TERPOPULER

Bangga !!! Nathan, Ardani dan Aniska dari...

Sanana -- Sejarah kembali mencatat, Siswa dan Siswi asal Kepulauan Sula (Kepsul) mengharumkan nama Kabupaten dengan mewakili Provinsi Maluku...

Kades Tomara Halsel dinilai tertutup soal Pengelolaan...

Halsel -- Merujuk pada UU Desa Nomor. 06 tahun 2014, bab VI tentang Hak dan Kewajiban Desa dan Masyarakat...

Ampera Haltim Desak PLN Operasikan Listrik 24...

i-malut.com, Haltim - Mulai beroperasinya listrik 24 jam sehari di tiga Kecamatan, yakni Kecamatan Maba, Maba Tengah dan Wasile sejak diresmikan Selasa, 19...

Pembatalan SK Plt Sekda disoal KNPI Haltim

Maba -- Gubernur Provinsi Maluku Utara (Malut) KH. Abdul Ghani Kasuba disorot Ketua KNPI Haltim Ifdal Rajak SH.MH soal...

Sukur Mandar ingatkan warga jangan tertipu dengan...

Ternate -- Pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Ternate, Drs. M. Yamin Tawary, M.Si dan Abdullah Taher yang berakronim...

Ketua PERADI Kota Ternate sebut Komisioner KPUD...

Ternate -- Kuasa hukum dari Bahrain Kasuba dan Muchlis Sangadji, yakni Muhammad Konoras, SH. MH menilai komisioner KPUD Halmahera...

Bangga !!! Nathan, Ardani dan Aniska dari...

Sanana -- Sejarah kembali mencatat, Siswa dan Siswi asal Kepulauan Sula (Kepsul) mengharumkan nama Kabupaten dengan mewakili Provinsi Maluku...

Kades Tomara Halsel dinilai tertutup soal Pengelolaan...

Halsel -- Merujuk pada UU Desa Nomor. 06 tahun 2014, bab VI tentang Hak dan Kewajiban Desa dan Masyarakat...

Ampera Haltim Desak PLN Operasikan Listrik 24...

i-malut.com, Haltim - Mulai beroperasinya listrik 24 jam sehari di tiga Kecamatan, yakni Kecamatan Maba, Maba Tengah dan Wasile sejak diresmikan Selasa, 19...

Pembatalan SK Plt Sekda disoal KNPI Haltim

Maba -- Gubernur Provinsi Maluku Utara (Malut) KH. Abdul Ghani Kasuba disorot Ketua KNPI Haltim Ifdal Rajak SH.MH soal...

Sukur Mandar ingatkan warga jangan tertipu dengan...

Ternate -- Pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Ternate, Drs. M. Yamin Tawary, M.Si dan Abdullah Taher yang berakronim...

ARTIKEL TERKAIT

Kisah Pilu Dibulan Juli dan Duka Dipenghujung Tahun 2019, Menolak Lupa

|

Kisah pilu pada pertengahan bulan Juli 2019, dimana kisah ini telah menyita perhatian publik diseantero bumi Moloku Kie Raha. Berbagai analisapun mulai bermunculan dikalangan aktifis khususnya kaum hawa.

Menolak lupa, dalam perjalanan menuju Sofifi Senin 17 Agustus 2020, pagi itu ku teringat tentang dia ya dia yang pernah menoreh namanya dalam lembaran sejarah bangsa ini.

Siapakah dia..? Dia adalah Gamaria W. Kumala alias Kiki Kumala, gadis mungil yang memiliki paras rupa begitu anggun, orangnya ramah, sopan, dan tidak membanggakan diri terhadap prestasi yang Ia raih.

Tepat ditanggal dan bulan yang sama pada tahun 2018, Kiki Kumala telah mengabdikan dirinya pada bangsa ini, yakni menjadi salah satu peserta Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (PASKIBRAKA) pada salah satu kabupaten yang terletak dibagian utara Provinsi Maluku Utara.

Kiki sapaan akrab si-gadis manis asal Desa Tahane Kecamatan Malifut itu, adalah salah satu peserta Paskibraka yang bertugas membawa baki saat pengibaran sang saka merah putih dikabupaten Halmahera Utara, pada 17 Agustus 2018 tepat dua tahun yang silam.

Atas prestasi yang diraihnya Kiki pun berniat melanjutkan studinya di perguruan tinggi, tepat ditahun 2019 gayungpun bersambut, Kiki dinyatakan diterima pada salah satu Universitas ternama di Kota Ternate Provinsi Maluku Utara setelah melalui proses pendaftaran secara online.

Kegembiraan dan kebahagiaan pun datang menyelimuti keluarga kecilnya, pada bulan Juli tahun 2019, Kiki telah melakukan perjalanan dari Desa Tahane Kec. Malifut menuju Sofifi, kemudian rencana melanjutkan perjalanannya ke-Kota Ternate guna mengikuti ujian tes tertulis, sebagai persyaratan untuk menjadi mahasiswi tetap diperguruan tinggi tersebut.

Namun apa mau dikata dalam perjalanan itu Kiki bernasib na’as, salah satu oknum sopir mobil lintas trans Halut yang bernama Ronal, telah melakukan tindakan bejat terhadap si-bungsu Kiki.

Ronal yang bejat itu telah melakukan tindakan amoral terhadap Kiki, yakni merampok, menganiaya, maaf dan memperkosa hingga berujung sebuah kematian, Kiki pun dibuang jasadnya dihutan belantara tepatnya di Desa Lelilef Halmahera Tengah.

Berselang tiga hari setelah hilangnya Kiki, selimut bahagia yang tadinya menyelimuti keluarga kecilnya, kini telah berubah menjadi selimut ke-sedihan.

Kenapa tidak si-bungsu Kiki yang begitu dikasihi dalam keluarganya, dengan harapan kepergiannya untuk kembali membawa kesuksesan sehingga dapat menambah kebahagiaan dalam keluarga, namun takdir berkata lain kini Kiki kembali tak bernyawa lagi.

Duka pun menyelimuti keluarga kecilnya terutama ibu dan ayah Kiki, sungguh sangat berduka atas kabar kepergian si-bungsu untuk selamanya.

Dan kini proses hukumnya pun telah diputuskan oleh Pengadilan Negri Kota Tidore Kepulauan, yakni putusan hukuman mati, berbagai upaya hukum pun dilakukan oleh kuasa hukum Ronal, sampai pada tingkat banding namun sia-sia usaha mereka, dikarenakan Mahkamah agung menolak atas gugatan banding kuasa hukum Ronal.

Namun yang menjadi pertanyaan disini, kapan si-Ronal akan dieksekusi mati oleh pihak yang berwajib, hal inilah yang dinantikan oleh keluarga maupun khalayak publik Moloku Kie Raha.

Video Pesan Layanan Masyarakat

KOMENTAR

BERITA LAINNYA

Kampanye HT-UMAR di Fogi, Hi. Akhir Umahuk: Jangan Mengkafirkan Manusia

Sanana -- Salah satu tokoh Agama di Kab. Kepulauan Sula (Kepsul) yang juga Tokoh Nahdliyin...

Pembatalan SK Plt Sekda disoal KNPI Haltim

Maba -- Gubernur Provinsi Maluku Utara (Malut) KH. Abdul Ghani Kasuba disorot Ketua KNPI Haltim...

Pengurus DPM FEB Unkhair Ternate Periode 2020-2021 Resmi Dilantik

Ternate -- Pengurus Dewan Perwakilan Mahasiswa, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (DPM FEB) Universitas Khairun Ternate...

Kisah Pilu Dibulan Juli dan Duka Dipenghujung Tahun 2019, Menolak Lupa

|

Kisah pilu pada pertengahan bulan Juli 2019, dimana kisah ini telah menyita perhatian publik diseantero bumi Moloku Kie Raha. Berbagai analisapun mulai bermunculan dikalangan aktifis khususnya kaum hawa.

Menolak lupa, dalam perjalanan menuju Sofifi Senin 17 Agustus 2020, pagi itu ku teringat tentang dia ya dia yang pernah menoreh namanya dalam lembaran sejarah bangsa ini.

Siapakah dia..? Dia adalah Gamaria W. Kumala alias Kiki Kumala, gadis mungil yang memiliki paras rupa begitu anggun, orangnya ramah, sopan, dan tidak membanggakan diri terhadap prestasi yang Ia raih.

Tepat ditanggal dan bulan yang sama pada tahun 2018, Kiki Kumala telah mengabdikan dirinya pada bangsa ini, yakni menjadi salah satu peserta Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (PASKIBRAKA) pada salah satu kabupaten yang terletak dibagian utara Provinsi Maluku Utara.

Kiki sapaan akrab si-gadis manis asal Desa Tahane Kecamatan Malifut itu, adalah salah satu peserta Paskibraka yang bertugas membawa baki saat pengibaran sang saka merah putih dikabupaten Halmahera Utara, pada 17 Agustus 2018 tepat dua tahun yang silam.

Atas prestasi yang diraihnya Kiki pun berniat melanjutkan studinya di perguruan tinggi, tepat ditahun 2019 gayungpun bersambut, Kiki dinyatakan diterima pada salah satu Universitas ternama di Kota Ternate Provinsi Maluku Utara setelah melalui proses pendaftaran secara online.

Kegembiraan dan kebahagiaan pun datang menyelimuti keluarga kecilnya, pada bulan Juli tahun 2019, Kiki telah melakukan perjalanan dari Desa Tahane Kec. Malifut menuju Sofifi, kemudian rencana melanjutkan perjalanannya ke-Kota Ternate guna mengikuti ujian tes tertulis, sebagai persyaratan untuk menjadi mahasiswi tetap diperguruan tinggi tersebut.

Namun apa mau dikata dalam perjalanan itu Kiki bernasib na’as, salah satu oknum sopir mobil lintas trans Halut yang bernama Ronal, telah melakukan tindakan bejat terhadap si-bungsu Kiki.

Ronal yang bejat itu telah melakukan tindakan amoral terhadap Kiki, yakni merampok, menganiaya, maaf dan memperkosa hingga berujung sebuah kematian, Kiki pun dibuang jasadnya dihutan belantara tepatnya di Desa Lelilef Halmahera Tengah.

Berselang tiga hari setelah hilangnya Kiki, selimut bahagia yang tadinya menyelimuti keluarga kecilnya, kini telah berubah menjadi selimut ke-sedihan.

Kenapa tidak si-bungsu Kiki yang begitu dikasihi dalam keluarganya, dengan harapan kepergiannya untuk kembali membawa kesuksesan sehingga dapat menambah kebahagiaan dalam keluarga, namun takdir berkata lain kini Kiki kembali tak bernyawa lagi.

Duka pun menyelimuti keluarga kecilnya terutama ibu dan ayah Kiki, sungguh sangat berduka atas kabar kepergian si-bungsu untuk selamanya.

Dan kini proses hukumnya pun telah diputuskan oleh Pengadilan Negri Kota Tidore Kepulauan, yakni putusan hukuman mati, berbagai upaya hukum pun dilakukan oleh kuasa hukum Ronal, sampai pada tingkat banding namun sia-sia usaha mereka, dikarenakan Mahkamah agung menolak atas gugatan banding kuasa hukum Ronal.

Namun yang menjadi pertanyaan disini, kapan si-Ronal akan dieksekusi mati oleh pihak yang berwajib, hal inilah yang dinantikan oleh keluarga maupun khalayak publik Moloku Kie Raha.

Video Pesan Layanan Masyarakat

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Operasi Zebra 2020, Polres Haltim Sita Puluhan Kantong...

Maba - Operasi Zebra tahun 2020, Polres Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) berhasil amankan puluhan kantong minuman keras jenis cap tikus. Operasi Zebra dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Iptu Ikwan...

Langgar Kode Etik, KPU Haltim PAW Satu Anggota...

Maba -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) menggelar Pergantian Antar Waktu (PAW) salah satu Anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Soa Sangaji Kecamatan Kota Maba melalui...

Peringati Hari Sumpah Pemuda, Mahasiswa se-Kota Ternate gelar...

Ternate - Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Ternate, gelar aksi didepan Kantor Wali Kota Ternate, dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10). Hasil pantawan media ini, ratusan...

Refleksi Hari Sumpah Pemuda, LMND Morotai Peragakan Tarian...

Daruba -- Tarian Cakalele mewarnai refleksi hari Sumpah Pemuda ke-92 tahun yang dilakukan oleh Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Morotai. Tarian tradisional masyarakat Tobelo-Galela yang mulai hilang itu, menjadi...

Refleksi Sumpah Pemuda, LMND Morotai Serukan 6 Tuntutan

Daruba -- Dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda yang ke-92 tahun, Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Morotai melaksanakan refleksi dalam bentuk orasi politik yang terpusat di Taman Kota...

Debat Publik Tahap Pertama, Paslon Walikota dan Wakil...

Ternate -- Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Ternate gelar Debat Publik tahap pertama pada Pemilihan Umum Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah serentak Tahun 2020, Selasa (27/10)...

Pemdes Tilope salurkan BLT terakhir kepada 100 KK

Halteng -- Pemerintah Desa (Pemdes) Tilope melalui Program Dana Desa, pada Selasa (27/10) pagi tadi menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahap II kepada Masyarakat terdampak Covid-19. Penyaluran BLT tersebut...

Kampanye HT-UMAR di Fogi, Hi. Akhir Umahuk: Jangan...

Sanana -- Salah satu tokoh Agama di Kab. Kepulauan Sula (Kepsul) yang juga Tokoh Nahdliyin Sula, Hi. Akhir Umahuk, pada Kampanye terbatas putaran ke II di Desa Fogi-Kec. Sanana...

Dalam Rangka Memperingati HUT Provinsi Malut ke-21, Dispora...

Sofifi -- Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Maluku Utara (DISPORA) Malut, gelar lomba lari putra/putri dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Maluku Utara yang ke-21 tahun, Selasa (27/10). M....
error: