saat ini sedang mengusahakan sejumlah alat seperti Mesin Jahit, Mesin Amplas, Kompresor, Bor, Gerindra serta beberapa alat lainnya untuk mendukung Produksi Souvenir Kelompok Fatparoma.

Selain pasar tradisional dan pembeli lokal, Ardi bersama Fatparoma akan menawarkan prodak hasil olahannya bisa menjadi ‘icon’ tempat wisata yang ada di Kepulauan Sula.

Dalam keterangan penutupnya Ardi berharap Fatparoma bisa menjadi wadah positif bagi Pemuda dan Pemuda Nahi untuk menyalurkan kreatifitasnya.

Video Pesan Layanan Masyarakat

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Aktivis IMM Malut ingatkan Kades dan BPD terkait...

Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan Tertinggi ditingkat Desa. Sekaligus sebagai Pusat Administrasi ditingkat Desa, dan Desa salah...

3 Fraksi Menerima dan Menyetujui serta Mengapresiasi Capaian...

Sanana -- Lagi-lagi F-Golkar memilih Abstain pada Sidang Paripurna Penyampaian pendapat Akhir Fraksi-Fraksi DPRD Kepsul atas Ranperda Pertanggungjawaban dan Pelaksanaan APBD Th. 2019 dan Ranperda Tentang BUMD Inovasi Sula....

Dir Pamobvit Polda Malut dan Tiga Kapolres Berganti

Ternate -- Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengeluarkan Surat Telegram (ST) tentang pemberhentian dan pengangkatan jabatan dilingkungan Polri sesuai ST tertanggal 03 Agustus 2020 yang ditanda tangani As SDM Kapolri...

Cuaca Laut Masih Kondusif, Kapos Sahabandar : Tidak...

Ternate -- Petugas Sahabandar Pelabuhan Bastiong tidak melakukan perubahan jadwal keberangkatan kapal pada semua rute, meski BMKG Kota Ternate telah menyampaikan hasil ramalan cuaca terkini. Kepala Pos Sahabandar Pelabuhan Bastiong...

Akibat Covid-19, Pegadaian Syariah Ternate Batasi Penyaluran Kredit...

Ternate -- Pegadaian Syariah Cabang Kota Ternate di tahun 2020 ini membatasi penyaluran khususnya pada produk kredit berbasis Fidusia. Pasalnya dampak dari Pandemi Covid-19 mempengaruhi kemampuan masyarakat dalam hal...

Diduga Unprosedural, Rekomendasi SPBU Kompak CV. Sumayyah Nur...

Sanana -- Buntut dibatalkannya Rekomendasi SPBU Kompak yang terletak di Desa Wainib-Kec. Sulabesi Selatan, dikarenakan Owner CV. Sumayyah Nur Meccah Sdr. Rahmat melakukan Unprosedural Administrasi atau melakukan pemberkasan yang...

Cuaca Buruk, Dua Nelayan Tenggelam, Basarnas Kota Ternate...

Ternate -- Tim Rescue Basarnas Kota Ternate Pagi tadi sekitar pukul 08.55 WIT, mengevakuasi dua nelayan yang tenggelam akibat dihantam gelombang. Proses evakusi itu dilakukan setelah Basarnas Kota Ternate...

DK Tahap I Cair, Kelurahan Gamalama dahulukan Program...

Ternate -- Dana Kelurahan (DK) Tahap I tahun 2020 Kelurahan Gamalama, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara telah dicairkan. DK tersebut bakal dipergunakan untuk melaksanakan program pemberdayaan bidang...

Sekda Syafrudin Sapsuha hadiri peninjauan lokasi Pembangunan LP....

Sanana -- Sekretaris Daerah (Sekda) Kab. Kepulauan Sula (Kepsul), Syafrudin Sapsuha menghadiri acara peninjauan lokasi Pembangunan Lembaga Pendidikan Ma'arif-NU Kepsul di Desa Wailau-Kec. Sanana. Acara yang digelar oleh Keluarga...