TERPOPULER

Soal Qit Hotel adalah Politik character assassination

Sanana -- Polemik persoalan Pengusaha Hotel (baca Qit Hotel-red) dengan diduga salah satu Paslon Bupati dan Wakil Bupati Pilkada...

Paslon Ubaid-Anjas kuasai Forum Debat Kandidat Tahap...

Maba -- Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Drs. Hi Ubaid Yakub, MPA bersama Anjas Taher, SE.M.Si tampak...

Kritik Pedas untuk Kinerja Bawaslu Kepulauan Sula

Sanana -- Kritikan Pedas dialamatkan ke Bawaslu Kab. Kepulauan Sula (Kepsul). Kritik ini disampaikan oleh Tim Hukum dan Advokasi...

Acara tatap muka Elang-Rahim dengan Warga Loleo...

Weda -- Bupati Edi Langkara dan Wakil Bupati Rahim Ode Yani, Jum'at (20/11) sore tadi menggelar kunjungan kerja dan...

Elang-Rahim penuhi janji hadirkan Jaringan Telkomsel di...

Weda -- Elang-Rahim dalam acara tatap muka didesa Loleo dan Aer Salobar kecamatan Weda Selatan kabupaten Halmahera Tengah (Halteng)...

Ampera Haltim Desak PLN Operasikan Listrik 24...

i-malut.com, Haltim - Mulai beroperasinya listrik 24 jam sehari di tiga Kecamatan, yakni Kecamatan Maba, Maba Tengah dan Wasile sejak diresmikan Selasa, 19...

Soal Qit Hotel adalah Politik character assassination

Sanana -- Polemik persoalan Pengusaha Hotel (baca Qit Hotel-red) dengan diduga salah satu Paslon Bupati dan Wakil Bupati Pilkada...

Paslon Ubaid-Anjas kuasai Forum Debat Kandidat Tahap...

Maba -- Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Drs. Hi Ubaid Yakub, MPA bersama Anjas Taher, SE.M.Si tampak...

Kritik Pedas untuk Kinerja Bawaslu Kepulauan Sula

Sanana -- Kritikan Pedas dialamatkan ke Bawaslu Kab. Kepulauan Sula (Kepsul). Kritik ini disampaikan oleh Tim Hukum dan Advokasi...

Acara tatap muka Elang-Rahim dengan Warga Loleo...

Weda -- Bupati Edi Langkara dan Wakil Bupati Rahim Ode Yani, Jum'at (20/11) sore tadi menggelar kunjungan kerja dan...

Elang-Rahim penuhi janji hadirkan Jaringan Telkomsel di...

Weda -- Elang-Rahim dalam acara tatap muka didesa Loleo dan Aer Salobar kecamatan Weda Selatan kabupaten Halmahera Tengah (Halteng)...

ARTIKEL TERKAIT

Didemo, Pemprov dan DPRD Malut serta Pemkot Ternate nyatakan sikap “MENOLAK” UU Omnibus Law

|

Ternate — Organisasi cipayung plus kembali turun kejalan gelar aksi menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja dengan mendesak DPRD dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara serta Pemerintah Kota Ternate untuk menyatakan sikap bersama massa aksi menolak UU Omnibus Law, Selasa (13/10).

Pantawan media ini, sekitar 09.30 WIT massa aksi mulai terlihat berdatangan didepan kantor Wali Kota Ternate, selanjutnya massa aksi terbagi dua kelompok, satu kelompok langsung menuju ke-kediaman Gubernur Malut, sementara satu kelompoknya lagi bertahan didepan Kantor Walikota Ternate.

Massa aksi yang berorasinya didepan kediaman Gubernur tergabung didalamnya beberapa OKP Cipayung plus, yakni Badan Eksetuf Mahasiswi (BEM) Universitas Khaerun Ternate, BEM Politeknik Kesehatan (POLTEKES) Ternate, BEM Akademi Komputer (AIKOM) Ternate, HmI Cabang Ternate, dan Pelajar Islam Indonesia (PPI) Kota Ternate. Sedangkan yang bertahan didepan Kantor Walikota Ternate, yakni Badan Eksetuf Mahasiswi (BEM) FKIP Universitas Khaerun Ternate, PMII, IMM, LMND, dan Gamhas.

Terpantau didepan kidiaman Gubernur Maluku Utara, massa aksi dibawah komando presiden BEM masing-masing Kampus, juga ketua-ketua OKP telah menyampaikan bobotan orasi mereka dengan satu ritme, yakni menolak UU Omnibus Law.

Aksi didepan kediaman Gubernur ini pun berlangsung hingga sore hari. Suasana aksi sempat memanas antara massa aksi dan pihak keamanan yang mengawal jalannya aksi tersebut, namun suasana ini kembali kondusif saat moderator mencoba menenangkan massa aksi.

Setelah melalui orasi dan koordinasi yang alot dan memakan waktu yang cukup panjang, akahirnya ketua DPRD Malut, Sekretaris daerah Malut, dan Wakil Kota Ternate, bersedia menemui massa aksi didepan kediaman Gubernur Malut.

Kehadiran tiga pemimpin tertinggi Provinsi Maluku Utara dan Kota Ternate ini pun disambut gembira massa aksi. Kemudian dilanjutkan dengan diskusi dengar pendapat antara para petinggi daerah dan massa aksi yang akhirnya melahirkan satu kesepakatan bersama.

Isi dari kesepakatan bersama tersebut, yakni Ketua DPRD Malut Kuntu Daut, Sekda Malut Samsudin A. Kadir mewakili Gubernur Malut, dan Burhan Abdulrahman Wali Kota Ternate, bersepakat bersama massa aksi menolak UU Omnibus Law.

Kesepakatan ini disampaikan langsung oleh Walikota Ternate Burhan Abdulrahman dihadapan ribuan massa aksi. Sontak teriakan kebahagian pun meluap ditengah ribuan massa aksi yang sejak pagi berada didepan kediaman Gubernur tersebut.

Massa aksi mengakhiri gerakan mereka dengan sujud syukur, sebagai tanda terimakasih mereka kepada sang khalik, atas suksesnya perjuangan mereka hari ini.

Ribuan massa aksi didepan kediaman Gubernur Malut, melakukan sujud syukur, setelah mendengarkan pernyataan sikap dari pemerintah dan DPRD Malut, bersama WaliKota Ternate.

Lain halnya dengan massa aksi yang berada didepan kantor Walikota Ternate, mereka tidak menemui siapapun dan akhirnya mereka pun dibubarkan secara paksa oleh aparat kepolisian.

Video Pesan Layanan Masyarakat

KOMENTAR

BERITA LAINNYA

Kapolres tinjau gudang logistik KPU Haltim

Maba -- Kepala Kepolisian Resor AKBP Eddy Sugiharto, SE.,MH didampingi Kasi Propam Ipda Jarwadi melakukan...

Dinsos Pultab fokus siapkan Database penerima BST Tahun 2021

Taliabu -- Dinas sosial Kabupaten Pulau Taliabu (Dinsos) di tahun 2021 ini fokus pendataan database...

Anton Piga: Ubaid-Anjas Layak Pimpin Haltim

Maba -- Mantan Ketua Sinode GMHI Provinsi Maluku Utara (Malut) Anton Piga sebut Pasangan Calon...
- Iklan KPU Haltim -

Didemo, Pemprov dan DPRD Malut serta Pemkot Ternate nyatakan sikap “MENOLAK” UU Omnibus Law

|

Ternate — Organisasi cipayung plus kembali turun kejalan gelar aksi menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja dengan mendesak DPRD dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara serta Pemerintah Kota Ternate untuk menyatakan sikap bersama massa aksi menolak UU Omnibus Law, Selasa (13/10).

Pantawan media ini, sekitar 09.30 WIT massa aksi mulai terlihat berdatangan didepan kantor Wali Kota Ternate, selanjutnya massa aksi terbagi dua kelompok, satu kelompok langsung menuju ke-kediaman Gubernur Malut, sementara satu kelompoknya lagi bertahan didepan Kantor Walikota Ternate.

Massa aksi yang berorasinya didepan kediaman Gubernur tergabung didalamnya beberapa OKP Cipayung plus, yakni Badan Eksetuf Mahasiswi (BEM) Universitas Khaerun Ternate, BEM Politeknik Kesehatan (POLTEKES) Ternate, BEM Akademi Komputer (AIKOM) Ternate, HmI Cabang Ternate, dan Pelajar Islam Indonesia (PPI) Kota Ternate. Sedangkan yang bertahan didepan Kantor Walikota Ternate, yakni Badan Eksetuf Mahasiswi (BEM) FKIP Universitas Khaerun Ternate, PMII, IMM, LMND, dan Gamhas.

Terpantau didepan kidiaman Gubernur Maluku Utara, massa aksi dibawah komando presiden BEM masing-masing Kampus, juga ketua-ketua OKP telah menyampaikan bobotan orasi mereka dengan satu ritme, yakni menolak UU Omnibus Law.

Aksi didepan kediaman Gubernur ini pun berlangsung hingga sore hari. Suasana aksi sempat memanas antara massa aksi dan pihak keamanan yang mengawal jalannya aksi tersebut, namun suasana ini kembali kondusif saat moderator mencoba menenangkan massa aksi.

Setelah melalui orasi dan koordinasi yang alot dan memakan waktu yang cukup panjang, akahirnya ketua DPRD Malut, Sekretaris daerah Malut, dan Wakil Kota Ternate, bersedia menemui massa aksi didepan kediaman Gubernur Malut.

Kehadiran tiga pemimpin tertinggi Provinsi Maluku Utara dan Kota Ternate ini pun disambut gembira massa aksi. Kemudian dilanjutkan dengan diskusi dengar pendapat antara para petinggi daerah dan massa aksi yang akhirnya melahirkan satu kesepakatan bersama.

Isi dari kesepakatan bersama tersebut, yakni Ketua DPRD Malut Kuntu Daut, Sekda Malut Samsudin A. Kadir mewakili Gubernur Malut, dan Burhan Abdulrahman Wali Kota Ternate, bersepakat bersama massa aksi menolak UU Omnibus Law.

Kesepakatan ini disampaikan langsung oleh Walikota Ternate Burhan Abdulrahman dihadapan ribuan massa aksi. Sontak teriakan kebahagian pun meluap ditengah ribuan massa aksi yang sejak pagi berada didepan kediaman Gubernur tersebut.

Massa aksi mengakhiri gerakan mereka dengan sujud syukur, sebagai tanda terimakasih mereka kepada sang khalik, atas suksesnya perjuangan mereka hari ini.

Ribuan massa aksi didepan kediaman Gubernur Malut, melakukan sujud syukur, setelah mendengarkan pernyataan sikap dari pemerintah dan DPRD Malut, bersama WaliKota Ternate.

Lain halnya dengan massa aksi yang berada didepan kantor Walikota Ternate, mereka tidak menemui siapapun dan akhirnya mereka pun dibubarkan secara paksa oleh aparat kepolisian.

Video Pesan Layanan Masyarakat

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

- Iklan KPU Haltim -

ARTIKEL TERKAIT

Pemerintah serius mendorong Industri Hilirisasi Nikel, khususnya Baterai...

Ternate -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan bahwa pemerintah terus mendorong industri baterai lithium sebagai bagian dari keseriusan terhadap program hilirisasi mineral. Hal ini...

Gelar aksi jilid dua, MAKLUMAT desak Menko Maritim...

Ternate -- Puluhan massa aksi yang tergabung dalam aliansi Mahasiswa Maluku Utara Muda (MAKLUMAT), hari ini kembali gelar aksi jilid II di depan kantor Kementrian Koordinator Kemaritiman dan Investasi...

Bawaslu minta Penyelengara ditingkat Kecamatan dan Desa maksimalkan...

Taliabu -- Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pulau Taliabu minta Penyelenggara di tingkat kecamatan dan desa agar memaksimalkan pengawasan sehingga dapat menghindari dugaan pelangaran Pemilu di Pultab. Ketua Bawaslu...

Tahun ini Bakti Kominfo bangun enam Tower Mini...

Maba -- Badan Aksebilitas Teknologi dan Informasi (BAKTI) Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tahun ini bakal membangunan enam tower mini di Kabupaten Halmahera Timur (Haltim). Hal ini disampaikan Kabid Informatika...

Lakalantas Tunggal di Subaim, Pengendara Tewas di Tempat

Maba -- Alami Lakalantas tunggal, seorang pengendara tewas di Subaim tepatnya di jalan umum Desa Cemara Jaya Kecamatan Wasile Halmahera Timur (Haltim). Melalui Kasubag Humas Polres Haltim Iptu Jufri Adam,...

Paslon Ubaid-Anjas kuasai Forum Debat Kandidat Tahap II

Maba -- Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Drs. Hi Ubaid Yakub, MPA bersama Anjas Taher, SE.M.Si tampak menguasai Forum Debat Kandidat Tahap II, meski forum sempat memanas...

LPM minta Pemkot Ternate serius perhatikan masalah genangan...

Ternate -- Genangan air pada badan jalan raya saat terjadi hujan deras sangat meresahkan warga, terutama para pengendara roda dua. Genangan air itu pula berdampak pada warga sekitar, sebab...

Personil pengamanan Pilkada dari Polda dan Polres Sanana...

Taliabu -- Polisi Sektor (Polsek) Taliabu barat Kabupaten Pulau Taliabu dalam waktu dekat akan menerima Anggota dari Polda Maluku Utara dan polres kepulauan Sula yang bertujuan melakukan pengamanan pemilihan...

Mudahkan akses Jalan Desa, Babinsa Koramil 1508-01/Tobelo bersama...

Tobelo -- Begitu dekatnya hubungan Babinsa dan masyarakat diwilayah teroterialnya. Seperti halnya Babinsa Koramil 1508-01/Tobelo bersama warga melaksanakan karya bakti pembuatan jalan setapak menuju Perkuburan Desa Kupa Kupa Kecamatan...
error: