Artikel Terkait

MPC PP Sula Mengecam Keras Pembahasan RUU HIP

Sanana — Pembahasan RUU HIP atau Haluan Ideologi Pancasila dalam masa pandemi atau Covid-19 hingga kemudian melahirkan polemik dan protes berkepanjangan oleh beragam elemen menjadi duka baru Ibu Pertiwi.

Hal ini dikatakan oleh Juru Bicara (Jubir) Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kab. Kepulauan Sula (Kepsul), Armin Kailul kepada i-malut.com, Sabtu (27/06).

Pasalnya Armin mengatakan, ditengah situasi pandemi dimana Indonesa tengah berjuang memulihkan kondisi kesehatan masyarakatnya muncul silang pendapat mempersoalkan sesuatu yang menurutnya sudah bersifat final.

”Ada kesan distorsi pemikiran dan sangat tidak efektif, kemudian inisiatif terkait RUU ini sangat terburu-buru, padahal banyak RUU yang sangat krusial dan sangat dibutuhkan Bangsa parkir di Balegnas”, ujar Armin.

Armin melihat pembahasan RUU HIP ini adalah inisiatif DPR RI. Ia berharap pemahasan ini dihentikan demi untuk menghentikan polemik dan protes yang berkepanjangan yang kemudian menguras energy Anak bangsa.

”Hentikan pembahasan RUU HIP, bahkan jika diperlukan cabut Draft rancangan RUU tersebut”, tegas Armin Kailul kepada Pewarta Imalut.com

Selanjutnya Armin menghimbau kepada Pemerintah Daerah, Pemerintah Provinsi, bahkan Pemerintah Pusat, baik DPRD, DPR-R untuk secara bersama fokus pada kesehatan masyarakat dan penangan Covid-19.

”Karna bagi kami “PANCASILA” telah selasai. Pancasila telah menetapkan dua sifat, individu dan makhluk sosial yang tidak dapat dipisahkan, mono dualistis sifatnya; tidak dipisahkan satu dari yang lainnya. Selalu ada keseimbangannya. Selalu ada keserasian antara kebersamaan dan individu, dan jiwa serta semangat sosialistis religius itu bisa dikendalikan”, ungkap Armin Jubir MPC PP Kepsul.

Dirinya menambahkan jika semua individu secara kolektif menyadari dan mengakui bahwa Tuhan yang menciptakan manusia, maka hal ini tidak perlu lagi mengisi ruang-ruang perdebatan publik.

”seharusnya yang menjadi konsentrasi kita adalah bagaimana mengamalkan dari nilai-nilai yang terkadung dalam setiap Sila pada Pancasila, buat Kami Pancasila selalu Kekal dan ABADIII”, tutup Armin Kailul.

BERITA LAINNYA

Pemda Sula mulai salurkan bantuan ke Korban Bencana di Desa Mangoli dan Waitina

Sanana — Bencana Alam berupa Banjir Bandang yang menerpa Desa Mangoli-Kec. Mangoli Tengah dan Desa...

Lekuk Jalan Perjumpaan Rezeki Sumarno Melalui Tuna Sirip Kuning

Sumarno Efendy (33 Tahun) tidak pernah menyangka kalau dia akan menetap sebagai warga Kelurahan Jambula...

Curah Hujan Tinggi Akibatkan Puluhan Rumah di Desa Waitina Terendam Air

Sanana -- Salah seorang warga Desa Waitina, saat dikonfirmasi mengatakan, curah hujan yang cukup tinggi...

POPULER

IKA PMII Sula Tuding Sahril Soamole Lakukan Pembohongan Publik

Sanana - Penolakan terhadap Informasi yang belum tentu kebenarannya kemudian dibuat seolah-olah benar adanya atau hoax kembali mendapat sorotan....

2 Orang Positif Covid-19 dari...

Sanana - Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Kab. Kepulauan Sula (Kepsul) tadi malam (01/07) sekitar pukul 23:00 WIT mengumumkan...

Mantum HMI 2015-2016 Himbau, Unjuk...

Sanana - Maraknya penyampaian pendapat di muka umum yang tidak dibarengi oleh Fakta dan Data mendapat perhatian serius dari...

Usir Penyakit, Pemerintah Kelurahan Sulamadaha...

Ternate - Pemerintah Kelurahan Sulamadaha bekerja sama dengan Pihak Adat dan Masyarakat setempat, menggelar Ritual Uci Dowong, Senin (29/06),...

Dua Hari Lagi Dispen Kota...

Ternate - Dinas Pendidikan (Dispen) Kota Ternate, mulai membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), baik secara Online maupun Ofline...

Tanggap Bencana, BPBD Sula bergerak...

Sanana -- Menyikapi bencana di Desa Waitina yang diduga terjadi karena curah hujan yang cukup tinggi sehingga meluapnya Air...

MPC PP Sula Mengecam Keras Pembahasan RUU HIP

|

Sanana — Pembahasan RUU HIP atau Haluan Ideologi Pancasila dalam masa pandemi atau Covid-19 hingga kemudian melahirkan polemik dan protes berkepanjangan oleh beragam elemen menjadi duka baru Ibu Pertiwi.

Hal ini dikatakan oleh Juru Bicara (Jubir) Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kab. Kepulauan Sula (Kepsul), Armin Kailul kepada i-malut.com, Sabtu (27/06).

Pasalnya Armin mengatakan, ditengah situasi pandemi dimana Indonesa tengah berjuang memulihkan kondisi kesehatan masyarakatnya muncul silang pendapat mempersoalkan sesuatu yang menurutnya sudah bersifat final.

”Ada kesan distorsi pemikiran dan sangat tidak efektif, kemudian inisiatif terkait RUU ini sangat terburu-buru, padahal banyak RUU yang sangat krusial dan sangat dibutuhkan Bangsa parkir di Balegnas”, ujar Armin.

Armin melihat pembahasan RUU HIP ini adalah inisiatif DPR RI. Ia berharap pemahasan ini dihentikan demi untuk menghentikan polemik dan protes yang berkepanjangan yang kemudian menguras energy Anak bangsa.

”Hentikan pembahasan RUU HIP, bahkan jika diperlukan cabut Draft rancangan RUU tersebut”, tegas Armin Kailul kepada Pewarta Imalut.com

Selanjutnya Armin menghimbau kepada Pemerintah Daerah, Pemerintah Provinsi, bahkan Pemerintah Pusat, baik DPRD, DPR-R untuk secara bersama fokus pada kesehatan masyarakat dan penangan Covid-19.

”Karna bagi kami “PANCASILA” telah selasai. Pancasila telah menetapkan dua sifat, individu dan makhluk sosial yang tidak dapat dipisahkan, mono dualistis sifatnya; tidak dipisahkan satu dari yang lainnya. Selalu ada keseimbangannya. Selalu ada keserasian antara kebersamaan dan individu, dan jiwa serta semangat sosialistis religius itu bisa dikendalikan”, ungkap Armin Jubir MPC PP Kepsul.

Dirinya menambahkan jika semua individu secara kolektif menyadari dan mengakui bahwa Tuhan yang menciptakan manusia, maka hal ini tidak perlu lagi mengisi ruang-ruang perdebatan publik.

”seharusnya yang menjadi konsentrasi kita adalah bagaimana mengamalkan dari nilai-nilai yang terkadung dalam setiap Sila pada Pancasila, buat Kami Pancasila selalu Kekal dan ABADIII”, tutup Armin Kailul.

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

[gs-fb-comments]

ARTIKEL TERKAIT

BPBD Pultab Usulkan Rekonstuksi Jembatan ke Pemprov Malut

Taliabu - Badan Penanggulangan Bencana Dareah (BPBD) Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab), berencana akan mengusulkan rekostruksi beberapa jembatan yang rusak di Pulau Taliabu. Hal tersebut disampaikan Kepala BPBD Pultab Sutomo Teapon...

Lekuk Jalan Perjumpaan Rezeki Sumarno Melalui Tuna Sirip...

Sumarno Efendy (33 Tahun) tidak pernah menyangka kalau dia akan menetap sebagai warga Kelurahan Jambula dengan mengambil profesi sebagai nelayan tuna. Bapak beranak dua yang sering di sapa warga...

Pemda Sula mulai salurkan bantuan ke Korban Bencana...

Sanana — Bencana Alam berupa Banjir Bandang yang menerpa Desa Mangoli-Kec. Mangoli Tengah dan Desa Waitina di Kec. Mangoli Timur menyisakan duka Kita semua, khususnya masyarakat Maluku Utara-Kabupaten Kepulauan...

Hari ini DPUPRPKP Sula maping lokasi Bencana di...

Sanana - - Bencana Banjir Bandang di Desa Mangoli-Kec. Mangoli Tengah dan Desa Waitina-Kec. Mangoli Timur yang diduga meluapnya Air Sungai Waisenga mendapat respon cepat dari Dinas Pekerjaan Umum...

Alhamdulillah, Bencana di Desa Waitina tidak ada Korban...

Sanana -- Belum sampai 1x24 jam BPBD Kepulauan Sula (Kepsul) langsung dapat memetakan masalah akibat Bencana Banjir Bandang di Desa Waitina-Kec. Mangoli Timur. Kepada para awak media, Kepala Badan (Kaban)...

Pengurus Gempa Selatan Kecewa atas Penundaan Pembentukan Pansus...

Taliabu - Gerakan mahasiwa dan pemuda selatan (GEMPA) merasa kecewa dengan sikap DPRD Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab) yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat, pasalnya pembentukan Pansus pemeriksaan DD dan...

Tanggap Bencana, BPBD Sula bergerak ke Mangoli Timur,...

Sanana -- Menyikapi bencana di Desa Waitina yang diduga terjadi karena curah hujan yang cukup tinggi sehingga meluapnya Air Sungai Waisenga, Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Sula langsung...

Curah Hujan Tinggi Akibatkan Puluhan Rumah di Desa...

Sanana -- Salah seorang warga Desa Waitina, saat dikonfirmasi mengatakan, curah hujan yang cukup tinggi mengakibatkan meluapnya air kali di jembatan Desa Waitina, Sabtu (04/07). "Setiap terjadinya hujan deras di...

Dua Hari Lagi Dispen Kota Ternate Buka Pendaftaran...

Ternate - Dinas Pendidikan (Dispen) Kota Ternate, mulai membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), baik secara Online maupun Ofline pada jenjang Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah...