POPULER

Merasa dicemarkan, Ketua Milineal HT Polisikan Akun...

Sanana -- Iksan Umasugi, Ketua Pemuda Milineal HT melaporkan Akun FB Sulabesi Biahifa kerena merasa dicemarkan namanya melalui Media...

Diduga Unprosedural, Rekomendasi SPBU Kompak CV. Sumayyah...

Sanana -- Buntut dibatalkannya Rekomendasi SPBU Kompak yang terletak di Desa Wainib-Kec. Sulabesi Selatan, dikarenakan Owner CV. Sumayyah Nur...

Sekda Syafrudin Sapsuha hadiri peninjauan lokasi Pembangunan...

Sanana -- Sekretaris Daerah (Sekda) Kab. Kepulauan Sula (Kepsul), Syafrudin Sapsuha menghadiri acara peninjauan lokasi Pembangunan Lembaga Pendidikan Ma'arif-NU...

Artikel Terkait

Bincang Santai dengan Kadis Pertanian Kepsul, Ahmad Idris Baguna

|

Sanana – Kali ini pewarta i-malut.com Biro Sula melakukan wawancara eksklusif dengan Narasumber salah satu pejabat teras Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), yakni Idris Ahmad Baguna Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Kab. Kepsul di Lokasi Demplot atau Demontration Plot Pertanian Waikalopa Fukeweu-Kec.Sanana Utara (berdekatan dengan Pelabuhan Ferry).

Jarak tempuh dari Kota Sanana sekitar 30 menit, dengan menggunakan Sepeda Motor, Saya berboncengan bersama rekan Saya. Selama perjalanan Saya sudah membayangkan suasana asri perkebunan milik Pemda yang dikelola oleh Dinas Pertanian dan menjadi Demplot bagi Petani di Kabupaten ini.

Tak hanya itu, berbagai pertanyaan sudah tersusun dibenak saya. Terkait kapan Sula bisa berdaulat untuk memenuhi kebutuhan pangan pokok masyarakatnya, bagaimana merubah mindset petani lokal, cara bertani yang baik sampai kepada soal panen Dinas Pertanian baru-baru ini di Trans Modapohi Pulau Mangoli.

Sampai di lokasi saya menemui Pak Idris sedang berada di Gazebo Perkebunan memperhatikan Petani Lokal yang sedang menanam Bawang Merah, tak jauh dari situ juga ada beberapa staf Dinas sedang memanen Sayuran. Saat itu Pak Idrus bersama stafnya yang kemudian saya kenal bernama Pak Fauzi.

Assalamu’alaikum Pak Kadis, selamat Pagi…

Wa’alaikumsalam…Selamat Pagi, mari Adik Silahkan.

Suasana keakraban langsung tercipta membuka sesi wawancara Kami.

Pak Kadis, sebelum pada giat hari ini…bisa cerita sedikit terkait panen kemarin di Trans Modapohi?

Kemarin Kami memanen Padi dan Jagung di lahan kurang lebih, 2,5 Hektar. Jadi dengan sistem tanam tumpang sari. Maksudnya didalam lahan 2,5 Hektar tadi ada jagung yang kita tanam sekitar 1hektar

Dalam waktu tanam berapa lama?

Itu 3 (tiga bulan)

Bisa diceritakan dari sisi ekonomis, mulai pembenihan, tanam, pemeliharaan sampai panen, apa kemudian menguntungkan?

Jelas menguntungkan. Jadi begini, benih yang kita pakai untuk tanam kemarin itu 15kg/hektar, dengan harga Rp 25-30rb/kg, jadi untuk untuk kemarin benihnya sekitar 40kg benihnya. Sedangkan untuk 1 Hektar bisa menghasilkan sekitar 4Ton gabah kering, atau menghasilkan Beras setengahnya sekitar 2-2,5 Ton

Itu jika Kita membeli benihnya, namun untuk petani di Sula benihnya kita akan bagikan secara gratis, dan itu memang program dinas pertanian, logikanya dengan membeli benih saja untung berlipat ganda, apa lagi dengan benih padi yang dibagikan secara Gratis.

Sangat menarik, bagaimana dengan cost perawatan dari mulai pembenihan sampai panen?

Yang menguntungkan dari Padi ladang adalah tidak menggunakan Pupuk atau pestisida, terutama untuk jenis beras Pirasua

Sangat menjanjikan, lalu bagaimana Pak Kadis untuk menumbuhkan animo petani lokal terkait hal ini, serta untuk mencapai Sula bisa swasembada Beras?

Bicara Swasembada Beras di Sula, akan sangat panjang Adik. Karena harus melibatkan banyak Dinas terkait, namun Kami sudah berupaya ke arah sana, minimal bisa memenuhi kebutuhan kelompok tani, serta masyarakat disekitarnya.

Sebetulnya untuk lahan di Sula sangat luas, untuk Kita membangun persawahan. Sehingga sebenarnya sudah bisa terjawab terkait kebutuhan masyarakat Sula akan bapok atau bahan pokok Beras, hanya tinggal anggaran saja, untuk Distan mewujudkan itu

Banyak yang sudah Kita lakukan, baik melakukan kajian bersama para pakar di Univ. Hasanudin juga dengan pihak Kementan, kemudian juga dengan pihak Balitbang Pertanian, dengan melihat potensi wilayah yang ada di Kabupaten Kepulauan Sula

Namun kembali yang saya katakan tadi, banyak faktor yang harus kita lewati, terutama masalah anggaran. Karena wacana mencetak persawahan tidak bisa sembarangan, harus ada survei insvetigasi design, harus ada perencanaan yang matang mulai dari tahapan pemilihan lahan, kliring, pembenihan, perawatan sampai pada masa panen.

Namun yang sangat penting adalah memberikan pemahaman, mencetak sawah pada proses awal tentu akan banyak menghabiskan anggaran, proses ini akan lebih berat ketimbang dengan proses selanjutnya. Pada tahapan awal pasti ada pembukaan lahan, pembuatan pematang dan lain sebagainya, namun itu terjadi pada pembenihan pertama, pembenihan selanjutnya cenderung mengalami kemudahan karena medianya sudah siap, tinggal melakukan pembenihan

Ini kemudian yang membuat keliru sebagian orang, sehingga langsung melakukan karkulasi pada masa pembukaan lahan sampai panen, kemudian mengabaikan prospek kedepan.

Apa yang sudah dilakukan untuk mengedukasi para pihak ini, terutama untuk merangsang para petani lokal?

Untuk para petani sebenarnya Kami sudah punya penyuluh disetiap kecamatan, jadi di 12 Kecamatan di Sula ada Penyuluh pertanian untuk melihat potensi Tanam, artinya bukan hanya bergantung pada Tanaman Perkebunan. Artinya ada komoditas lain, pangan lokal seperti Sagu, Kasbi, Patatas, Pisang. Apa lagi ini juga menjadi arahan Pempus terkait situasi Pandemi Covid-19 untuk memaksimalkan pangan lokal guna menjaga ketersediaan pangan di setiap daerah.

Itu yang pertama, yang kedua adalah kami terus membuat Demplot Pertanian, seperti di Lokasi ini, namun itu…sekali lagi persoalan anggaran membuat kami bergerak agak terbatas, namun hal itu tidak kemudian menyurutkan semangat kami, bagi kami selain anggaran hal yang tidak kalah penting adalah merubah mindset berpikir petani lokal

Bagaimana merubah agar tidak penuh berkonsentrasi dengan cara bertani kebun, namun harus ada variasi pertanian tanaman pangan, namun kami terus mendorong hal itu.

Melalui demplot serta dengan melakukan penyuluhan, contoh seperti salah satu petani di transmodapuhi, ketika dia memanen padi dengan hasil yang menguntungkan menimbulkan ketertarikan untuk petani lainnya. Karena memang jika pola perkebunan itu memerlukan waktu panen tahunan, jika dikombinasi dengan persawahan yang bisa memanen sekitar 3-4bulan maka akan menambahkan keuntungan bagi petani kita.

Menarik Pak Kadis, lalu untuk hari ini Pak Kadis?
(Sambil pewarta menunjuk beberapa petani lokal dan Staff Dinas Pertanian yang sedang beraktivitas di Dempot milik Pemkab Sula yang di kelola Distan)

Ini memanen bawang merah adik, seperti yang kemarin juga kita lakukan penanaman bawang merah di Mangoli, itu untuk trial, karena sebelumnya tidak ada petani yang melakukan itu

Untuk memenuhi secara keseluruhan terkait kebutuhan barito memang belum, namun hal ini sudah bisa mengurangi pasokan dan ketergantungan kita dari daerah lain. Sama seperti kebutuhan beras juga, tetap kita akan melakukan optimalisasi.


Sayang waktu bergulir begitu cepat, sehingga sang Surya sudah berada tepat diatas kepala kita. Namun ketertarikan pewarta untuk lebih jauh mengupas tuntas sisi pertanian Kabupaten Kepulauan Sula sebagian terjawab sudah.

Banyak point penting yang menjadi catatan pewarta selain kebutuhan anggaran dan membangun kesadaran kolektif kepada para petani lokal, namun juga rasa peduli dari semua stakeholder untuk terus mendorong Dinas terkait dan pelaku pertanian di Sula, seperti Padi ladang yang tanpa pupuk dan pestisida, diharapkan juga dorongan semangat tanpa provokasi dan agitasi sehingga Sula bisa berdaulat untuk memenuhi kebutuhan dasar akan pangan bagi masyarakatnya.

Video Pesan Layanan Masyarakat

BERITA LAINNYA

Merasa dicemarkan, Ketua Milineal HT Polisikan Akun FB Sulabesi Biahifa

Sanana -- Iksan Umasugi, Ketua Pemuda Milineal HT melaporkan Akun FB Sulabesi Biahifa kerena merasa...

Peduli Masyarakat ditengah Pendemi Covid-19, Lazismu Malut Qurban 6 Ekor Sapi

Ternate -- Lembaga Zakat Infak Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Maluku Utara (Malut) mengadakan penyembelihan hewan qurban...

Perkiraan Hewan Qurban di Kepsul sekitar 134 Ekor, sedang dari ACT ditaksir mencapai 150 Ekor Sapi Qurban

Sanana -- Kepala Bagian Kesejahteraan (Kabag Kesra) Setda Kepulauan Sula (Kepsul), Haryono Subianto saat ditemui sela...

Bincang Santai dengan Kadis Pertanian Kepsul, Ahmad Idris Baguna

|

Sanana – Kali ini pewarta i-malut.com Biro Sula melakukan wawancara eksklusif dengan Narasumber salah satu pejabat teras Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), yakni Idris Ahmad Baguna Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Kab. Kepsul di Lokasi Demplot atau Demontration Plot Pertanian Waikalopa Fukeweu-Kec.Sanana Utara (berdekatan dengan Pelabuhan Ferry).

Jarak tempuh dari Kota Sanana sekitar 30 menit, dengan menggunakan Sepeda Motor, Saya berboncengan bersama rekan Saya. Selama perjalanan Saya sudah membayangkan suasana asri perkebunan milik Pemda yang dikelola oleh Dinas Pertanian dan menjadi Demplot bagi Petani di Kabupaten ini.

Tak hanya itu, berbagai pertanyaan sudah tersusun dibenak saya. Terkait kapan Sula bisa berdaulat untuk memenuhi kebutuhan pangan pokok masyarakatnya, bagaimana merubah mindset petani lokal, cara bertani yang baik sampai kepada soal panen Dinas Pertanian baru-baru ini di Trans Modapohi Pulau Mangoli.

Sampai di lokasi saya menemui Pak Idris sedang berada di Gazebo Perkebunan memperhatikan Petani Lokal yang sedang menanam Bawang Merah, tak jauh dari situ juga ada beberapa staf Dinas sedang memanen Sayuran. Saat itu Pak Idrus bersama stafnya yang kemudian saya kenal bernama Pak Fauzi.

Assalamu’alaikum Pak Kadis, selamat Pagi…

Wa’alaikumsalam…Selamat Pagi, mari Adik Silahkan.

Suasana keakraban langsung tercipta membuka sesi wawancara Kami.

Pak Kadis, sebelum pada giat hari ini…bisa cerita sedikit terkait panen kemarin di Trans Modapohi?

Kemarin Kami memanen Padi dan Jagung di lahan kurang lebih, 2,5 Hektar. Jadi dengan sistem tanam tumpang sari. Maksudnya didalam lahan 2,5 Hektar tadi ada jagung yang kita tanam sekitar 1hektar

Dalam waktu tanam berapa lama?

Itu 3 (tiga bulan)

Bisa diceritakan dari sisi ekonomis, mulai pembenihan, tanam, pemeliharaan sampai panen, apa kemudian menguntungkan?

Jelas menguntungkan. Jadi begini, benih yang kita pakai untuk tanam kemarin itu 15kg/hektar, dengan harga Rp 25-30rb/kg, jadi untuk untuk kemarin benihnya sekitar 40kg benihnya. Sedangkan untuk 1 Hektar bisa menghasilkan sekitar 4Ton gabah kering, atau menghasilkan Beras setengahnya sekitar 2-2,5 Ton

Itu jika Kita membeli benihnya, namun untuk petani di Sula benihnya kita akan bagikan secara gratis, dan itu memang program dinas pertanian, logikanya dengan membeli benih saja untung berlipat ganda, apa lagi dengan benih padi yang dibagikan secara Gratis.

Sangat menarik, bagaimana dengan cost perawatan dari mulai pembenihan sampai panen?

Yang menguntungkan dari Padi ladang adalah tidak menggunakan Pupuk atau pestisida, terutama untuk jenis beras Pirasua

Sangat menjanjikan, lalu bagaimana Pak Kadis untuk menumbuhkan animo petani lokal terkait hal ini, serta untuk mencapai Sula bisa swasembada Beras?

Bicara Swasembada Beras di Sula, akan sangat panjang Adik. Karena harus melibatkan banyak Dinas terkait, namun Kami sudah berupaya ke arah sana, minimal bisa memenuhi kebutuhan kelompok tani, serta masyarakat disekitarnya.

Sebetulnya untuk lahan di Sula sangat luas, untuk Kita membangun persawahan. Sehingga sebenarnya sudah bisa terjawab terkait kebutuhan masyarakat Sula akan bapok atau bahan pokok Beras, hanya tinggal anggaran saja, untuk Distan mewujudkan itu

Banyak yang sudah Kita lakukan, baik melakukan kajian bersama para pakar di Univ. Hasanudin juga dengan pihak Kementan, kemudian juga dengan pihak Balitbang Pertanian, dengan melihat potensi wilayah yang ada di Kabupaten Kepulauan Sula

Namun kembali yang saya katakan tadi, banyak faktor yang harus kita lewati, terutama masalah anggaran. Karena wacana mencetak persawahan tidak bisa sembarangan, harus ada survei insvetigasi design, harus ada perencanaan yang matang mulai dari tahapan pemilihan lahan, kliring, pembenihan, perawatan sampai pada masa panen.

Namun yang sangat penting adalah memberikan pemahaman, mencetak sawah pada proses awal tentu akan banyak menghabiskan anggaran, proses ini akan lebih berat ketimbang dengan proses selanjutnya. Pada tahapan awal pasti ada pembukaan lahan, pembuatan pematang dan lain sebagainya, namun itu terjadi pada pembenihan pertama, pembenihan selanjutnya cenderung mengalami kemudahan karena medianya sudah siap, tinggal melakukan pembenihan

Ini kemudian yang membuat keliru sebagian orang, sehingga langsung melakukan karkulasi pada masa pembukaan lahan sampai panen, kemudian mengabaikan prospek kedepan.

Apa yang sudah dilakukan untuk mengedukasi para pihak ini, terutama untuk merangsang para petani lokal?

Untuk para petani sebenarnya Kami sudah punya penyuluh disetiap kecamatan, jadi di 12 Kecamatan di Sula ada Penyuluh pertanian untuk melihat potensi Tanam, artinya bukan hanya bergantung pada Tanaman Perkebunan. Artinya ada komoditas lain, pangan lokal seperti Sagu, Kasbi, Patatas, Pisang. Apa lagi ini juga menjadi arahan Pempus terkait situasi Pandemi Covid-19 untuk memaksimalkan pangan lokal guna menjaga ketersediaan pangan di setiap daerah.

Itu yang pertama, yang kedua adalah kami terus membuat Demplot Pertanian, seperti di Lokasi ini, namun itu…sekali lagi persoalan anggaran membuat kami bergerak agak terbatas, namun hal itu tidak kemudian menyurutkan semangat kami, bagi kami selain anggaran hal yang tidak kalah penting adalah merubah mindset berpikir petani lokal

Bagaimana merubah agar tidak penuh berkonsentrasi dengan cara bertani kebun, namun harus ada variasi pertanian tanaman pangan, namun kami terus mendorong hal itu.

Melalui demplot serta dengan melakukan penyuluhan, contoh seperti salah satu petani di transmodapuhi, ketika dia memanen padi dengan hasil yang menguntungkan menimbulkan ketertarikan untuk petani lainnya. Karena memang jika pola perkebunan itu memerlukan waktu panen tahunan, jika dikombinasi dengan persawahan yang bisa memanen sekitar 3-4bulan maka akan menambahkan keuntungan bagi petani kita.

Menarik Pak Kadis, lalu untuk hari ini Pak Kadis?
(Sambil pewarta menunjuk beberapa petani lokal dan Staff Dinas Pertanian yang sedang beraktivitas di Dempot milik Pemkab Sula yang di kelola Distan)

Ini memanen bawang merah adik, seperti yang kemarin juga kita lakukan penanaman bawang merah di Mangoli, itu untuk trial, karena sebelumnya tidak ada petani yang melakukan itu

Untuk memenuhi secara keseluruhan terkait kebutuhan barito memang belum, namun hal ini sudah bisa mengurangi pasokan dan ketergantungan kita dari daerah lain. Sama seperti kebutuhan beras juga, tetap kita akan melakukan optimalisasi.


Sayang waktu bergulir begitu cepat, sehingga sang Surya sudah berada tepat diatas kepala kita. Namun ketertarikan pewarta untuk lebih jauh mengupas tuntas sisi pertanian Kabupaten Kepulauan Sula sebagian terjawab sudah.

Banyak point penting yang menjadi catatan pewarta selain kebutuhan anggaran dan membangun kesadaran kolektif kepada para petani lokal, namun juga rasa peduli dari semua stakeholder untuk terus mendorong Dinas terkait dan pelaku pertanian di Sula, seperti Padi ladang yang tanpa pupuk dan pestisida, diharapkan juga dorongan semangat tanpa provokasi dan agitasi sehingga Sula bisa berdaulat untuk memenuhi kebutuhan dasar akan pangan bagi masyarakatnya.

Video Pesan Layanan Masyarakat

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Aktivis IMM Malut ingatkan Kades dan BPD terkait...

Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan Tertinggi ditingkat Desa. Sekaligus sebagai Pusat Administrasi ditingkat Desa, dan Desa salah...

3 Fraksi Menerima dan Menyetujui serta Mengapresiasi Capaian...

Sanana -- Lagi-lagi F-Golkar memilih Abstain pada Sidang Paripurna Penyampaian pendapat Akhir Fraksi-Fraksi DPRD Kepsul atas Ranperda Pertanggungjawaban dan Pelaksanaan APBD Th. 2019 dan Ranperda Tentang BUMD Inovasi Sula....

Dir Pamobvit Polda Malut dan Tiga Kapolres Berganti

Ternate -- Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengeluarkan Surat Telegram (ST) tentang pemberhentian dan pengangkatan jabatan dilingkungan Polri sesuai ST tertanggal 03 Agustus 2020 yang ditanda tangani As SDM Kapolri...

Cuaca Laut Masih Kondusif, Kapos Sahabandar : Tidak...

Ternate -- Petugas Sahabandar Pelabuhan Bastiong tidak melakukan perubahan jadwal keberangkatan kapal pada semua rute, meski BMKG Kota Ternate telah menyampaikan hasil ramalan cuaca terkini. Kepala Pos Sahabandar Pelabuhan Bastiong...

Akibat Covid-19, Pegadaian Syariah Ternate Batasi Penyaluran Kredit...

Ternate -- Pegadaian Syariah Cabang Kota Ternate di tahun 2020 ini membatasi penyaluran khususnya pada produk kredit berbasis Fidusia. Pasalnya dampak dari Pandemi Covid-19 mempengaruhi kemampuan masyarakat dalam hal...

Diduga Unprosedural, Rekomendasi SPBU Kompak CV. Sumayyah Nur...

Sanana -- Buntut dibatalkannya Rekomendasi SPBU Kompak yang terletak di Desa Wainib-Kec. Sulabesi Selatan, dikarenakan Owner CV. Sumayyah Nur Meccah Sdr. Rahmat melakukan Unprosedural Administrasi atau melakukan pemberkasan yang...

Cuaca Buruk, Dua Nelayan Tenggelam, Basarnas Kota Ternate...

Ternate -- Tim Rescue Basarnas Kota Ternate Pagi tadi sekitar pukul 08.55 WIT, mengevakuasi dua nelayan yang tenggelam akibat dihantam gelombang. Proses evakusi itu dilakukan setelah Basarnas Kota Ternate...

DK Tahap I Cair, Kelurahan Gamalama dahulukan Program...

Ternate -- Dana Kelurahan (DK) Tahap I tahun 2020 Kelurahan Gamalama, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara telah dicairkan. DK tersebut bakal dipergunakan untuk melaksanakan program pemberdayaan bidang...

Sekda Syafrudin Sapsuha hadiri peninjauan lokasi Pembangunan LP....

Sanana -- Sekretaris Daerah (Sekda) Kab. Kepulauan Sula (Kepsul), Syafrudin Sapsuha menghadiri acara peninjauan lokasi Pembangunan Lembaga Pendidikan Ma'arif-NU Kepsul di Desa Wailau-Kec. Sanana. Acara yang digelar oleh Keluarga...