TERPOPULER

Dr. Muh. Nasir S. Tamalene : IKA...

Ternate -- Universitas Nahdatul Ulama Maluku Utara (UNUTARA) bakal segera hadir di Provinsi Maluku Utara. Kampus tersebut akan hadir...

Bupati Halsel Dianggap Remehkan Surat Edaran Mendagri

Labuha — Bupati Halmahera Selatan (Halsel), Bahrain Kasuba dianggap telah meremehkan edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Jenderal Polisi (Purn.)...

MAN I Halsel Buka Pendaftaran Guru Honorer,...

Halsel -- Madrasah Aliyah Negeri I Halmahera Selatan (MAN I HAL-SEL) membuka lowongan bagi tenaga pendidik baru (Guru Honorer)...

Dalam Waktu Dekat, PD SPSI Akan Bentuk...

Ternate — Pengurus Pimpinan Daerah Federasi Serikat Kimia, Energi dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PD FSP KEP SPSI)...

Ketua DPD Partai Beringin Karya Kota Ternate...

Ternate -- Pengajuan Pergantian Antar Waktu (PAW) dua orang anggota DPRD Kota Ternate dari Partai Berkarya, berbuntut pengembalian kewenangan...

Lanud Leo Wattimena akan Delegasikan Siswa/i Unggulan...

Ternate -  Pendaftaran SMA Pradita Dirgantara Tahun 2021-2022 dibuka pada bulan Februari-Maret 2021 mendatang. Lanud Leo Wattimena pun telah...

Dr. Muh. Nasir S. Tamalene : IKA...

Ternate -- Universitas Nahdatul Ulama Maluku Utara (UNUTARA) bakal segera hadir di Provinsi Maluku Utara. Kampus tersebut akan hadir...

Bupati Halsel Dianggap Remehkan Surat Edaran Mendagri

Labuha — Bupati Halmahera Selatan (Halsel), Bahrain Kasuba dianggap telah meremehkan edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Jenderal Polisi (Purn.)...

MAN I Halsel Buka Pendaftaran Guru Honorer,...

Halsel -- Madrasah Aliyah Negeri I Halmahera Selatan (MAN I HAL-SEL) membuka lowongan bagi tenaga pendidik baru (Guru Honorer)...

Dalam Waktu Dekat, PD SPSI Akan Bentuk...

Ternate — Pengurus Pimpinan Daerah Federasi Serikat Kimia, Energi dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PD FSP KEP SPSI)...

Ketua DPD Partai Beringin Karya Kota Ternate...

Ternate -- Pengajuan Pergantian Antar Waktu (PAW) dua orang anggota DPRD Kota Ternate dari Partai Berkarya, berbuntut pengembalian kewenangan...

ARTIKEL TERKAIT

Mantum HMI 2015-2016 Himbau, Unjuk Rasa di Sula agar berbasis Fakta dan Data

|

Sanana – Maraknya penyampaian pendapat di muka umum yang tidak dibarengi oleh Fakta dan Data mendapat perhatian serius dari Mantan Ketua HMI Cab. Sanana Periode 2015-2016 Arifin Drakel. Arifin yang kini menjabat sebagai Ketua KAMI (Komunitas Aktivis Muda Indonesia) Cab. Kepulauan Sula dan masuk dalam jajaran Elite Politikus Muda di Sula menyesalkan pihak-pihak yang mengabaikan Fakta dan Data dalam melakukan ritual Demokrasi, atau unjuk rasa. Kepada Media i-malut.com, Arifin menyampaikan hal tersebut, Minggu (28/06).

Menurutnya menyampaikan pendapat di muka umum bukan suatu hal yang tabu atau dilarang, bahkan UU mengatur itu. Sebagaimana yang di isyaratkan dalam Pasal 28 UUD 1945 yang berbunyi _”Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan Undang-undang”_

Kemudian ditetapkan oleh UU No. 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan menyatakan pendapat di muka umum.

”UU telah mengatur itu, hanya saya berharap yang disampaikan itu berbasis Fakta dan Data, jika tidak saya khawatir menjadi gerakan Hoax atau mengumbar kebencian”, ujar Arifin.

Arifin mempertegas tidak dalam posisi menolak gerakan apapun dan atau dibangun oleh kelompok manapun, justeru dirinya merasa bangga, karena itu merupakan keseimbangan pada alam Demokrasi, masih ada kelompok yang memposisikan diri sebagai Agent Of Change dan Social Control.

”Saya bangga, hari ini masih ada gerakan Civil Society yang berada digarda terdepan melakukan fungsi control terhadap kinerja Pemda, terkait apa yang masih belum sempurna saya berharap ini menjadi evaluasi kita bersama”, cetus Arifin.

Kepada i-malut.com Arifin menceritakan dirinya pernah ditempa oleh Ketum PB.HMI periode 2010-2012 yang kini sebagai ketua umum KNPI Noerfajrieansyah. Bahwa membangun gerakan harus matang kajian, harus konseptual.

”Oleh Kanda Fajri saya pernah diajarkan manajemen Aksi yang baik, yakni dengan _tool_ DIARE, yakni Diksusi, Implementasi, Aksi, Reaksi dan Evaluasi”, ungkap Arifin Drakel.

Sementara itu terkait Aksi Demonstrasi yang marak terjadi juga mendapat tanggapan dari Riswan Abas atau pemuda yang akrab di sapa Nabas.

Nabas yang merupakan mantan Ketua GMNI Kepulauan Sula dan kini menjabat sebagai Wakil Ketua Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) menyayangkan aksi yang menurutnya kurang kajian, sehingga lemah penguasaan issuenya.

”Beta melihat sedikitnya ada dua yang cenderung dikesampingkan teman-teman gerakan, yang pertama terkait penguasaan issue dan kajiannya,” Kata Nabas.

Lebih lanjut Nabas menyoroti beberapa aksi yang kemudian seakan-akan mendahului domain dari pada aparat atau instansi yang berwenang.

”Kadang Katong dalam mengungkap suatu barang, cenderung bilang itu Korupsi, sehingga masyarakat menjadi bingung. Penetapan Korupsinya oleh siapa, KPK kah, Polisi kah, atau Kejari kah, karena tidak mungkin suatu gerakan aksi atau korlap aksi yang menetapkan”, ungkap Riswan Abas.

Nabas lanjut mengatakan, pihak yang berwenang saja melalui proses panjang dalam menentukan suatu dugaan perbuatan pidana, ada proses penyelidikan dan penyidikan tentunya sebelum menetapkan statusnya.
Untuk itu Nabas berharap ada edukasi publik dalam setiap gerakan yang dibangun, hal ini demi untuk menyehatkan iklim demokrasi di Bumi Dad Hia Ted Sua.

Iklan Video

KOMENTAR

BERITA LAINNYA

Kuasa Hukum Usman-Bassam Siap Hadapi Gugatan Helmi-Ode di MK RI

Labuha — Kuasa Hukum Usman-Bassam bersama Kantor Hukum AWK dan Partners menyatakan siap menghadapi gugatan...

Tahun 2021 ini, PKBM Mario Laha Miliki 81 Peserta Didik

Ternate -- Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Mario Laha Kota Ternate, pada tahun 2021 ini...

Keraguan Masyarakat Soal Kemanan Vaksin C-19, Ini Tanggapan Anggota DPRD Malut

Sofifi — Vaksin sinovak seakan menjadi momok yang menakutkan bagi warga, meskipun secara resmi pemerintah...

Mantum HMI 2015-2016 Himbau, Unjuk Rasa di Sula agar berbasis Fakta dan Data

Sanana – Maraknya penyampaian pendapat di muka umum yang tidak dibarengi oleh Fakta dan Data mendapat perhatian serius dari Mantan Ketua HMI Cab. Sanana Periode 2015-2016 Arifin Drakel. Arifin yang kini menjabat sebagai Ketua KAMI (Komunitas Aktivis Muda Indonesia) Cab. Kepulauan Sula dan masuk dalam jajaran Elite Politikus Muda di Sula menyesalkan pihak-pihak yang mengabaikan Fakta dan Data dalam melakukan ritual Demokrasi, atau unjuk rasa. Kepada Media i-malut.com, Arifin menyampaikan hal tersebut, Minggu (28/06).

Menurutnya menyampaikan pendapat di muka umum bukan suatu hal yang tabu atau dilarang, bahkan UU mengatur itu. Sebagaimana yang di isyaratkan dalam Pasal 28 UUD 1945 yang berbunyi _”Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan Undang-undang”_

Kemudian ditetapkan oleh UU No. 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan menyatakan pendapat di muka umum.

”UU telah mengatur itu, hanya saya berharap yang disampaikan itu berbasis Fakta dan Data, jika tidak saya khawatir menjadi gerakan Hoax atau mengumbar kebencian”, ujar Arifin.

Arifin mempertegas tidak dalam posisi menolak gerakan apapun dan atau dibangun oleh kelompok manapun, justeru dirinya merasa bangga, karena itu merupakan keseimbangan pada alam Demokrasi, masih ada kelompok yang memposisikan diri sebagai Agent Of Change dan Social Control.

”Saya bangga, hari ini masih ada gerakan Civil Society yang berada digarda terdepan melakukan fungsi control terhadap kinerja Pemda, terkait apa yang masih belum sempurna saya berharap ini menjadi evaluasi kita bersama”, cetus Arifin.

Kepada i-malut.com Arifin menceritakan dirinya pernah ditempa oleh Ketum PB.HMI periode 2010-2012 yang kini sebagai ketua umum KNPI Noerfajrieansyah. Bahwa membangun gerakan harus matang kajian, harus konseptual.

”Oleh Kanda Fajri saya pernah diajarkan manajemen Aksi yang baik, yakni dengan _tool_ DIARE, yakni Diksusi, Implementasi, Aksi, Reaksi dan Evaluasi”, ungkap Arifin Drakel.

Sementara itu terkait Aksi Demonstrasi yang marak terjadi juga mendapat tanggapan dari Riswan Abas atau pemuda yang akrab di sapa Nabas.

Nabas yang merupakan mantan Ketua GMNI Kepulauan Sula dan kini menjabat sebagai Wakil Ketua Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) menyayangkan aksi yang menurutnya kurang kajian, sehingga lemah penguasaan issuenya.

”Beta melihat sedikitnya ada dua yang cenderung dikesampingkan teman-teman gerakan, yang pertama terkait penguasaan issue dan kajiannya,” Kata Nabas.

Lebih lanjut Nabas menyoroti beberapa aksi yang kemudian seakan-akan mendahului domain dari pada aparat atau instansi yang berwenang.

”Kadang Katong dalam mengungkap suatu barang, cenderung bilang itu Korupsi, sehingga masyarakat menjadi bingung. Penetapan Korupsinya oleh siapa, KPK kah, Polisi kah, atau Kejari kah, karena tidak mungkin suatu gerakan aksi atau korlap aksi yang menetapkan”, ungkap Riswan Abas.

Nabas lanjut mengatakan, pihak yang berwenang saja melalui proses panjang dalam menentukan suatu dugaan perbuatan pidana, ada proses penyelidikan dan penyidikan tentunya sebelum menetapkan statusnya.
Untuk itu Nabas berharap ada edukasi publik dalam setiap gerakan yang dibangun, hal ini demi untuk menyehatkan iklim demokrasi di Bumi Dad Hia Ted Sua.

VIDEO

IKLAN

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

BACA JUGA

HMI Cabang Ternate Minta PT. NHM Hentikan Karantina...

Ternate -- Covid-19 saat ini menjadi momok yang sangat menakutkan bagi masyarakat. Hal itulah yang membuat Pemerintah hadir dengan kebijakan yang memaksa masyarakat untuk tidak berkerumun dan harus mematuhi...

Warga Kesal, Jaringan Terkomsel di 4 Desa Pesisir...

Weda -- Hampir tiap hari jaringan telkomsel di empat desa pesisir yakni, desa Loleo, Aer Salobar, Tilope dan Sosowomo, kecamatan Weda Selatan kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) mengalami Gangguan kepada i-malut.com...

Diduga Ada Penimbunan BBM Bersubsidi, Ini Tanggapan Kabid...

Ternate -- Upaya pemerintah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, salah satunya adalah menyuplai Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi melalui Pertamina, yang disalurkan lewat pangkalan minyak disetiap kelurahan yang ada di...

Terkendala Anggaran Pengelolaan Portal, Dishub Kota Ternate Kerjasama...

Ternate -- Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ternate rencananya akan bekerjasama dengan pihak Angkasa Pura Support terkait pengelolaan dua Portal yang berada di depan Jatiland Mall dan Pelabuhan Semut Mangga...

Ratusan Petugas Kebersihan Sula di Evaluasi untuk masa...

Sanana -- Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kab. Kepulauan Sula (Kepsul) Nuzul, S. Hut akhirnya angkat bicara demi untuk meluruskan persepsi yang keliru ditengah masyarakat terkait...

MAN I Halsel Buka Pendaftaran Guru Honorer, Ini...

Halsel -- Madrasah Aliyah Negeri I Halmahera Selatan (MAN I HAL-SEL) membuka lowongan bagi tenaga pendidik baru (Guru Honorer) untuk mengisi kekosongan tenaga pendidik di MAN I Halsel. Wakil Kepala...

Peduli Korban Bencana Alam, Guru dan Siswa SMP...

Weda -- Guru dan siswa SMP 25 Kabupaten Halmahera Tengah Halteng, Sabtu (23/01) siang tadi menyerahkan bantuan partisipasi terhadap korban Bencana Alam ke Posko Relawan Dewan Kerja Cabang (DKC...

DKC Gerakan Pramuka Halteng bersama 6 Gugus Depan...

Weda — Dewan Kerja Cabang (DKC) Gerakan Pramuka Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) bersama enam Gugus depan di Weda yakni, SMA 1, MAN Weda, SMK 8, MTS Weda, SMP 1 dan...

Peduli Kemanusiaan, EW-LMND Malut Distribusikan Bantuan di Halut

Ternate -- Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EW-LMND) Maluku Utara, distribusikan bantuan terhadap Masyarakat yang terdampak Bencana Alam, di Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Provinsi Maluku Utara. Pendistribusian bantuan...
error: