POPULER

Merasa dicemarkan, Ketua Milineal HT Polisikan Akun...

Sanana -- Iksan Umasugi, Ketua Pemuda Milineal HT melaporkan Akun FB Sulabesi Biahifa kerena merasa dicemarkan namanya melalui Media...

Diduga Unprosedural, Rekomendasi SPBU Kompak CV. Sumayyah...

Sanana -- Buntut dibatalkannya Rekomendasi SPBU Kompak yang terletak di Desa Wainib-Kec. Sulabesi Selatan, dikarenakan Owner CV. Sumayyah Nur...

Sekda Syafrudin Sapsuha hadiri peninjauan lokasi Pembangunan...

Sanana -- Sekretaris Daerah (Sekda) Kab. Kepulauan Sula (Kepsul), Syafrudin Sapsuha menghadiri acara peninjauan lokasi Pembangunan Lembaga Pendidikan Ma'arif-NU...

Artikel Terkait

SMPN 5 Tikep Terapkan Dua Metode Pembelajaran Dimasa Pandemi Covid-19

|

Sofifi — Dimasa pandemi Covid-19 ini SMPN 5 Kota Tidore Kepulauan (Tikep) sesuai dengan instruksi Pemerintah Pusat, menetapkan untuk menggunakan sistem pembelajaran dengan dua metode, yakni metode daring dan luring. Hal itu

Moh. Yasin, Kepala Sekolah SMPN 5 Tikep, saat disambangi awak media usai memantau aktifitas pembelajaran dengan metode daring diruang laboratorium komputer menyampaikan bahwa, sesuai dengan arahan Dinas Pendidikan Tikep, maka aktifitas belajar mengajar ini dimulai 13 Juli 2020.

Dikatakan, untuk sistem pembelajaran pada masa pandemi covid-19 ini, pihaknya telah bersepakat untuk menggunakan dua metode pembelajaran, yakni metode daring dan luring.

“Dua metode ini digunakan sesuai dengan arahan dari pemerintah pusat,”ungkapnya.

Lanjut Yasin, metode daring diterapkan untuk siswa yang memiliki handphone Android, sementara metode luring diterapkan khusus untuk para siswa yang tidak memiliki handphone Android.

Yasin menyebutkan ada kurang lebih 40% dari 200 siswa SMPN 5 Tikep tidak menggunakan headphone android sehingga sistem pembelajaran dengan metode luring ini pun harus digunakan.

“Agar mereka yang tidak memiliki handphone Android ini pun dapat menjalankan aktifitas belajar mengajar, seperti rekan-rekan siswanya yang menggunakan android,” katanya

Menurutnya, metode luring ini digunakan dengan sistem tatap muka antara guru dan siswa, namun sebelumnya ruang belajar yang akan digunakan disterilkan oleh pihak gugus tugas covid-19.

“Yakni penyemprotan disinfektan sebelum proses belajar mengajar dimulai,” terangnya.

Yasin pun berharap agar pemerintah Kota Tidore Kepulauan mengambil langkah untuk melakukan pelatihan penggunaan komputer kepada guru pengajar, dikarenakan masih banyak dewan gurunya belum terlalu paham dalam proses belajar dengan metode daring ini.

Video Pesan Layanan Masyarakat

BERITA LAINNYA

Sekda Syafrudin Sapsuha hadiri peninjauan lokasi Pembangunan LP. Ma’arif-NU di Desa Wailau

Sanana -- Sekretaris Daerah (Sekda) Kab. Kepulauan Sula (Kepsul), Syafrudin Sapsuha menghadiri acara peninjauan lokasi...

Aktivis IMM Malut ingatkan Kades dan BPD terkait Regulasi Desa No. 6 Tahun 2014

Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus...

Cuaca Buruk, Dua Nelayan Tenggelam, Basarnas Kota Ternate Lakukan Evakuasi

Ternate -- Tim Rescue Basarnas Kota Ternate Pagi tadi sekitar pukul 08.55 WIT, mengevakuasi dua...

SMPN 5 Tikep Terapkan Dua Metode Pembelajaran Dimasa Pandemi Covid-19

|

Sofifi — Dimasa pandemi Covid-19 ini SMPN 5 Kota Tidore Kepulauan (Tikep) sesuai dengan instruksi Pemerintah Pusat, menetapkan untuk menggunakan sistem pembelajaran dengan dua metode, yakni metode daring dan luring. Hal itu

Moh. Yasin, Kepala Sekolah SMPN 5 Tikep, saat disambangi awak media usai memantau aktifitas pembelajaran dengan metode daring diruang laboratorium komputer menyampaikan bahwa, sesuai dengan arahan Dinas Pendidikan Tikep, maka aktifitas belajar mengajar ini dimulai 13 Juli 2020.

Dikatakan, untuk sistem pembelajaran pada masa pandemi covid-19 ini, pihaknya telah bersepakat untuk menggunakan dua metode pembelajaran, yakni metode daring dan luring.

“Dua metode ini digunakan sesuai dengan arahan dari pemerintah pusat,”ungkapnya.

Lanjut Yasin, metode daring diterapkan untuk siswa yang memiliki handphone Android, sementara metode luring diterapkan khusus untuk para siswa yang tidak memiliki handphone Android.

Yasin menyebutkan ada kurang lebih 40% dari 200 siswa SMPN 5 Tikep tidak menggunakan headphone android sehingga sistem pembelajaran dengan metode luring ini pun harus digunakan.

“Agar mereka yang tidak memiliki handphone Android ini pun dapat menjalankan aktifitas belajar mengajar, seperti rekan-rekan siswanya yang menggunakan android,” katanya

Menurutnya, metode luring ini digunakan dengan sistem tatap muka antara guru dan siswa, namun sebelumnya ruang belajar yang akan digunakan disterilkan oleh pihak gugus tugas covid-19.

“Yakni penyemprotan disinfektan sebelum proses belajar mengajar dimulai,” terangnya.

Yasin pun berharap agar pemerintah Kota Tidore Kepulauan mengambil langkah untuk melakukan pelatihan penggunaan komputer kepada guru pengajar, dikarenakan masih banyak dewan gurunya belum terlalu paham dalam proses belajar dengan metode daring ini.

Video Pesan Layanan Masyarakat

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Aktivis IMM Malut ingatkan Kades dan BPD terkait...

Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan Tertinggi ditingkat Desa. Sekaligus sebagai Pusat Administrasi ditingkat Desa, dan Desa salah...

3 Fraksi Menerima dan Menyetujui serta Mengapresiasi Capaian...

Sanana -- Lagi-lagi F-Golkar memilih Abstain pada Sidang Paripurna Penyampaian pendapat Akhir Fraksi-Fraksi DPRD Kepsul atas Ranperda Pertanggungjawaban dan Pelaksanaan APBD Th. 2019 dan Ranperda Tentang BUMD Inovasi Sula....

Dir Pamobvit Polda Malut dan Tiga Kapolres Berganti

Ternate -- Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengeluarkan Surat Telegram (ST) tentang pemberhentian dan pengangkatan jabatan dilingkungan Polri sesuai ST tertanggal 03 Agustus 2020 yang ditanda tangani As SDM Kapolri...

Cuaca Laut Masih Kondusif, Kapos Sahabandar : Tidak...

Ternate -- Petugas Sahabandar Pelabuhan Bastiong tidak melakukan perubahan jadwal keberangkatan kapal pada semua rute, meski BMKG Kota Ternate telah menyampaikan hasil ramalan cuaca terkini. Kepala Pos Sahabandar Pelabuhan Bastiong...

Akibat Covid-19, Pegadaian Syariah Ternate Batasi Penyaluran Kredit...

Ternate -- Pegadaian Syariah Cabang Kota Ternate di tahun 2020 ini membatasi penyaluran khususnya pada produk kredit berbasis Fidusia. Pasalnya dampak dari Pandemi Covid-19 mempengaruhi kemampuan masyarakat dalam hal...

Diduga Unprosedural, Rekomendasi SPBU Kompak CV. Sumayyah Nur...

Sanana -- Buntut dibatalkannya Rekomendasi SPBU Kompak yang terletak di Desa Wainib-Kec. Sulabesi Selatan, dikarenakan Owner CV. Sumayyah Nur Meccah Sdr. Rahmat melakukan Unprosedural Administrasi atau melakukan pemberkasan yang...

Cuaca Buruk, Dua Nelayan Tenggelam, Basarnas Kota Ternate...

Ternate -- Tim Rescue Basarnas Kota Ternate Pagi tadi sekitar pukul 08.55 WIT, mengevakuasi dua nelayan yang tenggelam akibat dihantam gelombang. Proses evakusi itu dilakukan setelah Basarnas Kota Ternate...

DK Tahap I Cair, Kelurahan Gamalama dahulukan Program...

Ternate -- Dana Kelurahan (DK) Tahap I tahun 2020 Kelurahan Gamalama, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara telah dicairkan. DK tersebut bakal dipergunakan untuk melaksanakan program pemberdayaan bidang...

Sekda Syafrudin Sapsuha hadiri peninjauan lokasi Pembangunan LP....

Sanana -- Sekretaris Daerah (Sekda) Kab. Kepulauan Sula (Kepsul), Syafrudin Sapsuha menghadiri acara peninjauan lokasi Pembangunan Lembaga Pendidikan Ma'arif-NU Kepsul di Desa Wailau-Kec. Sanana. Acara yang digelar oleh Keluarga...