TERPOPULER

Paslon Ubaid-Anjas kuasai Forum Debat Kandidat Tahap...

Maba -- Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Drs. Hi Ubaid Yakub, MPA bersama Anjas Taher, SE.M.Si tampak...

Blusukan Aliong dan Ningsih diduga rugikan Pedagang...

Sanana -- Blusukan yang dilakukan Bupati non aktif Kab. Pulau Taliabu, Aliong Mus, beserta Adiknya yang juga Calon Bupati...

Kritik Pedas untuk Kinerja Bawaslu Kepulauan Sula

Sanana -- Kritikan Pedas dialamatkan ke Bawaslu Kab. Kepulauan Sula (Kepsul). Kritik ini disampaikan oleh Tim Hukum dan Advokasi...

Bawaslu Sula dinilai beri kelonggaran untuk Keluarga...

Sanana -- Perumpamaan gelar 'Karpet Merah' sepertinya tepat untuk menganalogikan kinerja Bawaslu Sula terhadap Paslon Bupati dan Wakil Bupati...

Elang-Rahim penuhi janji hadirkan Jaringan Telkomsel di...

Weda -- Elang-Rahim dalam acara tatap muka didesa Loleo dan Aer Salobar kecamatan Weda Selatan kabupaten Halmahera Tengah (Halteng)...

Belum seminggu Pjs. Bupati Sula Komitmen soal...

Sanana -- Belum seminggu Pjs. Bupati Sula Idham Umasangadji menyatakan sikap terkait pencegahan Covid-19, tepatnya Rabu 18-11-2020 ketika menggelar...

Paslon Ubaid-Anjas kuasai Forum Debat Kandidat Tahap...

Maba -- Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Drs. Hi Ubaid Yakub, MPA bersama Anjas Taher, SE.M.Si tampak...

Blusukan Aliong dan Ningsih diduga rugikan Pedagang...

Sanana -- Blusukan yang dilakukan Bupati non aktif Kab. Pulau Taliabu, Aliong Mus, beserta Adiknya yang juga Calon Bupati...

Kritik Pedas untuk Kinerja Bawaslu Kepulauan Sula

Sanana -- Kritikan Pedas dialamatkan ke Bawaslu Kab. Kepulauan Sula (Kepsul). Kritik ini disampaikan oleh Tim Hukum dan Advokasi...

Bawaslu Sula dinilai beri kelonggaran untuk Keluarga...

Sanana -- Perumpamaan gelar 'Karpet Merah' sepertinya tepat untuk menganalogikan kinerja Bawaslu Sula terhadap Paslon Bupati dan Wakil Bupati...

Elang-Rahim penuhi janji hadirkan Jaringan Telkomsel di...

Weda -- Elang-Rahim dalam acara tatap muka didesa Loleo dan Aer Salobar kecamatan Weda Selatan kabupaten Halmahera Tengah (Halteng)...

ARTIKEL TERKAIT

Tahun 2021, Dinas Pertanian Malut Targetkan Maluku Utara Mandiri Pangan

|

Ternate – Provinsi Maluku Utara pada tahun 2020 ini tercatat mengalami defisit bahan pangan, seperti rica, tomat, sayur-sayuran, telur, dan beras, sehingga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat maka harus disuplay dari luar daerah.

Dinas Pertanian Malut sendiri pada 2021 berencana mengurangi suplay bahan pangan dari luar daerah dengan strategi meningkatkan produksi pangan lokal juga menciptakan kemandirian pangan sehingga Provinsi Maluku Utara tidak lagi bergantung dari daerah luar.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku Utara, M. Rizal Ismail Sp. M.Si, saat ditemui awak media diruang kerjanya, Selasa (14/07).

Rizal menyebutkan, tercatat kebutuhan beras di Malut per-tahunnya mencapai 109.000 ton, Sementara ketersediaan produksi beras lokal baru mencapai 21.000 ton pertahunnya. Olehnya itu menurut dia, defisitnya begitu besar. Begitu pula telur yang disuplai dari luar daerah di tahun kemarin sebanyak 4.400 ton, pun daging ayam sebanyak 5.800 ton dalam setahun.

“Ini yang menjadi catatan kami, agar tahun depan kami akan meningkatkan produksi ketahanan pangan, dan kemandirian pangan untuk bahan pangan seperti, beras, telur, daging ayam, dan sayur-sayuran,” katanya.

Lanjut dia, menurut catatan Dinas Pertanian, hanya daging sapi yang mengalami surplus, bahkan bisa di eksport keluar daerah dengan hasil yang memuaskan.

Lebih jauh Rizal menjelaskan, pada tahun 2021 nanti pihaknya menargetkan, sesuai dengan rancangan program gerakan menanam oleh Gubernur Malut, yang fokusnya pada penanaman Padi. Pun bahan pangan lokal lainya, seperti ubi-ubian, pisang juga peternakan untuk menghasilkan telur dengan daging ayam.

“Kedepan kami akan kembangkan, karena defisit bahan pangan kita juga tidak terlalu besar,” akunya.

Sementara, untuk menjadikan Maluku Utara sebagai daerah mandiri pangan, Rizal berkesimpulan, kesemuanya harus dibarengi dengan kebijakan anggaran yang cukup khususnya di Dinas Pertanian, sebab menurutnya selama ini kebijakan anggaran untuk Dinas Pertanian masih terlalu kecil alokasinya yakni tidak sampai 1% dari APBD Pemprov Malut.

“Kami punya banyak kegiatan dari dana APBN, itupun hanya bantuan seketika saja,” terangnya.

Rizal juga mengaku sudah membicarakannya dengan DPRD dan BPK agar ada sering dana dari APBD, sehingga dapat menunjang bantuan dari pusat, sehingga pihaknya bisa mengurangi stok pangan dari luar daerah.

“Jika kita mau jadi daerah mandiri pangan, juga pertaniannya maju, kita tidak hanya mengejar produksinya saja, tetapi kesejahteraan petani juga perlu diperbaiki,” pungkasnya

Minimal, kata Rizal, ada komoditi yang dipilih atau menjadi prioritas, seperti sawah, jagung, telur ayam, daging ayam, bawang, cabe, sayur dan campuran lainya, guna meningkatkan kemandirian pangan.

“Kalau kebijakan anggaran sudah tepat, kami butuh dukungan dari stackholder lainya, untuk bisa bersama-sama,” harapnya.

Video Pesan Layanan Masyarakat

KOMENTAR

BERITA LAINNYA

Danpomdam XVI/Pattimura kunjungan kerja ke Denpom XVI/1 Ternate

Ternate -- Danpomdam XVI/Pattimura, Kolonel Cpm Johny Paul Johannes Palupessy beserta Ibu melaksanakan kunjungan kerja...

64 Peserta LK-1 HMI Komisariat Ekonomi Unkhair Ternate dinyatakan lulus oleh Panitia Penyelenggara

Ternate -- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Ekonomi Unkhair Ternate, gelar LK-1 (Basic Training) bertempat...

Blusukan Aliong dan Ningsih diduga rugikan Pedagang Pasar

Sanana -- Blusukan yang dilakukan Bupati non aktif Kab. Pulau Taliabu, Aliong Mus, beserta Adiknya...

Tahun 2021, Dinas Pertanian Malut Targetkan Maluku Utara Mandiri Pangan

|

Ternate – Provinsi Maluku Utara pada tahun 2020 ini tercatat mengalami defisit bahan pangan, seperti rica, tomat, sayur-sayuran, telur, dan beras, sehingga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat maka harus disuplay dari luar daerah.

Dinas Pertanian Malut sendiri pada 2021 berencana mengurangi suplay bahan pangan dari luar daerah dengan strategi meningkatkan produksi pangan lokal juga menciptakan kemandirian pangan sehingga Provinsi Maluku Utara tidak lagi bergantung dari daerah luar.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku Utara, M. Rizal Ismail Sp. M.Si, saat ditemui awak media diruang kerjanya, Selasa (14/07).

Rizal menyebutkan, tercatat kebutuhan beras di Malut per-tahunnya mencapai 109.000 ton, Sementara ketersediaan produksi beras lokal baru mencapai 21.000 ton pertahunnya. Olehnya itu menurut dia, defisitnya begitu besar. Begitu pula telur yang disuplai dari luar daerah di tahun kemarin sebanyak 4.400 ton, pun daging ayam sebanyak 5.800 ton dalam setahun.

“Ini yang menjadi catatan kami, agar tahun depan kami akan meningkatkan produksi ketahanan pangan, dan kemandirian pangan untuk bahan pangan seperti, beras, telur, daging ayam, dan sayur-sayuran,” katanya.

Lanjut dia, menurut catatan Dinas Pertanian, hanya daging sapi yang mengalami surplus, bahkan bisa di eksport keluar daerah dengan hasil yang memuaskan.

Lebih jauh Rizal menjelaskan, pada tahun 2021 nanti pihaknya menargetkan, sesuai dengan rancangan program gerakan menanam oleh Gubernur Malut, yang fokusnya pada penanaman Padi. Pun bahan pangan lokal lainya, seperti ubi-ubian, pisang juga peternakan untuk menghasilkan telur dengan daging ayam.

“Kedepan kami akan kembangkan, karena defisit bahan pangan kita juga tidak terlalu besar,” akunya.

Sementara, untuk menjadikan Maluku Utara sebagai daerah mandiri pangan, Rizal berkesimpulan, kesemuanya harus dibarengi dengan kebijakan anggaran yang cukup khususnya di Dinas Pertanian, sebab menurutnya selama ini kebijakan anggaran untuk Dinas Pertanian masih terlalu kecil alokasinya yakni tidak sampai 1% dari APBD Pemprov Malut.

“Kami punya banyak kegiatan dari dana APBN, itupun hanya bantuan seketika saja,” terangnya.

Rizal juga mengaku sudah membicarakannya dengan DPRD dan BPK agar ada sering dana dari APBD, sehingga dapat menunjang bantuan dari pusat, sehingga pihaknya bisa mengurangi stok pangan dari luar daerah.

“Jika kita mau jadi daerah mandiri pangan, juga pertaniannya maju, kita tidak hanya mengejar produksinya saja, tetapi kesejahteraan petani juga perlu diperbaiki,” pungkasnya

Minimal, kata Rizal, ada komoditi yang dipilih atau menjadi prioritas, seperti sawah, jagung, telur ayam, daging ayam, bawang, cabe, sayur dan campuran lainya, guna meningkatkan kemandirian pangan.

“Kalau kebijakan anggaran sudah tepat, kami butuh dukungan dari stackholder lainya, untuk bisa bersama-sama,” harapnya.

Video Pesan Layanan Masyarakat

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Alien Mus ajak warga Binagara dan Inojaya menangkan...

Haltim -- Ketua DPW Partai Golongan Karya (Golkar) yang juga anggota DPR-RI Daerah Pemilihan (Dapil) Provinsi Maluku Utara (Malut) Alien Mus, memberikan mendukung kepada Pasangan Calon (Paslon) Ubaid-Anjas di...

Warga Ngele dan One May bersumpah tidak lagi...

Taliabu -- Masyarakat Desa Ngele dan One May Kecamatan Taliabu Barat Laut Kabupaten Pulau Taliabu bersumpah tidak lagi memilih pemimpin yang oleh mereka dianggap gagal. Mewakili masyarakat Desa Ngele dan...

Enos Loha siap menangkan Paslon Ubaid-Anjas

Haltim -- Enos Loha, salah satu pengusaha sukses dan juga orang berpengaruh yang memiliki basis riel menegaskan bakal siap menangkan Pasangan Calon (Paslon) Ubaid-Anjas. Hal ini disampaikan Enos pada saat...

Blusukan Aliong dan Ningsih diduga rugikan Pedagang Pasar

Sanana -- Blusukan yang dilakukan Bupati non aktif Kab. Pulau Taliabu, Aliong Mus, beserta Adiknya yang juga Calon Bupati Kab. Kepulauan Sula (Kepsul), Fifian Adeningsih Mus, diduga bukan saja...

Pj. Bupati : Jalankan Politik Damai di Pulau...

Bobong -- Suasana Pilkada Taliabu jelang hari H pencoblosan mulai memanas. Terpantau di media sosial baik Facebook maupun WhatsApp, para pendukung Paslon kerap saling serang. Para pendukung Paslon baik...

Peringati 1 Muharram, IPP Losbar gelar berbagai perlombaan

Weda -- Dalam Rangka memperingati 1 Muharram, Ikatan Pemuda pemudi (IPP) desa Loleo dan Desa Aer Salobar (Losbar) kecamatan Weda Selatan kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) akan menggelar berbagai perlombaan. Ketua...

Soal Gaji Petugas Covid 19 Pulau Taliabu, ini...

Taliabu -- Petugas gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pulau Taliabu dikabarkan belum menerima insentif kerja selama 3 bulan, ditambah dengan gaji pokok...

Bawaslu Sula dinilai beri kelonggaran untuk Keluarga Mus

Sanana -- Perumpamaan gelar 'Karpet Merah' sepertinya tepat untuk menganalogikan kinerja Bawaslu Sula terhadap Paslon Bupati dan Wakil Bupati tertentu, bagaimana tidak untuk kesekian kalinya Bawaslu Sula selalu memberi...

64 Peserta LK-1 HMI Komisariat Ekonomi Unkhair Ternate...

Ternate -- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Ekonomi Unkhair Ternate, gelar LK-1 (Basic Training) bertempat di Aula Asrama Haji Kel. Ngade Kec. Ternate Selatan Kota Ternate, Jum'at (27/11). Kegiatan LK-1...
error: