POPULER

Merasa dicemarkan, Ketua Milineal HT Polisikan Akun...

Sanana -- Iksan Umasugi, Ketua Pemuda Milineal HT melaporkan Akun FB Sulabesi Biahifa kerena merasa dicemarkan namanya melalui Media...

Diduga Unprosedural, Rekomendasi SPBU Kompak CV. Sumayyah...

Sanana -- Buntut dibatalkannya Rekomendasi SPBU Kompak yang terletak di Desa Wainib-Kec. Sulabesi Selatan, dikarenakan Owner CV. Sumayyah Nur...

Sekda Syafrudin Sapsuha hadiri peninjauan lokasi Pembangunan...

Sanana -- Sekretaris Daerah (Sekda) Kab. Kepulauan Sula (Kepsul), Syafrudin Sapsuha menghadiri acara peninjauan lokasi Pembangunan Lembaga Pendidikan Ma'arif-NU...

Artikel Terkait

Laporan SW ke Oknum Anggota DPRD diduga bermotif masalah Asmara

|

Sanana — Cinta ditolak, apa deng apa-apa bertindak. Mungkin kalimat tersebut yang dimaksud Abdul Ajis Umanahu, Anggota DPRD F-Demokrat Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) yang saat ini harus menyandang status Terlapor atas dugaan Kasus pencemaran nama baik yang dilaporkan saudara SW dengan No. Laporan STTLP/106/VII/2020/SPKT tertanggal 16 Juli 2020.

Saat ditemui sejumlah media di Rumahnya di Kawasan Desa Waiboga-Kec. Sulabesi Tengah, Abdul Ajis Umanahu yang baru saja menikah dengan wanita pilihan dirinya mengatakan,

”Jujur saya heran kenapa Sandra melaporkan saya, sebelumnya dia selalu menganggu saya, baik persoalan kerja saya di DPRD serta juga masalah pribadi saya”, tutur Ajis.

Ajis juga mengatakan persoalan ini muncul saat dirinya bermaksud mempersunting gadis pujaan dirinya asal Desa Bega, sehingga bukan saja dirinya yang terkejut namun juga keluarganya serta keluarga calon isterinya.

”Ini sudah menjadi rahasia umum, namun bagi saya ini prinsip, wanita yang saya nikahi harus pilihan hati saya dan keluarga, jadi bukan memaksakan kehendak”, lanjut Anggota DPRD Kepsul Komisi III tersebut.

Namun Ajis mengaku sangat menghormati proses Hukum yang saat ini sedang berjalan, persoalan dirinya belum memenuhi panggilan klarifikasi pihak kepolisian Polres Kepulauan Sula itu karena dirinya baru saja melangsungkan pernikahan dan masih dalam suasana berbulan madu.

”Sebagai Warga Negara yang baik saya menghormati proses hukum yang saat ini sedang berjalan, namun ini kan masih dalam suasana berbahagia, nanti saya akan konsultasikan masalah ini ke Pimpinan saya juga dan dengan Badan Kehormatan, nanti kita lihat saja”, ungkap Ajis sambil tersenyum.

Ketika disinggung apakah dirinya akan menggunakan Haknya sebagai Anggota Dewan, yakni Hak Imunitas dimana seorang anggota Dewan sebagaimana diatur dalam UU MD3 tidak serta-merta bisa dituntut dimuka pengadilan, Ajis mengatakan belum sampai kesitu, dirinya yakin ini hanya persoalan salah paham dan dirinya yakin bahwa Ia bukan seperti yang dilaporkan.

”Setiap dari kita punya batas kesabaran, saya pikir kalo anda di posisi saya juga akan melakukan demikian”, keluh Ajis.

Ajis menceritakan dirinya kerap diganggu pelapor. Diancam akan di PAW, dituduh bukan anggota Partai dan Dewan yang baik, namun dirinya masih sabar, karena menduga ini ulah pelapor yang ingin mencari perhatian dari dirinya.

Bahkan hal yang menyakitkan pernah dirinya rasakan, dimana saat dirinya membersihkan rumah dinas DPRD di Kampung Baru-Manggega, pelapor sempat mengatakan, “…Iyo Kase bersih par orang lain tinggal, karena sadiki lai Ose PAW… Saya tetap bersabar,” Namun suatu ketika dirinya dituduh berbuat mesum dengan kekasihnya yang kini telah dinikahinya, disitu mulai kesabaran Ajis habis.

”Saya bingung, saya dibilang bukan Anggota Dewan yang baik, bukan kader partai yang baik, saya bertanya anda ini siapa apa Ketua DPRD, Ketua Fraksi, Ketua Komisi atau Anda Ketua DPC partai saya atau Ketua Bapilu kan tidak mengerti saya”, lanjut Ajis Heran.

Dewan Ajis jadi khawatir sikap pelapor yang mengaku orang dekat HT kemudian kerap melakukan prilaku yang tidak patut, bisa jadi bumerang bagi diri Pelapor. Karena Ia yakin Ketua HT tidak seperti itu, beliau sangat bijak mengelola Partai ini.

”Saya ini politisi dan paham kerja politik, lalu dirinya menyuruh saya kapasitasnya sebagai apa, harus jelas. Jangan hal yang sama dia tuntut ke pihak lain, yang tidak diatur UU, itu bisa berbahaya”, ujar Ajis Umanahu heran.

Sementara itu Orang Tua dan keluarga Ajis Umanahu yang sempat ditemui pihak media juga mengatakan hal yang sama, mengaku terkejut dan tidak menyangka SW atau Sandra melakukan hal tersebut.

”Tong tau sudah ini motifnya apa, sampai Sandra melarang kepala KUA untuk menikahkan Beta pung anak Ajis dan Novi”, ujar Orang tua Ajis Umanahu yang akrab dipanggil Baba Aji.

Lebih lanjut Baba Aji mengatakan bahwa yang dilakukan SW sangat melukai hati dirinya serta keluarga besar di Waiboga, karena selama ini dirinya sangat baik terhadap SW, untuk itu dia perintahkan Sang Anak untuk menghadapi persoalan ini dengan hati besar. Sebagai orang tua yang baik dirinya tidak bisa memaksa anak-anaknya untuk menikah dengan siapapun, dirinya hanya bisa mengarahkan anak-anaknya untuk memilih pasangan hidup yang baik karena pernikahan adalah sekali dalam umur hidupnya.

”Selama ini Beta selalu punya niat baik terhadap siapapun, juga dengan Sandra. Hanya Beta seng bisa paksa Beta pung anak Ajis untuk menikah dengan Dia, makanya dia berbuat begini”, tutur Baba Aji.

Sampai berita ini diturunkan pihak media juga sempat menghubungi Ketua DPC Partai Demokrat Kepsul Ajrin Duwila yang saat ini berada di Ternate, menurut Ajrin Persoalan SW atau Sandra atau Samsiar Weu yang melaporkan Anggota DPRD asal Partai Demokrat itu murni masalah pribadi yang tidak ada sangkut-paut dengan Partai.

”Itu masalah pribadi mereka berdua, tidak ada urusan dengan partai”, tulis Ajrin membalas konfirmasi pewarta.

Namun begitu Ajrin mengaku bahwa selain Kader SW juga sebagai pengurus DPC bidang Komunikasi dan Informatika.

Video Pesan Layanan Masyarakat

BERITA LAINNYA

Cuaca Buruk, Dua Nelayan Tenggelam, Basarnas Kota Ternate Lakukan Evakuasi

Ternate -- Tim Rescue Basarnas Kota Ternate Pagi tadi sekitar pukul 08.55 WIT, mengevakuasi dua...

Gerakan Literasi Kampung dimasa Pandemi Covid-19 oleh Babinkam Kayoa Utara

Halsel -- Dimasa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), hampir semua ruang diberlakukan pembatasan sosial...

Kapolsek Sulbar saksikan penyerahan Hewan Qurban Pemda Kepsul melalui DLHKP ke Masyarakat Kabau Pantai

Sanana -- Penyembelihan hewan qurban menjadi bagian yang tak terlepaskan dari perayaan Hari Raya Idul...

Laporan SW ke Oknum Anggota DPRD diduga bermotif masalah Asmara

|

Sanana — Cinta ditolak, apa deng apa-apa bertindak. Mungkin kalimat tersebut yang dimaksud Abdul Ajis Umanahu, Anggota DPRD F-Demokrat Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) yang saat ini harus menyandang status Terlapor atas dugaan Kasus pencemaran nama baik yang dilaporkan saudara SW dengan No. Laporan STTLP/106/VII/2020/SPKT tertanggal 16 Juli 2020.

Saat ditemui sejumlah media di Rumahnya di Kawasan Desa Waiboga-Kec. Sulabesi Tengah, Abdul Ajis Umanahu yang baru saja menikah dengan wanita pilihan dirinya mengatakan,

”Jujur saya heran kenapa Sandra melaporkan saya, sebelumnya dia selalu menganggu saya, baik persoalan kerja saya di DPRD serta juga masalah pribadi saya”, tutur Ajis.

Ajis juga mengatakan persoalan ini muncul saat dirinya bermaksud mempersunting gadis pujaan dirinya asal Desa Bega, sehingga bukan saja dirinya yang terkejut namun juga keluarganya serta keluarga calon isterinya.

”Ini sudah menjadi rahasia umum, namun bagi saya ini prinsip, wanita yang saya nikahi harus pilihan hati saya dan keluarga, jadi bukan memaksakan kehendak”, lanjut Anggota DPRD Kepsul Komisi III tersebut.

Namun Ajis mengaku sangat menghormati proses Hukum yang saat ini sedang berjalan, persoalan dirinya belum memenuhi panggilan klarifikasi pihak kepolisian Polres Kepulauan Sula itu karena dirinya baru saja melangsungkan pernikahan dan masih dalam suasana berbulan madu.

”Sebagai Warga Negara yang baik saya menghormati proses hukum yang saat ini sedang berjalan, namun ini kan masih dalam suasana berbahagia, nanti saya akan konsultasikan masalah ini ke Pimpinan saya juga dan dengan Badan Kehormatan, nanti kita lihat saja”, ungkap Ajis sambil tersenyum.

Ketika disinggung apakah dirinya akan menggunakan Haknya sebagai Anggota Dewan, yakni Hak Imunitas dimana seorang anggota Dewan sebagaimana diatur dalam UU MD3 tidak serta-merta bisa dituntut dimuka pengadilan, Ajis mengatakan belum sampai kesitu, dirinya yakin ini hanya persoalan salah paham dan dirinya yakin bahwa Ia bukan seperti yang dilaporkan.

”Setiap dari kita punya batas kesabaran, saya pikir kalo anda di posisi saya juga akan melakukan demikian”, keluh Ajis.

Ajis menceritakan dirinya kerap diganggu pelapor. Diancam akan di PAW, dituduh bukan anggota Partai dan Dewan yang baik, namun dirinya masih sabar, karena menduga ini ulah pelapor yang ingin mencari perhatian dari dirinya.

Bahkan hal yang menyakitkan pernah dirinya rasakan, dimana saat dirinya membersihkan rumah dinas DPRD di Kampung Baru-Manggega, pelapor sempat mengatakan, “…Iyo Kase bersih par orang lain tinggal, karena sadiki lai Ose PAW… Saya tetap bersabar,” Namun suatu ketika dirinya dituduh berbuat mesum dengan kekasihnya yang kini telah dinikahinya, disitu mulai kesabaran Ajis habis.

”Saya bingung, saya dibilang bukan Anggota Dewan yang baik, bukan kader partai yang baik, saya bertanya anda ini siapa apa Ketua DPRD, Ketua Fraksi, Ketua Komisi atau Anda Ketua DPC partai saya atau Ketua Bapilu kan tidak mengerti saya”, lanjut Ajis Heran.

Dewan Ajis jadi khawatir sikap pelapor yang mengaku orang dekat HT kemudian kerap melakukan prilaku yang tidak patut, bisa jadi bumerang bagi diri Pelapor. Karena Ia yakin Ketua HT tidak seperti itu, beliau sangat bijak mengelola Partai ini.

”Saya ini politisi dan paham kerja politik, lalu dirinya menyuruh saya kapasitasnya sebagai apa, harus jelas. Jangan hal yang sama dia tuntut ke pihak lain, yang tidak diatur UU, itu bisa berbahaya”, ujar Ajis Umanahu heran.

Sementara itu Orang Tua dan keluarga Ajis Umanahu yang sempat ditemui pihak media juga mengatakan hal yang sama, mengaku terkejut dan tidak menyangka SW atau Sandra melakukan hal tersebut.

”Tong tau sudah ini motifnya apa, sampai Sandra melarang kepala KUA untuk menikahkan Beta pung anak Ajis dan Novi”, ujar Orang tua Ajis Umanahu yang akrab dipanggil Baba Aji.

Lebih lanjut Baba Aji mengatakan bahwa yang dilakukan SW sangat melukai hati dirinya serta keluarga besar di Waiboga, karena selama ini dirinya sangat baik terhadap SW, untuk itu dia perintahkan Sang Anak untuk menghadapi persoalan ini dengan hati besar. Sebagai orang tua yang baik dirinya tidak bisa memaksa anak-anaknya untuk menikah dengan siapapun, dirinya hanya bisa mengarahkan anak-anaknya untuk memilih pasangan hidup yang baik karena pernikahan adalah sekali dalam umur hidupnya.

”Selama ini Beta selalu punya niat baik terhadap siapapun, juga dengan Sandra. Hanya Beta seng bisa paksa Beta pung anak Ajis untuk menikah dengan Dia, makanya dia berbuat begini”, tutur Baba Aji.

Sampai berita ini diturunkan pihak media juga sempat menghubungi Ketua DPC Partai Demokrat Kepsul Ajrin Duwila yang saat ini berada di Ternate, menurut Ajrin Persoalan SW atau Sandra atau Samsiar Weu yang melaporkan Anggota DPRD asal Partai Demokrat itu murni masalah pribadi yang tidak ada sangkut-paut dengan Partai.

”Itu masalah pribadi mereka berdua, tidak ada urusan dengan partai”, tulis Ajrin membalas konfirmasi pewarta.

Namun begitu Ajrin mengaku bahwa selain Kader SW juga sebagai pengurus DPC bidang Komunikasi dan Informatika.

Video Pesan Layanan Masyarakat

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Aktivis IMM Malut ingatkan Kades dan BPD terkait...

Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan Tertinggi ditingkat Desa. Sekaligus sebagai Pusat Administrasi ditingkat Desa, dan Desa salah...

3 Fraksi Menerima dan Menyetujui serta Mengapresiasi Capaian...

Sanana -- Lagi-lagi F-Golkar memilih Abstain pada Sidang Paripurna Penyampaian pendapat Akhir Fraksi-Fraksi DPRD Kepsul atas Ranperda Pertanggungjawaban dan Pelaksanaan APBD Th. 2019 dan Ranperda Tentang BUMD Inovasi Sula....

Dir Pamobvit Polda Malut dan Tiga Kapolres Berganti

Ternate -- Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengeluarkan Surat Telegram (ST) tentang pemberhentian dan pengangkatan jabatan dilingkungan Polri sesuai ST tertanggal 03 Agustus 2020 yang ditanda tangani As SDM Kapolri...

Cuaca Laut Masih Kondusif, Kapos Sahabandar : Tidak...

Ternate -- Petugas Sahabandar Pelabuhan Bastiong tidak melakukan perubahan jadwal keberangkatan kapal pada semua rute, meski BMKG Kota Ternate telah menyampaikan hasil ramalan cuaca terkini. Kepala Pos Sahabandar Pelabuhan Bastiong...

Akibat Covid-19, Pegadaian Syariah Ternate Batasi Penyaluran Kredit...

Ternate -- Pegadaian Syariah Cabang Kota Ternate di tahun 2020 ini membatasi penyaluran khususnya pada produk kredit berbasis Fidusia. Pasalnya dampak dari Pandemi Covid-19 mempengaruhi kemampuan masyarakat dalam hal...

Diduga Unprosedural, Rekomendasi SPBU Kompak CV. Sumayyah Nur...

Sanana -- Buntut dibatalkannya Rekomendasi SPBU Kompak yang terletak di Desa Wainib-Kec. Sulabesi Selatan, dikarenakan Owner CV. Sumayyah Nur Meccah Sdr. Rahmat melakukan Unprosedural Administrasi atau melakukan pemberkasan yang...

Cuaca Buruk, Dua Nelayan Tenggelam, Basarnas Kota Ternate...

Ternate -- Tim Rescue Basarnas Kota Ternate Pagi tadi sekitar pukul 08.55 WIT, mengevakuasi dua nelayan yang tenggelam akibat dihantam gelombang. Proses evakusi itu dilakukan setelah Basarnas Kota Ternate...

DK Tahap I Cair, Kelurahan Gamalama dahulukan Program...

Ternate -- Dana Kelurahan (DK) Tahap I tahun 2020 Kelurahan Gamalama, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara telah dicairkan. DK tersebut bakal dipergunakan untuk melaksanakan program pemberdayaan bidang...

Sekda Syafrudin Sapsuha hadiri peninjauan lokasi Pembangunan LP....

Sanana -- Sekretaris Daerah (Sekda) Kab. Kepulauan Sula (Kepsul), Syafrudin Sapsuha menghadiri acara peninjauan lokasi Pembangunan Lembaga Pendidikan Ma'arif-NU Kepsul di Desa Wailau-Kec. Sanana. Acara yang digelar oleh Keluarga...