POPULER

Merasa dicemarkan, Ketua Milineal HT Polisikan Akun...

Sanana -- Iksan Umasugi, Ketua Pemuda Milineal HT melaporkan Akun FB Sulabesi Biahifa kerena merasa dicemarkan namanya melalui Media...

Diduga Unprosedural, Rekomendasi SPBU Kompak CV. Sumayyah...

Sanana -- Buntut dibatalkannya Rekomendasi SPBU Kompak yang terletak di Desa Wainib-Kec. Sulabesi Selatan, dikarenakan Owner CV. Sumayyah Nur...

Sekda Syafrudin Sapsuha hadiri peninjauan lokasi Pembangunan...

Sanana -- Sekretaris Daerah (Sekda) Kab. Kepulauan Sula (Kepsul), Syafrudin Sapsuha menghadiri acara peninjauan lokasi Pembangunan Lembaga Pendidikan Ma'arif-NU...

Artikel Terkait

Realitas Pendidikan di Kepulauan Sula ditengah eforia HARDIKNAS

|

Dalam napaktilas perjalanan pendidikan di Kepulauan Sula, maka perlu memperhatikan realitas pendidikan itu sendiri. Pendidikan sebagai sebuah subsistem yang sekaligus juga merupakan suatu sistem yang kompleks dalam menjembatani hajat hidup generasi di masa akan datang menempati posisi yang sangat penting.

Gambaran pendidikan sebagai sebuah subsistem adalah kenyataan bahwa pendidikan merupakan salah satu aspek kehidupan yang berjalan dan dipengaruhi oleh berbagai aspek eksternal yang saling terkait satu sama lain. Seperti aspek politik, ekonomi, sosial-budaya, pertahanan-keamanan, bahkan ideologi sangat erat pengaruhnya terhadap keberlangsungan penyelenggaraan pendidikan, begitupun sebaliknya.

Sedangkan pendidikan sebagai suatu sistem yang kompleks menunjukan bahwa pendidikan di dalamnya terdiri dari berbagai perangkat yang saling mempengaruhi secara internal, sehingga dalam rangkaian input-proses-output pendidikan, berbagai perangkat yang mempengaruhinya tersebut perlu mendapatkan jaminan kualitas yang layak oleh berbagai stakeholder yang terkait.

Seperti itu juga cara pandang kita melihat kenyataan pendidikan di Negeri Senapan, bahwa sebagai subsistem, pendidikan sebagai pranata sosial, budaya, ekonomi, keamanan dan ideologi yang dapat buat masyarakat sula maju dan mandiri.

Sedangkan sebagai sistem, pemerintah daerah sebagai pemilik kebijakan pendidikan dapat menjembatani pelayanan pendidikan sesuai amanah undang-undang dan peraturan lainnya, setidaknya memperhatikan capaian standar nasional pendidikan baik dari aspek input proses dan output sehingga kualitas pelayanan mutu pendidikan kepada masyarakat secara kelembagaan bisa membaik.

Dalam rangka menyambut hari penting dalam dunia pendidikan sekaligus gambaran perjuangan dibidang pendidikan secara historis, HARDIKNAS diperingati sebagai hari sakral dalam pendidikan.
Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada Tanggal 2 Mei 2020 kali ini merupakan salah satu hari bersejarah untuk Negara Indonesia, karena pada hari ini adalah hari dimana kita semua segenap Bangsa Indonesia mengenang salah satu sosok jasa Pahlawan Nasional dibidang Pendidikan yaitu Ki Hadjar Dewantara.

Tepat pada hari ini, 2 Mei, selalu diperingati masyarakat Indonesia sebagai Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

Namun, Hari Pendidikan Nasional pada tahun ini agaknya sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena adanya pandemi virus corona.

Tak hanya peringatan Hari Pendidikan Nasional saja yang berbeda, ruang pembelajaran di Tanah Air juga sedikit mengalami hambatan dalam kegiatan belajar mengajarnya.

Terlebih belajar dari rumah akan diperpanjang hingga akhir tahun.

Sebagai pelanjut dari tugas pendidikan, saya perlu menyambut dan merayakan hari Istimewa ini dengan memberikan beberapa kado istimewa bagi pemangku kepentingan di dunia pendidikan khusunya di kabupaten kepulauan sula. Diantaranya:

    1. Setiap sekolah dan setiap guru, harus memilih dan mencari cara agar proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif sesuai dengan situasi dan kondisi Pandemi Virus Corona saat ini. Karena pentingnya kebutuhan pendidikan aabila antara sekolah dan peserta didik maupun salah satunya belum dapat terintegrasi dalam sistem online, maka harus mencari cara lain.
    2. Kebijakan belajar di rumah harus di topang dengan ketegasan tujuan pendidikan baku yang harus diemban seluruh pemangku pendidikan baik siswa, guru, tenaga kependidikan, hingga oleh orang tua juga mestinya ditopang oleh bantuan kebutuhan ekonomi masyarakat selama stay at home.
    3. Kekurangan Jumlah Tenaga Guru di setiap sekolah pada pelosok desa. Distribusi guru tidak merata, mutasi guru sebagai efek politik demokrasi lokal, sertifikasi yang berorientasi biaya, supervisi yang terkesan serimoni kedepannya menjadi perhatian serius untuk di benahi.
    4. Pendidikan gratis yang mengakibatkan disfungsi tanggungjawab orang tua, distorsi perhatian terhadap perilaku generasi dan sejumlah kasus OTT yang merusak citra pendidikan. Namun tanpa kebijakan daerah terhadap pembiayaan sekolah diluar pelayanan sarana dan akademik. (tidak ada makan siang yang gratis).
    5. Alasan terbatasnya anggaran daerah dan mengabaikan implementasi/amanah UU No 20 tahun 2003 tentang SISDIKNAS. Disaat ramainya wacana tentang korupsi biaya insentif guru, korupsi pembagunan sarana pendidikan, keterlambatan pembayaran gaji guru PNS dan honorer mesti di perbaiki.
    6. Kualitas SDM. Kualitas SDM Pengelola Pendidikan.
      Sumber daya pengelola pendidikan bukan hanya seorang guru atau kepala sekolah, melainkan semua sumber daya yang secara langsung terlibat dalam pengelolaan suatu satuan pendidikan. Rendahnya mutu dari SDM pengelola pendidikan secara praktis tentu dapat menghambat keberlangsungan proses pendidikan yang berkualitas, sehingga adaptasi dan sinkronisasi terhadap berbagai program peningkatan kualitas pendidikan juga akan berjalan lamban.
    7. Jumlah dan Kualitas Buku Yang Belum Memadai.
      Ketersediaan buku yang berkualitas merupakan salah satu kebutuhan pendidikan yang sangat penting dalam menunjang keberhasilan proses pendidikan harus di lengkapi.

Marilah kita terus berbenah dan memperhatikan perkembangan pendidikan kita ditengah musim Pandemi Covid-19. Tiada kesuksesan yang datang secara cuma-cuma, melainkan harus ada pengorbanan dan usaha. Akhirnya sekali lagi saya sampaikan, Selamat hari pendidikan nasional buat seluh pelajar dan guru di indonesia khusus di kepulauan sula tercinta.

Semoga semboyan “ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri hadayani” yang artinya “di depan memberi teladan, di tengah memberi bimbingan, di belakang memberi dorongan” menjadi identitas kita sekalian.

Oleh : Syahrul Takim, S.Pdi, M.Pd.I
(Akademisi STAI Babussalam-Sula)

Video Pesan Layanan Masyarakat

BERITA LAINNYA

Peduli Masyarakat ditengah Pendemi Covid-19, Lazismu Malut Qurban 6 Ekor Sapi

Ternate -- Lembaga Zakat Infak Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Maluku Utara (Malut) mengadakan penyembelihan hewan qurban...

Sekda Syafrudin Sapsuha hadiri peninjauan lokasi Pembangunan LP. Ma’arif-NU di Desa Wailau

Sanana -- Sekretaris Daerah (Sekda) Kab. Kepulauan Sula (Kepsul), Syafrudin Sapsuha menghadiri acara peninjauan lokasi...

Cuaca Buruk, Dua Nelayan Tenggelam, Basarnas Kota Ternate Lakukan Evakuasi

Ternate -- Tim Rescue Basarnas Kota Ternate Pagi tadi sekitar pukul 08.55 WIT, mengevakuasi dua...

Realitas Pendidikan di Kepulauan Sula ditengah eforia HARDIKNAS

|

Dalam napaktilas perjalanan pendidikan di Kepulauan Sula, maka perlu memperhatikan realitas pendidikan itu sendiri. Pendidikan sebagai sebuah subsistem yang sekaligus juga merupakan suatu sistem yang kompleks dalam menjembatani hajat hidup generasi di masa akan datang menempati posisi yang sangat penting.

Gambaran pendidikan sebagai sebuah subsistem adalah kenyataan bahwa pendidikan merupakan salah satu aspek kehidupan yang berjalan dan dipengaruhi oleh berbagai aspek eksternal yang saling terkait satu sama lain. Seperti aspek politik, ekonomi, sosial-budaya, pertahanan-keamanan, bahkan ideologi sangat erat pengaruhnya terhadap keberlangsungan penyelenggaraan pendidikan, begitupun sebaliknya.

Sedangkan pendidikan sebagai suatu sistem yang kompleks menunjukan bahwa pendidikan di dalamnya terdiri dari berbagai perangkat yang saling mempengaruhi secara internal, sehingga dalam rangkaian input-proses-output pendidikan, berbagai perangkat yang mempengaruhinya tersebut perlu mendapatkan jaminan kualitas yang layak oleh berbagai stakeholder yang terkait.

Seperti itu juga cara pandang kita melihat kenyataan pendidikan di Negeri Senapan, bahwa sebagai subsistem, pendidikan sebagai pranata sosial, budaya, ekonomi, keamanan dan ideologi yang dapat buat masyarakat sula maju dan mandiri.

Sedangkan sebagai sistem, pemerintah daerah sebagai pemilik kebijakan pendidikan dapat menjembatani pelayanan pendidikan sesuai amanah undang-undang dan peraturan lainnya, setidaknya memperhatikan capaian standar nasional pendidikan baik dari aspek input proses dan output sehingga kualitas pelayanan mutu pendidikan kepada masyarakat secara kelembagaan bisa membaik.

Dalam rangka menyambut hari penting dalam dunia pendidikan sekaligus gambaran perjuangan dibidang pendidikan secara historis, HARDIKNAS diperingati sebagai hari sakral dalam pendidikan.
Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada Tanggal 2 Mei 2020 kali ini merupakan salah satu hari bersejarah untuk Negara Indonesia, karena pada hari ini adalah hari dimana kita semua segenap Bangsa Indonesia mengenang salah satu sosok jasa Pahlawan Nasional dibidang Pendidikan yaitu Ki Hadjar Dewantara.

Tepat pada hari ini, 2 Mei, selalu diperingati masyarakat Indonesia sebagai Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

Namun, Hari Pendidikan Nasional pada tahun ini agaknya sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena adanya pandemi virus corona.

Tak hanya peringatan Hari Pendidikan Nasional saja yang berbeda, ruang pembelajaran di Tanah Air juga sedikit mengalami hambatan dalam kegiatan belajar mengajarnya.

Terlebih belajar dari rumah akan diperpanjang hingga akhir tahun.

Sebagai pelanjut dari tugas pendidikan, saya perlu menyambut dan merayakan hari Istimewa ini dengan memberikan beberapa kado istimewa bagi pemangku kepentingan di dunia pendidikan khusunya di kabupaten kepulauan sula. Diantaranya:

    1. Setiap sekolah dan setiap guru, harus memilih dan mencari cara agar proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif sesuai dengan situasi dan kondisi Pandemi Virus Corona saat ini. Karena pentingnya kebutuhan pendidikan aabila antara sekolah dan peserta didik maupun salah satunya belum dapat terintegrasi dalam sistem online, maka harus mencari cara lain.
    2. Kebijakan belajar di rumah harus di topang dengan ketegasan tujuan pendidikan baku yang harus diemban seluruh pemangku pendidikan baik siswa, guru, tenaga kependidikan, hingga oleh orang tua juga mestinya ditopang oleh bantuan kebutuhan ekonomi masyarakat selama stay at home.
    3. Kekurangan Jumlah Tenaga Guru di setiap sekolah pada pelosok desa. Distribusi guru tidak merata, mutasi guru sebagai efek politik demokrasi lokal, sertifikasi yang berorientasi biaya, supervisi yang terkesan serimoni kedepannya menjadi perhatian serius untuk di benahi.
    4. Pendidikan gratis yang mengakibatkan disfungsi tanggungjawab orang tua, distorsi perhatian terhadap perilaku generasi dan sejumlah kasus OTT yang merusak citra pendidikan. Namun tanpa kebijakan daerah terhadap pembiayaan sekolah diluar pelayanan sarana dan akademik. (tidak ada makan siang yang gratis).
    5. Alasan terbatasnya anggaran daerah dan mengabaikan implementasi/amanah UU No 20 tahun 2003 tentang SISDIKNAS. Disaat ramainya wacana tentang korupsi biaya insentif guru, korupsi pembagunan sarana pendidikan, keterlambatan pembayaran gaji guru PNS dan honorer mesti di perbaiki.
    6. Kualitas SDM. Kualitas SDM Pengelola Pendidikan.
      Sumber daya pengelola pendidikan bukan hanya seorang guru atau kepala sekolah, melainkan semua sumber daya yang secara langsung terlibat dalam pengelolaan suatu satuan pendidikan. Rendahnya mutu dari SDM pengelola pendidikan secara praktis tentu dapat menghambat keberlangsungan proses pendidikan yang berkualitas, sehingga adaptasi dan sinkronisasi terhadap berbagai program peningkatan kualitas pendidikan juga akan berjalan lamban.
    7. Jumlah dan Kualitas Buku Yang Belum Memadai.
      Ketersediaan buku yang berkualitas merupakan salah satu kebutuhan pendidikan yang sangat penting dalam menunjang keberhasilan proses pendidikan harus di lengkapi.

Marilah kita terus berbenah dan memperhatikan perkembangan pendidikan kita ditengah musim Pandemi Covid-19. Tiada kesuksesan yang datang secara cuma-cuma, melainkan harus ada pengorbanan dan usaha. Akhirnya sekali lagi saya sampaikan, Selamat hari pendidikan nasional buat seluh pelajar dan guru di indonesia khusus di kepulauan sula tercinta.

Semoga semboyan “ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri hadayani” yang artinya “di depan memberi teladan, di tengah memberi bimbingan, di belakang memberi dorongan” menjadi identitas kita sekalian.

Oleh : Syahrul Takim, S.Pdi, M.Pd.I
(Akademisi STAI Babussalam-Sula)

Video Pesan Layanan Masyarakat

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Aktivis IMM Malut ingatkan Kades dan BPD terkait...

Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan Tertinggi ditingkat Desa. Sekaligus sebagai Pusat Administrasi ditingkat Desa, dan Desa salah...

3 Fraksi Menerima dan Menyetujui serta Mengapresiasi Capaian...

Sanana -- Lagi-lagi F-Golkar memilih Abstain pada Sidang Paripurna Penyampaian pendapat Akhir Fraksi-Fraksi DPRD Kepsul atas Ranperda Pertanggungjawaban dan Pelaksanaan APBD Th. 2019 dan Ranperda Tentang BUMD Inovasi Sula....

Dir Pamobvit Polda Malut dan Tiga Kapolres Berganti

Ternate -- Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengeluarkan Surat Telegram (ST) tentang pemberhentian dan pengangkatan jabatan dilingkungan Polri sesuai ST tertanggal 03 Agustus 2020 yang ditanda tangani As SDM Kapolri...

Cuaca Laut Masih Kondusif, Kapos Sahabandar : Tidak...

Ternate -- Petugas Sahabandar Pelabuhan Bastiong tidak melakukan perubahan jadwal keberangkatan kapal pada semua rute, meski BMKG Kota Ternate telah menyampaikan hasil ramalan cuaca terkini. Kepala Pos Sahabandar Pelabuhan Bastiong...

Akibat Covid-19, Pegadaian Syariah Ternate Batasi Penyaluran Kredit...

Ternate -- Pegadaian Syariah Cabang Kota Ternate di tahun 2020 ini membatasi penyaluran khususnya pada produk kredit berbasis Fidusia. Pasalnya dampak dari Pandemi Covid-19 mempengaruhi kemampuan masyarakat dalam hal...

Diduga Unprosedural, Rekomendasi SPBU Kompak CV. Sumayyah Nur...

Sanana -- Buntut dibatalkannya Rekomendasi SPBU Kompak yang terletak di Desa Wainib-Kec. Sulabesi Selatan, dikarenakan Owner CV. Sumayyah Nur Meccah Sdr. Rahmat melakukan Unprosedural Administrasi atau melakukan pemberkasan yang...

Cuaca Buruk, Dua Nelayan Tenggelam, Basarnas Kota Ternate...

Ternate -- Tim Rescue Basarnas Kota Ternate Pagi tadi sekitar pukul 08.55 WIT, mengevakuasi dua nelayan yang tenggelam akibat dihantam gelombang. Proses evakusi itu dilakukan setelah Basarnas Kota Ternate...

DK Tahap I Cair, Kelurahan Gamalama dahulukan Program...

Ternate -- Dana Kelurahan (DK) Tahap I tahun 2020 Kelurahan Gamalama, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara telah dicairkan. DK tersebut bakal dipergunakan untuk melaksanakan program pemberdayaan bidang...

Sekda Syafrudin Sapsuha hadiri peninjauan lokasi Pembangunan LP....

Sanana -- Sekretaris Daerah (Sekda) Kab. Kepulauan Sula (Kepsul), Syafrudin Sapsuha menghadiri acara peninjauan lokasi Pembangunan Lembaga Pendidikan Ma'arif-NU Kepsul di Desa Wailau-Kec. Sanana. Acara yang digelar oleh Keluarga...