TERPOPULER

Omset Dua Sekawan Supermarket anjlok, ini penjelasan...

Ternate -- Dua Sekawan Supermarket, adalah sebuah supermarket yang menyediakan berbagai produk dan kebutuhan masyarakat, antara lain produk fashion,...

Soal Qit Hotel adalah Politik character assassination

Sanana -- Polemik persoalan Pengusaha Hotel (baca Qit Hotel-red) dengan diduga salah satu Paslon Bupati dan Wakil Bupati Pilkada...

Ampera Haltim Desak PLN Operasikan Listrik 24...

i-malut.com, Haltim - Mulai beroperasinya listrik 24 jam sehari di tiga Kecamatan, yakni Kecamatan Maba, Maba Tengah dan Wasile sejak diresmikan Selasa, 19...

Acara tatap muka Elang-Rahim dengan Warga Loleo...

Weda -- Bupati Edi Langkara dan Wakil Bupati Rahim Ode Yani, Jum'at (20/11) sore tadi menggelar kunjungan kerja dan...

Oknum Ketua Partai di Waitina dinilai Gagal...

Sanana -- Munculnya wacana disalah satu media online bahwa Paslon HT-UMAR berkampanye menggunakan Fasilitas Negara (Desa) seketika dibantah oleh...

Mursid Amalan nilai, Program Ekonomi Produktif salah...

Maba -- Salah satu anggota DPRD Halmahera Timur (Haltim) menilai Program ekonomi produktif yang gencar ditawarkan salah satu pasangan...

Omset Dua Sekawan Supermarket anjlok, ini penjelasan...

Ternate -- Dua Sekawan Supermarket, adalah sebuah supermarket yang menyediakan berbagai produk dan kebutuhan masyarakat, antara lain produk fashion,...

Soal Qit Hotel adalah Politik character assassination

Sanana -- Polemik persoalan Pengusaha Hotel (baca Qit Hotel-red) dengan diduga salah satu Paslon Bupati dan Wakil Bupati Pilkada...

Ampera Haltim Desak PLN Operasikan Listrik 24...

i-malut.com, Haltim - Mulai beroperasinya listrik 24 jam sehari di tiga Kecamatan, yakni Kecamatan Maba, Maba Tengah dan Wasile sejak diresmikan Selasa, 19...

Acara tatap muka Elang-Rahim dengan Warga Loleo...

Weda -- Bupati Edi Langkara dan Wakil Bupati Rahim Ode Yani, Jum'at (20/11) sore tadi menggelar kunjungan kerja dan...

Oknum Ketua Partai di Waitina dinilai Gagal...

Sanana -- Munculnya wacana disalah satu media online bahwa Paslon HT-UMAR berkampanye menggunakan Fasilitas Negara (Desa) seketika dibantah oleh...

ARTIKEL TERKAIT

Haji Tua Kembali Usir Warga Tunami 

|

Bobong — Klaim kepemilikan lahan tanpa dasar yang dilakukan H. M. Taher Mus di Desa Tunami, Kecamatan Taliabu Utara, Kabupaten Pulau Taliabu, atas lahan rumah yang saat ini ditempati keluarga korban bencana tahun 1998, hingga dibebaskan pada tahun 2002 lalu oleh pemerintah Kecamatan Taliabu Barat.

Rabu (21/10), H. M. Taher Mus kembali bereaksi mengancam masyarakat setempat yang mendukung pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Pulau Taliabu, H. Muhaimin Syarif-Syafruddin Mohalisi untuk segera keluar dari rumahnya masing-masing karena lahan yang dibangun dengan rumah pendukung MS-SM adalah tanah milik H. Taher Mus.

“Kamorang mau lawan saya silahkan, saya tidak ganggu orang, saya cuma mau kase tahu di orang-orang yang tinggal di tanah saya sudah 10 tahun lebih ini, saya tidak mau terima uang lagi, karena apa? Mata merah, mata ijo ka mata apa itu baru dorang teriakkan saya” teriak H. M. Taher Mus sembari berjalan dengan parang panjang yang terikat dipinggangnya.

Taher bilang, demokrasi merupakan hak semua orang, namun lahan yang dibangun dengan rumah merupakan miliknya secara pribadi.

“Demokrasi itu semua punya hak, tapi tanah saya punya tanah, ngolok-ngolok memang, dorang teriak woeeee. E saya bilang, sudah sepuluh tahun lebih dorang tinggal disini. Saya tidak mau terima uang lagi, kamorang jangan tinggal disini lagi. Dengar, dorang mengungsi ini saya yang kase tanah, saya kase suruh tinggal disini dengan harga kintal Rp. 3.000.000 satu kintal, yang pemerintah bayar di saya 20 kintal, camat yang bayar di saya waktu gempa dulu,” ujarnya.

Kata dia, silahkan sampaikan ke H. Muhaimin Syarif agar memberikan lahan untuk dibangun dengan rumah yang akan ditempati pendukungnya.

“Bilang ade ucu kase dia pung tanah la dorang tinggal deng akan, aeee kase kamorang pung tanah. Siapa yang takut kamorang kah? Saya tidak takut siapa-siapa, saya bicara ini karena saya punya tanah, saya tidak bicara orang pe barang, selama ini saya ganggu-ganggu orang pe barang kah” tutupnya, sembari mengatakan yang pilih ade ucu pigi di ade ucu pung tanah.

Berdasarkan data yang dihimpun media ini menyebutkan, lahan yang ditempati warga setempat mulai dari tahum 1998 yang merupakan korban gempa. Setelah bertahun-tahun tinggal di tenda pengungsi yang dibangun, akhirnya datangnya pemerintah Kecamatan Taliabu Barat di tahun 2002 silam dan memberikan hibah lahan untuk para korban membangun rumah parmenen sebanyak 73 kapling, dengan ukuran perkapling 20×25 per kapling.

Jika dilihat dari keterangan warga, sangat jauh berbeda dengan setiap pernyataan yang disampaikan H. M. Taher Mus karena warga yang menempati tempat yang dinamakan Sunami yang saat ini menjadi desa Tunami sudah 22 tahun, sementara H. M. Taher Mus me jelaskan bahwa, warga setempat baru tinggal di desa Tunami kurang lebih 10 tahun.

Video Pesan Layanan Masyarakat

KOMENTAR

BERITA LAINNYA

Elang-Rahim penuhi janji hadirkan Jaringan Telkomsel di Desa Loleo dan Aer Salobar

Weda -- Elang-Rahim dalam acara tatap muka didesa Loleo dan Aer Salobar kecamatan Weda Selatan...

Amrin: Paslon Penantang hanya akan raih 30% suara di Desa Limbo dan Lohobuba

Taliabu -- Tim pemenangan Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati kabupaten Pulau Taliabu nomor...

Menkopolhukam Kunjungi Malut; HMI Ternate desak usut tuntas pelanggaran HAM

Ternate -- Kedatangan Mentri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Republik Indonesia Prof. Dr....
- Iklan KPU Haltim -

Haji Tua Kembali Usir Warga Tunami 

|

Bobong — Klaim kepemilikan lahan tanpa dasar yang dilakukan H. M. Taher Mus di Desa Tunami, Kecamatan Taliabu Utara, Kabupaten Pulau Taliabu, atas lahan rumah yang saat ini ditempati keluarga korban bencana tahun 1998, hingga dibebaskan pada tahun 2002 lalu oleh pemerintah Kecamatan Taliabu Barat.

Rabu (21/10), H. M. Taher Mus kembali bereaksi mengancam masyarakat setempat yang mendukung pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Pulau Taliabu, H. Muhaimin Syarif-Syafruddin Mohalisi untuk segera keluar dari rumahnya masing-masing karena lahan yang dibangun dengan rumah pendukung MS-SM adalah tanah milik H. Taher Mus.

“Kamorang mau lawan saya silahkan, saya tidak ganggu orang, saya cuma mau kase tahu di orang-orang yang tinggal di tanah saya sudah 10 tahun lebih ini, saya tidak mau terima uang lagi, karena apa? Mata merah, mata ijo ka mata apa itu baru dorang teriakkan saya” teriak H. M. Taher Mus sembari berjalan dengan parang panjang yang terikat dipinggangnya.

Taher bilang, demokrasi merupakan hak semua orang, namun lahan yang dibangun dengan rumah merupakan miliknya secara pribadi.

“Demokrasi itu semua punya hak, tapi tanah saya punya tanah, ngolok-ngolok memang, dorang teriak woeeee. E saya bilang, sudah sepuluh tahun lebih dorang tinggal disini. Saya tidak mau terima uang lagi, kamorang jangan tinggal disini lagi. Dengar, dorang mengungsi ini saya yang kase tanah, saya kase suruh tinggal disini dengan harga kintal Rp. 3.000.000 satu kintal, yang pemerintah bayar di saya 20 kintal, camat yang bayar di saya waktu gempa dulu,” ujarnya.

Kata dia, silahkan sampaikan ke H. Muhaimin Syarif agar memberikan lahan untuk dibangun dengan rumah yang akan ditempati pendukungnya.

“Bilang ade ucu kase dia pung tanah la dorang tinggal deng akan, aeee kase kamorang pung tanah. Siapa yang takut kamorang kah? Saya tidak takut siapa-siapa, saya bicara ini karena saya punya tanah, saya tidak bicara orang pe barang, selama ini saya ganggu-ganggu orang pe barang kah” tutupnya, sembari mengatakan yang pilih ade ucu pigi di ade ucu pung tanah.

Berdasarkan data yang dihimpun media ini menyebutkan, lahan yang ditempati warga setempat mulai dari tahum 1998 yang merupakan korban gempa. Setelah bertahun-tahun tinggal di tenda pengungsi yang dibangun, akhirnya datangnya pemerintah Kecamatan Taliabu Barat di tahun 2002 silam dan memberikan hibah lahan untuk para korban membangun rumah parmenen sebanyak 73 kapling, dengan ukuran perkapling 20×25 per kapling.

Jika dilihat dari keterangan warga, sangat jauh berbeda dengan setiap pernyataan yang disampaikan H. M. Taher Mus karena warga yang menempati tempat yang dinamakan Sunami yang saat ini menjadi desa Tunami sudah 22 tahun, sementara H. M. Taher Mus me jelaskan bahwa, warga setempat baru tinggal di desa Tunami kurang lebih 10 tahun.

Video Pesan Layanan Masyarakat

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

- Iklan KPU Haltim -

ARTIKEL TERKAIT

Elang-Rahim penuhi janji hadirkan Jaringan Telkomsel di Desa...

Weda -- Elang-Rahim dalam acara tatap muka didesa Loleo dan Aer Salobar kecamatan Weda Selatan kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) pada, Jum'at (20/11) kemarin berjanji akan memberikan pelayanan akses jaringan...

Soal Sampah, Pemda Taliabu terkendala akses menuju TPA

Taliabu -- Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab) melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) saat ini, mengalami kendala dengan alat berat untuk memperbaiki jalan menuju lokasi pembuangan sampah. Sementara, tampak...

Soal kader alih dukungan, Ketua Perindo angkat bicara

Taliabu - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Perindo Kabupaten Pulau Taliabu angkat bicara soal Kadernya yang beralih mendukung Paslon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pulau Taliabu Aliong Mus...

Gakumdu Serahkan Berkas Kades Tawa ke Kejari Halsel

Labuha -- Gakumdu Bawaslu Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), menyerahkan berkas kasus pelanggaran tindak pidana Pemilihan kepada Kejaksaan Negeri, Selasa (24/11) Pukul 14.30. WIT. Koordinator Gakumdu Bawaslu Halsel, Asman Jamel ketika...

Bangun Sinergitas, TNI-Polri dan Dinas Kesehatan Bagi-bagi Masker

Maba -- Dalam rangka membangun kerja sama antar instansi, Polres bersama Koramil dan Dinas Kesehatan Halmahera Timur (Haltim) gelar kegiatan bagi-bagi masker sejumlah 150 buah kepada masyarakat. Kegiatan tersebut bagian...

5 Mahasiswa UPBJJ-UT Ternate ikut Wisuda Virtual yang...

Ternate -- Universitas Terbuka (UT) hari ini menggelar wisuda secara virtual zoom. Wisuda kali ini diikuti oleh Unit Program Belajar Jarak Jauh Unviresitas Terbuka (UPBJJ-UT) diseluruh wilayah Indonesia termasuk...

Persatuan Mahasiswa Muamalah Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam...

Ternate -- Perogram Studi (Prodi) Muamalah merupakan salah satu program studi atau jurusan tertua dibawah naungan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam pada Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate. Prodi...

Pemdes Loleo Halteng Gelar Rapat Pembahasan Anggaran Tahun...

Halteng -- Pemerintah Desa (Pemdes) Loleo, Selasa (24/11) pagi tadi menggelar Rapat Pembahasan Anggaran Tahun 2021, bertempat dikantor desa Loleo kecamatan Weda Selatan kabupaten Halmahera Tengah (Halteng). Hadir dalam kegiatan...

Danpomdam XVI/Pattimura kunjungan kerja ke Denpom XVI/1 Ternate

Ternate -- Danpomdam XVI/Pattimura, Kolonel Cpm Johny Paul Johannes Palupessy beserta Ibu melaksanakan kunjungan kerja ke wilayah Denpom XVI/1 Ternate dengan tujuan melaksanakan Pengarahan kepada personel Denpom XVI/1 dan...
error: