TERPOPULER

Bupati Halsel Dianggap Remehkan Surat Edaran Mendagri

Labuha — Bupati Halmahera Selatan (Halsel), Bahrain Kasuba dianggap telah meremehkan edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Jenderal Polisi (Purn.)...

Senin Besok, Polda Malut bersama Tim Penanggulangan...

Ternate -- Tim gabungan penanggulangan pandemic Covid-19 Provinsi Maluku Utara akan melaksanakan penyemprotan masal di Kota Ternate, guna menangkal...

Ketum HPMWB Tegaskan PT. STS Jangan Main-main...

Maba -- Ketua Umum Himpunan Pelajar Mahasiswa Wilayah Buli (HPMWB) sebut perusahaan tambang PT. STS yang beroperasi di wilayah...

Terkait Aksi Protes dan Pemalangan Kantor BP2RD...

Ternate - Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Ternate, Ahmad Yani Abdurahman menanggapi aksi protes dan...

Dalam Waktu Dekat, PD SPSI Akan Bentuk...

Ternate — Pengurus Pimpinan Daerah Federasi Serikat Kimia, Energi dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PD FSP KEP SPSI)...

Usulan PAW Anggota DPRD Kota Ternate dari Partai...

Ternate -- Pengajuan Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap dua orang anggota DPRD Kota Ternate dari partai Berkarya, telah dibahas...

Bupati Halsel Dianggap Remehkan Surat Edaran Mendagri

Labuha — Bupati Halmahera Selatan (Halsel), Bahrain Kasuba dianggap telah meremehkan edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Jenderal Polisi (Purn.)...

Senin Besok, Polda Malut bersama Tim Penanggulangan...

Ternate -- Tim gabungan penanggulangan pandemic Covid-19 Provinsi Maluku Utara akan melaksanakan penyemprotan masal di Kota Ternate, guna menangkal...

Ketum HPMWB Tegaskan PT. STS Jangan Main-main...

Maba -- Ketua Umum Himpunan Pelajar Mahasiswa Wilayah Buli (HPMWB) sebut perusahaan tambang PT. STS yang beroperasi di wilayah...

Terkait Aksi Protes dan Pemalangan Kantor BP2RD...

Ternate - Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Ternate, Ahmad Yani Abdurahman menanggapi aksi protes dan...

Dalam Waktu Dekat, PD SPSI Akan Bentuk...

Ternate — Pengurus Pimpinan Daerah Federasi Serikat Kimia, Energi dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PD FSP KEP SPSI)...

ARTIKEL TERKAIT

Masyarakat Kelurahan Fitu tuntut Yayasan Muhammadiyah Malut kembalikan lahan warga

|

Ternate — Aksi boikot jalan utama oleh warga Kelurahan Fitu Kecamatan Ternate Selatan, dengan tuntutan agar Yayasan Muhammadiyah Maluku Utara segera kembalikan lahan mereka yang telah dirampas oleh pihak yayasan, Rabu (25/11).

Koordinator aksi Risno Wahid, saat diwawancarai sejumlah awak media menyampaikan bahwa, sekitar tahun 70an tanah tersebut dikelolah oleh Perseroan Terbatas Perkebunan Nusantara (PT. PN). Perusahan ini adalah salah satu perusahan yang berplat merah atau perusahan milik negara.

Namun sebelum tahun 70an, kata Risno, warga sudah lebih dahulu menempati lahan tersebut.

“Warga juga menggunakan lahan itu sebagai tempat mata pencaharian mereka, yakni bercocok tanam untuk menyambung hidup mereka,”terangnya.

Begitu pihak perusahan PT. PN yang juga salah satu perusahan milik negara ini, masuk dengan misinya untuk membuka lahan perkebunan kelapa hibrida, ketika itu warga pun diusir dan dilarang secara membabi buta oleh pihak PT. PN, yang diketahui perusahan ini menggunakan kekuatan negara kala itu, untuk menakut-nakuti warga dengan berbagai ancaman.

“Hal ini membuat warga merasa takut dengan ancaman-ancaman pihak PT. PN kala itu, lalu akhirnya warga pun diam begitu saja tanpa melakukan perlawanan atas kehadiran perusahan plat merah ini, sehingga lahan itu pun dibiarkan warga dibawah penguasaan pihak perusahan tanpa ada kompromi apa pun,” ungkapnya.

Seiring berjalannya waktu tepat pada tahun 1986, lahan warga yang telah dinyatakan sebagai aset negara ini dikembalikan oleh pihak PT. PN ke Pemerintah Provinsi Maluku sebagai aset negara, dikarenakan ada gejolak dikubu warga yang mana ini tidak mampu dikendalikan pihak PT. PN.

Menurut Risno, sesuai dengan hasil konfirmasinya dengan pihak aset pada pemerintah provinsi Maluku, bahwa lahan itu telah dikembalikan ke pihak aset pemerintah provinsi Maluku Utara, pada 20 September 2020 bertempat di gedung KPK Jakarta.

“Tetapi anehnya disini pada tahun 2004 pihak yayasan Muhammadiyah Maluku Utara, telah melakukan pembangunan diatas lahan tersebut, dengan alasan bahwa lahan ini telah dihibahkan kepada pihak yayasan,” tandasnya.

Akhirnya Risno pun kembali berkoordinasi dengan pihak aset provinsi Maluku, namun hasilnya pihak aset tidak tahu menahu soal siapa yang menghibahkan lahan tersebut ke pihak yayasan Muhammadiyah Maluku Utara.

Risno mengaku, hal ini pihaknya telah melayangkan surat secara resmi ke pihak yayasan Muhammadiyah, dengan tujuan agar pihak yayasan mengembalikan lahan tersebut kepada warga Kel. Fitu, namun pihak yayasan membalas dengan menolak permintaan dari pehaknya melalui surat tersebut.

Menurut Risno, tuntutan warga Kel. Fitu tidak berbelit-belit, yakni warga hanya menginginkan agar lahan tersebut dikembalikan oleh pihak yayasan ke warga fitu, untuk kepentingan lahan kuburan, dikarenakan saat ini lahan kuburan yang dimiliki warga fitu sudah penuh dan tidak bisa lagi dimanfaatkan untuk pemakaman saat ada warga yang meninggal.

Sementara Wali Kota Ternate H. Burhan Abdurahman, saat menemui warga Kel. Fitu dilokasi aksi, berjanji dihadapan puluhan massa aksi bahwa tuntutan warga ini pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pihak provinsi dalam hal ini Gubernur Provinsi Maluku Utara K.H. Abdul Gani Kasuba.

Burhan bilang, problem ini akan segera dibicarakan dengan pihak aset provinsi dan pihak yayasan Muhammadiyah, jika lahan tersebut adalah milik pemerintah provinsi maka pihaknya akan meminta agar dikembalikan ke pemerintah kota, untuk selanjutnya diserahkan ke warga fitu untuk kepentingan lahan kuburan.

Iklan Video

KOMENTAR

BERITA LAINNYA

Jum’at Pekan Depan, Mahasiswa Patani Timur Gelar LDK

Weda -- Mahasiswa Patani Timur (MPT) dari tiga organisasi, yakni Himpunan Pelajar Mahasiswa Peniti Damuli...

Inovasi, Adaptasi, dan Kolaborasi, Program Unggulan Dispar Kota Ternate Tahun 2021

Ternate -- Dinas Pariwisata Kota Ternate canangkan 3 program unggulan pada tahun 2021 ini, yakni...

Sejumlah Guru di Weda Keluhkan Fungsional, Kadispen : Akan Terbayar di Febuari

Weda -- Sejumlah Guru di Weda Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) mengeluhkan soal Funsional mereka yang...

Masyarakat Kelurahan Fitu tuntut Yayasan Muhammadiyah Malut kembalikan lahan warga

Ternate — Aksi boikot jalan utama oleh warga Kelurahan Fitu Kecamatan Ternate Selatan, dengan tuntutan agar Yayasan Muhammadiyah Maluku Utara segera kembalikan lahan mereka yang telah dirampas oleh pihak yayasan, Rabu (25/11).

Koordinator aksi Risno Wahid, saat diwawancarai sejumlah awak media menyampaikan bahwa, sekitar tahun 70an tanah tersebut dikelolah oleh Perseroan Terbatas Perkebunan Nusantara (PT. PN). Perusahan ini adalah salah satu perusahan yang berplat merah atau perusahan milik negara.

Namun sebelum tahun 70an, kata Risno, warga sudah lebih dahulu menempati lahan tersebut.

“Warga juga menggunakan lahan itu sebagai tempat mata pencaharian mereka, yakni bercocok tanam untuk menyambung hidup mereka,”terangnya.

Begitu pihak perusahan PT. PN yang juga salah satu perusahan milik negara ini, masuk dengan misinya untuk membuka lahan perkebunan kelapa hibrida, ketika itu warga pun diusir dan dilarang secara membabi buta oleh pihak PT. PN, yang diketahui perusahan ini menggunakan kekuatan negara kala itu, untuk menakut-nakuti warga dengan berbagai ancaman.

“Hal ini membuat warga merasa takut dengan ancaman-ancaman pihak PT. PN kala itu, lalu akhirnya warga pun diam begitu saja tanpa melakukan perlawanan atas kehadiran perusahan plat merah ini, sehingga lahan itu pun dibiarkan warga dibawah penguasaan pihak perusahan tanpa ada kompromi apa pun,” ungkapnya.

Seiring berjalannya waktu tepat pada tahun 1986, lahan warga yang telah dinyatakan sebagai aset negara ini dikembalikan oleh pihak PT. PN ke Pemerintah Provinsi Maluku sebagai aset negara, dikarenakan ada gejolak dikubu warga yang mana ini tidak mampu dikendalikan pihak PT. PN.

Menurut Risno, sesuai dengan hasil konfirmasinya dengan pihak aset pada pemerintah provinsi Maluku, bahwa lahan itu telah dikembalikan ke pihak aset pemerintah provinsi Maluku Utara, pada 20 September 2020 bertempat di gedung KPK Jakarta.

“Tetapi anehnya disini pada tahun 2004 pihak yayasan Muhammadiyah Maluku Utara, telah melakukan pembangunan diatas lahan tersebut, dengan alasan bahwa lahan ini telah dihibahkan kepada pihak yayasan,” tandasnya.

Akhirnya Risno pun kembali berkoordinasi dengan pihak aset provinsi Maluku, namun hasilnya pihak aset tidak tahu menahu soal siapa yang menghibahkan lahan tersebut ke pihak yayasan Muhammadiyah Maluku Utara.

Risno mengaku, hal ini pihaknya telah melayangkan surat secara resmi ke pihak yayasan Muhammadiyah, dengan tujuan agar pihak yayasan mengembalikan lahan tersebut kepada warga Kel. Fitu, namun pihak yayasan membalas dengan menolak permintaan dari pehaknya melalui surat tersebut.

Menurut Risno, tuntutan warga Kel. Fitu tidak berbelit-belit, yakni warga hanya menginginkan agar lahan tersebut dikembalikan oleh pihak yayasan ke warga fitu, untuk kepentingan lahan kuburan, dikarenakan saat ini lahan kuburan yang dimiliki warga fitu sudah penuh dan tidak bisa lagi dimanfaatkan untuk pemakaman saat ada warga yang meninggal.

Sementara Wali Kota Ternate H. Burhan Abdurahman, saat menemui warga Kel. Fitu dilokasi aksi, berjanji dihadapan puluhan massa aksi bahwa tuntutan warga ini pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pihak provinsi dalam hal ini Gubernur Provinsi Maluku Utara K.H. Abdul Gani Kasuba.

Burhan bilang, problem ini akan segera dibicarakan dengan pihak aset provinsi dan pihak yayasan Muhammadiyah, jika lahan tersebut adalah milik pemerintah provinsi maka pihaknya akan meminta agar dikembalikan ke pemerintah kota, untuk selanjutnya diserahkan ke warga fitu untuk kepentingan lahan kuburan.

VIDEO

IKLAN

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

BACA JUGA

FKPA-MU Gelar Aksi Peduli Kemanusiaan dan Kampanye Lingkungan

Ternate -- Forum Komunikasi Pecinta Alam Maluku Utara (FKPA-MU) gelar Aksi Galang Dana Peduli Kemanusiaan untuk masyarakat Halmahera Utara (Halut) yang tertimpa musibah banjir beberapa waktu lalu. Dalam waktu...

Ketua DPD Partai Beringin Karya Kota Ternate Minta...

Ternate -- Pengajuan Pergantian Antar Waktu (PAW) dua orang anggota DPRD Kota Ternate dari Partai Berkarya, berbuntut pengembalian kewenangan dari BANMUS DPRD Kota Ternate ke internal Partai. Ketua DPD Partai...

Dirut RSUD Chasan Boesoirie Sebut Banyak Masyarakat yang...

Ternate -- Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Boesoirie, dr. Syamsul Bahri menanggapi soal isu yang berkembang dan Asumsi negatif masyarakat terkait  Vaksinasi. Menurutnya, bicara soal vaksinasi itu sudah...

P2A Kota Ternate Mencatat Sebanyak 15 Kasus Sepanjang...

Ternate — Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2A) Kota Ternate mencatat sebanyak 15 Kasus sepanjang Tahun 2020, diantaranya Kasus Penelantaraan Anak, Kekerasan Terhadap Anak, Hak Asuh Anak, Pencabulan, dan...

Inspektorat Taliabu Belum Teruskan Hasil Audit ADD dan...

Taliabu - Penaganan Kasus Audit ADD dan DD Desa Loseng Kecamatan Taliabu Timur selatan kabupaten Pulau Taliabu hingga kini belum juga diserahkan oleh pihak inspektorat ke Polres Kepulauan Sula. Berdasarkan...

Kuasa Hukum Usman-Bassam Siap Hadapi Gugatan Helmi-Ode di...

Labuha — Kuasa Hukum Usman-Bassam bersama Kantor Hukum AWK dan Partners menyatakan siap menghadapi gugatan dari Paslon Helmi-Ode dalam sidang gugatan, di Mahkamah Konstitusi (MK) yang bakal mulai digelar,...

Antisipasi Bencana Alam, Kadis BPBD Halteng Himbau Masyarakat...

Weda --  Mencermati terkait bencana alam yang menimpa dibeberapa Propinsi di indonesia beberapa waktu lalu telah, Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) menghimbau kepada Masyarakat Agar...

Komisi III DPR Setujui Listyo Sigit Prabowo Sebagai...

Jakarta -- Ketua Komisi III DPR RI, Herman Herry menyampaikan bahwa setelah melakukan uji kelayakan atau fit and proper test, serta mendengarkan pendapat akhir dari semua fraksi-fraksi komisi bidang...

Pekan Depan Wiratama Mewisudakan Mahasiswa Dua Prodi

Ternate - Pekan depan pihak yayasan Wiratama Ternate, gelar wisuda untuk dua Prodi yang sempat tertunda beberapa kali jadwal wisudanya. Dua Prodi tersebut yakni Prodi Menejmen informatika dan Komputer...
error: