Artikel Terkait

Mantum HMI 2015-2016 Himbau, Unjuk Rasa di Sula agar berbasis Fakta dan Data

Sanana – Maraknya penyampaian pendapat di muka umum yang tidak dibarengi oleh Fakta dan Data mendapat perhatian serius dari Mantan Ketua HMI Cab. Sanana Periode 2015-2016 Arifin Drakel. Arifin yang kini menjabat sebagai Ketua KAMI (Komunitas Aktivis Muda Indonesia) Cab. Kepulauan Sula dan masuk dalam jajaran Elite Politikus Muda di Sula menyesalkan pihak-pihak yang mengabaikan Fakta dan Data dalam melakukan ritual Demokrasi, atau unjuk rasa. Kepada Media i-malut.com, Arifin menyampaikan hal tersebut, Minggu (28/06).

Menurutnya menyampaikan pendapat di muka umum bukan suatu hal yang tabu atau dilarang, bahkan UU mengatur itu. Sebagaimana yang di isyaratkan dalam Pasal 28 UUD 1945 yang berbunyi _”Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan Undang-undang”_

Kemudian ditetapkan oleh UU No. 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan menyatakan pendapat di muka umum.

”UU telah mengatur itu, hanya saya berharap yang disampaikan itu berbasis Fakta dan Data, jika tidak saya khawatir menjadi gerakan Hoax atau mengumbar kebencian”, ujar Arifin.

Arifin mempertegas tidak dalam posisi menolak gerakan apapun dan atau dibangun oleh kelompok manapun, justeru dirinya merasa bangga, karena itu merupakan keseimbangan pada alam Demokrasi, masih ada kelompok yang memposisikan diri sebagai Agent Of Change dan Social Control.

”Saya bangga, hari ini masih ada gerakan Civil Society yang berada digarda terdepan melakukan fungsi control terhadap kinerja Pemda, terkait apa yang masih belum sempurna saya berharap ini menjadi evaluasi kita bersama”, cetus Arifin.

Kepada i-malut.com Arifin menceritakan dirinya pernah ditempa oleh Ketum PB.HMI periode 2010-2012 yang kini sebagai ketua umum KNPI Noerfajrieansyah. Bahwa membangun gerakan harus matang kajian, harus konseptual.

”Oleh Kanda Fajri saya pernah diajarkan manajemen Aksi yang baik, yakni dengan _tool_ DIARE, yakni Diksusi, Implementasi, Aksi, Reaksi dan Evaluasi”, ungkap Arifin Drakel.

Sementara itu terkait Aksi Demonstrasi yang marak terjadi juga mendapat tanggapan dari Riswan Abas atau pemuda yang akrab di sapa Nabas.

Nabas yang merupakan mantan Ketua GMNI Kepulauan Sula dan kini menjabat sebagai Wakil Ketua Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) menyayangkan aksi yang menurutnya kurang kajian, sehingga lemah penguasaan issuenya.

”Beta melihat sedikitnya ada dua yang cenderung dikesampingkan teman-teman gerakan, yang pertama terkait penguasaan issue dan kajiannya,” Kata Nabas.

Lebih lanjut Nabas menyoroti beberapa aksi yang kemudian seakan-akan mendahului domain dari pada aparat atau instansi yang berwenang.

”Kadang Katong dalam mengungkap suatu barang, cenderung bilang itu Korupsi, sehingga masyarakat menjadi bingung. Penetapan Korupsinya oleh siapa, KPK kah, Polisi kah, atau Kejari kah, karena tidak mungkin suatu gerakan aksi atau korlap aksi yang menetapkan”, ungkap Riswan Abas.

Nabas lanjut mengatakan, pihak yang berwenang saja melalui proses panjang dalam menentukan suatu dugaan perbuatan pidana, ada proses penyelidikan dan penyidikan tentunya sebelum menetapkan statusnya.
Untuk itu Nabas berharap ada edukasi publik dalam setiap gerakan yang dibangun, hal ini demi untuk menyehatkan iklim demokrasi di Bumi Dad Hia Ted Sua.

BERITA LAINNYA

Evaluasi Kinerja Pemdes, Pekan ini Komisi I DPRD Pultab Bentuk Pansus

Taliabu - Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pulau Taliabu mempercepat pembentukan Pansus...

Saatnya Yang Muda Menjadi Kreatif, Inovatif dan Aktif Perangi Penyebaran Hoax

Di era digital seperti saat ini penyebaran informasi kian bertumbuh dan perkembangannya semakin tak terelakan...

Danrem 152/Babullah Pimpin Serah Terima Jabatan Dandim 15/01Ternate

Ternate - Danrem 152/Babullah Brigadir Jenderal TNI Imam Sampurno Setiawan memimpin serah terima jabatan Komandan...

POPULER

IKA PMII Sula Tuding Sahril Soamole Lakukan Pembohongan Publik

Sanana - Penolakan terhadap Informasi yang belum tentu kebenarannya kemudian dibuat seolah-olah benar adanya atau hoax kembali mendapat sorotan....

2 Orang Positif Covid-19 dari...

Sanana - Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Kab. Kepulauan Sula (Kepsul) tadi malam (01/07) sekitar pukul 23:00 WIT mengumumkan...

Mantum HMI 2015-2016 Himbau, Unjuk...

Sanana - Maraknya penyampaian pendapat di muka umum yang tidak dibarengi oleh Fakta dan Data mendapat perhatian serius dari...

Usir Penyakit, Pemerintah Kelurahan Sulamadaha...

Ternate - Pemerintah Kelurahan Sulamadaha bekerja sama dengan Pihak Adat dan Masyarakat setempat, menggelar Ritual Uci Dowong, Senin (29/06),...

Dua Hari Lagi Dispen Kota...

Ternate - Dinas Pendidikan (Dispen) Kota Ternate, mulai membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), baik secara Online maupun Ofline...

Tanggap Bencana, BPBD Sula bergerak...

Sanana -- Menyikapi bencana di Desa Waitina yang diduga terjadi karena curah hujan yang cukup tinggi sehingga meluapnya Air...

Mantum HMI 2015-2016 Himbau, Unjuk Rasa di Sula agar berbasis Fakta dan Data

|

Sanana – Maraknya penyampaian pendapat di muka umum yang tidak dibarengi oleh Fakta dan Data mendapat perhatian serius dari Mantan Ketua HMI Cab. Sanana Periode 2015-2016 Arifin Drakel. Arifin yang kini menjabat sebagai Ketua KAMI (Komunitas Aktivis Muda Indonesia) Cab. Kepulauan Sula dan masuk dalam jajaran Elite Politikus Muda di Sula menyesalkan pihak-pihak yang mengabaikan Fakta dan Data dalam melakukan ritual Demokrasi, atau unjuk rasa. Kepada Media i-malut.com, Arifin menyampaikan hal tersebut, Minggu (28/06).

Menurutnya menyampaikan pendapat di muka umum bukan suatu hal yang tabu atau dilarang, bahkan UU mengatur itu. Sebagaimana yang di isyaratkan dalam Pasal 28 UUD 1945 yang berbunyi _”Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan Undang-undang”_

Kemudian ditetapkan oleh UU No. 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan menyatakan pendapat di muka umum.

”UU telah mengatur itu, hanya saya berharap yang disampaikan itu berbasis Fakta dan Data, jika tidak saya khawatir menjadi gerakan Hoax atau mengumbar kebencian”, ujar Arifin.

Arifin mempertegas tidak dalam posisi menolak gerakan apapun dan atau dibangun oleh kelompok manapun, justeru dirinya merasa bangga, karena itu merupakan keseimbangan pada alam Demokrasi, masih ada kelompok yang memposisikan diri sebagai Agent Of Change dan Social Control.

”Saya bangga, hari ini masih ada gerakan Civil Society yang berada digarda terdepan melakukan fungsi control terhadap kinerja Pemda, terkait apa yang masih belum sempurna saya berharap ini menjadi evaluasi kita bersama”, cetus Arifin.

Kepada i-malut.com Arifin menceritakan dirinya pernah ditempa oleh Ketum PB.HMI periode 2010-2012 yang kini sebagai ketua umum KNPI Noerfajrieansyah. Bahwa membangun gerakan harus matang kajian, harus konseptual.

”Oleh Kanda Fajri saya pernah diajarkan manajemen Aksi yang baik, yakni dengan _tool_ DIARE, yakni Diksusi, Implementasi, Aksi, Reaksi dan Evaluasi”, ungkap Arifin Drakel.

Sementara itu terkait Aksi Demonstrasi yang marak terjadi juga mendapat tanggapan dari Riswan Abas atau pemuda yang akrab di sapa Nabas.

Nabas yang merupakan mantan Ketua GMNI Kepulauan Sula dan kini menjabat sebagai Wakil Ketua Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) menyayangkan aksi yang menurutnya kurang kajian, sehingga lemah penguasaan issuenya.

”Beta melihat sedikitnya ada dua yang cenderung dikesampingkan teman-teman gerakan, yang pertama terkait penguasaan issue dan kajiannya,” Kata Nabas.

Lebih lanjut Nabas menyoroti beberapa aksi yang kemudian seakan-akan mendahului domain dari pada aparat atau instansi yang berwenang.

”Kadang Katong dalam mengungkap suatu barang, cenderung bilang itu Korupsi, sehingga masyarakat menjadi bingung. Penetapan Korupsinya oleh siapa, KPK kah, Polisi kah, atau Kejari kah, karena tidak mungkin suatu gerakan aksi atau korlap aksi yang menetapkan”, ungkap Riswan Abas.

Nabas lanjut mengatakan, pihak yang berwenang saja melalui proses panjang dalam menentukan suatu dugaan perbuatan pidana, ada proses penyelidikan dan penyidikan tentunya sebelum menetapkan statusnya.
Untuk itu Nabas berharap ada edukasi publik dalam setiap gerakan yang dibangun, hal ini demi untuk menyehatkan iklim demokrasi di Bumi Dad Hia Ted Sua.

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

[gs-fb-comments]

ARTIKEL TERKAIT

BPBD Pultab Usulkan Rekonstuksi Jembatan ke Pemprov Malut

Taliabu - Badan Penanggulangan Bencana Dareah (BPBD) Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab), berencana akan mengusulkan rekostruksi beberapa jembatan yang rusak di Pulau Taliabu. Hal tersebut disampaikan Kepala BPBD Pultab Sutomo Teapon...

Lekuk Jalan Perjumpaan Rezeki Sumarno Melalui Tuna Sirip...

Sumarno Efendy (33 Tahun) tidak pernah menyangka kalau dia akan menetap sebagai warga Kelurahan Jambula dengan mengambil profesi sebagai nelayan tuna. Bapak beranak dua yang sering di sapa warga...

Pemda Sula mulai salurkan bantuan ke Korban Bencana...

Sanana — Bencana Alam berupa Banjir Bandang yang menerpa Desa Mangoli-Kec. Mangoli Tengah dan Desa Waitina di Kec. Mangoli Timur menyisakan duka Kita semua, khususnya masyarakat Maluku Utara-Kabupaten Kepulauan...

Hari ini DPUPRPKP Sula maping lokasi Bencana di...

Sanana - - Bencana Banjir Bandang di Desa Mangoli-Kec. Mangoli Tengah dan Desa Waitina-Kec. Mangoli Timur yang diduga meluapnya Air Sungai Waisenga mendapat respon cepat dari Dinas Pekerjaan Umum...

Alhamdulillah, Bencana di Desa Waitina tidak ada Korban...

Sanana -- Belum sampai 1x24 jam BPBD Kepulauan Sula (Kepsul) langsung dapat memetakan masalah akibat Bencana Banjir Bandang di Desa Waitina-Kec. Mangoli Timur. Kepada para awak media, Kepala Badan (Kaban)...

Pengurus Gempa Selatan Kecewa atas Penundaan Pembentukan Pansus...

Taliabu - Gerakan mahasiwa dan pemuda selatan (GEMPA) merasa kecewa dengan sikap DPRD Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab) yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat, pasalnya pembentukan Pansus pemeriksaan DD dan...

Tanggap Bencana, BPBD Sula bergerak ke Mangoli Timur,...

Sanana -- Menyikapi bencana di Desa Waitina yang diduga terjadi karena curah hujan yang cukup tinggi sehingga meluapnya Air Sungai Waisenga, Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Sula langsung...

Curah Hujan Tinggi Akibatkan Puluhan Rumah di Desa...

Sanana -- Salah seorang warga Desa Waitina, saat dikonfirmasi mengatakan, curah hujan yang cukup tinggi mengakibatkan meluapnya air kali di jembatan Desa Waitina, Sabtu (04/07). "Setiap terjadinya hujan deras di...

Dua Hari Lagi Dispen Kota Ternate Buka Pendaftaran...

Ternate - Dinas Pendidikan (Dispen) Kota Ternate, mulai membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), baik secara Online maupun Ofline pada jenjang Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah...