TERPOPULER

Sekum HMI Cabang Ternate; Kuntu Daud harus...

Ternate -- HMI Cabang Ternate melalui sekretarisnya Rustam Umar, meminta Ketua DPRD Malut Kuntu Daut harus bertanggungjawab atas pernyataan...

Banjir Air mata menutup kampanye terbatas di...

Halsel -- Tahapan masa kampanye Zona 1 yang dilakukan pasangan calon nomor urut 1 Helmi Umar Muchsin dan La...

Tolak Pembatalan SK, Muhibu Mandar : DPRD...

Maba -- Sekertaris Ampera Haltim, Muhibu Mandar, menyoroti penolakan pembatalan SK Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) oleh beberapa...

Ketua DPRD Malut bersikap menerima Pengesahan UU...

Sofifi -- Ketua DPRD Provinsi Maluku Utara Kuntu Daut, seakan tidak menghiraukan tuntutan mahasiswa dan masyarakat Provinsi Maluku Utara,...

Blusukan di Desa Waci, Paslon Abdu-Azis Optimis...

Maba Selatan - Blusukan di Desa Waci Kecamatan Maba Selatan, Pasangan Calon (Paslon) Abdu-Azis Nomor Urut 3 yang didampingi...

Ampera Haltim Desak PLN Operasikan Listrik 24...

i-malut.com, Haltim - Mulai beroperasinya listrik 24 jam sehari di tiga Kecamatan, yakni Kecamatan Maba, Maba Tengah dan Wasile sejak diresmikan Selasa, 19...

Sekum HMI Cabang Ternate; Kuntu Daud harus...

Ternate -- HMI Cabang Ternate melalui sekretarisnya Rustam Umar, meminta Ketua DPRD Malut Kuntu Daut harus bertanggungjawab atas pernyataan...

Banjir Air mata menutup kampanye terbatas di...

Halsel -- Tahapan masa kampanye Zona 1 yang dilakukan pasangan calon nomor urut 1 Helmi Umar Muchsin dan La...

Tolak Pembatalan SK, Muhibu Mandar : DPRD...

Maba -- Sekertaris Ampera Haltim, Muhibu Mandar, menyoroti penolakan pembatalan SK Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) oleh beberapa...

Ketua DPRD Malut bersikap menerima Pengesahan UU...

Sofifi -- Ketua DPRD Provinsi Maluku Utara Kuntu Daut, seakan tidak menghiraukan tuntutan mahasiswa dan masyarakat Provinsi Maluku Utara,...

Blusukan di Desa Waci, Paslon Abdu-Azis Optimis...

Maba Selatan - Blusukan di Desa Waci Kecamatan Maba Selatan, Pasangan Calon (Paslon) Abdu-Azis Nomor Urut 3 yang didampingi...

ARTIKEL TERKAIT

Semakin Berprestasi, Ada Operasi Serangan di Medsos Terhadap Hendrata

|

Sanana — Seiring rentetan penghargaan dan prestasi yang diraih Pemda Kepulauan Sula, serangan terbuka berupa cacian dan kadang makian bahkan fitnah terutama di media sosial kepada Bupati Kepulauan Sula, Hendrata Thes semakin masiv.

Seperti sebuah “operasi” cacian, makian dan fitnah terhadap Hendrata bercorak dan berita sama yaitu mendegradasi berbagai capaian yang diraih dari berbagai program pembangunan yang mulai dirasakan warga Kepulauan Sula (Kepsul).

Fenomena serangan terhadap Hendrata ini juga menjadi perhatian Tim Pemantau di lapangan dan sekaligus sebagai tim kampanye, Salman S.Naipon kepada i-malut.com, Selasa (22/09).

Menurut, Tim Pematau sekaligus tim kampanye, Salman, intensitas serangan terhadap Hendrata biasanya meningkat di saat-saat Bupati Kepulauan Sula ini membuat terobosan baru atau saat Pemda mendapat prestasi atau capaian.

”Amatan saya, semakin sering Pemda Kepulauan Sula membuat terobosan atau mendapat apresiasi, serangan akan semakin intensif”, tukas Salman.

Sebenarnya, lanjut Salman, jika issue yang diterima baik kritikan atau ajang cacian kepada Hendrata Thes substanstif, tidak masalah. Namun, sering sekali yang menjadi “peluru” hal -hal tidak penting.

”Sudah tidak penting dilebarkan kemana-mana yang mengarah kepada serangan personal dan pembunuhan karakter serta dikait-kaitkan dengan issue SARA”, ujar Salman.

Salman Menyontohkan soal penganugerahan Kepala Daerah dan BUMD terbaik 2019 di Hotel Shangrila Jakarta pada hari Jumat tanggal 26 Juli 2019 lalu serta menerima piagam penghargaan atas prestasi pemerintah daerah dalam pengelolaan keuangan dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK- RI) Perwakilan Provinsi Maluku Utara (Malut).

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula di bawah kepimpinan Hendrata Thes berhasil meraih penghargaan terbaik kedua Kabupaten dengan katagori indeks sosial bersama dengan Kota Solo, Provinsi Sumatera Utara. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Hendrata.

Pemberian penghargaan ini berdasarkan kajian berupa pengukuran terhadap daerah yang terdiri dari 34 provinsi dan 514 Kabupaten/Kota di Indonesia, kata Salman.

Salman menyayangkan, kalau terminologi Tiongkok saja mereka tidak paham bagaimana mau menjadi pengkritik yang cerdas.

”Jika paradigma berpikir mereka terus seperti ini, bisa gawat negeri ini”, paparnya

Di negara demokrasi, lanjut Salman, konsekuensi menjadi seorang pemimpin adalah harus siap dikritik, dihujat, dicaci, bahkan difitnah. Rentetan prestasi tidak akan menjamin seorang pemimpin mendapat pujian apalagi pengakuan, malah mungkin semakin berprestasi, serangan akan semakin menjadi.

”Ini karena, di era kemajuan teknologi informasi saat ini sangat mudah membalikkan fakta”, lanjut Salman.

”Ada pemimpin yang biasa-biasa saja, tetapi karena dukungan publikasi ditampilkan seperti dewa tanpa cela”, lagi kata Salman.

Demikian juga sebaliknya, ada pemimpin berprestasi dan hasil kerjanya dirasakan rakyat, tetapi dibonsai menjadi tidak bisa apa -apa karena prestasinya ditutupi oleh isu-isu tidak substansi yang dihembuskan dengan masif dan rapi”, tutup Salman.

Video Pesan Layanan Masyarakat

KOMENTAR

BERITA LAINNYA

Banjir Air mata menutup kampanye terbatas di Desa Madopolo Obi

Halsel -- Tahapan masa kampanye Zona 1 yang dilakukan pasangan calon nomor urut 1 Helmi...

Senin pekan depan, DPRD Haltim Sah-kan APBD Perubahan

Maba -- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Halmahera Timur (Haltim) berencana pada hari Senin 19...

Peduli Rakyat, MS akan Berikan Gajinya untuk Rumah Ibadah ketika terpilih sebagai Bupati Pultab

Taliabu -- Pasangan Nomor Urut Satu H. Muhaimin Syarif dan Syarifuddin Mohalisi hari ini melakukan...

Semakin Berprestasi, Ada Operasi Serangan di Medsos Terhadap Hendrata

|

Sanana — Seiring rentetan penghargaan dan prestasi yang diraih Pemda Kepulauan Sula, serangan terbuka berupa cacian dan kadang makian bahkan fitnah terutama di media sosial kepada Bupati Kepulauan Sula, Hendrata Thes semakin masiv.

Seperti sebuah “operasi” cacian, makian dan fitnah terhadap Hendrata bercorak dan berita sama yaitu mendegradasi berbagai capaian yang diraih dari berbagai program pembangunan yang mulai dirasakan warga Kepulauan Sula (Kepsul).

Fenomena serangan terhadap Hendrata ini juga menjadi perhatian Tim Pemantau di lapangan dan sekaligus sebagai tim kampanye, Salman S.Naipon kepada i-malut.com, Selasa (22/09).

Menurut, Tim Pematau sekaligus tim kampanye, Salman, intensitas serangan terhadap Hendrata biasanya meningkat di saat-saat Bupati Kepulauan Sula ini membuat terobosan baru atau saat Pemda mendapat prestasi atau capaian.

”Amatan saya, semakin sering Pemda Kepulauan Sula membuat terobosan atau mendapat apresiasi, serangan akan semakin intensif”, tukas Salman.

Sebenarnya, lanjut Salman, jika issue yang diterima baik kritikan atau ajang cacian kepada Hendrata Thes substanstif, tidak masalah. Namun, sering sekali yang menjadi “peluru” hal -hal tidak penting.

”Sudah tidak penting dilebarkan kemana-mana yang mengarah kepada serangan personal dan pembunuhan karakter serta dikait-kaitkan dengan issue SARA”, ujar Salman.

Salman Menyontohkan soal penganugerahan Kepala Daerah dan BUMD terbaik 2019 di Hotel Shangrila Jakarta pada hari Jumat tanggal 26 Juli 2019 lalu serta menerima piagam penghargaan atas prestasi pemerintah daerah dalam pengelolaan keuangan dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK- RI) Perwakilan Provinsi Maluku Utara (Malut).

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula di bawah kepimpinan Hendrata Thes berhasil meraih penghargaan terbaik kedua Kabupaten dengan katagori indeks sosial bersama dengan Kota Solo, Provinsi Sumatera Utara. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Hendrata.

Pemberian penghargaan ini berdasarkan kajian berupa pengukuran terhadap daerah yang terdiri dari 34 provinsi dan 514 Kabupaten/Kota di Indonesia, kata Salman.

Salman menyayangkan, kalau terminologi Tiongkok saja mereka tidak paham bagaimana mau menjadi pengkritik yang cerdas.

”Jika paradigma berpikir mereka terus seperti ini, bisa gawat negeri ini”, paparnya

Di negara demokrasi, lanjut Salman, konsekuensi menjadi seorang pemimpin adalah harus siap dikritik, dihujat, dicaci, bahkan difitnah. Rentetan prestasi tidak akan menjamin seorang pemimpin mendapat pujian apalagi pengakuan, malah mungkin semakin berprestasi, serangan akan semakin menjadi.

”Ini karena, di era kemajuan teknologi informasi saat ini sangat mudah membalikkan fakta”, lanjut Salman.

”Ada pemimpin yang biasa-biasa saja, tetapi karena dukungan publikasi ditampilkan seperti dewa tanpa cela”, lagi kata Salman.

Demikian juga sebaliknya, ada pemimpin berprestasi dan hasil kerjanya dirasakan rakyat, tetapi dibonsai menjadi tidak bisa apa -apa karena prestasinya ditutupi oleh isu-isu tidak substansi yang dihembuskan dengan masif dan rapi”, tutup Salman.

Video Pesan Layanan Masyarakat

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Diduga Intimidasi Wartawan, Kabidhumas: Hal tersebut merupakan kesalapahaman

Ternate -- Menindaklanjuti kesalahpahaman dilapangan saat proses pengamanan unjuk rasa penolakan Omnibus Law di Kantor Walikota Ternate antara wartawan dengan anggota Kepolisian, Selasa (20/10) sore tadi, Kabidhumas Polda Maluku...

Front Maluku Utara Bergerak Gelar Aksi Jilid III,...

Ternate -- Front Maluku Utara Bergerak (Mabar) yang didalmnya tergabung berbagai elemen gerakan, kembali berunjuk rasa menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja yang telah di sahkan DPR RI beberapa...

Pengesahan APBD-P tertunda, ini penjelasan Sekretaris Komisi II...

Maba -- Paripurna pengesahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Halmahera Timur (Haltim) yang semula dijadwalkan pada Senin 19 Oktober 2020 kemarin sebagaimana...

Sepi pengunjung, Pemkot Ternate diminta perhatikan Pasar Syariah...

Ternate -- Pasar Syariah Bahari Berkesan yang berlokasi di Kel. Sasa Kec. Ternate Selatan terlihat sepi, sehingga gedung yang dibangun dengan APBD ini seakan tidak berfungsi. Kepala UPTD Pasar Ternate...

Talud Penahan Ombak Patah, 4 Rumah Warga Desa...

Daruba -- Gelombang tinggi yang menghantam talud penahan gelombang di desa Totodoku, Pulau Morotai patah. Akibatnya, sejumlah rumah warga yang berada di tepian pantai ambruk. Ibrahim Lataweo, warga RT 04...

Karena Beda Pilihan, Bapak Aliong Mus “diduga” usir...

Taliabu -- Warga desa Air Kalimat, Kecamatan Taliabu Utara, kabupaten Pulau Taliabu tiba-tiba heboh atas ulah H. Taher Mus, ayah dari Aliong Mus (cabup petahana) yang mengusir warga keluar...

H. Abubakar Amari : YAMIN-ADA cukup berpengalaman dan...

Ternate -- Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ternate Periode 2020-2025, M. Yamin Tawary dan Abdullah Taher bersama Juru Kampanye (Jurkam), Senin malam 19 Oktober 2020, bertatap muka...

PDIP Pultab bakal kawal Program 100 Hari Kerja...

Taliabu -- Berkampanye di Desa Jorjoga, Kecamatan Taliabu Utara, Kabupaten Pulau Taliabu, Muhammad Jainal Ajhar Ketua tim pemenagan pasangan calon H. Muhaimin Syarif-Syafruddin Mohalisi mengatakan, PDIP secara kepartaian akan...

BPKAD Haltim akan berikan anggaran DID ke Tiga...

Maba -- Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) akan mengelola Dana Investasi Daerah (DID) yang disalurkan oleh Pemerintah Pusat dan rencananya akan dibagi ke...
error: